
Kami semua segera menuju ke Istana Kerajaan. Duke meminta Audiensi seperti yang sudah dijanjikan.
Kali ini, Audiensi dilakukan seperti saat aku mendapatkan gelar Baron. Itu sengaja dilakukan oleh Raja agar apabila aku tidak bisa menepati janjiku aku bisa langsung dihukum dan dicopot gelar baronku sedangkan Jika Aku berhasil, Aku bisa dijadikan contoh sebagai oang yang berhasil memberikan bantuan terbesar kerajaan ini.
"Duke William, Marquiss Aegnor dan Yang Terakhir, Baron Wilson. Silahkan Maju dan menghadap Raja"
Setelah pemanggilan itu, Kami Bertiga Maju dan memberi Hormat.
"Duke William, Bagaimana Hasilnya? "
"Ha, Yang Mulia. Saya bisa mengatakan ini dengan Bangga. Baron Wilson Berhasil. Izinkan aku memanggil pelayan dan menunjukkan Hasilnya"
"Silahkan"
Duke memanggil pelayanannya yang membawa Tunas jagung di sebuah wadah.
Saat Raja melihat itu, dia menjadi takjub.
"" Ooohhh apakah ini Tunas jagung? "
"Itu benar, Yang Mulia. Itu berhasil tumbuh di tanah kita yang sangat sedikit mengandung sihir. Jagung pada umumnya tidak dapat tumbuh disini"
Semua dari Duke Wellington hingga Baron di wilayah lainnya melihat dengan takjub. meskipun beberapa di wilayah mereka memiliki kadang dengan tanah yang mengandung sihir, tapi itu tidak cukup untuk mengisi cadangan makanan mereka. kebanyakan makanan pokok dikirim dari negara Nidel.
Setelah itu, Yang Mulia Raja mulai menyampaikan beberapa pesan.
"Baiklah, Pertama-tama, Tuan Baron"
"Ha "
Aku berdiri
"Selamat karena sudah berhasil menanam jagung di area tanah tanpa sihir, Dengan ini Proyek Ketahanan Pangan kita akan Dimulai. Baron Wilson, Jelaskan Apa yang perlu kita lakukan."
"Baik, Yang Mulia"
Dengan kesempatan yang diberikan Aku mau menyampaikan ke Semua Orang.
"Terima kasih atas kesempatan yang di berikan oleh yang mulia Raja. Salam Hormat Untuk Duke, Marquiss, Viscount dan rekan-rekan Baron. Pertama-tama, yang aku perlu adalah dukungan semua orang dalam proyek ketahanan pangan ini. Aku menginginkan Banyak Tenaga Petani. Ku dengar banyak pengungsi di wilayah Utara jadi ini seharusnya tidak masalah. Lalu Aku menginginkan Perwakilan dari setiap Wilayah untuk mempelajari sistem pertanian milikku dan mengembangkan pertanian di wilayah lain. Ketahanan Pangan tidak boleh hanya dimonopoli satu wilayah. Lalu Ketiga, Aku menginginkan portal dibangun di wilayahku. Bagaimanapun, aku masihlah seorang guru di Akademi. Keempat Aku menginginkan akses jalan untuk menyalurkan hasil pertanian. Demikian, Yang mulia Raja "
Semua berdiskusi, Mereka sepertinya berat untuk masalah portal.
Salah Seorang Viscount dari Wilayah Warhammer meminta untuk diberi waktu bertanya dan yang mulia Raja mengizinkan itu.
"Yang Mulia Raja, Maaf atas ketidaksopananku. Aku hanya bertanya berdasarkan prinsip-prinsip keadilan di negara Mazica. Aku tidak menyetujui pembangunan portal di wilayah Wilson. Bagaimanapun Portal adalah Jalur khusus yang sangat luar biasa. itu hanya dibolehkan berada di wilayah Marquiss"
__ADS_1
"Baiklah, Aku akan bertanya lagi pada kalian, Berapa banyak yang tidak setuju untuk pembangunan Portal? "
Hampir semua mengangkat tangan kecuali Duke Wellington, Marquiss Bozes dan Viscount NordenNorden. Bahkan Baron Vine juga mengangkat tangan. Aku tidak tahu alasan kenapa dia tidak mendukungku.
"Baiklah, Untuk yang tidak setuju, Aku ingin menanyakan Apakah ada yang memiliki alasan lain selain dari viscount Stock"
Semua hening dan mengkonfirmasi bahwa mereka memiliki alasan yang sama. Selain itu mereka juga terkejut bahwa kedua Duke mendukung diriku yang menambah alasan mereka untuk tidak berbicara.
"Lalu, Kalau Begitu, aku ingin menanyakan pada kalian. Bisakah kalian mengatasi masalah pangan ini?"
