Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter POV -Alicia Aegnor


__ADS_3

POV Alicia


Hai Aku Alicia Aegnor. aku berumur 20 tahun. Aku adalah Anak Ketiga dari Marquiss Aegnor atau bisa dibilang anak paling bungsu. Sejak kecil aku adalah anak yang paling disayang karena kakak-kakakku memiliki selisih umur cukup jauh. Kakak pertamaku bergabung dengan Staff penasihat kerajaan dan kakak keduaku bergabung dengan pasukan ksatria kerajaan.


Aku sangat menyukai musik, Melukis dan semua yang berbau seni dan kecantikan. Aku ingin menyebarkan seni ke seluruh penjuru negeri bahkan dunia. Jalan yang bisa aku tempuh adalah menjadi guru akademi. Aku harus menanamkan rasa suka anak murid terhadap seni.


Dengan Begitu, aku merayu ayahku agar mau membiarkanku menjadi guru. Awalnya ayahku tidak mau melepasku dan menyuruhku tetap di wilayah Aegnor tapi aku mengatakan bahwa impianku adalah menyebarkan seni ke seluruh dunia.


Mendengar itu, Ayahku dengan berat hati mengizinkan aku menjadi guru.


Awalnya aku ditugaskan di kelas menengah tapi entah bagaimana kami yang awalnya ditugaskan di kelas menengah di tukar dan mengajar di kelas lanjutan tanpa diberi tahu alasannya.


Singkat cerita, Aku sudah menjadi guru dan mulai mengajar. Aku memiliki kesan yang baik dengan Anna, Riese dan Putri Elsa. Awalnya hanya putri Elsa yang hebat diantara semua murid. Untuk murid yang berasal dari wilayah Aegnor mereka sudah mampu dari dasarnya. yang menarik adalah Riese dan Anna, Mereka berkembang dalam hal permainan Piano dan bahkan membawakan music baru. Aku menanyakan siapa yang mengajari mereka, Mereka menjawab itu adalah paman Mereka, Martin.


Martin, Dia adalah guru baru yang sangat misterius. Sikapnya Ramah dan memandang semua orang dengan setara. sangat jarang melihat seseorang seperti itu. Dari yang aku tahu, Dia hanyalah orang biasa namun pengetahuannya melebihi kami para bangsawan.


Kalian Tahu, Dia mengajari kami bagaimana perhitungan dan Mengenai sihir serta beberapa hal lainnya.


Yang membuat diriku takjub adalah Kosmetik miliknya dan Permainan Pianonya.


Saat aku tanya, dia bilang dia bisa bermain piano tapi tidak mendalaminya dan lagu yang dia mainkan adalah lagu-lagu klasik di tempatnya.


Dimana kamu tinggal sebelumnya, Tuan Martin?


Kosmetik yang dia jual juga memiliki efek yang luar biasa, apalagi sabun dan shampoo ini, tubuh dan rambutku menjadi sangat wangi.


Tanpa sadar semenjak dari rumahnya, aku selalu memperhatikannya hanya saja aku tidak berani mendekatknya karena tampaknya tuan Martin sangat dekat dengan Nona Ela.


****


Saat dalam perjalanan pulang, aku tiba-tiba bertemu dengan tuan Martin, Alice, Aira dan Airel didepan gerbang rumahku.


Sepertinya dia ingin bertemu dengan Ayah untuk membahas masalah wilayahnya karena dia baru saja diangkat Raja sebagai Baron.


Aku segera mengajaknya ke dalam ruangan dan mengetuk pintu.


*Knock knock knock*


"Masuk"


Aku mendengar suara dari dalam.


"Ayah! "


"Ah, Alicia, Putri kesayanganku, Kamu sudah pulang? "


"Ya, Ayah, Perkenalkan, ini temanku Martin. Seharusnya ayah sudah tau karena dia adalah Baron Baru di wilayah utara, Baron Wilson"


"Hmmm, kamu tidak mengincar putriku kan? "


"Ayaaahhh, Apa yang kamu bicarakan!!! "


Aku merasa sangat malu mendengar kata-kata Ayah.

__ADS_1


Mukaku langsung memerah. Aku akui aku memang tertarik dengan tuan Martin tapi ini terlalu memalukan.


Aku kemudian meninggalkan Ayah dan tuan Martin berdiskusi dan bermain dengan Anak-anak. Tuan Martin memberikan aku makanan yang bernama snack.


Awalnya aku bingung kenapa anak anak sangat menyukai ini tapi ternyata rasanya sangat enak. saat aku mengajak anak-anak bermain aku bertanya pada mereka bertiga.


