
POV Eva
Hai semuanya, Aku Eva. Yah, kalian sudah tahu bukan, Aku akan menikah dengan paman. Muehehe.
Hari ini, Tunangan paman yang lain akan bermain ke sini. Kamarku sekarang pindah ke tempat paman Martin karena Disini menjadi lalu lintas Ayah dan Ibu. Aku langsung menyetujuinya karena aku senang berada dikamar paman.
Aku sudah merencanakan akan mengajak mereka ke Taman Bermain, Bioskop dan juga kampusku.
"Ah, Eva, Selamat Pagi"
"Selamat pagi, Eva"
"Hai, Eva"
""Eva, Selamat Pagi""
"Selamat Pagi, semuanya"
Paman Martin dan yang lainnya telah tiba tapi setelah berbincang sebentar paman segera kembali untuk mengurus Wilayahnya.
"Wow disini sangat terang"
"Itu benar, Eva, ini tidak seperti cahaya dari obor"
"Ah, Aku tau ini. Ini adalah Lampu kan? "
"Itu benar, Riese. Dari mana kamu tahu? "
"Ah, Paman memasang lampu juga di rumah ibu kota serta di wilayah Marquiss bezos. tapi itu hanya di kamar saja. "
"Itu benar, lampu memang sangat nyaman"
"Uuuh Riese, Anna, aku sangat iri denganmu"
"Itu benar, aku juga sangat iri dengan kalian"
Ela dan Alicia mengatakan itu pada Riese. Uh, memang benar, aku bahkan juga iri dengan Riese karena bisa tinggal bersama dengan Paman.
"Baiklah, Baiklah karena disini sudah malam, Mari kita ke rumah paman Martin dan mengobrol disana. Ah iya Ayahku akan datang besok pagi dan memberi sihir penyamaran pada kak Ela dan Alicia lalu kita akan bermain diluar"
Semua sepakat dan segera ke tempat paman Martin.
"Ne, Ne, karena kita semua tunangannya tuan Martin. mari kita mengobrol serius. Ah, Anna, ini tidak masalah untuk kamu dengar juga. Apa yang kalian suka dari tuan Martin? "
Dengan pertanyaan menggemparkan dari Alicia, Semuanya terkejut dan tiba-tiba menjadi malu. Aku juga terkejut dan segera memikirkan itu. Hanya Anna yang bersemangat mendengar tentang itu.
__ADS_1
"Kalau aku, Aku merasa karena tuan Martin bisa mengayomiku dan tidak pernah mengecewakan aku. Lagipula kalian tahu bukan, aku bahkan sempat dipaksa menikah dengan pangeran Kerajaan Nidel. Awalnya aku tidak memperhatikan Tuan Martin dan aku hanya menjadikannya perisai daging tapi aku merasa beruntung karena tidak sengaja melakukan ini dan berakhir dengannya hahaha"
Ah, Sepertinya kehidupan kak Ela cukup rumit tapi syukurlah dia sekarang menjadi bahagia.
"Aku awalnya tertarik dengan tuan Martin karena Riese dan Anna"
""Eh~ aku? ""
Riese dan Anna sama-sama terkejut.
"Itu benar, Itu dimulai karena seni bermusik kalian, Aku adalah pecinta seni karena itu aku sangat tertarik. lalu, tentang pengetahuan tuan Martin. Dia sangat cerdas dan semakin membuatku tertarik. Aku tidak berani menyampaikan perasaanku namun tanpa sengaja ayah menjodohkan kami dan itu menjadi keberuntunganku hingga bisa berada disini."
Ah, Begitu ya. Sepertinya Alicia adalah tipe pemalu yang bila itu terjadi di dunia ini. dia akan selalu gagal mendapatkan apa yang dia mau.
"Ka-Kalau aku... "
"Riese, apa perlu aku yang menceritakannya? "
Anna menggoda Riese yang ragu-ragu.
"Aku sangat menyukai paman karena kebaikan hatinya pada banyak orang. aku juga merasa nyaman saat berada di dekat paman dan gelisah saat jauh dari paman"
"Itu benar Aku bisa menjadi saksi untuknya"
Anna menambabkan itu. Riese memiliki jenis perasaan yang sama denganku.
