
sihir ruang adalah sihir langka yang hanya dimiliki beberapa orang. Setiap negara hanya memiliki dua atau paling banyak 3 pemilik sihir ruang.
Paman mengaku dirinya adalah Demon Lord dari Kekaisaran Demon.
semuanya terkejut setelah paman mengatakan akan datang dengan membuat portal ke sini. Apakah itu mungkin? Paman menggunakan gelombang sihir yang ditangkap Smartphone dan menghubungkannya dengan Portal.
Beberapa saat kemudian, Sebuah Portal terbentuk di dinding Ruanganku.
Aku lalu melihat tiga orang memasuki Ruangan.
"PAMAAAAAAN!!! "
Aku melihat Eva berlari ke arahku dan langsung melompat ke arahku. Aku segera menangkap dirinya dengan sigap.
"Eva! Hati-hati, kamu bisa terjatuh"
"Aku, Sangat merindukanmu paman! "
Aku mengelus kepala Eva hingga dia tenang.
"Hai, Martin"
"Ah, Halo bibi, Halo juga Paman"
"Un, Akhirnya aku bisa menemukanmu, Martin"
"Eva, Maafkan aku karena tidak mengetahui kondisimu. Juga, Tolong jangan membenci Tunanganku, Mereka tidak mengetahui hal ini juga oke? "
"Tenang saja Paman, Ayah dan ibu sudah menjelaskan padaku juga. Yang mana Tunanganmu paman? "
Eva melirik Ke belakangku. Ah aku harus memberikan perkenalan singkat.
"Uhum, Baiklah Semuanya, Aku akan memperkenalkan kalian masing-masing"
Aku mulai memperkenalkan dari Tunanganku.
"Ini adalah Ela, lalu yang ini Alicia, Dan ini adalah Riese. Mereka adalah Tunanganku. "
"Lalu ini adalah Alice, Aira dan Airel, lalu Rain. Mereka sudah seperti Anak-anakku sendiri"
"Lalu ini Anna, Dia adalah teman Riese dan disebelahnya adalah ibunya"
"Kemudian, Ini adalah Duke William dan Istrinya disebelah mereka adalah Marquiss Aegnor dan Istrinya"
Semuanya menyapa keluarga Paman Ronald.
"Baiklah, Lalu yang disini adalah Eva, Haruskah aku katakan calon istriku? "
"Lalu ini adalah Ayah dan Ibu Eva. Paman Ronald dan bibi Eva"
Keluarga paman Ronald menyapa balik.
Setelah itu ketiga Tunanganku mendekati Eva dan berbicara dengannya.
"Eva, Maafkan kami. Kami tidak tahu mengenai dirimu dan Hampir menyakitimu. Kuharap kamu tidak marah"
"itu, Kakak Ela? "
"Ya, itu aku"
"Aku sudah tidak mempermasalahkan itu lagi"
Eva menjawab dengan senyuman.
__ADS_1
"Eva, Kita sepertinya sebaya. Aku harap kita bisa akrab"
"Ya, Aku juga, Alicia apa yang kamu suka? "
"Aku menyukai seni"
"Bagus, Aku memiliki lagu-lagu menarik yang bisa didengarkan di Smartphone milikku"
"Benarkah? Aku menantikannya, Eva!"
"Un"
"Kakak Eva, Aku juga tidak bermaksud menyakitimu, Aku hanya ingin terus berada dekat dengan paman Martin"
"Apa kamu juga merasa seperti itu Riese? "
"Un"
"Itu bagus, Aku rasa kita memiliki perasaan yang sama"
Syukurlah Eva bisa akrab dengan mereka.
"Kakak Eva, Tandukmu sangat indah, Bisakah aku menyentuhnya? "
"Alice juga mau menyentuhnya"
"Airel juga"
"Anak-anak, Itu tidak sopan"
"Itu tidak masalah, Paman. Aku juga menyukai anak-anak"
Eva mengatakan begitu padaku.
"""""ummm? """""
"Kalian harus terus bermain bersamaku, Apakah kalian bisa menjanjikan itu? "
"""" un""""
Eva sangat akrab dengan mereka, Hanya Rain yang sepertinya tetap menjaga sikap coolnya.
Karena Eva bisa berbaur dengan yang lainnya. Aku segera mengajak, Paman dan Bibi untuk mengobrol dengan yang sesama orang dewasa.
***
"Selamat datang di Kerajaan Mazica, Yang mulia demon lord"
Dipimipin Duke William, Semuanya menyapa paman.
