
POV Rinze
Hai, namaku Rinze. Aku adalah budak yang baru saja di beli Tuan Martin. Kenapa aku bisa menjadi budak? Ah seharusnya kalian sudah tahu itu.
Tuan Martin memperlakukan kami dengan sangat baik. Kami diberi rumah bekas seorang pedagang. biasanya budak hanya diberi rumah kumuh atau rumah sementara. Kami juga diberi pakaian yang indah sebagai karyawan serta baju sehari-hari. Budak pada umumnya memiliki taraf hidup yang cukup baik di wilayah ini meskipun baju yang mereka kenakan hanya dipinjamkan bila dibandingkan taraf hidup budak di wilayah lain. Bagaimanapun aku adalah seorang mantan pedagang yang telah bepergian di beberapa negara.
Hari ini adalah hari pembukaan toko pertama Tuan Martin. Dia meminta kami bersiap dari jam 4 pagi guna diberi pelatihan.
Aku terkejut saat melihat kosmetik yang akan dia dagangkan. itu memiliki kualitas yang sangat baik bahkan jika dibandingkan dengan kosmetik milik bangsawan tinggi. Aku yakin ini akan menjadi hit besar dipasaran. Tuan Martin sepertinya tidak mengerti bagaimana kualitas kosmetik bangsawan. Aku berdiskusi dengan tuan Martin bagaimana menentukan harga kosmetik ini.
"Rinze, Berapa harga kosmetik di pasaran? "
"Hmm, jika itu untuk bedak, Itu seharga 5 emas dan lipstik seharga 3 Emas. ini adalah harga tertinggi untuk kosmetik terbaik. Belum ada yang menjual skin care dan blush on seperti ini"
"Hm, mungkin aku perlu menjual seharga 2 emas? "
"Eh~"
Aku terkejut dengan harga yang di ajukan Tuan Martin. Ini terlalu murah untuk kualitas seperti ini.
"Ada apa Rinze? "
"Tuan, Kamu yakin akan menjualnya seharga 1 emas? "
"Memangnya kenapa? "
"Itu terlalu murah Tuan, ini bahkan jauh lebih baik dibanding merek yang digunakan bangsawan tinggi. "
"Tenang saja, Aku sudah mendapatkan banyak untung dengan harga segitu"
"Ba-Baiklah kalau begitu"
Akhirnya disepakati bahwa,
sabun mandi adalah 1 emas
Shampoo adalah 1 emas
Pembersih muka 1 emas
pelembap muka 2 emas
Blush on 1 emas
Lipstik 1 emas
sun screen 1 emas
Bedak 2 emas
Perfume 2 emas
Uwaaah, ini menggugah jiwa wanitaku. Kosmetik dipasaran untuk kalangan bawah saja seharga 50 perak. Bagaimanapun ini adalah produk kecantikan dimana wanita pasti akan membelinya.
POV Rossa
Hai, Aku adalah Rosa Kekasih Broli. kami cukup sial karena harus berakhir kalah dalam perang dan menjadi tawanan perang. Karena kami tidak memiliki keluarga, kami akhirnya berakhir menjadi budak perang. Alein Sebagai ketua memohon pada pedagang budak agar hanya menjual kami secara satu paket dan tidak boleh terpisah. Akibatnya, kami belum terjual hingga akhirnya kami dibeli oleh Tuan Martin.
Aku bersyukur Tuan Martin yang membeli kami. pertama, kami tidak akan berakhir di medan perang antara negara. kedua, kualitas kehidupan kami malah meningkat bersama Tuan Martin. Bisakah kamu tidak senang kualitas hidupmu meningkat?
karena alasan itulah aku bersyukur menjadi budak Tuan Martin. Ah, kembali ke saat ini. Sekarang tuan Martin sedang mengajarkan aku tata pengaturan di area pakaian. Aku terkejut melihat label harga yang berada di kotak dan lemari pakaian, Misalnya saja, Dalaman yang indah dan menggoda ini... Maaf aku tidak bisa mendeskripsikan mengenai ini, Dijual seharga 30 perak. aku adalah seorang petualang wanita, aku mencari uang untuk kesenanganku jadi aku sering datang ke toko-toko pakaian semacam ini. Aku juga bahkan pernah datang ke toko pakaian untuk bangsawan. kalian tahu? wanita akan selalu menyukai pakaian yang indah.
