Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 65 - Kunjungan Teman-teman Alce, Aira dan Airel Part. 3


__ADS_3

"Woah, Alice, Aira, Airel hebat sekali kalian memiliki portal sendiri"


"Ehem, tentu saja. ini dibuat oleh Paman Ronald ayah kak eva tadi"


Alice menjelaskan dengan bangga pada Cindy.


"Airel jadi merindukan Bibi"


"Ah, Alice juga"


"Bibi? "


Reina bertanya


"Ya, Bibi, ibu kak eva"


"Aku tidak tahu"


Reina sepertinya bingung dengan maksud airel.


"Hahaha bibi akan bermain ke wilayah wilson tidak lama lagi, Anak-anak"


"""yeayy, Benarkah paman? """


ketiga anak itu bertanya dengan serempak


"tentu saja, ayo segera ke wilayah wilson"


""""Ooohhh"""


Saat sampai di wilayah wilson kami disambut dengan Milly dan Thunder tiger.


Kebetulan hari ini ayah dan ibu Anna sedang berkunjung ke marquis aegnor untuk melaporkan juga bagaimana kemajuan pertanian dan yang lainnya.


Alice, Airel dan Aira segera memeluk anak-anak Thunder tiger dan memperkenalkannya pada teman-temannya.


"""Imutnya"""


anak kecil memang akan selalu menyukai hewan peliharaan. tapi, ini adalah Thunder tiger makhluk buas dan bisa berpikir.


aku termasuk orang yang beruntung karena mau diikuti oleh Thunder tiger.


Marquis Torstein juga senang melihat cucunya memiliki banyak teman dia hanya tersenyum sampai sekarang.


Benar-benar seperti seorang kakek.


Thunder tiger tidak menolak dipeluk oleh anak-anak dan sepertinya mereka sudah terbiasa dengan itu.


Aku segera mengajak mereka melihat-lihat bagaimana wilayah wilson.


"Anak-anak, ini adalah, area pertanian. kelak ini akan menjadi pemasok makanan kita sehari-hari"


"""" Woaaahhhh""""


"Pak guru, Apa itu? "


Nori menunjuk traktor pertanian.


"Ah~ itu adalah alat pembajak sawah, namanya traktor"


"Woaaah, Bagaimana itu dibuat pak guru?"


"ini dibuat dengan teknologi tinggi pemrosesan besi. hanya saja belum ada alatnya disini"


"Apa para dwarf bisa membuatnya? "

__ADS_1


"Tentu saja, suatu saat nanti disini akan ada banyak yang seperti ini"


Nori memang adalah bangsawan nyata. dia bahkan sudah memikirkan itu diusia sedini ini.


"Lalu apa yang sedang ditanam oleh para petani pak guru? "


Kali ini cindy yang bertanya.


"mereka menanam jagung, gandum dan kacang-kacangan. apa yang paling kamu sukai, cindy? "


"Aku suka gandum, karena akan menjadi roti, hehe"


"Ah, Begitu ya, Pak guru juga suka roti. pak guru juga berencana membuka peternakan dan akan menyiapkan hasil olahan yang bisa kalian semua nikmati. "


"Aku menantikannya pak guru"


"ouh"


Saat selesai melihat bagian pertanian aku mengajak mereka melihat tempat pelatihan aktris dan aktor.


Saat melihat mereka latihan,


"Kak Sina? "


Reina tiba-tiba mengatakan itu.


"Eh, Sina adalah kakak Reina? "


"Un"


saat mendengar Reina memanggil, sina segera berbalik dan melihat reina.


"REINA??!! "


"KAKAAAAK"


"Apa yang kamu lakukan disini? bukankah kamu sedang bersekolah di ibukota? "


"Kami sedang bermain di rumah Alice, Aira dan Airel lalu kami kesini dengan portal"


"Eh~"


saat terkejut, sina melihat ke arahku.


"Ah tuan Baron, terimakasih sudah menjaga Reina"


"tidak tidak, aku hanya menemani mereka bermain, aku masih akan mengantar mereka pulang lagi nanti malam"


"Kakak, kenapa kamu disini? "


"Aku diterima sebagai tim theater Negara. Kakak akan tampil dalam acara-acara kenegaraan kelak"


" oooohhh"


Kami mendengar dari Sina bagaimana kemajuan latihan.


