Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 63 - Kunjungan Teman-Teman Alice, Aira dan Airel Part. 1


__ADS_3

"Paman, Alice ingin meminta sesuatu, apakah bisa? "


"Airel juga"


"A-Aku juga"


"ada apa, kalian bertiga? jangan sungkan katakan saja? "


ini adalah saat setelah pelajaran baru saja selesai.


ketiga anak itu sepertinya ingin membicarakan sesuatu yang penting.


"Teman kami ingin berkunjung ke rumah, apakah boleh? "


"" Ya, Paman""


Ah ternyata ada temannya yang ingin bermain ya, seharusnya tidak masalah.


"Baiklah, tidak masalah"


""" YEEEEYYYY!!! """"


"Tapi, Kapan mereka akan datang? "


"Saat kita pulang ini paman. mereka akan ikut bersama dengan kita" kata Aira


"Baiklah, tidak masalah tapi sebelum itu mereka harus izin ke pengasuh atau pelayannya dulu"


"aku akan menyampaikannya, paman"


Dengan begitu, sepertinya akan ada kunjungan teman-teman anak-anak, aku akan mengabari sion untuk menyiapkan hidangan. Aku perlu memberi contoh siapapun tamunya sambutlah dengan baik.


****


"Tuan, Aku titipkan nona padamu, Aku adalah pelayan dari Marquiss Torstein"


"Ah, tuan Marquiss? "


"Itu benar, nona adalah cucu dari Tuan Marquiss"


"Baiklah"


"Tuan Aku juga titip anak-anak asrama padamu"


"Baiklah, tidak masalah, di asrama mana jika aku boleh tau? "


"kami dari asrama tuan Marquiss Aegnor"


"Ah, Begitu ya, Baiklah"


Satu bangsawan dan dua orang biasa, sepertinya mereka bisa berbaur dengan baik dikelas. aku harap bisa terus seperti ini.


"Baiklah, Nori, Cindy, dan Reina semoga kunjungan kalian menyenangkan"


""" terimakasih pak guru"""


Dengan begitu, kamipun segera menuju ke rumah.


***


saat sampai di rumah, anak-anak terkejut dengan bagaimana ramainya toko dilantai bawah.


"Alice, Aira, Airel, Toko fashion ini milik kalian? "


"tentu saja"


Cindy bertanya pada Alice dan Alice menjawabnya dengan bangga.


""Wooaahhh""


Anak-anak sangat terkejut dan aku segera mengajak mereka ke dalam. aku menerima sambutan dari karyawan dan para pembeli.


"Eh~ bibi!! "


"Ah, Nori ya, apa yang kamu lakukan disini"


"Aku mengunjungi teman bibi, apa yang kamu lakukan, bibi? "


Sepertinya pelanggan yang sedang berdiskusi dengan Rinze adalah keluarga dari Nori Torstein.

__ADS_1


"Bukankah bibi adalah pedagang? bibi ada disini untuk membeli kosmetik dan menjadi penyalur di wilayah kita"


"Ah, begitu ya"


Kami lalu segera melanjutkan perjalanan dan kali ini, Reina yang terkejut.


"Piano ini sangat indah"


"hahaha, apa Reina menyukai piano? "


Aku menanyakan itu padanya.


"un, Reina suka semua yang berhubungan dengan musik"


Beginilah anak-anak di wilayah Aegnor. mereka sangat menyukai musik.


"Kamu bisa mencobanya Reina"


"Benarkah? "


"Tentu saja, Nori dan Cindy juga boleh"


"Baiklah, walapun aku tidak terlalu suka musik"


"terimakasih, pak guru"


Tanggapan sama namun dengan maksud berbeda keluar dari Nori dan Cindy. ini wajar, dwarf bukanlah penyuka musik. Ah karena dwarf suka minuman keras, aku akan coba memberikan minuman berkarbonisasi pada mereka.


"Anak-anak apa kalian harus? "


""""" Ya!!!! """""


"Sion, tolong temani anak-anak bermain dan berikan minuman cola pada mereka. aku akan menuju ke wilayah Wilson dan mengecek persiapan disana"


"Aku mengerti, tuan!"


Aku lalu berpamitan dan membiarkan Sion menemani anak-anak. aku juga ingin mereka bisa bebas bermain tanpa ada aku disana. aku juga sudah menyediakan perangkat tablet milik anak-anak sebelum aku meninggalkan mansion dan Sion juga telah menyiapkan banyak makanan manis untuk mereka.