__ADS_1
Kembali ke harga yang di tulis tuan Martin. Dalaman seperti ini yang seharga 30 perak sungguh suatu kerugian. Menurutku ini layak untuk seharga 1 emas. juga gaun malam ini. ini adalah gaun malam pesta yang bahkan jauh meninggalkan kualitas gaun malam di toko bangsawan yang pernah aku masuki. Tuan Martin Hanya menjualnya seharga 30 emas. Harga di toko yang pernah aku kunjungi adalah 99 emas.
Baju sehari-hari yang tuan Martin berikan pada kami juga sangat bagus terutama baju kerja ini, Kami terlihat seperti bangsawan. jika kamu mengecek di toko biasa, baju sehari-hari yang tuan Martin berikan pada kami bisa dijual seharga 50 perak per baju. ini benar-benar membalikkan pandanganku.
Saat aku menjelaskannya pada Mina, Dia juga terguncang.
"Rossa, Apa benar harga bajunya hanya segini? "
"Tentu saja, Aku juga awalnya meragukan mataku"
"bukankah selama ini kita hanya membeli pakaian yang tidak layak bila dibandingkan dengan ini? "
Mina, Hentikan, Kamu menghancurkan pikiranku!!!!!
POV Sion
Hai, Aku Sion, Half Elf. Saat lahir, aku sudah menjadi budak. Aku mengetahui dari teman-temanku bahwa aku mungkin adalah orang yang dijual sebagai budak karena berbagai hal.
Sejak aku dibeli sebagai budak, Setiap Tuan yang membeliku hanya menginginkan tubuhku. Budak mendapatkan perlindungan batasan dimana mereka tidak boleh di setubuhi tanpa seijin mereka sendiri. oleh karena itu, Setiap kali aku dijebal aku selalu menyerang tuanku dan berakhir dijual lagi dengan status memiliki catatan hitam. setelah beberapa kali seperti itu, Sangat sedikit yang berminat padaku karena catatan hitamku.
Singkat Cerita, aku dibeli oleh tuan Martin. Awalnya aku berpikir dia akan menjadi tuan yang sama dengan yang lain. karena memikirkan itu, Aku selalu waspada padanya sampai akhirnya aku berubah pikiran ketika menjaga 3 anaknya. Aku kira mereka adalah anak-anaknya tapi setelah berinteraksi mereka bercerita bahwa Tuan Martin adalah orang yang menolong mereka dan merawat mereka selayaknya keluarganya sendiri. Kalian tahukan, Anak kecil adalah makhluk yang polos. Mereka tidak akan berbohong.
Sejak saat itu pandanganku berubah tentang tuan Martin.
Dia juga mengajarkanku bumbu untuk memasak di rumahnya yang sangat rumit serta memberikanku buku resep memasak. ya, Buku resep memasak adalah harta yang berharga yang hanya ditulis oleh koki sebagai rahasia resep keluarga. Tuan Martin memberikannya seolah-olah itu sesuatu yang umum dan tidak berharga.
Yang paling menyentuh hatiku adalah mereka semua berterimakasih atas masakan yang aku buat. Selama aku menjadi budak, Aku tidak pernah di Apresiasi dalam melakukan berbagai hal. bukannya aku mengharapkan apresiasi, hanya saja, Saat diberi Apresiasi rasa Terima kasih, itu terasa sangat hangat didalam lubuk hatiku. Meskipun baru dia hari aku disini, Aku merasa aku benar-benar disambut oleh mereka.
POV Rinze
"Baiklah, Mari kita buka Tokonya!!! "
"""" Ya"""
Aku kira ini wajar untuk toko yang pertama kali buka dimana belum banyak lalu lintas. Setelah menunggu hingga siang hari, ada seorang wanita paruh baya yang memasuki toko.
"Selamat datang, Ada yang bisa kami Bantu? "
Aku menyambutnya.
