
"Melihat gaun pengantin? "
aku yang sedang memantau wilayah Wilson tiba-tiba saja di temui oleh Eva, Alicia dan Eleanor.
"Benar, sekalian ajaklah kami untuk bermain disana Sesekali"
hei, benar juga, aku sangat jarang mengajak mereka bermain.
Aku lebih sering mengajak anak-anak bermain. ini memang tidak adil untuk mereka.
"Baiklah. Aku akan mengajak kalian bermain. kalian ingin mengunjungi apa?"
Aku menanyakan itu pada mereka.
"Aku ingin menonton film"
"Aku ingin ke taman Bermain"
"Aku ingin kemanapun asal bersama paman"
Alicia, Ela dan Eva menjawab pertanyaanku.
Masing-masing dari mereka memiliki keinginan tersendiri.
Baiklah, aku akan mengajak mereka menikmati semua hal di dunia lain.
aku agak kasian dengan anak-anak yang tidak bisa ikut tapi, Mari bersenang-senang!!!
Aku meminta Lisa mengantarkan thunder tiger ke wilayah ibu kota dan kami segera pergi ke dunia lain.
"Baiklah, Mari bermain ke Dunia Lain"
Kami segera bermain ke taman bermain terlebih dahulu. seperti biasa, disana sangat ramai.
Aku mengajak mereka bermain rollercoaster. kenapa bermain rollercoaster?
Ini terurama karena anak-anak tidak bisa bermain disana karena masih kecil.
Adrenalin Ku terpacu dengan intens. ini sangat menyenangkan. Sudah lama aku tidak pernah bermain seperti ini. aku terus menikmati bermain di taman bermain hingga siang hari.
Setelah dari taman, Kami menuju bioskop di sebuah mall perbelanjaan. kebetulan film yang tayang kali ini adalah tentang romance.
dalam dua jam film, emosi kami dibawa naik turun bak rollercoaster.
Apakah ini yang namanya perasaan de javu?
aku memperhatikan bahwa Eva dan Alicia memiliki mata yang berkaca-kaca.
Endingnya memang cukup menyedihkan dimana sang wanita meninggal karena sakit yang parah.
"Martin, Apakah kamu akan terus menyayangiku sampai tua?"
Setelah menonton Film seperti itu, Alicia tiba-tiba bertanya begitu padaku.
"hmm? apa yang kamu khawatirkan Alicia? "
"Tidak, aku hanya memikirkan itu"
Wanita akan selalu meragukan perasaan pasangannya. Cara terbaik menenangkan mereka adalah ikut alur mereka dan tenangkan kekhawatiran mereka.
"Alicia, Eva, Ela. Kalian semua adalah anugerah terbaik yang aku dapatkan. bahkan untuk Riese dan Anna juga. Aku harap kita akan bisa terus bersama selamanya. mungkin aku tidak selalu bisa adil tapi satu janjiku pada kalian adalah sampai mati aku tidak akan berhenti mencintai kalian"
saat aku mengatakan itu, mereka semua langsung memelukku hingga beberapa saat.
"Paman, Aku sayang padamu"
__ADS_1
"Martin, aku tidak tahu kamu bermulut manis"
"Terimakasih, Martin"
"He-hei, apa kalian tidak malu dilihat orang banyak? "
Mereka memelukku tepat di jalan keluar bioskop. meskipun sebagian orang cuek, lebih banyak yang memberikan tepuk tangan padaku.
Hanya saja, beberapa pria memberikan tatapan permusuhan padaku.
mereka mengatakan mereka tidak peduli dengan orang lain dan hanya ingin menikmati momen ini.
setelah darin menonton film, kami menuju ke beberapa stand makanan didalam mall dan mencoba beberapa jenis jajanan.
Sesekali melakukan ini bersama mereka juga sangat menyenangkan. aku terlalu fokus bekerja sampai lupa saat-saat seperti ini.
setelah menikmati kuliner, kami segera menuju ke toko yang khusus menyiapkan hal-hal mengenai pernikahan. Eva membawa mereka ke sana sebelumnya dan sudah melakukan pengukuran baju.
"Halo nona Eva, nona Alicia, nona Eleanor. Gaun Kalian Sudah Selesai. Apa Kalian ingin mencobanya? "
Kamin disambut oleh seorang pelayan yang nampaknya sudah menunggu kedatangan kami.
