Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 94 - Keseharian


__ADS_3

Seminggu Berlalu sejak insiden Nyonya Nina.


Ada beberapa hal yang bisa disimpulkan dari Ras Malaikat.


pertama, mereka introvert. Jika harus disamakan dengan orang di bumi, maka mereka akan cocok disamakan dengan ilmuwan.


kedua, mereka satu-satunya ras yang memiliki sayap tapi kecepatan terbang mereka mirip seperti seseorang berlari. itu tergantung dari bagaimana mereka berlatih terbang.


Ketiga, mereka sangat ahli membuat golem. Bahkan nyonya Nina mampu membuat Homunculus. Sebagai gantinya, mereka sama sekali tidak memiliki kemampuan tempur. Bahkan petani lebih kuat dari mereka.


Terakhir, Mereka sangat individualis. Tempat mereka di udara mirip seperti sebuah ufo di ketinggian diatas 30.000 kaki.


Dari info yang diberikan, jumlah ras malaikat bahkan kurang dari seratus orang. mereka berumur panjang dan tidak berminat dengan menikah atau berhubungan seperti sepasang kekasih.


Satu hal yang luar biasa dari mereka adalah kemampuan beradaptasi milik mereka. Dimanapun mereka, mereka akan mudah beradaptasi.


Jami juga sudah menginfokan pada Raja tentang kejadian ini. Dia sangat terkejut karena literasi mengenai Ras malaikat belum ada sama sekali. Artinya tidak pernah ada yang berpikir tentang keberadaan Ras malaikat.


Aku juga menginfokan pada Raja Naga dan Raja Ular tapi tidak ada yang peduli. mereka tahu mengenai Ras Malaikat tapi karena mereka tidak mengganggu, Raja Naga dan Raja Ular tidak terlalu peduli.


Raja Naga Hanya bertanya kapan para atlit siap untuk bertanding.


Aku mengatakan padanya bahwa Musim semi akan menjadi saat pertama kalinya aku memperkenalkan pertandingan olahraga.


Olimpiade selanjutnya juga akan di adakan di Kerajaan Frase. Ini akan menjadi Olimpiade pertama di dekat laut.


Kerajaan Mazica juga akan segera melakukan ujian dan membuka penerimaan murid baru.


Sekarang aku sedang membantu Ela untuk mempersiapkan soal praktek untuk kelas dasar.


Para Guru dari dunia lain sekarang juga sedang sibuk membuat soal untuk ujian Teori.


Saat Semua sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing, aku tiba-tiba mendapat telpon.


"Halo, Tuan Martin? ini aku Brian. Kami sepertinya berhasil menemukan tambang minyak"


"E~h, Benarkah Tuan Brian? Tu-tunggu sebentar. Aku akan menginfokan pada Raja dan aku akan menindaklanjuti hal itu."


Sepertinya minyak berhasil ditemukan. ini pasti akan baik untuk kemajuan teknologi dan banyak hal. Di dunia ini minyak tidak akan menjadi rebutan karena hanya kami mungkin yang tahu kegunaannya.


Bahkan ditempat lain mereka hanya menggunakan kayu untuk membuat api dan sihir cahaya untuk penerangan.


Aku segera Menghubungi paman dan Raja untuk menginfokan hal ini.


Mereka sangat bersemangat karena mereka tahu bagaimana bergunanya minyak.


Lokasi di temukannya minyak ternyata berada di wilayah Marquiss warhammer. untungnya ini ditemukan di sana karena mereka harusnya sanggup melindungi minyak ini.


Untuk sementara, aku bisa merasa aman. Paman dan Raja Mazica yang akan mengurus sisanya jadi aku bisa bersantai.


"Ela, sepertinya tambang minyak sudah ditemukan"


"Benarkah? "


"Tentu saja. Seharusnya ini akan menjadi awal kemajuan dunia ini"


Kami lalu melanjutkan membuat soal prakseriussx Saan seriussx


***


POV Alice


Ini adalah hari-hari yang sibuk. Alice dan Airel serta Kak Aira sibuk belajar untuk ujian Akhir.


Kata Paman, Dia akan mengajak kami Berlibur melihat laut. Alice tidak sabar untuk mengetahui bagaimana laut itu.adas

__ADS_1


"Alice, Apa kamu sudah belajar kisi-kisinya? "


"Err, Alice belum belajar, Airel, apa kamu sudah paham? "


"Airel juga belum belajar... "


"Alice, Airel, kalian sepertinya tidak ingin pergi melihat laut ya?"


