
Aku dan paman segera kembali ke wilayah Wilson. Kami berencana akan bertemu Raja dan melakukan Audensi perihal membawa orang dari dunia lain.
Saat kami kembali dan melewati ruang tamu kami mendengar bibi berteriak.
"Apaaaa? "
Aku dan Paman spontan membuka pintu dan langsung bertanya
"Sayang, ada apa? "
"Apa yang terjadi, Bibi? "
Aku dan paman segera masuk dan mendapati ada marquiss torstein dan harimau putih.
"Selamat datang, Yang Mulia demon lord, juga Baron Wilson"
"Martin kamu di sini"
Marquiss dan Harimau putih menyambut kami lalu bibi mulai berbicara.
"Sayang, Martin, sepertinya ada pasukan kerajaan Nidel yang sedang menuju ke sini"
"Apa? "
"Eh~"
paman dan aku bingung. tidak, aku lebih ke arah apa urusan mereka mengirim pasukan sedangkan keterkejutan paman lebih ke arah yang berbeda.
"Itu benar, tuan, mereka sekitar 1000 orang terdiri dari 200 kavaleri, 600 infanteri dan 200 Mage. ini laporan yang aku Terima dari tim pengintai'
"Mereka sepertinya terlalu berani"
"Apa maksudnya paman? ah, maaf tuan harimau putih membuatmu melihat pemandangan seperti ini"
"tidak masalah Martin"
"Dengan Adanya aku di sini , mereka masih berani menyerang? "
Ah jadi itu yang dipikirkan paman. yah harus aku akui paman sangat luar biasa.
"itu, Tuan Harimau Putih, Maaf, keamanan wilayahku sepertinya terancam. mungkin proyek yang aku janjikan akan tertunda cukup lama"
"hmm, aku tidak bisa membiarkan itu, Raja Naga menyuruh aku mengecek dan meminta kamu mempercepat proyek karena mereka sudah tidak sabar bermain balap mobil"
Bibi dan Marquiss hanya berdiri dalam kebingungan dan memandang kami. ya, kami belum sempat membicarakan ini.
"Tapi... "
"Biarkan aku mengambil tindakan"
Harimau putih tiba-tiba mengatakan itu. apa ini tidak berbahaya?
__ADS_1
"Itu, Apakah ini tidak masa.... "
"Terimakasih atas bantuannya tuan Harimau putih"
Paman memotong pembicaraanku dan langsung mengucapkan terimakasihterimakasih.
"Paman... "
"Jangan khawatir, Martin, semua ini akan segera selesai"
Paman mengatakan itu padaku dan itu akhirnya menguatkan tekadku dan mempercayai Harimau putih.
"Tuan Harimau putih, Terimakasih atas bantuannya. Aku serahkan semuanya padamu. "
"Baiklah"
Dengan itu, Harimau putih segera pergi. Aku lalu meminta tolong pada Marquiss torstein juga.
"Tuan Marquiss, Aku ingin meminta tolong padamu untuk menghadap raja dan menyampaikan kejadian hari ini. "
"Baiklah, tuan Wilson, ini memang sudah menjadi tugasku yang adalah seorang Marquiss. Tapi, ini akan memakan waktu 3 hari. kuharap kamu tidak masalah dengan itu"
"Tuan Marquiss, Silahkan lewat portal baru yang demon lord baru saja siapkan. "
"Ah, Apakah sudah tersedia? "
"Ya, Tolong ikuti aku. dan juga bibi, Terimakasih atas bantuannya"
"Tidak masalah, Martin. ini hanya hal kecil"
Kami segera melewati portal dan tiba di Mansion ibu kota. aku mengajak Marquiss torstein dan kemudian berpisah diluar gerbang.
"Baiklah tuan Martin, aku akan segera beraudiensi dengan yang mulia Raja"
"Mohon bantuannya, Tuan Marquiss"
"umu"
Kalian bertanya kenapa aku tidak menelpon secara langsung?
Hei teman-teman yang baik, itu sesuatu yang sangat tidak sopan untuk langsung menelpon dan mengabari ini dalam ketatanegaraan. hal terbaik adalah mengirim surat atau bertemu langsung secara resmi.
setelah itu, Aku lalu kembali ke dalam Mansion dan dengan portal, aku tiba lagi di wilayah Wilson.
