
Aku segera menuju wilayah Wilson untuk datang ke bumi. Kali ini aku hanya sendiri karena waktu sudah sangat larut.
sebelum ke Bumi, aku mengecek pembangunan sirkuit dengan alat berat. Aku sudah mengajarkan cara penggunaan alat berat pada Marquiss Torstein.
"Aku harap semua berjalan lancar"
Saat aku keluar, aku melihat ternyata Marquiss Torstein masih belum istirahat dan memandu pembuatan sirkuit yang sepertinya hampir jadi.
"Selamat Malam tuan Marquiss"
"Ah, Tuan Martin, Selamat Malam"
"Kenapa tuan belum istirahat, ini sdh sangat larut bukan? "
"Ah, Aku sangat bersemangat dalam membangun sirkuit ini setelah aku tahu ini akan digunakan oleh Raja naga. Aku ingin dia puas dengan karyaku"
"Ah, begitu ya"
Sepertinya Marquiss sangat bersemangat setelah kejadian sebelumnya.
"Ah, Tuan Marquiss, Apakah tidak masalah meninggalkan wilayahmu selama ini? "
"Tenang saja tuan Martin, Ada putraku disana. ini jg bisa menjadi latihan yang penting untuknya. "
"Aku mengerti"
Ini seperti menjatuhkan dua burung dengan satu batu. Selain mendapatkan teknologi dariku, dia juga bisa melatih putranya dalam mengurus wilayah.
"Lalu, Tuan Marquiss, sudah sejauh mana progres pembangunan sirkuit? "
"sepertinya 3 hari lagi akan selesai, Tuan Martin"
"Baiklah, Terimakasih atas kerja kerasnya, Tuan Marquiss"
"Tidak-tidak, ini sudah sewajarnya"
Setelah pembicaraan singkat, Marquiss Torstein segera melanjutkan pembangunan dan aku menuju kembali ke ruang portal.
Saat aku melewati portal....
"Pamaaann!!! "
Eva meloncat ke arahku dan langsung memelukku.
"E-Eva, kamu mengagetkan aku"
__ADS_1
"Aku sangat merindukanmu, paman"
"Aku juga, Ah paman, bibi selamat siang"
"selamat siang, Martin"
"Martin ayo segera ke ruang rapat khusus apartemen di lantai paling atas"
"Baiklah, Paman"
"Ayah, Apa ayah tidak bisa membaca situasinya? "
"Eva, Apa maksudmu, kami memiliki urusan yang sangat penting sekarang"
"Ibu, Lihatlah ayah!! "
"Sayang, mari biarkan sedikit lagi"
".... "
Paman tidak bisa berkata-kata karena bibi lebih membela eva.
"Hmmph, Aku akan mengabaikan ayah"
Setelah mengatakan itu, aku menemani Eva sebentar dan mengobrolkan beberapa hal.
Aku tahu memang ada ruang rapat disini hanya saja ini pertama kali aku mengunjungi ruang ini.
Saat memasuki ruang, sudah ada sekitar kurang lebih lima puluh orang. mereka sepertinya berusia seusia aku atau lebih tua. tuan kim adalah salah satu contohnya.
Mereka duduk dengan bentuk seperti tapal kuda dimana bagian datarnya adalah meja utama pembicara.
Mereka disini juga bersama anak-anaknya.
Aku dan Paman Segera duduk di meja utama dan paman mulai berbicara.
"Selamat siang semua, terima kasih sudah bersedia berkumpul hari ini disini. Aku tidak akan berbasa-basi dan kita juga sudah membahasnya digrup. aku sudah memberikan waktu berpikir juga. aku akan menanyakannya lagi disini apakah ada yang tidak ingin pergi ke dunia lain? "
Paman tanpa basa basi langsung menanyakan itu ke semua orang. sepertinya mereka sudah membicarakan ini di grup dan bahkan sebelum itu juga.
Setelah menunggu beberapa saat, tidak ada yang mengangkat tangannya.
Para warga apartemen sepertinya sudah membulatkan tekadnya.
"Baiklah Terima kasih sebelumnya karena sudah bersedia membantu membangun dunia lain. sekarang aku akan memberi kesempatan untuk bertanya. Ah maaf sebelumnya aku lupa memperkenalkan. ini adalah Martin orang yang tinggal di salah satu ruang apartemen disini. dia juga yang akan menjadi penghubung dunia ini dan dunia lain"
__ADS_1
Aku segera maju dan memberi salam.
