Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 46 - Hari-hari Sebelum Ke Kekaisaran Demon


__ADS_3

Setelah Diceramahi oleh Duke Valentine selama 2 jam penuh, Dia menjadi tenang setelah aku berjanji dengan sangat serius bahwa aku akan membahagiakan cucunya.


Bibi hanya tertawa saat melihatku. sedangkan paman hanya membuat pose menyerah dan membiarkan aku tetap di ceramahi.


Sudah disepakati juga bahwa 4 hari dari sekarang, aku akan berkunjung ke wilayah Kekaisaran demon dan kami akan menuju ke wilayah Raja Naga. Aku dan Keluargaku juga sudah mendapatkan cuti tambahan seminggu untuk terlambat masuk sekolah.


"Ah, Aku sangat lelah" Aku mendesah di kursiku.


"Kamu telah melakukan tugas dengan baik, Martin"


"Itu Benar, Aku salut denganmu, Martin"


"Ehem, pamanku memang hebat"


"Lihatlah teman baikku ini. yah itu benar, paman memang hebat"


Ela, Alicia, Riese dan Anna, menyemangatiku yang kelelahan setelah Audiensi.


Setelah Audiensi, aku menemani Raja untuk melihat pembukaan lahan dan pembangunan wilayah lalu mengantarkannya kembali. Tuan Puteri tidak ingin pulang tapi dia dipaksa oleh Ratu untuk segera kembali. Bagaimanapun, Raja tidak memiliki liburan.


Ah, Aku juga meminta semua tunanganku memanggilku dengan namaku tapi Riese dan Eva hanya suka memanggilku paman. itu tidak masalah untukku.


"Hei, Apa kalian ingin Bermain Di Bumi lagi? "


"Apakah boleh? "


"Aku sangat ingin ke sana lagi"


"Aku juga"


"Paman Aku juga ingin ikut"


Semuanya senang dan Anna bahkan ikut menjawab dan aku segera berkata,


"Baiklah, Tapi aku tidak bisa mengajak kalian bermain karena aku sudah berjanji pada anak-anak"


"hmmph, kami juga memiliki acara sendiri disana"


Riese menjawab dengan kesal.


"Hahaha"


aku tahu kalau mereka sudah berjanji dengan Eva akan bermain bersama lagi.


Aku berencana membiarkan mereka bermain di bumi sambil belajar mengendarai mobil dimana aku akan fokus mengurus raja Naga dengan paman.


Namun, Sebelum itu, Mari kita urus wilayah terlebih dahulu.


****


Hari Pertama, Aku mengecek bagaimana para penduduk bertani. Mereka sedang menanam di tanah seluas satu hektare per petani. Meskipun melelahkan, mereka sudah terbiasa dan ditambah dengan alat pertanian, pengurusan lahan semakin mudah.


Mereka tidak perlu mencangkul karena sudah aku urus dengan alat berat atau traktor.


masalah berburu juga bisa diatasi dengan suplai alat perburuan dariku. aku juga menyiapkan crossbow untuk tim pemburu. mereka belajar dengan sangat cepat dan sangat menyukai cross bow. menurut mereka ini lebih efisien dari pada panah biasa.


untuk sekarang, aku rasa mereka bahkan bisa memburu monster rank A seperti salamander.


Beberapa orang juga telah datang bersama dengan kunjungan raja. Mereka bertugas mencatat bagaimana cara pertanian yang aku lakukan.


Marquiss Torstein lebih tertarik dengan Traktor dan berbagai alat pertanian. Aku akan coba memberi yang simple untuk dibongkar. kuharap dengan kemampuan dwarf, alat pertanian dapat diproduksi secara massal.


Masalah air sudah teratasi sebelumnya karena aku sudah membuat jalur air dengan dozer.

__ADS_1


bagaimana aku bisa menggunakannya? Aku punya klien istri Kontraktor. aku sering datang ke lokasi dan ditawarkan suaminya untuk belajar menggunakan dozer.


Aku juga tidak menyangka selama aku menjadi sales, banyak sekali keahlian yang aku pelajari yang akhirnya berguna disini.


Saat Malam, Aku menemani anak-anak bermain bersama dengan anak-anak thunder tiger juga. Aku tidak membiarkan mereka terus nermain dengan konsol secara terus menerus karena akan berdampak buruk untuk pertumbuhan mereka.


****


Hari Kedua, Aku mengecek tim teater dan melihat bagaimana mereka berlatih. Peter sudah mengakari mereka seperti yang aku ajarkan padanya.


Secara teks, menurutku sudah cukup. Hanya saja gaya berakting mereka masih sedikit kaku dan tidak selaras dengan musik.


Aku membenarkan sedikit dan memberikan contoh dari tablet milikku dan sutradara langsung mendapatkan gambaran secara umumnya. Tampilan visual memang luar biasa.


tim teater mulai membaik dan aku harap dalam sebulan mereka bisa siap.