"Ka-kakak, Alice ingin melihat laut"


"Airel jugaaa"


"Kalau begitu, Belajarlah dengan seriusserius. Bukankah paman sudah banyak mengajari dasarnya? "


benar, paman sudah mengajari alice dan Airel dasarnya. Tapi, karena Alice terlalu santai, Alice jadi sedikit tertinggal. Bagaimana jika paman tidak mengajak Alice bermain lagi?


Saat memikirkan itu, Alice menjadi merinding.


Kak Aira adalah murid terbaik di kelas dasar. mulai dari etiket sampai pelajaran, Kak Aira unggul dari semua murid.


Apakah Alice dan Airel sebodoh ini?


"Kak Aira, tolong bantu Alice dan Airel belajar"


"Kakak, Bantu kami"


"Baiklah, tapi ingatlah untuk serius. jika tidak kakak akan melapor pada paman kalau Alice dan Airel sering melanggar waktu menonton Kartun"


E~h, Dari mana kak Aira Tahu? Bukankah kamar kita sekarang sendiri-sendiri?


Alice merasa seperti di awasi.


"Kak, dari mana kak Aira tahu? "


"hum, kalian terlalu kecil untuk membohongi aku"


Kami akhirnya hanya bisa patuh dengan kak Aira untuk tekun belajar.


****


POV Alicia


"Hmm, Lagu ini sangat indah"


Aku sedang mendengarkan lagu-lagu yang disarankan oleh Eva untuk lagu pernikahan.


Walaupun lagu di dunia ini cukup bagus tapi jika dibandingkan dengan lagu dunia lain, aku merasa jarak yang sangat jauh.


Aku mendapatkan tugas dari Kak Ela dan Eva untuk memilih lagu. mereka mempercayakan aku karena aku paling paham musik dibandingkan mereka.


"Ela, Apa yang kamu lakukan? "


"hm? Helen kah? aku sedang mendengarkan lagu"


"E~h, tapi kan sekarang sangat sunyi, dimana lagunya? "


Helen yang bingung dengan tingkahku segera bertanya.


"Ah, Aku sedang mendengarkan lagu dari alat ini"


Aku menunjukkan headsetku padanya. walaupun mereka sudah mengetahui yang namanya smartphone, tapi mereka belum mengetahui alat seperti headset ini.


"Mau coba mendengarkan? "


"um, biarkan aku mendengarnya juga"

__ADS_1


Aku lalu memberikan Helen headset sebelah kanan dan membiarkan dia mendengar lagu yang sedang aku putar.


"hm, ini sangat indah. apa ini menceritakan tentang sepasang kekasih? "


"Benar, bagaimana indah bukan? "


"Ya, sangat jarang ada lagu sebagus ini"


"hehe"


"Tapi, kenapa kamu mendengarkan lagu ini? "


"itu.... "


"Apa Martin tidak memperhatikanmu? "


"a-apa yang kamu bicarakan Helen? "


Sial, Helen ini memiliki mulut yang berbisa.


Gara-gara dia, semua guru datang padaku dan mendengarkan lagu yang aku dengarkan.


Beginilah hari-hariku sebelum acara pernikahan.


****


POV Raja Nidel.


"Penasihat, bagaimana menurutmu? "


"Tuan, Aku juga tidak tahu tentang Ras malaikat ini"


"wilayah Wilson benar-benar penuh dengan misteri"


"Keputusan yang tepat dari yang mulia untuk menaruh lisa disana"


"Syukurlah aku memiliki otak yang baik"


"itu benar, yang mulia"


"Lalu bagaimana dengan pangeran pertama? "


"Pangeran pertama sedang mengikuti pelatihan militer dan diperlakukan layaknya warga biasa"


"Bagus, biarkan dia berpikir dengan otak kecilnya itu berapa beratnya hidup ini"


Aku masih kesal dengan tingkahnya yang keterlaluan.


"Lalu, Penasihatku, apa kamu memiliki cara agar lisa juga bisa bersama dengan Martin ini? "


"hm, agak sulit memang untuk menjadi bersama dengan tuan martin. ini karena dia sibuk di ibu kota."


"Apakah tidak ada cara? "


Aku dan penasihat berpikir keras untuk mendapatkan cara.


"Tuan, aku memiliki ide. Tapi, ini sangat beresiko... "


"Tak masalah, katakan padaku"


Penasihat kemudian membisikkan itu padaku.


"ini.... "


Aku harus berpikir lagi apakah akan menggunakan cara ini atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2