
Kami semua segera kembali ke ibu kota. Akademi bahkan Harus menunda pembelajaran karena menungguku atas instruksi langsung Raja.
"Akhirnya, Akademi dimulai!!! "
"Paman, Alice masih ingin Berlibur"
"Airel juga, paman!! "
"Eh~"
aku sepertinya mulai paham. ini mirip denganku saat masih TK dulu. aku juga selalu tidak ingin masuk kuliah saat selesai liburan. Setiap anak selalu merasakan ini.
Ah, ngomong-ngomong anak yang orang tuanya memiliki penghasilan pas-pasan juga tidak pulang dan hanya tinggal di asrama. Bisa kalian bayangkan, jika melewati jalan biasa, itu butuh 1 minggu perjalanan, Jika melewati portal itu memakan biaya lima puluh emas atau lima puluh juta. bisakah orang tua menyediakan biaya sebanyak itu?
"Alice, Airel apakah kalian tidak merindukan teman-teman kalian? "
"itu... "
"um... "
"Baiklah, saat masuk nanti, akan paman berikan kalian souvenir dan bisa kalian bagi ke teman-teman kalian, bagaimana? "
"apa itu souvenir paman?
" souvenir adalah hadiah yang kita bawa saat pulang dari liburan. Karena Alice, Airel dan Aira baru saja bermain dikampung halaman paman, apakah ada yang membuat kalian tertarik disana untuk diberikan ke teman kalian? "
Mereka berpikir bersama. walaupun aku melihat Aira hanya diam, dia sepertinya juga merasakan hal yang sama dengan Alice dan Airel.
"Aku ingin memberikan eskrim, Paman"
"Aku ingin memberikan permen kapas"
"A-aku ingin memberikan popcorn pada mereka, paman"
Alice, Airel dan Aira mengemukakan pendapat mereka masing-masing.
"Baiklah, Akan Paman Siapkan nanti"
Ini mudah untukku. aku bisa membawanya dengan item box.
"Paman, bagaimana denganku, kak riese dan kak Anna? "
"Eh~ apa kalian juga mau? "
""" Tentu sajaa!!! """
mereka menjawab dengan kompak.
Hanya Alice dan Eleanor yang tidak meminta tapi aku tetap akan memberikan sesuatu ke mereka untuk dibagikan dengan para guru.
__ADS_1
Kami semua beristirahat dan mempersiapkan diri untuk aktivitas di akademi besok.
****
"Selamat pagi, Tuan, Nona, Tuan Muda dan Nona muda"
Sion menyambut kami sebelum sarapan dan memberitahu bahwa sarapan telah siap. Sion juga Melaporkan Bahwa semua berjalan dengan sangat baik.
"Sion, ini untukmu dan teman-teman yang lain. Terimakasih atas kerja kerasnya selama ini. gunakanlah untuk membeli apapun yaang kalian inginkan"
Aku memberikan satu koin platinum ke Sion untuk dibagi dengan para budak yang lain.
"Tuan, ini..... "
"Jangan dipikirkan, kalian sudah bekerja keras. Nikmati saja hasil kerja keras kalian"
"Terimakasih banyak, Tuan"
Sion mengucapkan Terima kasih sambil membungkuk dan meneteskan Air mata.
aku hanya tersenyum melihat ini semua karena aku tahu bagaimana perasaannya.
Setelah sarapan, kami segera menuju ke sekolah dimana Alicia dan Eleanor telah menunggu kami di gerbang.
Aku lalu menuju area guru bersama dengan Alicia dan Eleanor dan meminta anak-anak untuk menunggu di depan kelas mereka karena aku akan mengantarkan oleh-oleh yang sudah kami sepakati.
"Ela, ini jam tangan yang ingin kamu berikan kepada para guru"
"Lalu Alicia, Ini adalah Harmonika yang ingin kamu bagikan"
Alicia mengatakan bahwa belum ada harmonika didunia ini dan ini harus disebarkan.
Mereka sangat senang dan segera membagi-bagikan ke para guru.
"Martin, Jelaskan padaku bagaimana kamu bisa bertunangan dengan nona Ela dan Alicia. Bahkan Riese juga kamu ambil"
Hendrick segera datang padaku dengan wajah tidak percaya dan segera menginterogasi diriku.