Aktor pria yang memainkan peran raja pertama Wilson adalah manusia yang bernama Leonardo. Yah dia memang tampan tapi aku lebih berkharisma.


Sutradaranya sendiri adalah elf yang bernama fisca. dia masih muda tapi sangat berbakat.


Saat aku sedang mengatur tim teater, Alicia terus memperhatikan diriku dari jauh.


"Alicia, Apa kamu menyukai teater? "


"Ya, aku sangat suka, hanya saja kemampuan mereka belum sebaik mahasiswa di kampus Eva"


Alicia mengatakan itu padaku. hei, mereka sudah berlatih lebih lama dari tim teater disini. Aku bisa menjamin orang-orang di wilayah Aegnor hampir semuanya berbakat dalam seni.


****


Hari Ketiga


"Bagaimana dengan Persiapan kalian? "


Jawab Ela.


"Paman, Cepat, Cepat, Alice sudah tidak sabar"


"Aira juga paman"


"Aira juga ingin tahu bagaimana dunia paman"


"Paman, aku juga sangat bersemangat sekarang"


Anak-anak semuanya sangat bersemangat, Rain yang biasanya tenang juga menjadi bersemangat saat ini.


"Baiklah, Baiklah, Mari kita pergi"


Dengan Begitu, Aku mengajak semuanya ke dunia asal ku, Bumi. Aku menyuruh Thunder tiger tetap tinggal menjaga rumah dan anak-anaknya karena kami akan pergi ke dunia lain.


Eva menyambut kami disana dan setelah kuberitahu, Eva mulai merangkul Riese dan Anna sambil diikuti Ela dan Alicia, mereka segera pergi bermain entah kemana.


"Baiklah Anak-anak, Ayo kita bermain "


"""" Ooooohhh""""


Aku mengajak mereka ke taman Bermain. Anak-anak bermain dengan gila-gilaan. mereka sangat senang dengan taman bermain. Aku juga memberikan es krim saat mereka kelelahan.


"Paman, Kenapa kamu menyembunyikan makanan seenak ini? "


"itu benar Paman"


Alice dan Airel protes karena aku tidak pernah memberikan mereka ea krim. hahaha, ini adalah makanan yang nikmat dimakan disaat seperti ini kalian tahu?

__ADS_1


"Aira juga ingin mengatakan seperti Alice dan Airel tapi sepertinya dia sangat malu. Airel memang seperti seorang putri"


"Paman, Bisakah aku bermain dengan rollercoaster lagi paman? "


"Ya, Tidak masalah, tapi, Apa kamu tidak takut? "


"Tentu saja tidak paman, ini sangat menyenangkan"


Rain sepertinya sangat menyukai rollercoaster.


Anak-anak gadis juga ingin bermain rollercoaster tapi mereka masih terlalu muda sehingga tidak dibolehkan untuk menaikinya.


Kami bermain selama setengah hari ditaman bermain dan setelah itu aku mengajak mereka menonton di bioskop.


kebetulan sedang ada tayangan animasi dari d*sn*y yang cukup menarik. saat masuk ke ruangan bioskop Anak-anak semua menjadi sangat takjub dengan layarnya yang super besar.


"Paman, Apakah kita bisa memiliki layar seperti ini dirumah? "


Aira bertanya lalu Alice dan Airel langsung menatapku dengan penuh harap.


"Baiklah akan paman buatkan untuk kalian "


Mereka sangat senang setelah aku mengatakan itu.


"Cih, dasar kekanak-kanakan"


Rain mendecak kecil saat mereka mengatakan itu.


"Hmmph kak Rain semakin menyebalkan"


"Itu benar"


Alice dan Airel memprotes rain karena mendecak.


Saat menonton mereka menjadi sangat takjub dan bahkan Rain yang tadinya mendecak, serius mengikuti jalannya Film.


Begitu kami keluar dari bioskop,


"Paman, Duniamu sangat menyenangkan"


"Kenapa begitu, Aira? "


"Semua orang sangat bahagia. Tidak ada yang kelaparan dan di buang keluarganya"


Ah, Aku mengerti, dia teringat dirinya saat dahulu.


"Aira. setiap tempat selalu memiliki area yang buruk. itu bahkan di tempat paman. lihat paman, sebelum bertemu kalian, paman selalu sangat membenci dunia ini. Dunia ini bahkan merebut orang tua paman. Tapi, lihat sekarang, berkat dunia ini juga paman bisa bersama kalian. "


"Apakah paman bahagia bersama kami? "


"un, tentu saja"


"Paman, Aira apa yang kalian bicarakan"


Rain memanggil kami yang sedang mengobrol.


"Hahaha kami akan segera kesana. Ayo Aira? "


"Un, terimakasih banyak paman"


(Terimakasih banyak sudah mau merawat dan membahagiakan kami)


Pikir Aira didalam hatinya.

__ADS_1


 


__ADS_2