Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 71 - Di panggil Raja


__ADS_3

Setelah membeli budak, aku menuju ke rumah dan disana, sudah menunggu Ela.


"kami pulang"


"""" Kami pulang"""""


aku, anak-anak, Sion dan yang lainnya menyapa Ela termasuk para budak baru.


"Semuanya, perkenalkan ini Ela, Tunangan ku"


"""" salam hormat, nyonya Ela""""


Seluruh budak memberi salam lalu dibalas dengan sopan eh Ela. dia terkejut saat melihat ada satu anak kecil lagi yang bersama dengan anak-anak gadis dan bertanya padaku.


"Siapa ini, Martin? "


"Ah~ ini adalah anak dari bibi Lia disebelah sana"


Setelah mendengar penjelasanku Ela segera jongkok dan bertanya pada Rika.


"Adik kecil, siapa namamu? "


"Ri-Rika, Halo kakak cantik"


"Rika, nama yang indah. Berapa umurmu? "


"A-Aku berusia lima tahun"


"Bibi Ela, sekarang Rika akan menjadi sahabat kami"


Alice tiba-tiba berbicara pada Ela.


"Apa Alice sekarang adalah seorang kakak? "


"un, Alice dan Aurel akhirnya menjadi kakak"

__ADS_1


Alice dan Airel menunjukkan wajah bangga karena sekarang menjadi orang yang bertanggung jawab.


Bagi anak kecil, tanggung jawab akan membuat mereka merasa seperti sudah menjadi orang dewasa yang terlihat bijaksana. Padahal, orang dewasa sendiri sangat tidak bertanggung jawab dan lebih egois daripada mereka anak-anak.


Setelah berbincang-bincang sebentar, kami mengakhiri pembicaraan dan segera mulai tour sekitaran rumah.


aku memperkenalkan area halaman dan dimana para paman dan bibi akan mengurusnya. mereka bisa membagi berdasarkan shift kerja atau bekerja langsung bersama-sama. aku membebaskan mereka untuk itu.


Lalu para penjaga keamanan, aku harus mengaturnya untuk menjamin lebih aman dimana dua orang akan menjaga gerbang lalu dua lainnya akan berkeliling menjaga setiap sudut-sudut Mansion. penjaga keamanan harus menjaga kebugarannya agar kami merasa selalu aman.


Ah aku juga sedikit bingung menyebut ini rumah atau Mansion tapi aku rasa Mansion akan lebih cocok karena ini sangat besar.


saat mereka yang bertugas di area luar rumah sudah paham, aku mengajak mereka semua masuk dan melihat area dalam rumah. kenapa aku mengajak semua?


Ini penting karena jika terjadi sesuatu mereka juga paham bagaimana tata letak bagian dalam rumah.


Kami mulai berkeliling dari lantai bawah dan menjelaskan bagaimana mereka akan bertugas. pada dasarnya mereka bertugas melakukan bersih-bersih dan melayani permintaan orang-orang dirumah.


keterkejutan mereka yang pertama adalah melihat ruangan yang sangat terang dan terlihat sangat mewah.


kami lalu ke lantai dua dan menjelaskan pada mereka dimana area memasak. Kebetulan di barrack tidak ada fasilitas dapur dan hanya kamar jadi untuk makanan pata budak disini dan di Mansion lama, aku meminta mereka menyiapkan itu disini dan mereka boleh meminta pengawal yang sedang libur untuk membawa dan mengantarkan makanan untuk budak yang lain. saat para koki mencoba peralatan memasak disini, mereka sangat terkejut karena betapa praktisnya ini. mereka juga wanita seperti Sion. dengan kemudahan ini, mereka bisa menjamin makanan siap lebih cepat.


Mendengar apa yang aku katakan, bibi Lia menangis sambil mengucapkan terimakasih berkali-kali. bahkan sebelum dia menjadi budak, dia tidak pernah berpikir anaknya akan memiliki kesempatan bersekolah.


Sepertinya dia belum tahu kalau Raja sekarang membuka kesempatan belajar untuk semua anak-anak di Kerajaan Mazica.


