
Aku mengatakan begitu sambil mengeluarkan bibit dari item boxku.
"Ini Adalah Bibit jagung yang bisa tumbuh di tanah tanpa Sihir"
"A-Apa maksudmu tuan Martin? Apa aku salah dengar? "
"I-Itu benar, Tuan Martin, Kamu tahu dengan siapa kamu bicara kan? "
"Tuan Martin .... "
"Semuanya, Tenang jangan gugup. Aku berbicara apa adanya. Aku bisa menjamin ini akan tumbuh di tanah tanpa sihir asal unsur hara di tanah mencukupi"
"A-Apa kamu yakin Tuan Martin? "
Duke Bertanya seolah-olah dia tidak yakin denganku.
"Sangat yakin tuan Duke, Beranikah aku berbohong pada seorang Duke dan Marquiss? "
"I-Itu Benar.... "
"Mari Kita coba menanam di pekarangan milikku. Sion, Kemarilah"
Mengatakan itu, aku meminta Sion menanam biji jagung di pekarangan milikku. Kami semua menuju keluar dan melihat langsung.
"Baiklah, Mari kita tunggu selama 4 hari - 7 Hari Seharusnya itu sudah bertunas"
Aku mengatakan itu namun Duke lebih fokus pada tanah di pekarangan milikku. dia mengecek apakah ada sihir disana. Setelah memastikan tidak ada sihir,
"Baiklah Tuan Martin, Aku akan mempercayaimu selama seminggu ke depan. semoga ini benar. Jika Ini benar, Aku akan merestui hubunganmu dengan Ela"
"Itu... "
"Ada apa Tuan Martin? "
Duke melihat ke Arahku Namun nona Ela tiba-tiba menyela.
"Ayah, Apa yang kamu khawatirkan, Aku percaya dengan tuan Martin"
"Baiklah, Baiklah... "
Setelah diskusi singkat, kami kembali ke dalam untuk melanjutkan obrolan.
"Jika, Ini berhasil, Aku yakin ini akan merubah tatanan hidup kerajaan Mazica"
"Itu Benar"
Duke dan Marquiss sedang berdiskusi.
"Ngomong-ngomong, Tuan Martin, Jika kamu berpacaran dengan Nona Ela, Kenapa Kamu masih mendekati putriku"
"" APAAAA? ""
Duke dan Eleanor terkejut secara bersamaan.
"Tu-Tunggu, Tuan Marquiss, Kurasa pembicaraanmu sedikit melenceng? "
Sial, Kenapa dia malah menambahkan minyak ke dalam api. Semuanya, Tolong hentikan ini!!!!
" Tolong jelaskan ini tuan Marquiss "
Duke bertanya dengan dingin.
"Itu seperti ini... "
Marquiss Aegnor menjelaskan bagaimana kejadian di wilayahnya hingga kami berakhir disini dan juga dimana dia menyetujui hubungan Putrinya denganku.
Mampus. Aku sangat sial semenjak bepergian. jika tahu seperti ini sebaiknya aku tidak banyak menonjolkan diri. Aku hanya ingin dekat dengan anak-anak disekolah tapi kenapa berakhir sampai sejauh ini.
Aku melihat ke Eleanor. Kenapa kamu menatapku dengan dingin?!!
Aku merasakan seperti duduk di atas temenan berpaku. Ayo cepat Akhiri ini!!!
"Tuan Martin... "
Duke berbicara denganku dengan suara yang sangat dingin.
"I-Iya... "
__ADS_1
"Aku tahu negara kita mengizinkan Poligami tapi bukankah selera makanmu terlalu tinggi? "
"Itu... "
"Aku tidak peduli Ayah, Aku yang menentukan ingin menikah dengan siapa. Lebih baik dengan Tuan Martin karena aku sangat mengenalnya di Akademi dibandingkan pangeran brengsek itu"
"Ela, Diam!!! "
"..... "
Tolong Ampuni Aku, Semuanyaaaaaa!!!!
Bisakah kita selesaikan ini dengan cepat? Karena statusku sebagai Baron, Aku tidak memiliki hak bicara dan memotong pembicaraan ini.
"Baiklah, Aku bisa menyetujuimu Dengan beberapa syarat"
"I-Itu... "
Bisakah kalian mendengarkan penjelasanku dulu? Biarkan aku berbicara disini.
"Aku ingin Kamu menghidupkan pertanian di negara Mazica ini. Kamu tentu tahu bukan makhluk hidup tidak bisa hanya memakan jagung"
"Tuan Duke, Bisakah Aku berbicara dan menjelaskannya terlebih dahulu? "
"Katakan "
"Pertama-tama, Aku hanya berteman dengan Alicia... "
"Jadi kamu bermaksud tidak mau bertanggung jawab dengan putriku? "
Sial, Tuan marquiss, bisakah kamu menghentikan ini?
"Bu-Bukan Begitu.. "
"Berarti kamu bersedia bertanggung jawab juga? "
Apakah ini seperti aku mengham*li Alicia? Kenapa aku harus bertanggung jawab?