"Eh~ ituuuu..... "
"Cepat katakan pada kami, Martin"
Zalack juga segera menanyaiku. Nampaknya hanya Noah yang tidak peduli dengan ini semua, Bagaimanapun Dwarf tidak suka wanita tinggi.
Aku menceritakan bahwa kami hanya dijodohkan dan tidak ada yang spesial dari itu. mereka hanya bisa menerima penjelasan dariku meski mereka tahu aku hanya menghindar.
(Untung saja mereka tidak tahu kalau masih ada eva dan Raja bahkan berniat menjodohkan aku dengan putri Elsa)
Aku mengatakan bahwa aku ada perlu dengan anak-anak dan segera melarikan diri.
__ADS_1
****
"Hah, Aku lelah dengan ini semua"
Aku selalu mengeluh seperti itu tapi pada kenyataannya aku sangat puas dengan kehidupan dunia ini. Aku memiliki keluarga yang baik dan selalu ada untukku.
Aku segera ke kelas tiap anak-anak dan memberikan oleh-oleh yang mereka minta.
Rain meminta action figure K*men R*der karena ini adalah acara favoritnya yang selalu dia tonton. meski teman-temannnya tidak tahu. dia selalu menceritakan ke teman-temannnya bagaimana hebatnya pahlawan favoritnya. Aku juga tahu kalau Rain pada akhirnya diakui sebagai pemimpin kelas dan semua menghormatinya. dia menaklukkan mereka dalam hal teori dan praktik.
Lalu untuk Anna dan Riese mereka kompak meminta Parfum karena menurut mereka, parfum hanya dimiliki bangsawan ditambah lagi, baunya juga lebih menyenangkan dari pada parfum bangsawan. mereka juga menyarankan aku untuk menjual parfum di toko fashionku.
Dan terakhir tentu saja Alice dan kawan-kawan. Aku akan membagikannya saat pelajaran nanti.
****
"Semuanya bagaimana kabar kalian? "
""""Kami Baik, Pak guru""""
Aku memulai pelajaran di kelas Alice dan yang lainnya.
Aku meminta mereka menceritakan bagaimana kegiatan mereka selama liburan.
Ada yang pulang ke rumah dan bahkan ada yang dikunjungi oleh orang tua mereka disini. Ada juga yang menghabiskan waktu dengan belajar karena mereka tidak ingin mengecewakan orang tua mereka. Didunia ini, anak sekecil mereka sudah memiliki pemikiran yang sangat dewasa karena kondisi zaman ini.
Setelah berdiskusi dan bercerita apa yang mereka lakukan, aku segera memanggil Alice, Aira dan Airel ke depan dan meminta mereka berbicara bahwa mereka membawakan oleh-oleh untuk yang lainnya.
"Te-teman-teman, Aku bersama Alice dan Airel membawakan hadiah dari liburan kami. kuharap kalian bisa menikmati hadiah dari kami"
Dengan Dipimipin oleh Aira, mereka mulai membagi oleh-oleh pada teman sekelas mereka. untuk hadiahnya kalian semua tentu sudah tahu apa itu.
"Alice, Eskrim ini sangat enak, di mana kampung halaman pak guru Martin, Aku juga ingin kesana"
"Ehem, tentu saja, ini salah satu makanan kesukaan Alice. Kampung halaman paman sangat jauh dari sini, itu bernama x di bumi"
"Eh~ dimana itu? "
banyak dari mereka menanyakan dimana kampung halamanku. meski mereka ceritakan, aku yakin anak-anak tetap tidak akan mengerti.
"Airel, Permen kapas ini meleleh dimulutku, sangat luar biasa"
"Hehe, Aku tahu kalian akan menyukainya"
Anak-anak memang tidak akan bisa lepas dari rasa manis dan asin.
"Aira, Popcorn ini sangat lezat"
Alice, Aira dan Airel segera menjadi pusat perhatian karena oleh-oleh yang mereka berikan. ini kemudian menjadi awal boomingnya makanan ini di kalangan anak kelas dasar. Bahkan Ela segera memintaku untuk juga memberikan ke kelas dasar yang lain karena anak-anak sangat iri dengan oleh-oleh yang dibawakan anak-anak.
__ADS_1
Hari pertama sekolah berakhir dengan keramaian di akademi.