Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 34 - Proses Seleksi


__ADS_3

Saat Aku menyeleksi calon sutradara, Aku melihat Alice, Aira dan Airel hanya duduk dengan tenang sambil mengelus anak-anak thunder tiger. Kelihatannya mereka sangat bosan. Lagipula mereka pasti tidak paham apa itu Teater musikal.


hmm, Apa yang harus aku lakukan?


Memikirkan itu, Aku tiba-tiba mendapatkan ide. Aku membuka online shop lalu membeli tablet yang sudah include kartu perdana didalamnya dan memori card berisi beberapa Anime dan cartoon yang tentu saja sudah berbahasa x yang sama dengan dunia ini.


Perlu aku ingatkan bahasa dunia ini sama dengan bahasa di duniaku sebelumnya.


Untuk mengecharge tablet, aku sudah menyiapkan panel surya, aki dan terminal.


"Alice, Aira, Airel, datanglah ke paman"


"Ada Apa paman? "


Alice bertanya padaku.


"Apa kalian jenuh?


"Hmm sepertinya begitu, paman"


"Aku juga merasa seperti itu"


"Airel juga, Paman"


"Hm, Begitu ya, kalau begitu, Paman akan memberikan kalian ini."


"Apa itu Paman? "


"Apa itu? "


"Airel ingin lihat juga"


"Baiklah, Baiklah, akan paman tunjukkan, Begini cara pakainya"


Aku mengajari mereka cara menggunakannya.


Eh~ Apa aku tidak salah lihat?


Kenapa ada signal disini?


Aku segera mengeluarkan smartphone milikku yang aku matikan semenjak melakukan camping. Aku tidak berpikir menggunakan smartphoneku karena aku langsung mengecek area hutan dan bertemu Riese dan Alice.


Saat aku menyalakan smartphoneku,


*kring kring kring*


notifikasi pesan masuk dan panggilan tidak terjawab bertumpuk. melihat ini belum berakhir, aku memasukkan smartphoneku ke Kantung celana dan lanjut mengajari Anak-anak.


"Maaf anak-anak, paman sedikit teralihkan. cara pakainya seperti ini... "


Aku mengajari mereka cara memakai tablet dan memutar video animasi. ini sangat mudah dipahami bahkan oleh anak berusia lima tahun. saat menonton animasi t*m & Je**y, anak-anak menjadi sangat terpukau. mata mereka tidak bisa teralihkan dari layar tablet.


Aku lalu menekan tombol pause dan anak-anak menjadi terkejut.


"Ah~ Paman kenapa ini berhenti"


"Paman, Apa ini, Ini sangat luar biasa"


"Airel sangat menyukainya, Paman"


"Hahaha, ini namanya Cartoon, T*m & Je**y.kalian bisa menontonnya, tapi, paman hanya akan membatasi kalian menonton selama 2 jam. Bisakah kalian berjanji? "


""" ya, Pamaaaan""""


Dengan begitu, aku membiarkan anak-anak menonton di tempat duduk mereka. Mereka sepertinya menjadi ceria lagi.


Baiklah, Mari kita lanjutkan lagi.


Saat aku akan melanjutkan, aku melihat Riese, Anna dan Peter melihat ke arahku.


"Eh~ kenapa kalian menatapku seperti itu? "


"Paman, apa yang kamu berikan ke anak-anak? "


"Itu benar, paman, kenapa mereka sangat bahagia? "


"Benar, Tuan Baron, Kenapa benda itu bisa mengeluarkan suara? "


"Ahahaha, Maaf tuan Peter, Itu Rahasia dagang, Riese dan Anna, Akan paman pinjamkan nanti dirumah"


".... "


"" Baik, Paman""

__ADS_1


Peter hanya terdiam mendengar Jawaban dariku. Maafkan aku, Peter!!!!


"Ah, Bagaimana dengan penilaian kalian? Apakah ada yang membuat kalian tertarik? "


"Ah, itu benar, paman, Aku sudah mengumpulkan beberapa disini yang menurutku cukup bagus"


"Aku juga, Paman"


"Tuan Baron, ini hasil seleksi naskah dariku"


Aku mengambil naskah pilihan mereka dan menyaringnya hingga tersisa 10 naskah terbaik.


