Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 48 - Negosiasi Dengan Raja Naga Part. 1


__ADS_3

Kami menunggu sekitar 15 menit dan Phoenix merah yang menghadang kami tadi kembali. Dia mengatakan hanya 3 orang yang bisa bertemu dengan Raja dan satu slotnya sudah ditentukan langsung oleh Raja Naga yaitu aku.


Eh~ apa aku sudah menjadi target dari Raja Naga?


Aku berpikir seperti itu dan kemudian tidak lama setelah itu sudah diputuskan bahwa paman dan Duke Augusto yang akan menemaniku.


"Baiklah, Segera ikuti aku"


Mengatakan itu, 3 griffon turun dan memberi tumpangan pada kami. Uwaaah, mengendarai griffon, aku sangat bersemangat. Kurasa aku akhirnya melakukan petualangan fantasi lagi.


Kalian tahu, kemampuan logisku membuatku lebih sibuk di kerajaan daripada berpetualang.


Tidak lama kemudian, kurasa sekitar 5 menit. memasuki tebing yang remang-remang, kami sampai dilokasi yang megah didalam tebing dimana Raja Naga tinggal.


itu adalah gua yang sangat megah dengan cahaya yang terpancar dari batu yang unik dan disana ada empat orang yang sedang menunggu kami dengan seorang wanita yang sedang duduk diatas kursi. jika digambarkan, itu adalah seorang wanita dengan tubuh seimbang proporsional setinggi 165 cm.


Phoenix yang terbang segera mendarat dan berubah menjadi wanita yang bisa dikatakan hot setinggi 175 cm. sisanya adalah seorang pria tua seperti Duke Wellington, pemuda berambut 1cm dengan badan berotot dan pria tampan berpakaian hanfu.


"Salam, Yang mulia Raja Naga"


Dengan paman yang memberi salam, kami semua segera mengikuti dibelakangnya.


"Umu.... Bangunlah"


Kami segera berdiri lalu menatap wanita yang ternyata adalah Raja Naga.


"Demon lord, Ada urusan apa lagi denganku? "


"Yang Mulia, Aku memiliki cara mengatasi kebosanan anda"


"hou, Bukankah sebelumnya kamu juga mengatakan itu? "


"Ini berbeda, yang mulia, Aku membawa seseorang yang bisa memenuhi ekspektasi dari anda"


Mengatakan itu, Paman Menunjuk kearahku dan aku segera maju lalu memberi hormat.


Saat aku mengangkat kepala, aku melihat semua orang menatapku dengan intens terutama Pria berotot itu.


Aku merasakan punggungku basah karena terlalu gugup. Ini tidak bisa dibandingkan dengan audiensi dengan Raja kerajaan Mazica dan bahkan Paman.


"Harimau Putih, Bagaimana menurutmu? "


Raja Naga tiba-tiba bertanya pada pria berotot itu.


Harimau putih? Apakah itu wujud manusianya?


"Kamu, Bagaimana kamu bisa membuat kontrak dengan thunder tiger"


"i-itu, Mereka tiba-tiba menawari ku? "


Aku juga tidak paham karena aku hanya mengikuti kemauan thunder tiger.


"hmm, monster S Rank biasanya tidak akan mau membuat kontrak dengan manusia atau bahkan demon."


"I-itu, mungkin karena aku menolong istrinya dan anak-anaknya? "


Aku menjelaskan lagi insiden dimana aku membantu thunder tiger melawan poison snake lalu menolong mereka semua. saat aku mengingatnya lagi, aku merasa aku melakukan hal yang sangat gila dan berisiko tinggi.... tunggu dulu, Bukankah ini memiliki Risiko yang lebih tinggi?

__ADS_1


"Begitu, sepertinya mereka ingin membalas budi."


Mengatakan itu, pria berotot itu kembali menatap Raja Naga dan berbicara.


"Aku merasa anak ini spesial"


"umu, Phoenix Merah, apa yang kamu pikirkan, katakanlah"


Raja Naga sepertinya melihat Phoenix sedang berpikir.


"ha, Yang mulia, Anak ini sepertinya bukan berasal dari dunia ini. "


"Hou... "


Raja Naga segera melihat lagi padaku dengan lebih teliti.Tatapannya seolah menembus seluruh tubuhku.


"Didalam tubuhmu sepertinya ada kekuatanku yang tercampur. Kamu juga memiliki skill Appraisal bukan? "


"I-itu benar yang Mulia"


"Ceritakan Bagaimana kamu bisa berada di dunia ini sampai sekarang"


Aku lalu menceritakan bagaimana aku bisa berada di dunia ini hingga bagaimana aku bisa berada di sini.