Semua Hening.
"Biar ku beritahu pada kalian semua. Kerajaan Nidel bermaksud memotong akses makanan Kita. Jika itu dilakukan, bisakah kalian Bertanggung jawab pada rakyat kalian? "
Semua Hening dan menunduk.
"Baron Wilson adalah Seorang Guru yang sangat diperlukan di Akademi tapi dilain sisi, Dia adalah Baron namun jika dilihat alurnya, Dia adalah Guru sebelum Baron. Aku sekarang akan menanyakan kepada yang tidak mengangkat tangan. Marquiss Bozes, Kenapa Kamu mendukung pembangunan Portal di wilayah Baron Wilson"
"Baik yang Mulia Raja, Alasan Aku tidak menolak adalah karena seberapa pentingnya toko sembako di wilayahku yang pemiliknya tidak lain adalah Baron Wilson. Berkat itu, Lonjakan Harga Rempah karena mulai ditahannya pasokan dari negara Nidel tidak terjadi"
"Bisakah kalian semua mendengar itu? "
Seluruh ruangan hening.
"Aku juga tidak akan menutup mata atas aturan yang ada. Portal di wilayah Baron Hanya diberikan selama 3 tahun. Tapi, Jika dia mampu memberi kontribusi yang besar lagi untuk wilayah Torstein dan Warhammer. Aku akan menyerahkam sepenuhnya portal padanya. "
"Baiklah, Baron Wilson, tuntutanmu akan aku penuhi. Apakah ini cukup? "
"Ha, Terimakasih yang mulia"
"Lalu, Baron Wilson. Dengan ini juga aku umumkan Sebagai ketua tim ketahanan pangan sementara negara Mazica. "
Semua memberikan tepuk tangan Meriah Meski dengan Wajah pahit. ini memang wajar bagaimanapun aku hanya seorang Baron.
"Cukup"
Raja menghentikan tepuk tangan.
"Aku akan Sampaikan Sebuah Kabar gembira juga. Eleanor, Alicia, Kalian Bisa maju"
Mereka berdua maju dengan sangat elegan.
""salam hormat, Yang Mulia Raja""
"Bangunlah"
__ADS_1
Keduanya segera berdiri.
Apakah mereka juga memiliki tugas dari Raja? Aku penasaran dan mendengar dengan seksama pengumuman dari Raja.
"Eleanor, Alicia, Dengan ini aku umumkan kalian secara resmi menjadi Tunangan Baron Wilson. Bantu dan dukung dia dalam mengelola wilayahnya.
EEEEEH~ kenapa ada pengumuman mendadak seperti ini.
Semua Orang memberikan Tepuk tangan. ini merupakan kabar besar di negara ini karena Eleanor adalah Bunga Negara ini sedangkan Alicia juga dianggap kecantikan langka yang diidamkan di wilayah ini.
Pengumuman ini juga mematahkan banyak harapan dari calon penerus di wilayah lain. Sial, Aku akan menjadi sasaran kebencian jika seperti ini.
"KAKAAAAAK"
""KAK RIEEEESE""
Ditengah tepuk tangan yang meriah, Terdengar suara jeritan.
Itu suara Alice, Aira dan Airel. Mendengar itu aku segera menengok dan berlari kesana.
"Ada Apa Alice, Aira, Airel? "
"Paman, Maaf, Aku tiba-tiba goyah"
Yang menjawab pertanyaanku bukan Anak-anak gadis tapi Riese sendiri yang menjawab pertanyaanku.
"Apakah kamu tidak apa-apa Riese? "
"Ti-Tidak Apa-apa"
Aku melihat Wajah Pucat Riese. Aku sepertinya tahu alasannya. Apa yang harus aku lakukan? Sial Aku benar-benar terjepit. Aku mencoba berpikir bagaimana mengatasi situasi ini.
Aku melihat wajah Eleanor dan Alicia. Bagaimanapun aku terlihat seperti mengacuhkan pertunangan ini. Namun, Saat melihat mereka mereka hanya tersenyum dan sudah memikirkan sesuatu. Begitu ya, Jadi kalian tidak masalah. Memikirkan itu, Aku memberanikan diri dengan menolong Riese berdiri.
"Riese, Ayo ikut aku menghadap Raja"
"Pa-Paman.... "
"Jangan Khawatir"
Aku berkata begitu sambil tersenyum.
Riese hanya mengangguk dan ikut denganku. Dia terus menggenggam tanganku dengan gemetar.
Saat sampai di hadapan yang Mulia Raja,
__ADS_1
"Maafkan Aku atas insiden ini, Yang Mulia, Aku sepertinya ingin meminta satu hal kecil lagi dari anda"