Lagi pula, tiga hari lagi adalah acara pernikahan kami. Aku juga perlu menyambut para tamu.
Gaun yang mereka pilih adalah gaun Ball gown. Bentuk gaun yang satu ini identik dengan gaun megah yang sering dipakai oleh para princess dari negeri dongeng.
Yah, mereka juga sebenarnya memang princess dari dunia lain.
warna yang mereka pilih adalah warna putih.
Saat mereka mencoba gaunnya, aku hanya terkesima dengan kecantikan mereka.
Aku tidak pernah menyangka akan mendapatkan wanita-wanita cantik seperti mereka.
"Bagaimana, paman, apa aku cantik? "
"Aku ingin dengar pendapatmu"
"itu....kalian sangat cantik. aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. aku hanya bisa bilang aku sangat beruntung bisa bersama kalian. "
Itu jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam. sejak berpindah ke dunia lain, semua berjalan sangat baik bagiku. aku hanya bisa bersyukur untuk itu.
***
POV Eleanor.
Saat sedang mencoba pakaian.
"Itu... Kak Ela, bukankah rencananya H-1 sebelum pernikahan? kenapa tiba-tiba menjadi sekarang? "
Eva bertanya tentang rencana itu padaku.
"Ini kesempatan kita, Eva... jika H-1, para tamu undangan akan merepotkan Martin dan kita tidak akan bisa menjalankan rencana"
"Uuuu.... Aku menjadi sangat gugup"
Alicia menambahkan itu.
"Eva, Alicia, ini satu-satunya kesempatan kita. mari gunakan sebaik mungkin"
Aku mendesak mereka untuk melakukan itu. jika tidak dilakukan sekarang aku merasa Martin akan dicuri dari kita.
"Lalu bagaimana cara kita melakukannya? "
"Aku membawa obat khusus dari elf yang akan meningkatkan nafsu seseorang sampai ke puncaknya. Kalian tahu kan elf sangat kurang bergairah"
__ADS_1
"i-itu"
Alicia tidak bisa berkata-kata pada tencanaku.
"Ayo lakukan. aku yakin ini berhasil"
setelah mengambil gaun pengantin, kami semua kembali ke rumah apartemen.
***
POV Martin
Kami selesai menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan.
Besok adalah hari terakhir ujian dan Riese serta yang lainnya akan langsung datang ke wilayah Wilson.
Aku penasaran, apakah anak-anak berhasil mengerjakan ujian?
sebelum kami kembali ke wilayah Wilson, Eva menawarkan aku untuk beristirahat sejenak dan dia akan membuatkan aku teh herbal agar tubuhku rileks.
"Paman, Tunggu sebentar. aku akan segera menyiapkan minumannya. Kak Ela dan Kak Alicia juga tunggu sebentar, aku juga ingin sesekali menyambut kalian sebagai tamu. ehehehe"
Dengan begitu, Eva segera ke dapur dan membuat teh herbal.
"Tehnya telah siap"
Setelah eva membawa tehnya, kami minum bersama sambil mengobrol tentang acara pernikahan.
Are? kenapa rasanya gerah sekali? tubuhku juga terasa aneh?
Aku merasa aneh saat selesai meminum teh herbal.
Aku merasa seperti adik kecilku dibawah sana menjadi sangat gelisah.
Aku melihat pada eva dan yang lainnya. wajah mereka juga sangat merah.
"paman... "
Eva tiba-tiba mendekatiku dan segera meremas tanganku dengan kuat.
"Martin"
"Martin"
Ela dan Alicia juga sepertinya mengalami hal yang sama.
Apa yang terjadi?
Saat mereka mulai menempelkan tubuh mereka padaku, dadaku terasa sangat panas dan jiwaku terasa bergejolak.
Pikiranku mulai buyar karena hal itu. tidak lama kemudian, diriku seperti kehilangan pertahanan dan terjadilah.....
(Seratus ribu kata dihilangkan disini)
****
Keesokan paginya.
Aku tersadar dan melihat langit-langit. kejadian semalam benar-benar mimpi yang liat. aku tidak tahu bahwa aku memiliki pemikiran seperti itu.
Saat aku ingin bangun, aku merasa tubuhku terasa berat.
Aku melihat ke sekitarku dan mendapatkan pemandangan yang luar biasa?
(Jadi, semalam itu bukan mimpi?)
__ADS_1
Aku yang menyadari hal itu sekarang menunjukkan wajah yang pucat.