" Tuan Peter, Tolong sampaikan kepada nama-nama ini kalau mereka lolos seleksi "


Kenapa kami bisa cepat menyeleksi? Karena aku tidak meminta mereka menulis full naskah. aku juga di bantu untuk menyeleksi naskah.


"Baiklah Tuan"


"Kurasa Hari ini cukup sampai disini, mari kita lanjutkan seleksi selanjutnya besok untuk pemilihan Aktor dan Aktris. "


"Aku mengerti, Tuan"


"Riese, Anna, Anak-anak, Ayo pulang"


"baik paman"


"ayo, paman"


""" Ooohhh"""


Setelah itu, kami segera kembali ke hotel. Disana Rain, ayah dan ibu Anna sudah kembali. Kami kemudian makan bersama dan mengobrol tentang bagaimana ujian ditempat masing-masing.


Mereka menceritakan kalau hari ini adalah seleksi ksatria, Banyak petualang yang hebat dalam bertarung. bahkan ada beberapa pengguna sihir. Rain sangat bersemangat saat menceritakan itu.


Menurut Andrei, ayah Anna, Rata-rata petualang yang mengikuti tes, kebanyakan adalah beastman dan manusia. Hanya ada beberapa elf dan Dwarf yang mengikuti tes. rank rata-rata mereka adalah B dan dari tanda pengenal mereka, bisa dipastikan mereka adalah warga negara Mazica.


Aku bisa memikirkan kalau Marquiss serius memberikan yang terbaik untukku. Yah, Aku juga akan memberikan yang terbaik dalam melakukan seleksi.


Kami juga menceritakan bagaimana kejadian Hari ini ke mereka.


"Paman, Bisakah Alice menonton T*m & Je**y lagi? "


"Hm, Maaf Alice, Kalian Baru boleh menonton nya besok lagi. Ingat janjimu sama paman kan? "


"... Baiklah, Paman"


Setelah itu kami semua kembali ke kamar masing-masing. Tidak lama setelah memasuki kamar, Aku mendengar ketukan dari luar.


"Siapa? "


"ini aku dan Anna, Paman"


"Ah, Tunggu sebentar"


aku segera membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk"


"Ah, apakah kalian tidak langsung beristirahat? "


"Paman, Kami sangat penasaran dengan benda yang kamu berikan pada anak-anak"


"Itu benar, paman"


"hahaha, Rupanya hal itu, tenanglah, aku sudah menyiapkan juga untuk kalian, Kalian bisa gunakan untuk mempelajari bagaimana aktor dan aktris di teater musikal itu. ini bernama tablet, cara menggunakannya.... "


Aku menjelaskan kembali cara menggunakan tablet dan ini adalah tablet dimana memori cardnya diisi dengan berbagai video Teater musikal. aku belum mengajari mereka cara menggunakan internet dan telpon.


"I-ini sangat luar biasa paman, Apakah Teater semenakjubkan ini?


"Aku juga ingin menjadi aktris Teater seperti ini, Rease"


"Itu benar, Teater musikal adalah tontonan yang sangat menakjubkan karena menggabungkan berbagai unsur seni. Kalian Bisa mempelajari bagaimana aktor dan aktris bertindak. Aku akan menjelaskan secara rinci besok sebelum seleksi"


"" Aku mengerti, Paman""


Aku membiarkan mereka menonton sambil aku menyiapkan naskah dari sutradara yang terpilih sebagai bahan seleksi keesokan harinya.


Saat aku berkonsentrasi, aku tidak sadar kalau Alice, Aira dan Airel diam-diam kebelakang Riese dan Anna lalu ikut menonton video teater musikal.


Satu jam kemudian, setelah aku menyusun naskah,


"Alice, Aira, Airel apa yang kalian janjikan pada paman?! "


aku menegur mereka.

__ADS_1


"uh... maaf paman"


"" Maafkan kami paman""


"Baiklah, jangan sedih paman akan membiarkan kalian nonton lagi besok, jadi bersabarlah oke? "


""" Baik, paman"""


"Riese, Anna, kalian pelajarilah teater dikamar kalian, jangan mengganggu adik-adik kalian beristirahat"


"ahahaha baik paman"


"hehhee"


Mereka tertawa tengil dan kembali ke kamarnya.


