Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 21 - Menikmati Liburan


__ADS_3

Kami akhirnya sampai di kota Bezos. Aku juga merindukan Toko pertamaku.


"Paman, Ayo ke Rumah!!! "


Alice mengajakkj ke rumah, Yah pasti dia juga sangat merindukan Rumah. Kami Berjalan hingga sampai didepan toko kami.


"Ah~ seperti biasa, sangat ramai disini"


"Itu benar, Bagaimanapun toko paman adalah toko yang menjual rempah-rempah terbaik"


Kami lalu menuju ke toko.


"Ah, Tuan Martin, Lama tidak bertemu, Kalian juga anak-anak,bagaimana keadaan kalian? "


"""Halo Paman Bruno"""


"Ah, Bruno, Aku baik-baik saja, Bagaimana keadaanmu? "


"Seperti biasa tuan, sangat santai disini"


"Ahahaha kalau begitu aku masuk dlu"


"Ya, Tuan, Silahkan"


Aku masuk ke dalam tokoku dan menyapa penjaga toko Di counter.


"Halo Ria, Bagaimana pekerjaannya? "


"ah, Halo tuan, Selamat datang kembali, Anak-anak juga"


"""" Halo bibi Ria""""


"Disini seperti biasa Tuan, Sangat sibuk"


"Ah apa perlu aku menambahkan tenaga untukmu? Maaf aku tidak memperhatikan ini"


"Tidak-tidak masalah, Aku cukup menyukai bekerja disini"


"Baiklah, terimakasih bantuannya Ria. Ah, Bisakah kamu menyampaikan ke guild kalau aku menginginkan tenaga tambahan? "


"Tentu saja Tuan, Serahkan padaku"


Kami lalu menuju ke atas. Alice, Riese, Aira dan Airel langsung melompat ke kasur mereka. Seperti yang aku duga mereka juga merindukan rumah disini. Hanya Anna dan Rain yang tidak melakukannya bagaimanapun Anna tidak lama disini dan Rain adalah laki-laki.


"Hahaha apakah kalian senang? "


"Ya paman, Aku merindukan rumah ini"


"" Aku juga Paman""


Alice, Aira dan Airel menjawab secara bersamaan.


"Lalu paman, Apa yang akan kita lakukan selanjutnya"


"Hmm, Kita akan mengunjungi tempat Baro Vine. Menengok ayah dan ibu Anna. Bukankah ini kesempatan menemui beberapa warga dari desa Molly? "


"Baiklah, Paman. Aku juga merindukan Mereka"


Riese, bagaimanapun masih memiliki ikatan dengan warga desa.


setelah memutuskan apa yang akan kami lakukan, kami semua melanjutkan dengan makan siang dan beristirahat karena keesokan harinya kita akan melakukan perjalanan jauh.


"Apa kalian sudah siap? "

__ADS_1


""""" Oooooohhhh""""


Kami segera menuju pintu keluar kota dan berjalan agak jauh.


"Itu paman, apa kita akan berkemah diluar lagi? "


Riese menanyakan itu. Ah aku ingat sebelumnya saat kami di hutan kematian. Itu memang sangat melelahkan.


"uhum, Tenang Riese, Paman Akan menunjukkan pada kalian sesuatu yang hebat. "


Aku pergi ke toko online dan membeli sebuah mobil MPV yang bisa muat banyak orang. aku berani membeli mobil karena di skill online shopku bahkan menjual Gasoline. Saat mobil muncul di depan anak-anak,


"Sihir paman sangat hebat, Bahkan Bisa memunculkan gerobak"


"Apa ini memang gerobak Alice? "


"Kurasa? "


Alice dan Airel sedang berdiskusi, hahaha mereka sangat imut. Aku segera membeli gasoline dan mengisi tangki mobil lalu mengajari mereka cara masuk mobil.


"Eh, Kenapa sangat nyaman di dalam sini? "


"Apakah begitu Anna? "


"Ya, Aku sudah sering naik gerbong kuda, ini benar-benar terasa berbeda"


"Alice juga sudah pernah mencobanya"


"Ini pertama kalinya bagi Airel, Sebelumnya kami menyusup di gerbong kuda pedagang"


"Hahaha, Baiklah, Mari kita rasakan perjalanannya. "


kami lalu pergi menuju Wilayah Baron Vine. dalam Perjalanan, kami mengejutkan beberapa pedagang yang lewat.


****


Akhirnya selama 12 Jam perjalanan, Kami tiba di wilayah Baron Vine. Waktu tiga hari dengan gerbong kuda berhasil kami pangkas hingga menjadi 12 jam. Selama perjalanan Aku memberikan Anak-anak berbagai Snack dan minuman manis agar mereka tidak bosan, Namun ini malah membuat mereka sangat ketagihan.


