Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 29 - Audiensi Dengan Raja (Lagi)


__ADS_3

Selesai Pertemuan dengan Marquiss Aegnor, Aku menuju tempat anak-anak Bermain dengan Pelayan.


"""" PAMAAAANNNNN""""


"Apakah kalian senang? "


"Un"


"Ibu Alicia sangat baik kepada kami"


"Ibu Alicia mengajak kami mengelilingi Mansion"


"Ah begitu ya, Terima kasih banyak, Nona Alicia"


Aku mengucapkan terima kasih banyak sambil tersenyum pada Alicia.


"I-Itu tidak Apa-apa, Lebih penting lagi..... "


"Um? Apa itu? "


"...... A-Aku ingin tahu, kapan kamu akan menjual snack anak-anak seperti tadi"


"A-Ah, Untuk sementara ini Belum. Aku masih akan memikirkannya"


"Ah, Aku kira sudah akan dijual"


Alicia terlihat lemas. Apa dia juga suka snack seperti ini?


"Um... Jika Kamu suka, Aku akan memberikanmu beberapa? "


"BENARKAH??! "


"I-Iya, itu benar"


"Terima kasih tuan Martin"


"I-Iya sama-sama"


Dia sangat bersemangat. melihat ini, aku dapat yakin kalau snack pasti akan sangat laris di dunia ini. Aku berencana menjualnya secara eksklusif.


Aku kemudian mengeluarkan Beberapa Snack cadangan yang aku siapkan untuk perjalanan liburan dan memberikannya pada Alicia.


Are~ anak-anak, Kenapa kalian menatapku seperti itu?


Alice, Aira dan Airel juga memandangku dengan mata memohon.


"Tenang saja, Alice, Aire, Airel, Kalian akan ku berikan lagi besok, Jangan terlalu sering makan ini."


""" Baik.... """


Mereka terlihat lesu. Anak-anak, Jangan jajan terlalu sering ya.


Dengan mengucapkan selamat tinggal, Kami Pamit dan kembali ke penginapan.


Saat sampai di penginapan, kami segera mendiskusikan apa yang akan kita lakukan.


"Semuanya, Aku sepertinya akan ke ibu kota besok marquiss memintaku melakukan audiensi dengan raja untuk beberapa hal penting. "


Awalnya semua ingin mengikutiku tapi aku mengatakan tidak akan lama, kemungkinan dua hari. Oleh karena itu semua mau menungguku disini. Aku meminta Shiro dan Yuki tetap disini menjaga semuanya.

__ADS_1


Alice, Aira dan Airel senang karena para thunder tiger tinggal. Mereka sangat suka bermain dengan anak-anak thunder tiger.


"Lalu, kemana kalian pergi Riese, Anna? "


Aku menanyakan itu pada mereka.


"Paman, Kami berkeliling dan mendengar banyak musik jalanan bahkan kami meminta dilukis"


"Ya, Hanya saja musiknya tidak seindah yang paman mainkan"


"A-Ah begitu ya... "


Kalian, yang aku mainkan adalah mahakarya klasik di duniaku tentu saja bagus. ini tidak lekamg oleh waktu.


Aku juga bertanya pada ayah dan ibu Anna apa yang mereka lakukan. Ku dengar, mereka menghabiskan waktu berdua ditaman. mereka mengatakan sudah lama mereka tidak memiliki waktu santai seperti ini.


Setelah mengobrol, kami segera makan beristirahat.


***


"Baiklah, Riese, Aku percayakan semuanya padamu"


Aku memberikan Riese uang dan Kebutuhan Sehari-hari untuk semuanya. aku percaya dia bisa mengelolanya.


"Ya, Paman, Aku akan mengaturnya dengan Baik"


"Ah tenang saja, jangan berhemat, Ajaklah semuanya bermain di kota"


"itu.... baiklah, paman"


"Baiklah, Semuanya, Aku berangkat dulu"


""""Hati-Hati di jalan Paman!! """""


Setelah itu, Aku menuju Portal dan menunggu Marquiss sebentar disana.


"Selamat Pagi, Tuan Martin"


"Selamat pagi, Tuan Marquiss"


"Baiklah, Ayo kita segera berangkat"


"Ya"


Mengatakan itu, kami segera berangkat menuju ibu kota.


****


"Tuan Martin, selamat datang. Ini bahkan belum seminggu sejak kita bertemu"


"I-Iya, Salam Hormat, Yang mulia Raja"


"Silahkan berdiri. Kalian berdua. Jadi, Tuan Thomas, Ada hal penting apa ini."