"Se-seperti itu, Yang mulia"


"Aku mengerti, Demon lord, Kamu melakukan kerja bagus dengan membawanya kesini"


".... , Tidak masalah, yang mulia"


Paman sepertinya tidak mengerti maksud raja naga dan hanya menjawab asal-asalan saja.


"A-Aku martin yang mulia"


"Martin, Kamu sudah mengetahui secara garis besar berapa bosannya aku disini. Berikan hal yang bisa membuatku tidak bosan dan aku akan memenuhi satu keinginanmu"


Ah sepertinya, raja naga ini bertipe "denpa". barang yang tepat sepertinya adalah game. dengan itu aku bersiap menaklukkan Raja Naga.


"Ya-Yang mulia, aku memiliki sesuatu yang bernama konsol game disini. di duniaku, kami menggunakan konsol game untuk menaklukkan permainan didalamnya."


Aku segera membeli konsol game portabel dari online shop dan menyerahkan satu ke raja naga.


"Ya-yang mulia, bisakah anda memberiku izin untuk mengajari anda fungsi konsol? "


"umu, datanglah padaku"


"Ha"


Aku segera menuju Raja naga dan mulai mengajari cara penggunaannya.


"yang mulia, ini bernama tombol power, ini berfungsi menyalakan dan mematikan konsol. saat konsol menyala, silahkan pilih jenis permainan disini."


Aku mengajari Raja naga dan menyuruhnya memilih game dasar paling mudah yaitu game fighting. disana ada mode easy sampai expert.


Saat pertama memainkan game, aku memilihkannya mode easy untuk mempelajarinya. saat sudah bisa, yang mulia tiba-tiba mengganti mode.


"Ini menyenangkan, aku akan memilih yang terkuat"

__ADS_1


Raja naga memilih mode expert sebagai pilihan dan segera dia dibantai dengan sangat buruk.


"Sialan, Beraninya kamu melawan Raja naga ini"


Sambil berkata begitu dengan kesal, dia memulai kembali permainan dan segera terbantai lagi.


Yah, wajar saja. seorang noob player yang langsung memilih level tertinggi pasti akan berakhir seperti Raja naga.


"Itu, Yang mulia, bukankah kita harus meningkatkan level perlahan-lahan?"


"Tidak, aku harus memberinya pelajaran karena berani angkuh dengan Raja naga ini"


Sepertinya Raja naga sangat kesal dan terfokus pada game itu.


Kami semua menunggu Raja naga mengalahkan lawannya dalam game namun, yang ku dapati adalah Raja naga yang sepertinya akan menangis.


Eh~ ada apa ini.....


Melihat Raja naga akan menangis, pria tampan berpakaian hanfu langsung membentak ke arahku.


"Apa yang kamu lakukan pada yang mulia"


"Diamlah, Naga Biru"


Raja naga tiba-tiba membentak balik.


".... "


Naga biru terdiam setelah mendengar bentakan dari Raja Naga.


"Martin, Ajari aku cara bermain game ini, cepat"


"Ba-baiklah, yang mulia"


Aku memberitahu yang mulia cara bermain standar yang mudah dimengerti. jangan menaikkan level secara signifikan dan bermain dengan perlahan.


Setelah easy aku memilihkan normal mode dimana ini sesuai dengan kemampuan Raja naga.


"ooooohhh"


Raja naga menjadi bersemangat dan terus memainkan game. namun, dalam waktu 2 jam, baterai konsol habis.


Aku lupa memberitahu kalian, mana Raja naga tidak habis saat menggunakan konsol karena dia memiliki mana yang terlampau besar dan akhirnya malah baterai konsol yang kalah.


"Eh~ kenapa ini tidak berfungsi? "


"i-itu, baterainya habis yang mulia dan perlu di isi lagi"


"Bagaimana caranya? "


"i-Itu, karena disini tidak terdapat matahari, aku bisa menyediakan genset namun itu perlu diisi bahan bakar yang bernama bensin."


"Lalu, apa masalahnya? "


"Bensin pasti habis dan aku tidak memiliki kemampuan untuk bolak-balik hutan kematian. JadiJadi. .. "


"Itu mudah, Akan Aku buatkan Portal untuk langsung kesini"

__ADS_1


"Yang mulia... "


Saat yang mulia ingin mengambil keputusan, dia ditentang oleh seorang pria tua.


__ADS_2