
"Ah, Akhirnya sampai di Wilayahku"
Aku mengatakan itu dengan perasaan lega. ini adalah satu minggu padat yang membuatku sangat lelah. aku merasa ini mirip kunjungan luar negeri yang pernah aku lakukan saat menjadi sales. Saat itu kami melakukan kunjungan untuk menerima pelatihan.
"Terima kasih telah bekerja keras, Paman"
"Kamu melakukannya dengan Baik, Martin"
Riese dan Ela menyemangatiku dan yang lain juga ikut menyemangatiku. Terimakasih semuanya!!!
"Martin, untuk masalah portal aku perlu melihat atau pernah mengunjungi lokasinya. Apa aku perlu ke ibukota bersamamu? "
Paman Ronald tiba-tiba menanyaiku seperti itu. aku mengerti, meskipun itu skill unik, itu tetap memiliki batasan.
"Paman, Jangan Khawatir, Aku memiliki Solusi"
Mengatakan itu, aku memberitahu semua bahwa aku sempat meninggalkan ponsel pada Sion dan yang lainnya untuk keadaan darurat.
"Karena ini masih pagi, Seharusnya yang lain sedang bekerja, Aku akan menelpon Sion"
"Baiklah"
Dengan persetujuan paman, Aku menelpon Sion.
"Selamat pagi, Tuan"
"Ah Sion, Apakah semuanya berjalan lancar di sana? "
"Iya tuan, toko tetap ramai seperti biasa. kami juga baik-baik saja"
Aku sedikit berbasa-basi sebelum masuk ke urusan utama.
"Sion Bisakah kamu mengarahkan kameranya ke dinding ujung lorong kamar? Aku ingin melihatnya"
"Baik tuan"
Sion segera mengganti kamera depan smartphone ke kamera belakang dan mengarahkannya ke dinding lorong kamar.
"Paman, Lihat ini"
Aku menunjukkan layar smartphone ke paman dan paman segera fokus pada layar.
Tidak lama setelah itu, portal terbentuk di sebelah portal yang menuju ke duniaku sebelumnya dan juga satu lagi terbentuk di dinding lorong kamar Mansion.
"Baiklah, Sudah selesai"
Paman menyelesaikan portal dalam hitungan menit. bila dibandingkan dengan penyihir ruang pada umumnya, ini bagaikan langit dan bumi. mereka membutuhkan waktu 3 bulan sedangkan paman kurang dari lima menit. Harus aku akui paman pantas menjadi Demon lord.
"Terima kasih, paman. Aku akan segera mencobanya"
Dengan itu, aku segera masuk portal lalu muncul di hadapan Sion.
"Ah, Tuan. Apakah ini portal yang sama dengan portal di tiap wilayah? "
Sion terkejut saat aku muncul di depannya melalui portal.
"Itu benar, Sion. sekarang, ini akan memudahkan aku berpindah lokasi"
__ADS_1
Aku memberitahukan itu padanya dan kemudian segera kembali lagi ke wilayah Wilson.
"Bagaimana? "
Paman menanyaiku.
"Ini sukses, paman, Ini benar-benar luar biasa"
"Baguslah kalau begitu"
"Paman, Ayo beristirahat sejenak sambil melihat-lihat bagaimana wilayah milikku. Bibi juga, sebelumnya bibi tidak sempat melihat wilayahku bukan? akan aku temani kalian berdua"
"Baiklah"
"ya, Aku juga penasaran"
Dengan begitu, aku menemani Paman dan bibi melihat-lihat wilayah dan menyuruh anak-anak dan para tunanganku untuk beristirahat. sebelum berkeliling, aku menyapa kepala pelayan untuk menginfokan kalau kami sudah tiba.
Marquiss torstein bertemu dan menyapa kami dan dia mengatakan pembangunan sudah dalam tahap 80 untuk gedung teater. Perumahan sudah selesai dan sekarang sedang dalam tahap pembangunan guild dan kantor staff administrasi wilayah.
Aku juga mengajak paman melihat-lihat area pertanian.
"Martin, Bagaimana kamu bisa membajak seluas ini dengan cepat? "
"Aku menggunakan alat berat, Paman"
"Sial, kenapa kamu tidak mengatakan itu sebelumnya, Martin? Aku juga menginginkannya. Meskipun fisik ras di Kekaisaran demon lebih kuat, tapi jika menggunakan alat berat, itu bisa memudahkan pekerjaan 3 kali lipat."