"Selamat siang semuanya. Aku adalah Martin, saat ini aku menetap sebagai warga dunia lain. Satu hal yang bisa kalian tahu, aku bisa menjamin kebutuhan modern kalian juga bisa terpenuhi. Itu saja untuk saat ini"
Aku terkejut karena sekarang aku merasa sedikit lebih tegas dari pada diriku sebelumnya. mungkin ini karena efek aku sering berbicara dengan orang-orang besar di dunia lain.
"Baiklah, mari kita buka sesi pertanyaan. silahkan untuk yang ingin bertanya"
Sekarang adalah sesi pertanyaan. kenapa paman menanyakan keputusan dulu sebelum membuka sesi diskusi?
Aku perlu menanyakan itu nanti.
Ah, Ada yang mengangkat tangan. dia terlihat lebih tua dariku mungkin sekitar 35 tahun. dia memakai kacamata dan terlihat seperti orang dari negara z.
"Baiklah tuan Tanaka, Silahkan? "
"Terima kasih, tuan roland. atas kesempatan yang diberikan. saya ingin menanyakan pertanyaan paling mendasar tapi juga yang paling penting. Tuan Ronald, Setelah ke dunia lain apa kah kita masih bisa kembali ke bumi ini? bagaimanapun kerabat kami semua ada di bumi ini"
"Baiklah, Akan langsung aku jawab. seperti yang aku katakan tadi, Martin adalah penghubung antara dunia ini dan dunia lain. itu artinya tidak hanya dari dunia ini ke dunia lain tau juga sebaliknya dari dunia lain ke dunia ini. kalian bisa tenang untuk masalah ini. Hanya saja, ini seperti bekerja di negara lain jadi kalian tidak bisa sering pulang pergi. Aku bisa memberikan izin saat keluarga kalian sakit atau setahun sekali kembali ke sini. aku juga bisa membuat pengecualian jika kalian ingin membawa orang tua kalian ke dunia lain"
Setelah mendengar itu semuanya menghembuskan perasaan lega, sebelumnya saat paman mengajak mereka, banyak dari mereka yang masih single jadi mereka tidak terlalu peduli tapi ini berbeda sekarang.
"Baiklah, Pertanyaan selanjutnya"
Ada yang mengangkat tangan lagi. kali ini seorang yang terlihat lebih seperti orang Eropa dengan tubuh besar dan tinggi serta kekar juga berambut pirang.
"silahkan tuan Erik"
"Terima kasih tuan Ronald. aku ingin menanyakan pada tuan Martin soal pernyataannya tadi. tuan Martin bilang dia bisa penuhi kebutuhan modern kami. tolong jabarkan dengan rinci, Tuan Martin"
Sepertinya tuan erik ini memperhatikan apa yang aku katakan.
"Silahkan menjelaskan hal itu, Martin."
"ehemm, baiklah. aku akan menjelaskannya. Pertama kebutuhan primer, masalah makanan dan bumbu gaya modern aku bisa menyiapkannya. kalian tidak perlu khawatir masalah makanan. Masalah pendidikan, sudah tersedia juga karena saat ini aku sedang menyiapkan sekolah khusus. diantara kalian juga banyak yang guru bukan? sepertinya paman sudah memperhitungkan ini juga. lalu, tempat tinggal juga sedang dipersiapkan jadi tidak perlu khawatir."
"Terima kasih tuan Martin, aku lega mendengarnya"
"Baiklah pertanyaan selanjutnya"
Kali ini seorang wanita seusiaku dan nampaknya dia juga masih single. dia memiliki tinggi dan berat seimbang juga mengenakan kacamata.
"silahkan nona Linh"
"Terima kasih tuan Ronald, ada satu pertanyaan dariku yang aku anggap penting. Bagaimana cara kami berkabar dengan keluarga kami dan transportasi apa yang bisa kami gunakan saat bekerja. anda tentu tahu fisik kami tidak sebaik fisik orang pekerja lapangan"
__ADS_1
"baiklah, untuk masalah ini akan kembali dijawab Oleh Tuan Martin"
Dengan jawaban paman, Aku mulai menjawab pertanyaan lagi.