"Baiklah aku akan meminta sutradara menampilkan satu penampilan untuk kami"


Dengan begitu aku ke sutradara dan memintanya menampilkan satu penampilan sederhana.


kami menonton penampilan teater musikal dan anak-anak sangat menyukai penampilan para aktris dan aktor. kakak Reina sendiri ada di bagian pemain biola.


Kami menonton selama setengah jam dan sangatt puas dengan penampilan tim. harus aku akui, mereka orang dari wilayah aegnor sangat berbakat dalam seni. mereka belajar secepat ini untuk sebuah komposisi baru.


"Bagaimana Apa kalian menyukainya? "

__ADS_1


Semua anak sangat menyukainya. mereka bahkan dapat menangkap keseluruhan cerita yang ditampilkan. Cindy bahkan mengatakan ingin menjadi Artis seperti itu.


"suatu saat akan ada jurusan seperti ini di Universitas yang akan aku dirikan"


Aku menceritakan kepada anak-anak kalau saat mereka besar nanti mereka bisa menjadi apa yang mereka inginkan dan jangan berputus asa dengan cita-cita mereka.


Setelah dari teater, aku mengajak mereka area balapan meski belum ada yang melakukan balapan. aku mengajak mereka ke garasi dan melihat mobil rally yang pernah digunakan untuk balapan.


"Pak guru, apa ini karavan model baru? "


"Benar, nori. tapi ini tidak membutuhkan kuda dan lebih cepat dari kuda"


"Bisakah aku mencobanya?"


"Baiklah, tapi pak guru yang akan mengendarainya. soalnya ini sangat sulit dikendarai"


Aku mengajak nori mengendarai mobil dan saat itu juga nori jatuh cinta dengan mobil ini. dia ingin suatu saat nanti dia bisa membuat mobil dan menjadi ahli mesin.


Selain Nori, aku juga mengajak cindy dan Reina. Alice dan yang lainnya sudah merasakan sebelumnua jadi mereka tidak terlalu memikirkannya.


Saat selesai mengunjungi berbagai tempat, kami menuju area pembangunan perumahan dan kali ini Marquis Torstein yang Menjelaskannya.


"Anak-anak, ini adalah proyek pembangunan perumahan di wilayah ini. dengan teknologi terbaru, ini menghasilkan rumah yang cepat dibangun dan daya tahan yang lebih kuat"


Marquis memberitahu bagaimana prosesnya dan kami memasuki dalam rumah disana tersedia slot lampu yang sudah aku siapkan untuk warga Apartemen.


Rumah orang biasa dan warga apartemen berbeda karena warga apartemen lebih membutuhkan teknologi dibanding para petani biasa.


Setelah selesai berkunjung ke semua lokasi, Aku bertanya pada anak-anak.


"Bagaimana anak-anak apa kalian menikmati perjalanan ini? "


"un, Aku menikmatinya pak guru"


"Aku juga, aku senang bisa bertemu kakakku disini"


Nori dan Reina menjawab dengan bahagia. hanya cindy yang belum berbicara.


"Ada apa, cindy? "


"Pak guru.... "


"jangan khawatir mengutarakan pendapat cindy"


"Baiklah, pak guru. aku hanya merasa luar biasa bisa menikmati ini semua tapi aku merasa kasihan dengan anak-anak yang lain karena tidak bisa tahu hal yang sama dengan kami. aku ingin mereka juga bisa berkunjung ke tempat yang menarik seperti ini"


ah begitu ya, itu memang benar. ini seperti study tour untuk mereka. menjelajahi tempat-tempat baru seperti ini dan belajar banyak hal....


EH~STUDY TOUR???!!!!!!


Aku tiba-tiba terpikirkan ide yang menarik.


"Baiklah, Cindy. pak guru akan mengusahakan teman-teman yang lain untuk bisa berkunjung ke sini oke? "


"Benarkah pak guru? "


"Tentu saja, kalian pasti akan senang dengan ide pak guru"


"""" Terimakasih pak guru"""""


setelah itu kami segera kembali ke ibu kota. saat kembali aku tidak menemukan Eva, Riese dan Anna di sana. sepertinya mereka sedang berkeliling di ibu kota.


Aku lalu mengantar Nori, Cindy dan Reina kembali ke tempat masing-masing. untungnya sekarang belum terlalu larut.


 

__ADS_1


__ADS_2