"Ah, Aku kebetulan lewat sini, Sepertinya kalian baru buka. "
"Ah, Benar, nyonya, Kami Toko khusus wanita yang menjual kosmetik dan pakaian dan anak-anak"
"Hoo, Kosmetik? "
"Benar Nyonya"
"Seberapa Baik menurutmu bila dibandingkan dengan kosmetik milikku"
"Nyonya, Bukannya aku ingin menyombongkan barang daganganku tapi bahkan bila dibandingkan dengan merk Royal dan Raven, ini masih jauh lebih baik"
"Hoo, Apa yang membuatmu begitu berani berbicara besar seperti itu"
"Nyonya, Silahkan duduk disini dahulu"
Aku menyuruhnya duduk didepan cermin dan mulai mengambil tester.
"aku akan memakaikan nyonya pembersih muka ini untuk mengeluarkan sisa make-up darimudarimu. Ini bertujuan agar tidak tercampur dengan kosmetik nyonya dan menyebabkan iritasi. Guna pembersih ini juga adalah dia bisa membersihkan wajah nyonya dari sisa kosmetik dibanding hanya menggunakan air"
"Baiklah, Tapi jika hasilnya tidak bagus, tunggu saja, aku akan menuntut toko ini"
__ADS_1
"Tentu saja nyonya, aku berani menjaminnya"
Setelah itu, Aku mulai prosedur penggunaan skin care dan kosmetik seperti yang diajarkan Tuan martin padaku. setelah 15 menit,
"A-Apakah ini aku? "
"Tentu saja nyonya, sudah aku bilang aku berani menjaminnya"
"Nona Resepsionis, Berikan Aku setiap bagian kosmetik sebanyak 5 pcs"
"Baik, nyonya terimakasih atas pembeliannya. Ah, Apa anda tidak ingin melihat pakaian? "
"Apakah ini juga bagus? "
"Tentu saja nyonya, kamu tidak akan menyesal. Mina, Datanglah dan temani Nyonya kita untuk melihat pakaian"
"ah, Baiklah Rinze"
Mina segera datang padaku
"Halo nyonya, Aku bisa memandumu untuk melihat lihat pakaian"
"Baiklah antarkan aku"
30 menit kemudian, Nyonya itu datang membawa Selusin gaun malam beserta Dalaman.
"Hitung ini untukku juga"
"Baik, nyonya Terima kasih banyak atas pembelianya"
"Ah ngomong-ngomong apa kalian masih memiliki banyak stok barang? "
"Tentu saja Nyonya, Ah kebetulan Tuan ini adalah pemilik toko ini"
aku melihat Tuan martin baru saja pulang mengantarkan anak-anak.
"Ah, Halo nyonya, terimakasih telah mampir ke toko kami"
""" Terimakasih """
Tuan martin dan para nona muda mengucapkan terimakasih ke nyonya pelanggan.
"Ah sama-sama, Mereka anak-anak yang sopan. Aku menanyakan nona resepsionis ini, apakah kalian memiliki banyak stok untuk ini? "
"Ah tentu saja nyonya, aku masih memiliki banyak stoknya. "
"Itu bagus, Aku akan mengajak teman temanku besok kesini, Mungkin Sekitar sore hari"
"Ah baiklah nyonya kami akan senang menyambut anda dan teman-teman anda"
"Baiklah kalau begitu, Sampai jumpa besok"
""""sampai jumpa, Silahkan berkunjung lagi""""
Nyonya itu pergi dengan senyum bahagia. ngomong-ngomong dia tidak ingin make upnya di hapus.
"Terima kasih atas kerja keras kalian Rinze, Mina dan Rossa, Aku harus kembali ke akademi, Aku Menitipkan anak-anak padamu, Sion"
""" Hati-hati di jalan Tuan"""
Kami semua mengantarkan kepergiannya.
__ADS_1
Setelah itu ada beberapa perualang wanita yang datang dan membeli kosmetik atau pakaian. Ini hari pertama pembukaan toko yang sangat baik. Aku berharap Akan Selalu Ramai Kedepannya.
Ah, Aku juga tidak tahu bahwa sore nanti Tuan akan membawa teman-teman Gurunya untuk membeli kosmetik dan pakaian.