Aku memberitahu bibi Lia bahwa sekarang di Kerajaan Mazica, mereka memberi kesempatan untuk belajar setiap anak dari kecil hingga dewasa.


Saat selesai berkeliling, aku mengantarkan mereka melihat barak mereka. anak-anak tinggal di ruang istirahat sambil mereka menonton serial kartun di TV yang aku siapkan. Ah, Aku lupa mengatakannya tapi para pelayan sudah sangat terkejut hingga kehabisan kata-kata untuk bertanya mengenai benda apa saja di dalam rumah ini.


Aku akan menyerahkan pada Sion untuk menjelaskannya nanti.


aku membagi kamar dengan susunan, suami istri bersama, penjaga keamanan bersama, dan pelayan bersama. untungnya ada dua belas ruangan sehingga masih tersisa satu kamar kosong.


Aku meminta mereka beristirahat dulu dan kembali ke Mansion. Saat perjalanan kembali, aku melihat seseorang mengetuk gerbang dan berdiri disana.

__ADS_1


Melihat orang itu, Ela mengatakan bahwa orang itu adalah pembawa pesan dari istana. aku belum pernah mendapat pembawa pesan sebelumnya.


Aku mengetahui ini dari raja. Jika keadaan darurat, raja akan langsung menelpon bangsawan tapi jika tidak darurat, raja akan mengirimkan pembawa pesan resmi ke tempat tinggal bangsawan.


aku dan Ela segera menemui orang itu dan mempersilahkan orang itu masuk. Aku meminta Sion menyiapkan minuman untuk tamu dan kami segera melakukan pembicaraan.


"Salam, Baron Wilson, nyonya Wilson. aku datang dengan tujuan membawa pesan dari Raja. Syukurlah kalian berdua ada disini. "


Mendengar itu, kami segera berdiri lalu menunduk dengan hormat untuk mendengar titah raja.


"Baron Wilson, Eleanor William, Kalian Akan diundang Malam ini di istana kerajaan untuk melakukan negosiasi langsung dengan orang-orang dari Kerajaan Nidel perihal pangeran pertama kerajaan Nidel. untuk itu diharapkan kalian bisa hadir dalam negosiasi ini"


Setelah mendengar itu aku dan Ela segera menyetujuinya dan kami berbincang sebentar dengan perwakilan dan perwakilan itu pamit undur diri.


kami bersiap diri sambil menunggu yang lain pulang karena ini pertemuan resmi. Ela memilih gaun Hijau Emerald untuk menunjukkan warna Elf dan aku menggunakan jas hitam resmi dalam budaya di bumi.


Kami menunggu sebentar sambil memberitahu anak-anak dan tidak lama setelah itu, Alicia, Riese, Anna dan Rain pulang.


Kami memberitahu mereka bahwa kami dipanggil oleh Raja untuk melakukan negosiasi tentang kasus pangeran pertama kerajaan Nidel yang ditahan. mereka segera mengerti dan memberikan semangat pada kami. mereka berharap pertemuannya berjalan dengan lancar dan damai.


Aku dan Ela setelah itu langsung menuju Ke istana dengan kereta kuda yang sudah dipersiapkan Raja untuk kami.


"Ela, Apapun itu, akan akan selalu melindungimu"


Entah apa yang aku pikirkan, aku Tiba-tiba mengatakan itu pada Ela.


"un, aku percaya padamu, Martin"


Ela merespon dengan senyuman manis di wajahnya dengan mata sedikit berkaca-kaca.


Saat sampai di istana kami segera turun dan menuju ruang Negosiasi.


kami dipersilahkan masuk setelah melaporkan diri. saat masuk, aku melihat disana ada seorang pria paruh baya dengan satu pria tua, satu pria muda dan satu wanita muda.


Disisi sebelahnya, ada satu pria paruh baya, paman penasihat dan yang mulia Ratu.

__ADS_1


Aku dan Ela segera memberi hormat pada semuanya.


"" Salam hormat, yang mulia raja, yang mulia ratu, tuan penasihat serta para tamu dari Kerajaan Nidel""


__ADS_2