"Duke William, Semuanya, santailah ini bukan kunjungan resmi"
"Tidak, Tidak, Aku ingin Bertanya, Apakah Yang mulia berkenan melakukan Audiensi dengan Raja Kerajaan Mazica? "
"Yah, Aku Akan meluangkan waktu seminggu dari sekarang. Mari kita melakukan Audiensi dan mungkin bisa membicarakan kerja sama. Karena Martin sepertinya menyukai Kerajaan ini, aku berjanji tidak akan pernah menginvasi Kerajaan ini"
"Eh~ Paman, Apa kamu sangat suka berperang? "
"Martin, Perang adalah logika dasar dunia ini"
"Sayang, Apa kamu lupa apa yang kita bicarakan? "
Bibi sepertinya menegur paman yang langsung membahas topik yang berat.
__ADS_1
"Baiklah, Aku mengerti, Sayang, lagipula aku juga tidak bisa menghubungkan wilayahku dengan wilayah ini dengan portal karena dipantau Raja Naga"
Duke dan Marquiss menghela nafas lega.
"Martin, bibi ingin tahu, Bagaimana Smartphonemu bisa memiliki signal disini? "
"Itu benar Martin"
"Aku juga tidak tahu, Bibi. Soalnya saat aku menyalakannya, Smartphoneku bisa menangkap Signal. Skillku juga bisa menghasilkan Smartphone dengan Konsumsi daya berupa sihir, bibi? "
"Skill? "
Bibi menjadi penasaran saat aku mengatakan itu.
"Ah, Aku akan menceritakan tentang skillku. Kebetulan Duke dan Marquiss jg belum mengetahuinya"
"Aku memiliki skill yang bernama Online Shop. Aku bisa membelanjakan apa saja dari sana. Ini adalah Smartphone yang aku beli dari online shop. Paman dan Bibi bisa mencobanya"
Aku memberikan paman dan Bibi masing-masing satu Smartphone dan mereka mencobanya.
mereka terkejut karena itu menyerap sihir mereka saat digunakan.
"Ini sangat luar biasa, Martin, Kamu bisa membawa teknologi bumi ke sini. Aku sudah pernah mencoba membawanya tapi itu hanya menjadi sampah di Wilayahku"
"Itu benar Martin, bibi juga meminta paman membawa mobil tapi kami tidak bisa menggunakannya karena mesinnya tidak bisa bertahan lama di dunia ini"
Saat mengatakan itu, Aku segera meminta Smartphone Eva dan melihat Smartphonenya mulai berkarat. Sepertinya hanya barang-barang yang aku bawa yang bisa bertahan di dunia ini.
Aku segera memberikan Eva Smartphone baru dan dia segera memindahkan datanya ke Smartphone baru itu. Nomor ponselnya bisa bertahan di Smartphone baru yang aku berikan. Setelah itu aku kembali ke pembicaraan dengan paman dan Bibi.
"Yang Mulia, Bisakah Aku mengetahui bagaimana keadaan Dari DarkElf di wilayah sebelah?"
"Ah, mereka baik-baik saja dan tetap menjadi assasin hingga sekarang"
"Begitu ya"
Dari penjelasan Duke, Dark Elf adalah kebalikan dari Elf yang menyukai Seni dan Alam.Dahulu mereka berada dibawah kepemimpinan high Elf tapi setelah itu mereka merasa tidak puas dengan kepemimpinan high Elf dan memisahkan diri.
Sambil berdiskusi, kami juga mencoba portal yang dibuat oleh paman. aku menarik beberapa kesimpulan dari percobaan yang kami lakukan.
Pertama, Hanya Aku, Paman, Bibi dan Eva yang bisa berpindah. ini sama berlaku dengan kondisi di wilayah Paman.
Kedua, Paman juga tetap tidak bisa menghubungkan portal wilayah Mazica dengan Kekaisarannya sehingga dia hanya bisa melewati Portal Duniaku sebelumnya jika ingin ke wilayah Mazica.
Berdasarkan itu, paman membuat satu lagi portal di kamar Eva yang menuju ke Wilayah Demon.
Lalu ketiga, Aku juga bisa mengunjungi Wilayah Dwmon menggunakan portal paman. Aku juga bisa kembali ke duniaku tapi sepertinya aku sudah tidak berminat.
Sepertinya aku menjadi keganjilan di dunia ini. banyak hukum yang tidak berlaku padaku.
Kami berdiskusi hingga dua jam dan paman ingin berpamitan.
"Baiklah, Martin, Semuanya, Kami akan pamit dulu. Nita, Eva, Ayo kita kembali"
"" Eh~""
"Ada apa? "
"Ayah, Aku tidak ingin kembali. Aku ingin disini"
"Sayangku, Aku masih ingin berbincang dengan teman-temanb baruku"
Paman Ronald hanya berdiri terdiam disana.
__ADS_1