"Ya, Yang mulia Raja, Kemarin Aku berdiskusi dengan Tuan Martin mengenai pengembangan wilayahku. Namun, Tidak disangka dia memberikan ide yang sangat luar biasa"


"Hou, Ide Apa itu? "


"Tuan, Martin Bisakah kamu menjelaskannya lebih rinc? "

__ADS_1


"Baiklah, Itu seperti ini..... "


Aku menjelaskan tentang Teater musikal. Bagaimana dampaknya pada masyarakat dan bagaimana cara menggunakannya sebagai propaganda.


Aku menjelaskan perbandingan visual dengan kata kata. ditambah dengan bagaimana pengaruh musik yang membuat orang makin betah dalam melihat.


"Hmm, Ini sangat menarik tuan Martin. Tapi bagaimana cara kita membuatnya? "


"Yah, Yang terpenting adalah melatih para pemeran. Untuk yang wanita aku menyebutnya artis dan laki-laki aku menyebutnya Aktor"


"Apa kamu bisa melakukannya tuan Martin? "


"Itu, Yang mulia, Aku baru-baru ini sedikit sibuk dengan rencana perekrutan Ksatria"


Maaf yang mulia, Aku sangat sibuk baru-baru ini kamu tahu? Aku masih perlu menyiapkan Tatanan kotaku, Mengajar dan mengurus keluargaku. Aku tidak memiliki cukup tangan untuk melakukan ini.


"Jangan Khawatir, Tuan Marquiss, Bisakah kamu membantu Dalam perekrutan pekerja untuk wilayah Baron? "


"Baik, Yang mulia, Saya siap"


Eh~ kenapa jadi seperti ini? Aku butuh merekrutnya sendiri untuk memastikan tidak ada pengkhianatan.


Yah Baiklah, Aku bisa memastikannya lagi setelah mereka lulus. Untuk pelayan dirumah aku akan membeli budak saja agar bisa menjamin kesetiaan mereka.


Mempertimbangkan itu, Aku akhirnya mengiyakan keinginan yang Mulia Raja.


"Baiklah, Yang Mulia Raja, Tapi, Aku memiliki syarat"


"Apa itu? "


"Aku ingin ini membuka juga pusat Seni Di wilayah Marquiss Aegnor. Jadi setelah aku membantu mengelola sementara manajemen milik negara. Aku ingin segera mengundurkan diri dan aku akan fokus dalam pengelolaan pusat Seni milikku. "


"Baiklah, Itu tidak masalah, Aku menyetujuinya"


"Ha, Terima kasih yang mulia"


"Baiklah, Aku percayakan masalah ini padamu. Ah aku memiliki satu permintaan lagi. Aku berharap Kamu membuatkan desain panggung teater terbaik di wilayah Aegnor. Marquiss akan bertindak sebagai ketua disana"


"Jangan khawatir yang mulia. Aku akan mencarikan desain yang baik. Hanya saja untuk pembangunannya... "


"Aku akan meminta Marquiss Torstein menyiapkan tenaga kerjanya. Dwarf adalah ahli di bidang pembangunan dan pembuatan senjata. "


"Ah, Seperti itu ya. Kalau begitu Yang Mulia, Bisakah aku juga meminta bantuan dwarf dalam hal ini? "


Aku meminta bantuan yang mulia karena tenaga pembangunan hampir semua terpusat di wilayah Torstein. kebanyakan dwarf di wilayah lain adalah dwarf yang ingin menjadi petualang sehingga sangat sedikit tenaga yang dimiliki tiap wilayah.


"Hum, Aku akan membicarakaannya dengan Marquiss Torstein. Jika Dia bersedia, Dia pasti akan membawa langsung tenaga kerjanya saat membangun panggung teater"


"Terima kasih, yang mulia"


Dengan begitu, Aku hanya bisa berharap pada bantuan yang mulia. Kami juga mengakhiri Pertemuan dengan yang mulia raja dan keluar dari Istana.


"Tuan Martin, apa yang akan kamu lakukan setelah ini? "


"Ah, Aku akan menengok ke Mansionku sekalian beristirahat. Bagaimana denganmu tuan Marquiss"


"Ah, Aku Akan ke Mansion Tuan Duke William untuk melaporkan hal ini. Bagaimanapun, Wilayah Aegnor dan Torstein ada di bawah naungan Duke William. "


"Ah, Seperti itu ya, Kalau begitu, Mari berpisah di sini, Tuan Marquiss. Jika anda memerlukan aku, Aku berasa di Mansion di jalan xxx"

__ADS_1


"Ya, baiklah. Kalau begitu, sampai jumpa"


Dengan Begitu, aku berpisah dengan Marquiss Aegnor dan Menuju ke Mansionku.


__ADS_2