Semuanya mengangguk.
"Lalu, Kak Eva. Kemana kamu akan mengajak kami bermain? "
Anna menanyakan itu padaku.
"Ehem, Aku sudah menyiapkan list tempat yang akan memuaskan kalian. Tolong nantikan itu hehe"
Setelah itu kami semua beristirahat di tempat paman Martin.
***
Keesokan Harinya, Ayah datang dan membantu Kak Ela dan Alicia menyembunyikan telinga mereka dan kami menuju taman bermain dengan mobilku.
Seperti biasa, kak Ela dan Alicia terkejut tapi Riese dan Anna biasa saja. Mereka mengatakan Paman Sudah mengajak mereka menaiki mobil saat di wilayah Marquis Bozes.
Paman, Kamu terlalu banyak melanggar logika dunia lain.
Kak Ela dan Alicia mengatakan mereka akan meminta paman Martin mengajak mereka jalan-jalan dengan mobil di dunia lain nanti.
__ADS_1
"Baiklah, Kita sampai. Ini adalah Taman Bermain D*sn*yla*d"
Semua melihat taman bermain dengan wajah yang tercengang.
"Aku yakin anak-anak akan sangat senang berada di sini"
Riese tiba-tiba mengatakan itu. Yah itu benar, ini memang pada awalnya diperuntukkan untuk anak-anak.
"itu benar, Riese, Ini sebenarnya diperuntukkan untuk anak-anak tapi terkadang orang dewasa juga membutuhkan hiburan juga bukan? "
Kami lalu segera bermain di dalam dan tertawa dengan bahagia apalagi kak Ela. Dia sangat bahagia karena dia tidak banyak bermain waktu kecil. dia mengatakan dia bersyukur aku mengajaknya bermain disini.
Benar, Itulah yang namanya taman bermain. Tempat melepaskan penat kita.
Setelah itu Aku mengajak mereka bermain ke Kampusku. Bagaimanapin, kak Ela dan Alicia adalah guru dan Riese serta Anna adalah murid. ini adalah destinasi wajib yang aku pikirkan.
Saat masuk, mereka terkejut dengan besarnya kampusku dan mengatakan bahwa akademi kerajaan tidak sebesar ini.
Kami mengunjungi kantin untuk makan siang dan masuk ke perpustakaan. Riese dan Kak Ela sangat menyukai perpustakaan. mereka mengatakan mereka bahkan bisa tidur dengan nyaman di dalam perpustakaan ini. Alicia dan Anna lebih tertarik di gedung teater kampus dan melihat orang-orang berlatih drama. Ah aku lupa mengatakannya. ini adalah libur Nasional sehingga tidak ada perkuliahan tapi tetap banyak mahasiswa disini.
makanan disini juga enak tapi kata mereka masakan paman Martin adalah yang terenak.
Setelah mengunjungi Kampus, Aku mengajak mereka ke Bioskop dan menonton Film Romantis yang kebetulan sedang tayang.
Semua sangat menikmati film dan berkomentar kalau mereka berharap suatu saat akan ada bioskop juga di Kerajaan mazica. Terutama Alicia dan Anna, Mereka sangat menyukai film. yah sepertinya aku tahu kalau Anna dan Alicia memiliki tipe yang sama.
Kami mengambil banyak foto sebagai kenangan.
Aku sangat senang dengan perjalanan hari ini. aku seakan memiliki banyak saudara perempuan.
Aku dengar dari Riese kalau paman berjanji akan mengajak anak-anak bermain disini lain kali.
"Apakah kalian akan mengunjungiku lagi? Aku dengar kalian akan segera Masuk sekolah lagi"
Aku sedikit sedih karena mereka akan segera kembali ke Dunia lainlain.
"Tenang saja kami akan Berkunjung lagi"
"Itu benar"
"Um"
"Tunggulah kami, Eva"
Setelah itu kami segera pulang dan ternyata paman sudah menunggu kami disana.
__ADS_1