***


POV Sion


"Nori, ini adalah cola. yah aku lebih menyukai jus daripada ini, yang menyukai ini adalah Alice dan Aurel"


"Kak Aira tidak memiliki selera"


"Itu benar"


Alice dan Airel memprotes Aira karena tidak menyukai cola seperti mereka.


"Aku setuju dengan kalian, Alice, Airel"


"Eh~"


"Reina, lagu apa yang kamu mainkan, ini sangat enak didengar"


"ini lagu yang dimainkan di kampung halamanku dulu, tapi suara piano ini sangat mengagumkan, Alice"


"Hm, Alice tidak terlalu paham tapi mungkin kak Anna mengerti. Dia yang paling menyukai bermain piano"


"Itu, Alice kalian berapa bersaudara? "


"Alice dua bersaudara, Alice dan kak Riese"


"Eh, lalu siapa kak Anna, bagaimana dengan Aira dan Airel? "


"Kami semua bersaudara"


"Aku tidak mengerti"


Sepertinya ini terlalu rumit untuk anak-anak.


"lalu, apa lagi yang akan kita mainkan? "


"kami memiliki puzzle ayo kita mainkan itu. Bagaimana menurut kak Aira dan Alice? "


"itu ide bagus"


"Benar, sekalian mereka bisa mengunjungi kamar kita. Ayo Sion juga ikut dengan kami"

__ADS_1


"Eh, apakah tidak apa-apa, nona Alice? "


"Tentu saja"


lalu mereka menuju ke kamar dan bermain disana.


"A-apa ini kamar kalian? "


Nori terkejut saat masuk disana.


"Bagaimana, indah bukan? "


"ini sangat estetik, kalian tahu? "


"Aku juga berpikir begitu. Baiklah, lupakan. mari bermain puzzle"


"Aira, Apa itu puzzle? "


Cindy bertanya dengan bingung.


"ini adalah permainan menyusun gambar yang berantakan menjadi rapi kembali"


"aku ingin memainkannya juga"


Reina sepertinya tertarik dengan puzzle.


Mereka lalu bermain dengan puzzle sampai sekitar 1 jam.


"ini sangat sulit tapi setelah selesai entah kenapa, aku merasa sangat puas"


"itu benar, Nori, Aku sangat puas setelah menyelesaikannya"


"A-Aku tidak bisa, ini sangat sulit"


Sepertinya hanya Reina yang gagal, padahal tadi dia sangat bersemangat.


Ah sepertinya ini sudah waktunya makan siang.


"Anak-anak, ayo makan, sekarang waktunya makan"


""""" oke""""""


Kami semua lalu menuju ruang tamu dan makan bersama.


"ini, sangat enak, apa kalian selalu makan makanan enak seperti ini setiap hari? "


Reina bertanya dengan tatapan iri.


"Itu benar, Alice hanya suka makanan disini, itulah kenapa Alice tidak pernah makan di kantin sekolah"


"Aku juga, ingin makan ini setiap hari"


"Bahkan makanan dimansionku tidak seenak ini"


Cindy dan Nori memberikan tanggapan positif yang makin membuatku bangga. Aku sangat senang bisa bekerja dengan tuan Martin.


"Anak-anak masih ada beberapa kue lagi disini"


"Terima kasih, Sion"


Aira berterima kasih pada persiapanku.


Harus aku akui, nona Aira adalah yang paling dewasa dari ketiga anak-anak. ah, perlu diingat ini hanya dalam hal kedewasaan. setiap anak-anak di keluarga tuan Martin memiliki keimutan yang berbeda masing-masing.


"i-itu, apa aku boleh membawa kue ini pulang? aku ingin teman-teman asramaku juga merasakannya"


"Alice akan tanyakan pada paman. jangan khawatir, cindy"


"nona Alice, aku rasa itu tidak perlu, Tuan Martin sudah menyiapkan kue yang bisa dibawa pulang oleh teman-teman nona"


"Paman, memang pengertian"


Inilah yang aku maksud.Alice imut karena dia tidak pernah takut dengan apapun. padahal, menurut Riese, dulunya Alice tidak seberani ini. mungkin karena dia merasa bebas saat bersama tuan Martin.


""" Kami pulaaaang"""


Saat kami sedang makan sore, Riese, Anna dan Rain pulang dari sekolah. Ah sepertinya nyonya Alicia juga ikut kali ini.


Mendengar itu, Aku segera menyambut mereka.

__ADS_1


__ADS_2