Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 53 - Berbagai Situasi


__ADS_3

Kerajaan Nidel


Di sebuah Ruangan yang cukup megah. duduk Seorang Pria tua berambut sebahu dan berwajah tegas yang mengenakan mahkota.


"Yang Mulia, Laporan dari tim shadow sudah masuk"


"Bagaimana infonya Walter? "


Pria yang berbicara adalah Walter yang merupakan penasihatnya sendiri.


"Mereka mengatakan Baron adalah orang yang sangat berhati-hati, Beberapa mata-mata yang disiapkan juga gagal masuk sebagai pelayan"


"Hou.... "


"Sudah dua minggu mereka hanya bisa memantau dari jauh. untungnya ada pelayan mata-mata dari bangsawan lain yang dikirim sebagai informan. laporan dari mereka sangat mengejutkan"


"Bagaimana, laporan dari mereka? "


Raja menanyai penasihatnya apa laporan yang sepertinya penting itu.


"Mereka mencoba menanam bibit di wilayah Wilson meski tanpa sihir dan itu berhasil"


"APA??!!! "


Raja terkejut mendengar berita itu. maklum saja, logika dunia ini adalah jika kamu ingin bertani, kamu hanya bisa mengelolanya di tanah yang terkandung sihir yang cukup besar. oleh sebab itu, makanan menjadi komunitas utama yang diperebutkan saat perang.


"Itu benar tuan, Aku menarik kesimpulan bahwa Baron Wilson ini kemungkinan berhasil mengembangkan bibit tanpa sihir sehingga dia diberi gelar Baron, Dia juga mempunyai gelar viscount kehormatan karena merupakan seorang guru"


"Ini..... "


Prestasi Martin terlalu mencolok sehingga membuat Raja dan Penasihat bingung.


"Ada juga yang lebih menggangguku, yang mulia"


"Masih ada lagi? "


"Itu benar"


Raja terkejut mendengar berita dari penasihatnya.


"Baiklah, Aku ingin kamu sampaikan semuanya sampai akhir"


"Baik yang Mulia. Pertama, Raja Mazica, Ratu dan Anaknya serta beberapa Marquiss mengunjungi secara pribadi kediaman Baron Wilson.


Kedua, Baron Wilson memiliki sejenis Karavan yang mampu menggemburkan tanah dengan cepat dan cakupannya cukup luas. itu bahkan mampu membuat jalur air.


Ketiga, Baron memiliki teknologi mortar terbaru yang pengeringannya serta saya tahannya sangat kuat.


Terakhir, Baron Wilson sepertinya memiliki beberapa proyek yang tidak mampu diketahui oleh informan karena mereka yang menyelundup terfokus di pertanian "


"Ini..... "


Raja membatu selama beberapa detik. Otak Raja memproses semua informasi dengan cepat tapi ini berbeda dengan tubuhnya.


"Ehem, Yang Mulia"


"Walter dari mana asal usul Baron Wilson ini"


"Kami tidak bisa mendapatkan informasinya, Yang mulia"


"..... "


Raja dan Penasihatnya terus berpikir keras. hingga akhirnya,


"Walter, kita harus berhati-hati, Baron Wilson ini sepertinya lebih berbahaya dari pada para duke"


"Itu, Tuan, Aku lupa satu Hal"


"Apa itu? "


"Tiga Hari yang lalu, Pangeran pertama baru saja memimpin pasukan ke wilayah Wilson. Sepertinya dia sangat marah karena calon istrinya di rebut"


"Apaaaa??? "

__ADS_1


****


POV Raja Naga


"Hahaha aku memang jenius, Kalian bukanlah lawanku"


Aku melihat empat makhluk suci yang frustasi karena aku kalahkan dalam game yang bernama NFS ini. aku merasa tidak menarik melawan orang yang bahkan tidak memiliki peluang melawanmu.


"Yang Mulia, ini hanya game, jika aku mengendarai ini sendiri, aku jamin aku yang akan menang"


Naga biru yang memiliki harga diri tinggi mengatakan itu padaku.


"Naga biru, Kamu bahkan tidak bisa melawan kecepatanku dalam wujuh Beast, apalagi melawan yang Mulia"


Phoenix merah menyampaikan itu pada naga biru.


"Apa katamu? "


"Apa kamu tuli? "


"Baiklah kalian berdua, cukup. Kura-kura hitam, bagaimana persiapan portalnya? "


"Yang mulia, Siap kapan saja"


Yah kami memang bisa segera membuat portal, tapi belum ada kabar dari Martin.


"Harimau putih, pergilah mengecek wilayah kerajaan Mazica."


kami menjanjikan waktu satu minggu. yah walaupun belum seminggu tapi aku sudah tidak sabar ingin mencoba balapan Rally.


