Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 37 - Pilihan Terbaik


__ADS_3

"Hou, Apa itu, Baron Wilson? Untuk kali ini, karena kontribusi darimu, Aku memaafkan perilakumu"


"Terimakasih banyak, yang mulia. Ini Semua adalah kesalahan dariku dan bukan dari Riese dan Yang lainnya"


Setelah mengatakan itu, Aku melanjutkan.


"Aku sebelumnya tidak memiliki pemahaman mendalam soal perasaan. Aku mengabaikan ini dan sibuk dengan urusan lain sehingga mengakibatkan hal ini. Aku akan jujur, Aku menyukai Riese. Hanya itu, yang mulia"


"Baron Wilson, ini diluar kendaliku. Bukan aku yang bisa memutuskan ini. Bagaimana menurut kalian, Duke William, Marquiss Aegnor? "


"Aku tidak masalah, Ela sudah memberi tahu aku sebelumnya"


"Aku juga tidak masalah, Aku sudah menyadari itu sebelumnya"


Jawaban keduanya diluar ekspektasi dariku. aku kira mereka akan marah karena bagaimanapun meski Riese dibawah naunganku dan aku akui sebagai keluarga, pada dasarnya dia tetap orang biasa.


"Hanya saja"


Tiba-tiba Duke menambahkan itu.


"Baron Wilson, karena kamu berani mengambil keputusan menikahi tiga gadis, Jika ada salah satu dari mereka yang merasa dirugikan. Kamu akan Berhadapan langsung denganku"


Duke mengeluarkan aura intimidasi yang kuatkuat.


"Aku mengerti Tuan Duke, Tuan Marquiss. Yang Mulia Raja, Anda akan menjadi saksi atas ini dengan kepalaku menjadi taruhannya. "


"Bagus sekali tuan Baron, Aku mengagumi keputusanmu. Baiklah, Aku menyetujui ini. Dengan Ini aku umumkan, Untuk Sementara Baron Wilson akan bertunangan dengan Eleanor, Alicia dan Riese. Untuk pernikahan bisa didiskusikan secara pribadi nantinya"


Mendengar itu, Riese menangis dan Memelukku dengan erat.


Aku mengelus kepalanya dan menenangkannya.


Audiensi Berakhir dan Kami disuruh menunggu diruang Istirahat untuk dijamu Raja Secara langsung.


Saat diruang istirahat, Eleanor dan Alicia mendekat ke Riese dan Anna.


"Riese, Jangan Khawatir, aku tidak akan mengambil paksa tuan Martin darimu"


"Itu Benar, Riese, Aku sudah menyadarinya saat di portal"


"Ibu guru Ela, Ibu guru Alicia.... "


"Hei itu Panggilan Diluar, Riese, panggil aku kakak Ela saja. Kamu juga, Alicia"


"Aku mengerti kakak, Riese, Kamu bisa memanggil ku Kakak Alicia"


Riese, yang terkejut dengan sambutan ramah, berjalan ke dekat mereka.


"Kakak Ela, Kakak Alicia... "


Aku tidak pernah menyangka semua akan berjalan secepat ini. Aku, Semenjak hidup sendiri, tidak mau memikirkan cinta karena aku merasa itu semua kebohongan. Baiklah, lupakan itu, aku merasa sekarang semua berjalan baik untukku.


"Lalu, Siapa yang akan menjadi nomor satu? "

__ADS_1


Anna tiba-tiba mengatakan itu.


"Aku tidak masalah diposisi apapun asalkan itu bersama paman"


Riese menjawab seperti itu.


"Kakak Ela, Kamu yang pantas menjadi yang pertama, aku yang kedua dan Riese ketiga. Bagaimanapun aku sudah menjadi paling bungsu di keluargaku. aku juga ingin memiliki adik"


Sepertinya mereka sibuk berdiskusi hal yang tidak penting menurutku.


Aku masih bersama anak-anak.


"Paman, Kamu berhasil menaklukkan tiga wanita. Aku semakin menghormatimu"


"Rain, Apa kau meledekku?"


"Tidak paman, Aku mengatakan sejujurnya. Aku sudah merasakan beratnya itu. Liat bagaimana aku menemani Alice dan Airel. Mereka sangat membuatku pusing. Hanya Aira yang patuh"


"Hmmph Kak Rain hanya sibuk dengan pelatihannya"


"itu benar, Airel juga merasa seperti itu"


"Alice, Airel Jangan meledek kakak kalian. kak Rainseperti itu karena sibuk berlatih sehingga bisa memamerkan keahliannya pada gadis yang dia suka di kelasnya"


"Hahahha Rain, Apa ada gadis yang kamu taksir di Akademi? "


"I-itu tidak benar, Paman. Aira apa yang kamu katakan? "


".... "


Rain tidak bisa berkata-kata.


"dengarkan nasihatku Rain. Jika Kamu sudah dewasa nanti, meski sudah memiliki pasangan, jangan pernah melupakan saudaramu disini. tetap lindungi mereka. kamu laki-laki dan bertanggung jawab melindungi mereka saat aku tidak ada"


"Baik, paman"


Rain mengatakan itu dengan sungguh-sungguh.


"Paman, Saat Dewasa, Alice akan Menikah denganmu"


"Airel Juga"


"A-Aku juga"


Ketiga gadis itu tiba-tiba mengatakan itu.


"Hahaha, Kalian Harus dewasa dulu"


Aku mengatakan itu dan merasa Bahagia karena disayangi mereka semua. ini adalah hal yang sudah lama tidak aku rasakan.