"Ne, Alice, Aira, Airel, Apakah paman kalian selalu baik dengan kalian? "


"Un, Paman sangat Baik dengan Kami"


"Itu benar, Ibu Alicia, Paman sangat baik"


"Airel sangat menyukai paman"


Hmm, Sesuai dugaanku, tuan Martin memang sangat baik.


"Lalu, Apakah Paman kalian sudah menikah atau memiliki pacar? "


"Alice belum pernah melihat paman bersama wanita lain"


"Paman hanya bersama kami"


"Airel yang akan mendampingi paman saat dewasa nanti?


"Hahaha, Kalian Anak-anak yang sangat imut"


Hmm, ngomong-ngomong aku perlu meminta makanan yang bernama snack ini. Aku sangat menyukainya.


Setelah itu Tuan Martin dan anak-anak pamit pulang karena besok Tuan Martin dan Ayah akan melakukan audiensi dengan Raja.


***


"A-Ayah, apa yang kamu bicarakan? "


"Jawablah dengan jujur"


"Itu.... "


"Kamu tidak menyukainya? "


"A-Aku tertarik dengannya, hanya saja... "


"Hanya saja? "


"Aku tidak tau apa dia menyukaiku"


"Dia tidak membencimu dan sepertinya juga baik padamu. Ayah Sudah menjodohkan dirimu dengannya"


"A-Ayah!!! "


"Jangan Khawatir, Bahkan Duke William juga bersedia menjodohkan Nona Ela dengannya"


"Apakah itu benar, Ayah? "

__ADS_1


"Ya, itu Benar"


Apakah ini Baik-baik saja? Apakah tuan Martin akan membenci diriku?


Banyak pertanyaan berputar di kepalaku.


"Aku akan mengikuti pengaturan darimu, Ayah"


"Hahaha, Anak gadis kesayanganku sudah dewasa sekarang"


"Mou~, Ayah, apa yang kamu katakan"


Aku hanya berharap agar tuan Martin tidak membenci ini.


saat pengumuman besar dilakukan oleh ayahku, aku bertemu dengan tuan Martin. aku menundukkan kepalaku karena sangat malu. saat aku berpapasan dengan Tuan Martin wajah tuan Martin juga memerah.


Eh~ apakah tuan Martin juga malu? Apakah ini berarti dia tidak membenciku?


Aku tersenyum bahagia didalam benakku.


***


Selama Proses seleksi, ayah menyuruh peter menemani tuan Martin.


Peter membawakan kabar yang mengguncang ayah mulai dari kertas yang sangat putih, proses seleksi, alat menulis yang bernama ballpoint serta sebuah kotak yang mengeluarkan suara dan gambar bergerak.


"Alicia, Ayah yakin tidak akan menjerumuskanmu ke orang yang salah. Ayah sangat bersyukur"


"Ja-Jangan khawatir Ayah, Aku juga bersyukur dengan pilihan ini. meskipun aku bukan menjadi satu-satunya wanita tuan Martin"


Kalian tahu, Sudah biasa bagi bangsawan berpoligami. Kami hanya bisa berdoa dimana kami akan diberikan pasangan yang baik.


Seminggu Telah dilalui dan Proses seleksi telah berakhir. Sekarang Ayah mengajakku untuk ikut menemui yang mulia raja dengan tuan Martin.


Pakaian mana yang harus aku gunakan? aku membongkar lemariku dan memilah pakain. Tidak lama setelah itu, Aku melihat gaun yang aku beli di tempat tuan Martin. Itu adalah gaun yang indah dengan banyak pernak pernik. aku memakai itu dan membuat gaya rambut sanggul (model pramugari) dan berdandan dengan maksimal.


Aku harap Tuan Martin akan Puas dengan Penampilanku. Aku terkikik kecil dan mendengar panggilan dari luar.


*knock knock*


"Siapa? "


"Nona, Aku Elise, Tuan Memanggil anda untuk segera turun"


"Ah, Aku sepertinya terlalu lama berdandan. Baiklah aku akan segera ke bawah"


Mengatakan itu aku segera turun dan bertemu dengan Ayah.


"Alicia, penampilanmu sangat sempurna, Ini sangat layak untuk bertemu Raja"


"Terimakasih, Ayah"


Ayah, Aku berdandan bukan untuk yang mulia Raja tapi untuk tuan Martin.

__ADS_1


Memikirkan itu, Aku dan Ayah Segera menuju Portal dimana tuan Martin sudah menunggu.


__ADS_2