
Acara Pernikahan Berlangsung dengan Meriah.
Beberapa acara hiburan di tampilkan mulai dari teater musikal, musik pengiring pengantin yang ternyata dipilih sendiri oleh Alicia hingga karnaval sirkus khusus di Jalan umum untuk masyarakat.
Kami juga mulai pawai mengelilingi wilayah Wilson sebagai bentuk perayaan kami dengan warga di wilayah Wilson.
semua warga bertepuk tangan dengan suka ria bahkan banyak yang menari di jalan sebagai bentuk kesenangan.
"Apakah kalian menikmatinya? "
Aku menanyakan itu pada Eva, Ela dan Alicia.
"un, ini sangat menyenangkan, paman... lebih penting lagi, sekarang aku bisa bersamamu"
"Itu benar. kami sangat menyukai ini, Martin. terimakasih telah memberikan pernikahan yang indah untuk kami"
"Aku sangat menyukainya, Martin. Para warga juga sangat antusias dengan pernikahan kitakita. sayangnya, Riese dan Anna Masih harus menunda menikmati ini"
Benar mereka masih harus menunggu dua tahun lagi untuk menikmati pesta seperti ini.
"Tidak masalah, Lagipula pendidikan mereka adalah yang nomor satu"
Semua setuju dengan perkataanku.
Ah, kebetulan, mereka adalah pengiring di bagian belakang kami. mereka bersama anak-anak gadis dan Rain.
Setelah pawai selesai kami kembali ke mansion untuk kunjungan khusus.
Ini adalah hari yang sangat padat, aku masih harus menyambut para raja yang datang ke tempatku.
Semangatlah, Martin, ini acara sekali seumur hidupmu-
Err, tunggu dulu. maksudnya ini acara pertamamu dalam pernikahan!!!
****
POV Milia
Hai, semua. Aku adalah milia, anak dari ratu kerajaan Luther, Ratu olive.
Aku mendapatkan tugas sebagai perwakilan kerajaan Luther di wilayah Wilson.
Saat pertama kali ke Kongres, aku sudah langsung tertarik dengan aura dari Baron Wilson.
Tidak seperti para pria lain, dia tidak membuatku merasa jijik.
Bagaimana aku bisa mengatakan itu?
Alasan utama adalah perasaanku sebagai wanita. perasaan wanita selalu benar.
Lalu, lihatlah bagaimana dia merawat anak-anak disekitarnya serta para tunangannya. tidak ada satupun yang berwajah muram.
Jika kalian berpikir bahwa itu mungkin karena Martin bisa memaksa mereka tersenyum, lalu bagaimana dengan seluruh wilayah ini yang selalu tersenyum bahkan di panti asuhan sekalipun?
Semua sudah sangat jelas. lagipula, aku juga memiliki skill unik yang tidak dikuasai siapapun.
Itu adalah aku mampu berbicara dengan para monster.
Aku sangat terkejut bahwa piaraan tuan Martin yang orang lain pikir kucing sebenarnya adalah thunder tiger.
Itu adalah makhluk Rank S kalian tahu?
Dan ada sepasang disana.
Dari situ saja sudah mencerminkan bagaimana keamanan wilayah ini. penjaga portal juga merupakan makhluk rank S.
__ADS_1
Baiklah, Mari fokus ke masalah utama disini.
kalian tentu sudah tahu bukan bahwa rata-rata yang dikirim dari negara lain adalah wanita?
Mereka semua memiliki pemikiran yang sama pada baron Wilson.
Bahkan ibu juga memikirkan hal yang sama. kerajaan Luther adalah kerajaan wanita jadi pria adalah prioritas ke dua di sana.
Menurut ibu, Hanya Baron Wilson yang pantas menjadi prioritas utama.
Bahkan Ayahku tidak di perlakukan seperti itu.
pada pernikahan Baron Wilson kali ini, aku merasa bahwa sepertinya banyak yang membuat pergerakan diam-diam.
Ini karena peluang untuk mendekati Baron sangat besar disaat pernikahan ini.
Kenapa aku mengatakan seperti itu? ini karena thunder tiger tidak berada di sekitar Baron. memang Baron bisa menahan serangan fisik karena perlindungan ras naga tapi tidak dengan resistensi obat.
Aku memperhatikan sekitarku dan aku secara diam-diam menuju ke thunder tiger.
"Tuan Tiger. apakah kamu disini? "
"Um? Milia kah?