"Paman, Alice Ingin Snack lagi"


"Aku juga paman"


"A-Airel juga"


Hanya Alice, Aira dan Airel yang memintanya tapi bisa aku lihat semua menjadi suka dengan snack. Aku bisa membacanya dari ekspresi Riese dan Anna.


"Baiklah. Akan Paman Berikan Nanti. Sekarang, Ayo turun dan masuk ke kota vine"


Ah kota vine, akhirnya aku mengunjunginya juga. Bagaimanapun ini adalah tujuan pertamaku saat mencari wilayah pemukiman manusia. Kami dipimpin Anna dan melewati gerbang kota Vine.


Aku mengamati kota ini. Ini seperti standar kota kecil atau lebih tepatnya bisa dibilang seperti kecamatan. Saat tiba di Sebuah Rumah,


"Ayaaah!!!! "


Anna berteriak memanggil seorang pria tua disana yang adalah ayahnya.


"Oooh Anna Kamu pulang. Ah, Bahkan Riese dan Alice juga, Syukurlah kalian selamat"


Ayah Anna menangis dan memeluk Riese dan Alice. dia sungguh baik hati.


"Paman, aku juga Senang melihatmu baik baik saja"


"Alice juga Senang"

__ADS_1


"Ya ya, Syukurlah semua baik baik saja"


"Ayah, Dimana ibu? "


"Ah ibu, Sedang membantu di kamp pengungsian, sudah sebulan ini banyak sekali pengungsi di wilayah ini. Banyak kejadian Monster keluar dari hutan kematian"


"Apakah ini akan mempengaruhi wilayah Baron? "


"Hm, Siapa kamu? "


"Ah, Maaf, Aku Martin, Aku yang merawat anak-anak disini. "


"Ah, Jadi kamu orang yang diceritakan Anna di surat. Terima kasih banyak, Tuan Martin sudah menjaga Anna juga"


"A-Ah~itu tidak masalah Tuan"


Saat Kami sedang mengobrol, Seorang Wanita paruh baya dan Pria Paruh Baya datang mengunjungi kami.


"Ibuuuu!!! Paman!!!! "


"" Anna""


Mereka Berpelukan cukup lama.


"Anna, bagaimana Sekolahmu di ibukota? "


"Ah berjalan baik, tapi, aku tidak sebagus Riese, Dia sangat Pintar"


"Riese, Syukurlah kamu dan Alice selamat!!! Bibi sangat mengkhawatirkanmu "


"syukurlah bibi juga selamat, bagaimana dengan penduduk desa Molly yang lain bibi"


"Aku tidak mengatahui yang lain tapi beberapa dari mereka yang memiliki keluarga disini semua aman"


"Syukurlah"


"Ah sayang,kakak, perkenalkan ini tuan martin yang merawat Anna, Riese dan Alice di ibukota"


"Halo, Aku Martin"


"Halo tuan Martin, aku ibu Anna, Nina"


"Aku paman Anna, Freddy"


Kami berkenan secara singkat dan kemudian aku bertanya kepada paman Anna.


"Tuan Freddy kudengar sedang banyak pengungsi, bagaimana ini bisa terjadi"


"Itu... "


Kemudian Freddy menceritakan bagaimana keadaan saat ini. Menurutnya, sudah sebulan ini monster dihutan kematian menjadi gelisah. banyak yang keluar dan membuat masalah di desa sekitar. akibatnya, banyak pengungsi yang terkumpul disini, Ah tidak hanya disini, Beberapa tempat di wilayah Baron dan viscount lain juga seperti ini.


"Apakah sudah diselidiki? "


"Ya, Guild petualang sudah menyelidikinya. Menurut mereka ini kemungkinan karena ada monster berlevel tinggi disana"


"Ah Begitukah? "


Aku menjadi sangat penasaran. Rasanya jiwa petualangku mulai membara. Aku memikirkannya, Dan merasa ingin mengetahuinya juga. Lagipula Level petualang disini di beri peringkat bukan berdasarkan level. level hanya berlaku untuk skill.


"Seharusnya sore ini, seluruh laki-laki akan melakukan patroli disekitar hutan kematian. Apa kamu tertarik untuk ikut? Aku tidak bisa memaksamu karena kamu bukanlah penduduk disini"


"Ah, Tidak masalah, Aku akan ikut dengan kalian juga"

__ADS_1


Dengan Begitu, Aku didaftarkan untuk ikut patroli disore hari nanti.


__ADS_2