****
POV Harimau putih
Saat aku tiba di wilayah Wilson, yang aku dapati adalah keadaan dimana mereka akan Diinvasi. Martin juga sepertinya tidak tahu kenapa wilayahnya akan diinvasi.
Aku jadi teringat 500 tahun lalu para makhluk baik di sini maupun diseberang hutan kematian selalu berperang karena makanan. apakah itu masih sama hingga sekarang?
__ADS_1
Memikirkan itu, aku terus terbang selama tiga menit dengan kecepatan kira-kira 200 km/h dan sampai di lokasi.
Pantas saja mereka panik, aku melihat ke belakang pasukan dan menemukan dua desa sudah dihancurkan. hm? desa desa itu tampaknya memang sudah kosong.
Saat aku tiba dilokasi aku diamati oleh seluruh pasukan tapi aku mengabaikan tatapan itu.
"Siapa pemimpinnya? "
Aku mengatakan itu dengan sihir suara. Tanpa nada yang keras, itu langsung masuk ke jiwa mereka.
Tanpa menunggu terlalu lama, aku menemukan seseorang pria kurus berjalan keluar ditemani dua orang pengawal menuju ke arahku.
Dia memiliki wajah pucat dan tatapan tajam serta berambut pirang sebahu. dari yang terlihat dia sangat lemah bahkan bisa ku katakan tubuhnya mengalami banyak kerusakan.
Dua pengawalnya? sepertinya itu juga tidak hebat. Para thunder tiger di rumah Martin seharusnya bisa mengalahkannya dengan mudah.
"Apa kamu yang memimpin pasukan ini?"
Tanpa basa-basi, aku segera menanyakan itu.
"Itu benar, aku tidak tahu siapa kamu. Aku hanya memiliki urusan dengan Baron Martin dan bukan dengan Kerajaan Mazica"
Dia sepertinya paham kalau aku bukan orang biasa. mungkin dia melihat aku terbang dan dari sihir suara tadi.
"Pergilah, bawa kembali pasukanmu dan jangan menginjakkan kaki di wilayah ini secara sembarangan"
"Apa kamu tahu siapa aku? "
"Aku tidak peduli siapa kamu, ini adalah wilayah dibawah lindungan Raja Naga. Tidak ada yang memiliki hak menginvasi wilayah ini. Kalian bisa mencobanya dan kalian akan menerima kemarahan Raja Naga"
Mendengar yang aku katakan, mereka semua terdiam lalu tertawa terbahak-bahak.
"Tuan ini, aku tahu kamu cukup kuat. Dari yang aku lihat kamu mungkin adalah petualang rank S. Lihat di kedua sisiku. mereka berdua juga adalah orang dengan status rank S. sekarang kamu menggunakan Raja Naga untuk menggertak kami? Baiklah sekarang aku juga akan mengatan. Jika kamu menghalangiku, kamu akan menerima kemarahan ular berkepala 8 (yamata no orochi)."
mendengar itu membuatku menjadi sangat marah. yamata no orochi adalah Rival Raja Naga. Berani sekali dia mengatakan itu didepanku.
Tadinya aku hanya ingin menakut-nakuti mereka dengan mengalahkan beberapa tapi sepertinya aku berubah pikiran.
"Aku akan memusnahkan kalian semua. Thunder wave!!!"
dengan itu, aku segera mengaktifkan sihir elemen petir ke arah seluruh pasukan.
Sihir itu menghantam seluruh pasukan baik kavaleri, mage ataupun infanteri. petir mengamuk ke setiap penjuru pasukan dan menyambar siapa saja.
Melihat keadaan ini, pemimpin pasukan hanya teriak dan mengangah sambil mungkin memohon agar tidak disambar petir.
Sihir yang aku gunakan adalah sihir Area level 11 . makluk biasa hanya bisa sampai level 10.lalu kami makhluk suci bisa sampai level 15, Yamata no orochi hanya bisa sampai level 20 dan Raja Naga adalah level 21.
Dalam hitungan kurang dari satu menit, semua berubah menjadi abu dan hanya tersisa pemimpin serta pasukan dan dua pengawalnya. aku menyisakan mereka untuk aku bawa ke Martin sebagai tanda kalau aku sudah menaklukkan mereka.
Kalian perlu tahu, Martin sekarang adalah penasihat raja Naga yang berarti dia satu level di atas kami.
__ADS_1
Aku lalu segera mengikat mereka dengan sihir tanah dan membawa mereka kembali untuk diserahkan ke Martin.