Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter POV - Perasaan Sesungguhnya Eleanor


__ADS_3

POV Eleanor.


Hai, Aku Eleanor, anak dari Duke William. Aku berusia 24 tahun. Baiklah dari mana aku Harus menceritakan diriku?


Seperti yang kalian tahu, Aku adalah seorang guru di Akademi Kerajaan. Aku yang dikatakan jenius dari Kerajaan Mazica, tiba-tiba memilih karir sebagai guru tentu mengakibatkan sebagian orang terkejut.


Tidak ada yang mengerti mengapa aku menjadi guru. Pada dasarnya aku mengambil karir sebagai guru sebagian besar karena aku melarikan diri dari perjodohan dengan Pangeran Pertama Kerajaan Nidel. Aku bukan mempermasalahkan berapa banyak istri dan selirnya namun bagaimana dia memperlakukan wanita. Baj*ngan itu hanya menjadikan wanita sebagai mainannya.


Aku adalah Anak pertama di keluarga Duke William. Karena aku wanita, aku tidak bisa mewarisi posisi Duke selanjutnya. Tahta itu akan diberikan pada adik laki-lakiku, Arthur, yang baru saja lulus dan sekarang sedang berkarir sebagai ksatria Kerajaan.


Saat aku pertama kali menjadi guru, aku tidak Terima diberi posisi sebagai guru kelas dasar. dengan kemampuan milikku, itu seharusnya lebih bermanfaat untuk kelas lanjut. Namun, menurut kepala sekolah, kemampuanku lebih cocok di kelas dasar dimana mereka perlu pondasi yang kuat.


Aku di tempatkan dengan seorang bernama Martin yang entah dari mana asalnya. Aku selalu tidak menyukai laki-laki karena mereka selalu merasa diri mereka yang paling tinggi. Meskipun ayahku berbeda karena dia sangat menyayangiku dan memperlakukan ibu dengan baik, tapi itu tidak dengan banyak pria diluar sana, saudara laki-laki dan calon pasanganku.


Aku harus mengakui kalau perang mengakibatkan kekurangan pria tapi itu tidak bisa dijadikan dasar pria merasa lebih tinggi dari wanita.


Martin mengajakku berbicara mengenai persiapan kelas tapi aku tidak ingin diperintah olehnya jadi aku mengambil kendali lebih dulu. Namun yang membuat aku terkejut adalah bagaimana cara dia memperlakukan wanita. Dia mendengarkan aku dan menganggap aku setara dengannya.


Saat Aku mengajar dikelas yang dia ajari duluan, aku melihat bagaimana anak-anak disana sangat bersemangat belajar. Aku bertanya pada mereka apakah belajar sangat menyenangkan? Semua anak-anak dengan lantang menjawab "Iya". Aku terutama menyukai anak bernama Aira yang terlihat seperti aku saat masih kecil.


Aku bisa menarik kesimpulan bahwa Martin adalah orang yang kompeten sebagai guru.


Aku juga terkejut saat tahu dia adalah orang yang mengajarkan Riese perhitungan model terbaru. Dengan perintah kepala sekolah, dia juga mengajari kami tidak hanya perhitungan namun juga sihir. sihir yang awalnya dianggap berkah sekarang bisa kami pelajari. ini semakin membuatku penasaran dari mana Martin ini.


Lalu, dia juga menjual produk kosmetik yang sangat bagus. Aku ingin memujinya tapi aku tidak ingin dia menjadi besar Kepala dan hanya berwajah biasa.


Kami juga berkunjung ke rumahnya untuk membeli kosmetik. Disana aku terkejut mengetahui kalau Alice, Aira dan Airel juga ada disana. Ternyata dia adalah orang yang merawat mereka. Aku semakin yakin Martin adalah orang yang berbeda dari kebanyakan pria.


Aku berhasil melarikan diri ke akademi tapi saat libur, aku dipanggil untuk pulang dan ayahku kembali mengungkit masalah ini.


Aku paham dia ingin menyelamatkan negara ini. Tapi Kenapa harus aku buang dikorbankan. Semua ini bermula dari pesta bangsawan dimana Pangeran baj*ngan itu melihat diriku. dia menjadikan itu syarat hubungan diplomatik dengan mereka.

__ADS_1


Aku menjawab dengan spontan bahwa aku sudah memiliki pacar sekarang dimana dia juga adalah seorang guru dan Baron yang baru saja diangkat oleh Raja. Ya, Itu adalah Martin.Aku menggunakannya sebagai perisai.