Aku memainkan game portabel dan hanya bisa bersaing dengan komputer. Jika aku melawan makhluk suci, mereka pasti akan segera kalah.


"Ya, Yang mulia"


"Sampai disana, Mari coba gunakan smartphone ini, apakah berfungsi dengan baik"


"Dimengerti, yang mulia"


"Baiklah, sambil menunggunya. Mari kita bermain game fighting lagi"


Aku mengajak yang lain bermain sekali lagi. Walaupun tidak sejago komputer setidaknya aku bisa membully mereka. hahahahaha


****


POV Nita


"Alice, Aira, Airel, Coba tebak siapa yang datang? "


""" Siapa itu, Bibi? """


Anak-anak menyaut dari dalam ruangan dan segera membuka pintu.


Saat mereka membuka pintu,


""" Mariee"""


"Alice, Aira, Airel!! "


Mereka langsung berpelukan di depan kamar. Anak-anak memang seperti ini. Aku juga memiliki teman yang akrab saat kecil tapi akhirnya menjauh karena politik.


"Bibi, Bagaimana Marie bisa sampai disini? "


Aira bertanya padaku seperti itu. Di antara anak-anak, Aira adalah yang paling dewasa sehingga mereka sepakat menjadikannya yang tertua.


"Marie merindukan kalian, lalu Marie melewati Portal dan sampai disini"


"Oh, Seperti itu"


Aira sepertinya memahaminya. aku sangat senang. melihat anak-anak seperti ini, aku sepertinya ingin memiliki anak lagi. Aku akan mengatakan ini pada sayangku. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk memiliki anak lagi.


"Marie, ayo kesini, akan Alice kenalkan dengan Rusty"


"Airel akan mengenalkanmu dengan Amber Juga, Marie"

__ADS_1


"Rusty? Amber? "


"Itu teman kami juga, Marie"


Anak-anak sangat bersemangat karena mereka pada dasarnya sangat menyukai hewan peliharaan. Hanya saja, menurutku hewan peliharaan thunder tiger terlalu berlebihan untuk anak-anak.


Setelah Puas bermain dengan thunder tiger, aku segera menghampiri mereka dan bertanya pada mereka.


"Anak-anak, yang ingin kalian mainkan hari ini? "


"Bibi, Bisakah kita membuat kue bersama lagi? "


"Benar, Airel masih ingin memakan kue lagi"


sepertinya Alice dan Airel sangat menyukai membuat kue. Baiklah ayo lakukan.


"Baiklah, ayo kita membuat kue donat bersama"


"""" OOOOHHH"""""


Anak-anak bersemangat setelah aku mengusulkan ide tersebut.


Aku meminta pelayan menyiapkan bahan-bahan yang sudah di sediakan sebelumnya oleh Martin sebagai stok dirumah.


Aku mengajari dari cara pencampurannya, penggunaan ragi, Menguleni adonan, sampai membuatnya menjadi bulat.


Anak-anak sangat menyukai prosesnya dan melakukannya sambil bermain. Kami membuatnya sampai selesai dan mulai memakannya.


"Anak-anak, Mari cicipi hasil kerja keras kita"


"""""Oooohhh"""""


Kami kemudian memakan donat yang kami buat tapi tiba-tiba seorang pelayan mengetuk pintu.


"Ada apa? "


"Maaf, Nyonya, Ada seorang tamu yang mencari tuan Martin. Hanya saja aku tidak tahu dimana tuan Martin dan hanya bisa menghubungi Nyonya"


"apa kamu menanyakan siapa namanya? "


"Iya, Nyonya. Dia mengatakan namanya adalah Harimau putih"


"Apa? Baiklah"


Harimau putih adalah salah satu makhluk suci pengawal raja Naga. Aku perlu segera menyambutnya.


"Anak-anak, Bisakah kalian bermain sendiri? Bibi ada sedikit urusan. Aira,Tolong jaga adik-adikmu"


"Ya, Bibi. Aku akan melakukannya"


""""Hati-hati, Bibi"""


aku meminta pelayan untuk mengantarku menuju ke ruang tamu untuk bertemu dengan Harimau putih.


"Halo, Tuan Harimau Putih, Maaf membuatmu menunggu"


"Halo, Nona, Apakah Martin sedang tidak disini? "


"Itu benar, baru saja mereka kembali ke dunia lain, Bisakah tuan menunggu sebentar? "


"Baiklah tidak masalah, aku juga cukup senggang"


Aku mengajaknya mengobrol sebentar tetapi Tiba-tiba, Marquiss torstein datang dan melapor sesuatu padaku.


"Maaf nyonya mengganggu pertemuan anda"


"Ada apa tuan Marquiss"


"Aku mendapatkan laporan dari penjaga wilayah kalau sekelompok pasukan dari Kerajaan Nidel menuju ke arah sini"


"Apaaa? "


 

__ADS_1


__ADS_2