"Tuan Tiger, bisakah kamu bersiap-siap saat aku meminta bantuan? aku memiliki firasat akan terjadi insiden"
"Gadis kecil, bukankah kamu melebih lebihkan firasatmu? lagipula, bisakah orang biasa melukai tuanku? Jangankan melukai, masuk ke wilayah ini saja belum tentu bisa"
"Tuan Tiger, firasat wanita pasti benar"
".... "
Kenapa tuan tiger tidak mengerti hal mendasar seperti ini? Apakah karena dia monster?
"Baiklah, Baiklah, jentikkan saja tanganmu jika memang ada masalah darurat. aku akan segera muncul disana? "
"Benarkah, Terimakasih Tuan"
"Ya, Ya, Bagaimanapun, kamu yang paling memperhatikan kami disini bersama anak-anak tuanku. Bahkan tuanku tidak memperhatikan kami"
Are? kenapa dia sepertinya malah curhat padaku?
"Jangan dengarkan dia, Milia. jika dia tidak segera bergerak menolong tuan Martin atau kamu, aku akan menghajarnya disini"
"Sayang, jagalah sedikit wibawa suamimu ini"
"Apa kamu masih mau protes? "
Nyonya tiger menatap tuan tiger dengan wajah yang sangat jahat.
Apakah disemua tempat wanita begitu mendominasi?
"Ti-tidak sayang. aku mengerti"
"Sekali lagi terimakasih nyonya tiger, Tuan Tiger."
"Panggil saja kami dengan shiro dan yuki"
"Baiklah, nyonya yuki."
Setelah mengatakan itu, aku segera pergi dan menuju ke kelompok pengawas untuk selalu mengawasi mereka.
Aku melihat Tuan Martin sedang menyambut para Raja yang datang memberikan hadiah.
"um ? Lisa? Kenapa Wajahnya agak pucat? "
__ADS_1
Aku melihat lisa di sana menggenggam tangannya dengan erat dan terlihat pucat serta gelisah.
"Lisa, apa kamu tidak enak badan? "
"Ti-Tidak, aku baik-baik saja, Milia"
Hm, sepertinya dia sangat gugup. apa yang di pikiran olehnya?
Lisa adalah orang yang baik. dia seharusnya tidak memikirkan sebuah rencana juga kan?
Aku perlu membuyarkan pikiran bodohnya itu.
"Lisa, aku harap kamu tidak berpikir yang Aneh aneh. Aku sangat mengetahui tuan Baron. Dia adalah orang yang baik tapi jangan pancing amarahnya"
"Milia.... "
Pada akhirnya setelah mendengar kata-kataku, aku mendengar dia juga diminta secara langsung berhubungan dengan baron dengan gara-gara kurang baik.
"Lisa, sebaiknya kamu mengikuti aku. lebih baik kita menggagalkan rencana pengawas lain. aku yakin tuan Baron akan lebih memperhatikan kita."
"Apakah begitu, milia? "
Lisa terlihat merasa sangat bersalah karena di minta melakukan itu.
"Percayalah padaku, Lisa"
Lisa adalah salah satu wanita yang paling aku percaya di wilayah Wilson ini selain para tunangan Baron.
Aku meminta dia mempercayai aku agar dia tidak mengambil tindakan yang bisa merusak hubungan.
"Baiklah, Milia"
***
POV Martin
"Terima Kasih, Yang mulia Raja. kado anda aku Terima dengan senang hati"
"Baguslah, Martin. Lalu bagaimana dengan perkataanku dulu? apakah kamu sudah memikirkannya? "
sepertinya raja Mazica masih mengingat perkataannya terdahulu tentang perjodohan dengan putri Elsa.
Raja, aku bisa stress jika terlalu banyak wanita.
"A-Ahahaha, Yang mulia, aku sepertinya tidak akan kuat mengatasi terlalu banyak wanita"
Aku berusaha menolaknya dengan halus.
"Tambah satu tidak akan terlalu berpengaruh"
"ini.... "
Bisakah aku menolak dengan baik?
"Yang mulia Raja, Biarkan suamiku memikirkan itu dulu"
Ela tiba-tiba menjawab pertanyaan Raja seperti itu.
"Hmmm, baiklah. Aku mengharapkan jawaban yang baik"
Huft, untunglah ini bisa berakhir dengan segera.
Aku sangat lelah menghadapi hal-hal seperti perjodohan.
__ADS_1