
POV Bruce
"Jadi, Bagaimana keputusan yang mulia? "
"Hmm, Melihat prestasinya, Aku seharusnya bisa mengangkatnya sebagai Baron, tapi, Apakah bangsawan lain tidak akan memprotes? "
"Yang mulia, apa anda rela suatu saat dia berpindah ke negara lain? dia tidak memiliki ikatan di negara ini"
"Itu,.... "
"Yang Mulia, Aku juga setuju dengan temanku Bruce. Aku sudah mendengar dari anakku Ela bagaimana kemampuan Martin ini"
"Bahkan kamu juga Tuan William? "
"Hmm Ayah, Tuan William, aku paham maksud kalian, Tapi Bukankah yang mulia juga memiliki alasannya sendiri?"
"Hmm, bagaimana kalau kita berikan dia wilayah Utara yang berbatasan dengan Kerajaan Nidel."
"Bukankah itu wilayah yang penuh dengan pengungsi? Bahkan Baron disana tidak mau mengurusi wilayah itu"
Wilayah utara ya, hmmm itu adalah wilayah yang kacau dimana banyak pengungsi bermukim disana. Mereka Bahkan sudah memiliki 2 desa pengungsi. Setahuku Martin sangat kaya, Seharusnya dia bisa merubah wilayah disana. Lagipula Baron Ashley disana tidak sanggup mengelola 6 desa dimana normalnya Baron biasanya hanya mengelola 3 desa.
"Baiklah, Aku setuju, Aku yakin Martin bisa mengatasinya."
"Baiklah, Kurasa karena Tuan Bruce sudah sepakat Kita bisa memberikan Martin wilayah utara dan akan diangkat sebagai Baron. Juga, Usul menjadikan Akademi memiliki lambang sendiri dan bergerak mandiri juga akan aku Terima dengan syarat dibentuk senat pengawas Akademi"
Setelah Pertemuan itu, Aku merasa tubuhku sangat lelah. Ini memang faktor usia.
Aku perlu segera memberitahukan hasil ini ke Martin.
****
POV Martin
"Paman, Kamu sangat Tampan"
"Beginilah Pamanku"
Alice dan Airel sangat bangga denganku.
Ini Adalah Hari Pertemuanku dengan Raja, Aku sudah Bersiap diruang tunggu bersama anak-anak. Aku tidak menyangka bahwa dalam waktu lebih dari setengah tahun aku akan segera memiliki wilayah sendiri.
"A-Apa kamu gugup paman?"
"A-Ahahaha bukankah kamu juga Riese? "
"Kalian Berdua, Tenanglah!!"
__ADS_1
"A-Annaaa"
"""" Hahaha"""
Berkat Anna, aku tidak merasakan gugup lagi. Ah kenapa Anna juga ikut? Bisakah Aku meninggalkannya sendiri? Dia sudah seperti saudara dengan Riese.
"knock knock knock"
"Silahkan masuk"
"Tuan Martin, Silahkan menuju Ruang Audiensi, Untuk yang lain Bisa melihat disamping, Kalian telah diberi tempat khusus"
Dengan begitu, Kami Segera menuju Ruang Audiensi.
"Sa-salam Hormat, Yang Mulia Raja"
Aku membungkuk setengah berlutut dan memberi salam pembuka pada Raja. Ah Aku sudah mempelajarinya dari kepala sekolah hanya saja aku sedikit gugup.
"Hmm, Bangunlah Martin"
Aku kemudian berdiri dengan tegak di depan Raja.
"Martin, Kamu telah memberikan sumbangsih besar untuk Kerajaan ini dalam bidang ilmu pengetahuan dan sihir. Kamu juga sudah mengatasi kesulitan pasokan bumbu makanan akibat perang sebelumnya. Bahkan mengembangkan produk perawatan yang sangat digemari di Negara ini, Berkat itu, Kita tidak perlu bergantung dengan negara sekitar dalam hal pasokan dimana itu artinya kita hampir bisa berdiri dengan kaki kita sendiri. Dengan ini, aku menganugerahkan gelar Baron untuk Martin. dengan Wilayah di wilayah utara Kerajaan Mazica ini. Kamu akan membawahi 3 desa yang akan di serahkan oleh Baron Ashley. Karena Kamu tidak memiliki nama keluarga, Aku juga menganugerahi nama Wilson sebagai nama keluargamu, Untuk Kamu ketahui, Wilson adalah nama Raja pertama negara ini. Aku berharap kamu akan mengingat itu. Aku juga akan memberikan kamu modal 50 koin Platinum untuk mengembangkan Wilayah utara atau bisa kita sebut wilayah wilson."