Aku kemudian mengajak anak-anak untuk segera beristirahat.


Saat mereka sudah tidur, aku bangun dan memeriksa smartphoneku. disana ada panggilan dari atasanku hingga kabar pemecatan diriku. beberapa rekanku menanyakan dimana aku sekarang.


Saat aku membaca melihat lihat, aku menemukan banyak panggilan tidak terjawab dan pesan dari Eva, tetangga rumahku. kami sangat dekat dan aku menganggap eva seperti adikku sendiri. dia adalah seorang murid SMA kelas 12 yang sedang persiapan memasuki Perguruan Tinggi.


"Paman, Kenapa kamu tidak terlihat? "


"apakah paman pindah rumah? "


"Paman, kenapa kamu tidak menjawab telpon dan pesanku? Apa kamu membenciku? "


Dia terus memanyaiku hampir setiap bulan.


"Aku baik-baik saja, Eva, maaf baru membalas pesanmu"


Setelah membalas itu, tidak lama kemudian panggilan telpon muncul. itu panggilan dari eva.


"Halo? "


"Pamaaaannn, Kemana saja kami selama ini? "


"Ah, Aku sedang berlibur, Eva, jangan khawatir? "


"Bisakah aku tidak khawatir? ini sudah setengah tahun lebih "


"Maaf, paman tidak bisa menemani, paman sedang berada di tempat yang jauh"


"Paman.... "


"Jangan murung, aku akan mengabarimu setiap hari mulai sekarang. jadi jangan khawatir oke? "


"Be-Benarkah paman? "


"Tentu saja, Apa kamu berhasil masuk universitas? "


Aku kemudian mengajak eva mengobrol cukup lama dan aku berjanji akan mengabari dirinya setiap hari.


***


Keesokan paginya, kami segera menuju ke tempat seleksi. Kali ini kamin melakukan seleksi Aktris dan Aktor. Riese dan Anna sudah memahami secara garis besar bagaimana model teater musikal jadi mereka akan sangat membantu dalam seleksi kali ini.


Tuan Peter juga sudah bersiap dalam seleksi kali ini. dia mengarahkan peserta sesuai keinginan dariku. Seleksi kali ini sangat panjang jadi kami membagi dalam empat hari dimana dua hari kedepan adalah untuk seleksi Aktris dan dua hari setelahnya adalah untuk seleksi Aktor.


Dalam seleksi kali ini aku mencoba bagaimana mereka bernyanyi, menari dan berakting. ini sungguh sangat berat dan membosankan karena aku melihat hal yang sama berulang kali.


untuk menghindari kebosanan, aku kadang meminta Anna dan Riese mengajak anak-anak bermain ke area seleksi ksatria dan staff.


Selama empat Hari, Aku fokus memilih berbagai aktor dan aktris, total peserta kali ini adalah 500 dimana 200 calon aktor dan 300 calon aktris.


Aku hanya memilih 50 orang untuk aktor dan 70 orang untuk aktris lalu 80 orang sebagai penari latar sehingga semua yang diterima adalah 200 orang.


Hari terakhir adalah seleksi pemain orchestra. ini sangat mudah karena disini adalah kota seni dan budaya sudah terlalu banyak ahli musik disini.


"AAHHH LELAHNYAAAA"


"Terima kasih sudah Bekerja keras, Tuan Baron Nona Riese dan juga Nona Anna"


"tidak masalah tuan Peter"


"Ya, itu benar"


"kamu juga sudah bekerja keras Peter. Mari kita rayakan dengan makan bersama disini, Aku kebetulan sudah memasak kare orc"


"Ah, Terima kasih sebelumnya untuk itu tuan Baron"


"Jangan dipikirkan, Ayo makan Bersama"

__ADS_1


Mengatakan itu, aku mengajak Seluruh tim panitia untuk makan bersama dan merayakan selesainya seleksi ini.


Ini sangat menyenangkan.


__ADS_2