
setelah semua persiapan selesai, aku membeli dua truk besar seharga lima ratus emas per unit untuk mengangkut pasukan.
Untuk bahan makanan sendiri, semua sudah tersimpan di item boxku. aku segera mengumpulkan pasukan dan memberikan pengarahan.
"Selamat Sore, semua!!! sebelumnya maaf mengumpulkan kalian dalam keadaan darurat ini. Baru saja aku mendapatkan kabar dari para pengungsi bahwa telah muncul dungeon di wilayah desa Rhine wilayah Baron Ashley.
Kalian tentu tahu apa yang aku maksud tapi bagaimanapun kita harus melakukan investigasi disana sebelum muncul masalah yang tidak diinginkan.
Untuk itu, aku memohon bantuan kalian untuk ikut denganku karena di wilayah ini belum memiliki guild petualang. Apakah kalian siap? "
Aku menjelaskan apa yang terjadi dan memohon bantuan mereka. meskipun mereka adalah pekerja di wilayah milikku, tapi nyawa mereka bukanlah milikku. oleh karena itu, aku meminta mereka dengan tulus untuk membantuku.
"""""" Siaaap""""""
Suara para tentara menggelegar di sore hari dan ini sangat membangkitkan semangatku.
Setelah pengarahan itu, aku meminta mereka memasuki truk. tampaknya mereka sudah terbiasa dengan peralatan aneh di wilayahku.
Ah, aku lupa menyampaikan satu hal. Marquiss Torstein tentu saja tidak ikut. Jika sementara menjadi wakilku mengontrol wilayah Wilson karena Ayah Anna ikut denganku.
Perjalanan dari Wilayah Wilson menuju desa Rhine kami tempuh selama tiga jam dengan kecepatan rata-rata empat puluh kilometer per jam. Harus kukatakan bahwa penduduk disini sangat sedikit jika di bandingkan dengan dunia modern. Mungkin karena berbagai penyakit dan kesulitan makanan serta banyaknya bandit dan monster di dunia ini yang membuat daya tahan hidup menurun.
saat tiba disana aku melihat desa yang hancur tertutup tanah dengan satu tower yang menjulang tinggi ke langit. haruskah aku menyebutnya menara Pisa dunia lain? ini sangat mirip.
Aku mengira awalnya ini adalah menara yang kecil tapi setelah sampai dari dekat ini kira-kira memiliki diameter seluas satu stadion bola berkapasitas delapan puluh ribu penonton.
"Ini sangat besar.... "
"Tuan Martin, ini.... "
Semua terkejut dengan kondisi ini.
"Tuan Andrei, apakah dungeon ini termasuk dungeon level rendah? "
"Aku juga tidak bisa memastikan ini, tuan"
Aku tidak mendapatkan Jawaban yang pasti dan segera menelpon paman sebelum melakukan investigasi.
Syukurlah smartphone bisa digunakan dimana saja sehingga ini memudahkan aku dalam berkonsultasi.
aku lalu menelpon paman dan berkonsultasi dengannya.
"Halo paman? "
"Martin, Ada apa? "
__ADS_1
"Paman aku sedang di depan dungeon saat ini. aku ingin paman mengecek apakah aman dalam menginvestigasi dungeon ini? "
"Eh~ Martin, kamu jangan sembarangan masuk ke sana. ayo video call dan biarkan aku melihatnya"
Setelah itu aku menunjukkan dungeon pada paman dengan video call. paman terkejut saat melihat itu dan segera bertanya padaku.
"Martin, ini dungeon yang sangat berbeda. umumnya dungeon berbentuk goa atau reruntuhan. aku juga tidak bisa menduganya, sebaiknya kamu menghubungi raja naga untuk mendapatkan kepastian."
Bahkan paman tidak tahu, ini berarti dungeon ini merupakan dungeon baru yang tidak ada seorangpun di dunia ini yang tahu.
memikirkan itu, aku meminta semua orang untuk beristirahat sejenak dan jangan ada yang masuk ke dalam dungeon.
Tuan Samir segera menginstruksikan juga para prajurit untuk membuat tenda darurat, dapur darurat dan segera menyiapkan semua makan malam.
aku lalu menelpon raja naga untuk segera memastikan kondisi ini sekarang.