"Terimakasih yang Mulia, saya Martin Wilson dengan senang hati menerima ini"
Aku mendengar dari Kepala sekolah kalau wilayah utara ini sangat berantakan. Aku perlu mengetahui lebih Jauh Bagaimana keadaan disana.
"Baiklah, Baron Martin, itu saja yang aku sampaikan, Apakah ada yang ingin Kamu sampaikan? "
"Yang Mulia, Jika Anda Berkenan, Aku ingin mengenalkan keluargaku, Aku Harap mereka juga diterima sebagai bagian dari Baron Wilson"
"Ah, Itu bagus, Aku Juga Ingin mengenal mereka. Biarkan mereka Maju"
Dengan Permintaan Raja Mereka maju dengan malu-malu dan grogi.
""""" Sa-Salam yang Mulia Raja"""""
Mereka lalu mengenalkan diri dengan gugup, Rain bahkan menggigit lidahnya sendiri.
"Baiklah, Senang mengenal kalian. Hmm, Martin apakah ini berarti mereka juga akan memiliki nama keluarga Wilson?"
"Itu Benar, Yang Mulia"
Aku menjawab dengan tegas. Kali ini, Anna hanya melihat saja karena dia bagaimanapun masih memiliki keluarga, Tapi aku tetap akan menganggap dia bagian dari kami.
Setelah audiensi, kami semua kembali ke Mansion.
__ADS_1
"Ah, ini sangat melelahkan"
"Benar paman, Bahkan Alice Aira dan Airel langsung tertidur di perjalanan pulang"
Aku dan Riese sama-sama mengeluarkan ******* lelah karena Audiensi ini.
"Lalu, Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya paman? "
"Ah Aku sudah memikirkannya, Anna Aku ingin Orang tuamu datang dan bergabung denganku, aku butuh masukan dari orang tuamu yang pernah menjadi kepala desa sebelumnya. Apakah tidak Apa-apa? "
"Hmm, Aku perlu berdiskusi dengan mereka tapi sepertinya mereka tidak masalah, Bagaimanapun, mereka juga ingin segera mendapat tempat baru"
"Itu bagus. Lalu kita perlu menghubungi mereka. Hmm, Bukankah kalian juga sedang liburan? bagaimana bila sekalian kita bermain ke wilayah Marquiss bozes? "
"Ah, sepertinya itu ide yang bagus paman, bagaimanapun itu adalah tempat pertama kita. "
Riese juga setuju dengan ideku. Aku bisa sekalian mencari tenaga kerja dari guild petualang ataupun guild pedagang untuk wilayahku. Di ibu kota negara, Hanya ada sedikit petualang karena disana merupakan wilayah paling damai.
Setelah Kami berdiskusi kami semua kembali ke kamar kami dan beristirahat.
***
"Baiklah semuanya, Sebelumnya, Aku ucapkan selamat karena nilai kalian di Akademi sangat baik, Aku pasti akan memberikan kalian hadiah"
"""" Yeeeeeeyyyy, Hadiah""""
Semua sangat gembira, Sepertinya mereka sangat menantikan apa yang bisa didapatkan.
"Juga, Karena sekarang sedang liburan sekolah, Bagaimana kalau kita mengunjungi wilayah Marquiss Bozes? Mari kunjungi rumah pertama kita!! "
"Oyeeeeyy"
"Alice sangat bersemangat tapi sepertinya Airel sedikit cemberut, Ada apa Airel? "
"Itu, Airel teringat saat disana paman, bagaimana kami dulu.... "
Hmmm itu benar, Airel yang aku temui memiliki kondisi yang sangat buruk. Aku Rasa itu membekas dilubuk hatinya.
"Hey airel, bagaimana kalau kita juga menyelamatkan anak-anak yang mengalami kesulitan, Mari kita buat wilayah kita di utara sebagai surga untuk anak-anak, Apakah Airel akan membantu paman?"
"Benarkah Paman? "
"Alice juga akan membantu, paman!!! "
"Tentu saja, Kalian berdua yang akan menjadi kakak tertua nantinya. "
Ini akan ku tetapkan sebagai tujuan utama di wilayahku dimana anak-anak bisa tersenyum bahagia dan menjadi cahaya bagi negara ini.
__ADS_1