Setelah berdiskusi seperti itu. Pelayan Raja memanggil kami ke tempat Raja, Ratu dan anggota kerajaan menunggu.


Aku, Duke William dan Marquiss Aegnor Serta yang lainnya semua menuju ruang jamuan Raja. Setelah memberi hormat. kami semua makan sambil mengobrol.

__ADS_1


Raja memperkenalkan Ratu negara ini, Ratu Amy. Putra Mahkota, Rudy dan Putri Elsa. Dia sepertinya teman sebaya Riese dan Annatapi berbeda kelas. Mereka saling berkenalan dan Entah bagaimana menjadi dekat.


Lalu, Raja tiba-tiba menanyakan sesuatu.


"Baron Wilson, Pembuatan Portal Butuh Waktu 3 Bulan, Sedangkan kamu perlu mengecek kondisi disana dan mengajar. Bagaimana kamu mengatasi ini"


"Yang Mulia, Aku memiliki Jawabannya tapi... "


Aku mengamati sekitar dan melihat para pelayan. Aku tidak bisa memberitahu rencanaku karena bisa mengakibatkan bocornya solusiku dan mengakibatkan aku diincar.


"Semua pelayan, Tolong Keluar"


Dengan satu perintah Raja, Semua segera keluar.


"Terimakasih yang mulia, Atas kepercayaannya"


Aku kemudian menghitung jumlah orang dewasa di ruangan itu. Duke dan istrinya, Marquis dan Istrinya, Raja, Ratu, Kedua anaknya. Total 8 orang. Aku mengeluarkan 10 Smartphone seharga 100 emas atau 10 emas/unit.


"Sebelumnya, mungkin Marquiss sudah mengetahui ini. namun, aku belum bisa memberitahu hal ini karena ini berkaitan dengan rencana pemantauanku. Ini adalah Smartphone, yang Mulia, Riese dan Anna sudah bisa mengoperasikannya. Untuk Cara kerjanya.... "


Aku meminta Riese dan Anna mengajari mereka cara memakainya. Semua orang sangat terkejut terutama Elsa. Aku baru tahu ternyata dia merasa kesepian karena tidak ada yang berani berteman dekat dengannya. dengan Smartphone ini, Dia bisa berbicara atau mengirim pesan dengan teman barunya Riese dan Anna.


Ratu juga menyukainya. Itu lebih ke kamera dan video call untuk urusan pribadinya sedangkan putra mahkota, Rudy sepertinya memikirkan sesuatu.


Eleanor dan Alicia sangat menyukai ini terutama Alicia karena aku memberikan memori card berisi berbagai konser dari teater hingga orchestra. Untuk Eleanor dia lebih menyukai Aplikasi reader dimana memorinya berisi banyak sekali buku dari sains hingga kehidupan sehari-hari seperti cara memasak.


Raja, Duke dan Marquiss tentu saja terfokus pada aplikasi video, kamera, panggilan sura dan video call. Menurut Mereka, sumber informasi adalah segalanya. dengan ini mereka bisa mengatasi masalah komunikasi yang lambat, masalah pemantauan, serta banyak hal lainnya.


"Aku mengerti, Dengan ini, kamu bisa menerima segala laporan dalam bentuk apapun dari wilayahmu tanpa harus datang disana. Lalu, untuk portal pasti akan digunakan untuk inspeksi langsung"


"Yang Mulia Benar, Inilah kenapa aku meminta pelayan keluar karena ini adalah teknologi dari negaraku yang sangat Rahasia"


"Martin, Di mana negaramu... Tidak, siapa kamu? "


"Yang mulia, Jangan Khawatir, Aku tidak akan berkhianat apapun pada negara ini. Hanya itu saja"


"..... Baiklah"


Aku tidak akan menceriakan asal usul diriku pada siapapun. Aku tidak ingin dianggap asing.


"Lalu, Aku akan mengganti pertanyaan, Apa Smartphone ini bisa digunakan secara massal? "


"Untuk penggunaan secara massal, Aku belum akan melakukannya, Tapi jika itu untuk Negara, Aku bisa Mendukung. Bagaimanapun ini adalah teknologi tinggi di negaraku. Menjaga Peredaran tetap terbatas akan lebih memudahkan kita memastikan kestabilan negara"


"Kamu Benar, lalu, Bagaimana keinginanmu dalam mendistribusikan ini"


"Aku menyarankan Agar setiap Baron Memiliki 1, Viscount 2 , Marquiss 3, Duke 5, Anggota Kerajaan 8 dimana 4 untuk keluarga 2 penasihat dan 1 bagian keuangan dan satu lagi untuk Jendral. Lalu 1 untuk setiap kepala sekolah di Akademi"


"masuk Akal. dengan begini semua lini bisa aku kontrolkontrol. Ah, Aku lupa, Lalu bagaimana dengan Akademi, Aku ingin kamu menyiapkan simbol dan Pakaian Keseharian Akademi sesegera mungkin."


"Ya, Yang mulia, Aku sudah memiliki desainnya, Aku mengirim gambar seragam sekolah sesuai jenjang dan logo akademi bergambar Phoenix yang berarti mereka akan dibakar di Akademi dan dibangkitkan lagi sebagai orang yang berbeda setelah lulus"


"Hou, Luar biasa, Aku akan menyerahkan ini ke kepala sekolah dan berdiskusi dengannya. Tunggulah kabar darinya saat Akademi dimulai. Kami bisa berfokus di wilayahmu dulu."

__ADS_1


__ADS_2