Mendengar itu, Ayahku menjadi sangat marah dan ribut denganku. Ibuku hanya diam tidak berdaya melihat pertengkaran kami.


saat ribut, Kepala pelayan, Sebastian, datang dan memberi tahu kami bahwa ada kunjungan dari Marquiss Aegnor.


Kami berkumpul dan menyambut Marquiss.


"Apakah Aku datang disaat yang tidak tepat? "


"Tidak, Tuan Marquiss, jangan pikirkan itu. Apa yang membawamu kesini? "


"Ah, Aku baru saja melakukan Audiensi dengan Raja bersama Tuan Martin... "


"Apa? Apakah dia ada di sini sekarang?


"A-Ada apa tuan Duke? "


Aku terdiam setelah mendengar ini. Sial, kenapa malah disaat seperti ini.


"Tuan, Marquiss, Antarkan aku menemui tuan Martin"


"Aku juga akan kesana"


Aku mengatakan itu untuk mengawasi Martin agar dia tidak salah berbicara.


Dengan begitu, Kami bertiga berkunjung ke rumah Martin. Sepertinya dia terkejut dengan isi pembicaraan ini. Aku menatapnya dengan tatapan mengancam agar dia tidak salah berbicara.


Setelah berdiskusi cukup panjang, entah kenapa ini menjadi pertaruhan apakah Martin bisa menikahiku atau malah dihukum.


Kenapa menjadi seperti ini? tapi, lebih baik aku menikahi Martin yang jelas aku tahu sifatnya dari pada Pangeran itu.

__ADS_1


Namun, Sepertinya Tuan Marquiss juga ingin Alicia menikahi Martin. Dari yang aku perhatikan di Akademi. Aku juga sering melihat Alicia memandangi Martin semenjak kita datang ke rumahnya.


Saat ayah dan Marquiss pulang, aku menanyakan beberapa hal ke Martin tentang bagaimana iya bisa berakhir bersama Alicia. ternyata ini adalah rencana Marquiss untuk mengikat Martin agar tidak berkhianat.


Aku juga mendengar dari Martin bahwa sepertinya Riese juga menyukainya. dia sepertinya menyadari itu saat kembali dari hutan.


Aku mengatakan bahwa itu tidak masalah. Aku bukan orang yang menolak poligami karena aku merasa ini adalah jawaban atas masalah saat ini di dunia ini.


Setelah itu kami melakukan audiensi dengan raja dan beliau juga menyetujui rencana ketahanan pangan serta pembuatan portal. Namun, Semua itu dengan Premis bahwa percobaan penanaman jagung berhasil.


Karena ini berkaitan dengan masa depanku. aku setiap hari mengecek bagaimana Tanaman jagung yang ditanam di pekarangan rumah Martin.


Setiap kali aku datang, aku disambut dengan Hangat oleh para budak karyawan di rumah Martin. Bahkan Pelayannya sion selalu menyiapkan makan siang saat aku ke sana.


Entah kenapa, aku sudah diperlakukan seperti nyonya di rumah ini. Mungkin mereka mereka mendengarkan pembicaraan sebelumnya.


Saat kami melakukan pembicaraan, Toko sementara ditutup agar masyarakat umum tidak mendengar pembicaraan dari kami.


Yang bertugas merawat jagung adalah sion. Sion juga yang memberi tahu aku kalau sepertinya mulai muncul Tunas kecil.


Saat melihat Tunas itu tumbuh, aku sangat senang. bagaimanapun itu merupakan sifat elf yang menyukai tanaman dan alam.


Seharusnya dengan ini aku bisa merasa aman. Tidak, Aku bisa merasakan rasa aman jika sudah ada penilaian dari semua orang.


Saat hari keenam, Ayah datang sendiri ke rumah Martin untuk mengecek secara langsung bagaimana keadaan Tunas itu.


Saat melihat Tunas itu bersama denganku, Ayah menangis dan langsung memelukku. Dia meminta maaf padaku karena harus mengorbankan aku. Tapi sepertinya dia juga menangis bahagia karena aku tidak perlu bersama pangeran dari Kerajaan Nidel.


"Jangan menangis, Ayah, Anakmu tidak akan salah memilih orang"


Aku menenangkan ayah dengan mengatakan itu. Syukurlah aku menjadikan Martin perisai. Meskipun berakhir menjadi pasangannya, aku tidak menyesali itu. Malah aku merasa ini akan menjadi berkah bagiku.

__ADS_1


Kami bangsawan wanita tidak bisa memilih pasangan yang kami mau tapi setidaknya aku bisa bersama dengan orang yang tidak membuat aku jijik.


__ADS_2