"paman tidak mengatakannya. Baiklah akan aku berikan saat portal sudah jadi, paman! "
"Baguslah, aku menantikannya"
"TUAAAAN, GAWAT!!! SESUATU TERJADI!!! "
Pelayan itu berteriak ke arah kami sambil berlari.
"Ada apa, Milly? "
Dia adalah milly, kepala pelayan di wilayahku. Dia dari Ras Beastman kucing hitam.
"Ada seseorang yang muncul di ruang khusus portal, dan dia adalah anak kecil"
"Eh~ bagaimana bisa? "
Aku terkejut dengan berita ini. Setahuku yang bisa melalui portal hanyalah aku dan keluarga paman. bagaimana bisa ada yang keluar masuk?
"Aku juga tidak tahu, Tuan. seorang pelayan menemukannya dan dia menanyakan pada pelayan dimana Alice, Aira dan Airel"
Aku kebingungan hingga tidak bisa berkata-kata. tapi saat itu bibi segera berbicara.
"Itu mungkin Marie, Martin. Anak tetangga di sebelah rumah kami. semenjak ada Alice dan yang lainnya, Dia menjadi sering bermain dan malah akrab dengan anak-anak"
"Eh, Marie? "
Siapa itu? aku tidak tahu mengenai tetangga di bumi karena aku hanya terfokus bekerja.
"Kamu bernama milly bukan? "
__ADS_1
"i-iya, Nyonya... "
"Dimana anak itu sekarang? "
"Di-Dia sedang menunggu di ruangan portal sambil ditemani seorang pelayan. Aku meminta pelayan itu menjaganya dan menemaninya sementara sambil aku melaporkan. Aku tidak berani memanggil para nona muda sebelum mengkonfirmasi ke Tuan Martin"
"Kerja bagus, Kamu pantas menjadi kepala pelayan. Martin kamu memiliki pelayan yang baik."
"Te-terima kasih pujiannya bibi"
"Terima kasih banyak, Nyonya"
Milly merasa tersanjung mendengar pujian dari bibi dan membuatnya bersemangat.
"Kalau begitu ayo segera kesana, Bibi, Paman! "
"" Baiklah ""
Kami semua segera menuju ruang portal dan disana ada seorang anak gadis kecil yang berusia dibawah Alice dan yang lainnya. dia Berambut pendek hitam seperti dora dan sedang mengobrol dengan pelayan.
Pelayan ini sepertinya sangat pandai berbicara dengan anak-anak. saat kami mendekat, kami mendengar anak itu sedang berbicara.
"... Setelah itu, Aku dan Alice mewarnai buku bergambar dengan sangat indah"
"Marie, kapan kamu datang?"
Bibi bertanya dengan senyuman diwajahnya.
"Ah, Bibi, dimana Alice, Aira dan Airel"
"Mereka sedang beristirahat. Bagaimana kamu bisa disini Marie? "
"Ibu dan ayah sedang bekerja, bibi. Marie bosan dan ingin main dengan Alice, Aira dan Airel. Lalu Marie datang dan mencari tapi tidak ada. tapi Marie masuk lingkaran seperti itu dan bertemu kakak ini"
"Ah, Begitu... Marie, Kebetulan tadi Alice, Aira dan Airel sedang beristirahat. mungkin mereka sudah bangun. Akan bibi antarkan kesana tapi sebelum itu beri salam ke paman Ronald dan paman Martin lebih dulu"
Bibi mengatakan itu dan membuat suasana sangat cair. walaupun kami dalam kebingungan, bibi mampu mengatasi itu. Bibi sangat luar biasa.
Marie melihat kami dengan bingung dan kemudian menyapa kami.
"Halo, Paman Ronald, paman Martin. Marie adalah Marie, 3 tahun"
Wah anak yang sangat sopan.
"Ha-Halo, Marie"
"Halo Marie~"
Aku dan paman menyapa balik meskipun aku menjadi kikuk.
Setelah menyapa kami, Bibi segera mengajak Marie menuju Ruangan Alice dan yang lainnya dan hanya tersisa aku dan paman. Para pelayan juga segera keluar.
"Itu, Paman.... Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Aku bertanya itu pada paman yang nampaknya kebingungan juga.
"Itu.... Mari biarkan berjalan sebagaimana adanya"
__ADS_1
Paman juga sepertinya tidak memiliki solusi.