"Halo, yang mulia, apakah kamu sedang sibuk? "
"ah, Martin, Halo. aku sedang santai sekarang ini. kebetulan aku baru saja mengalahkan empat pengawalku dengan mudah. hei aku sedikit bosan membantai mereka."
"Ah, Begitu ya. yang mulia kebetulan aku ada sedikit pertanyaan penting yang ingin aku tanyakan pada anda"
"Hou... apa itu? "
"Baru saja muncul dungeon didekat wilayahku namun tidak masuk wilayahku. bentuknya seperti menara. aku akan mengalihkan panggilan ke mode video call apakah tidak masalah yang mulia? "
Aku segera mengalihkan kamera ke dungeon saat video call terhubung. raja naga melihatnya dan matanya mulai menyipit.
Tidak lama setelah mengamati itu, yang mulia raja naga mulai berbicara padaku.
"Martin, sebaiknya kamu jangan masuk disana, tunggu aku sendiri yang akan menemanimu masuk kedalam."
"Eh~ apakah se berbahaya itu? "
"Asal kamu tahu, ini bukan hanya sekedar dungeon. lebih tepatnya ini adalah Rumah dari ular berkepala delapan"
"Ah~..... "
Apakah ini jackpot lagi?
Aku terlalu sering mengalami hal-hal seperti seorang tokoh utama di setiap novel.
Setiap langkah yang aku lakukan akan selalu berisi masalah yang tiada hentinya.
"Tunggu aku. Aku akan segera ke sana"
__ADS_1
"Baiklah yang mulia, terima kasih atas bantuannya sebelumnya"
"Tenang saja, jangan khawatir. lagipula dia adalah rivalku bersama dengan levi"
Aku tidak tahu siapa levi tapi sepertinya itu juga adalah makhluk sss Rank.
Perbedaan satu rank akan menjadi perbedaan langit dan bumi bagi makhluk-makhluk ini.
aku hanya bisa menyerahkan masalah ini ke makhluk yang selevel dengannya.
aku lalu menginfokan kepada pasukanku untuk hanya berjaga di lingkungan sekitar dungeon dan memberitahu mereka bahaya bila memasuki dungeon.
Aku juga kemudian menginfokan pada Baron Ashley bahwa ini kemungkinan adalah dungeon setara hutan kematian sehingga butuh kebijakan raja secara langsung.
Setelah mendengar itu, wajahnya langsung pucat. aku bahkan bisa merasakan kepanikannya karena saat ini aku melakukan video call padanya.
Baron Ashley juga melihat dungeon itu dengan wajah terkejut.
Dungeon pada dasarnya di bagi menjadi tiga jenis. pertama adalah dungeon goa. jika itu goa, maka itu akan dianggap sebagai tambang penghasilan suatu negara. karena level monster yang rendah disana.
Kedua, itu adalah dungeon level bencana dimana disana akan kita temukan banyak monster rank A dan S.
Terakhir adalah dungeon tidak teridentifikasi karena banyak monster berbahaya hingga makhluk suci yang berada disana. contoh paling nyata adalah hutan kematian dan Laut Utara.
Semua orang tahu bagaimana berbahayanya dungeon ini.
Sambil memikirkan itu, aku melihat lima orang terbang dari jauh dan mendarat di dekatmu.
Seperti biasa, itu adalah yang mulia raka naga beserta empat makhluk suci. aku dan ayah Anna lalu segera menghadap raja naga.
"Salam, yang mulia"
"Salam yang mulia"
"umu, bagaimana kondisi sekarang ini, Martin"
"Sementara lokasi disini masih cukup tenang dan belum ada pergerakan apapun dari dalam, yang mulia"
"Syukurlah, aku tidak bisa merasakan kemunculan dungeon ini karena ini memiliki sifat khusus seperti hutan kematian. itu adalah kemunculan alami"
"Ah begitu ya"
"untungnya kamu tidak sembarangan memasuki dungeon. jika tidak, kamu akan seperti menyetorkan nyawamu secara sukarela ke ular berkepala delapan"
Setelah mendengar itu, bulu di sekujur tubuhku merinding karena informasi dari raja naga. untungnya aku tidak gegabah seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Lalu apa yang harus kami lakukan, yang mulia? "