"i-Iya, Baiklah... "
"Itu bagus, hmph"
"Baiklah, kembali ke pembicaraan, Pertama-tama, Aku tidak hanya memiliki jenis bibit jagung, Aku memiliki bermacam-macam produk. Aku membawanya dari kampung halamanku"
"Oooh, Apakah Seperti itu? "
"Ya, Tuan Duke. Hanya saja, Tanaman ini bisa tumbuh dalam jangka waktu berbeda, untuk jagung sekitar 3 setengah bulan. untungnya tidak ada tanaman yang membutuhkan waktu setahun"
"Itu sudah cukup, kami memiliki pasokan yang cukup untuk satu setengah tahun"
"Yang kedua, Aku perlu menjelaskan ke petani, Apakah kita memiliki petani yang baik? "
"hmm kamu benar.... Ah, Bukankah wilayahmu berbatasan dengan Nidel? Bukankah disana banyak pengungsi? dari yang ku dengar, mereka kebanyakan adalah petani"
"Ah, Benarkah? itu menyelamatkan kita dari masalah, tapi itu saja tidak akan cukup, Aku butuh wilayah yang luas untuk pertanian, Aku butuh kerja sama para Baron dan viscount diutara"
"Jangan khawatir, Aku sebagai Marquiss akan meminta mereka melakukan ini"
"Terimakasih sebelumnya atas bantuannya"
"Baiklah, Karena Kita sudah selesai membahas ini disini, Mari kita bertemu dengan Raja Besok"
"Eh~ Lagi? "
"Uhm? Apa maksudmu lagi? "
"Tuan Duke, Aku baru saja membawa tuan Martin hari ini untuk bertemu Raja"
"Itu tidak masalah, Besok adalah giliranku untuk meminta audiensi"
"A-Apakah ini Tidak Apa-apa? "
"Tentu saja, Jangan Khawatir"
Dengan begitu, sudah diputuskan kalau kami akan melakukan audiensi lagi dengan Raja keesokan harinya.
"Baiklah, Karena masalah disini sudah selesai, aku akan permisi dahulu. Kuharap seminggu lagi kita akan mendapatkan hasil yang baik. Ayo, Tuan Marquiss, Ela, Kita kembali"
__ADS_1
"Baik"
"aku akan tinggal disini sebentar, Ayah. Ada yang perlu aku diskusikan dengan tuan Martin hanya berdua saja"
"Itu,.... Baiklah, Tolong segera kembali setelah itu"
"Ya, Ayah"
Dengan itu, tuan Duke dan Marquiss kembali dan sisa Eleanor saja disini.
***
"Tuan Martin, Aku minta maaf sebelumnya atas semua kekacauan yang aku perbuat"
"I-Iya aku mengerti bagaimana perasaanmu nona Ela"
"Aku tidak tahu kalau akan menjadi seperti ini. Aku hanya asal menyebutkan namamu dan menjadikanmu tameng karena aku tidak ingin menikah dengan pangeran itu. "
"Be-Begitu ya, Itu sedikit merepotkan... "
"Tapi tenang saja, tuan Martin, Aku Lebih memilih menikah denganmu daripada Pangeran mesum itu"
"Eh~"
"Apa kamu tidak tertarik padaku? "
"Te-tentu saja tidak seperti itu"
"Itu bagus, Setidaknya jika kita menikah aku tidak merasa jijik padamu"
Apakah perlu sekasar itu?
"Be-Begitu ya... "
"Tapi, Ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu"
"A-Apa itu nona Ela? "
"Apakah kamu menyukai Alicia? "
"Ah, Itu sebenarnya tidak seperti itu, Bukannya aku tidak menyukai Alicia. Tapi.... "
Aku menceritakan bagaimana awal kejadiannya hingga terjadi seperti ini. pada dasarnya ada beberapa versi yang diceritakan Marquiss sebelumnya yang tidak sesuai"
"Hahahha, Kamu sungguh soal, Tuan Martin!!! "
Aku tahu itu, nona, kamu tidak perlu memperjelas alam hal itu.
"Aku mengerti, Marquiss sepertinya ingin mengikatmu dengan Alicia Agar kamu tidak berkhianat. Marquiss sepertinya sangat tepat dalam pilihan kali ini"
"A-Apakah seperti itu? "
"Tentu saja seperti itu, Apakah ada alasan yang lebih meyakinkan dari pada ini? "
"Sepertinya itu benar, Nona Ela. Lalu bagaimana aku harus menjelaskan ke keluargaku? "
"Bukankah tinggal kamu jelaskan saja? "
"Hanya saja.... "
Aku menceritakan bagaimana aku merasakan perasaan Riese padaku. Itu bukan perasaan menyayangi anak pada orang tua tapi pasangan suka pada seorang pria. ditambah kejadian sewaktu aku hilang di hutan. Aku hanya belum tahu bagaimana membicarakan ini.
"Sepertinya ini masalah yang gawat, tuan Martin. Aku akui kamu sangat cerdas sebagai guru tapi aku harus mengatakan kalau kamu sangat buruk dengan Asmaramu"
"Sepertinya begitu... Haahhh"
Aku menghela nafas Panjang. Ini mengingatkan aku dengan bagaimana hubungan asmaraku di duniaku sebelumnya.
"Jangan Khawatir Tuan Martin, Aku tidak akan mempermasalahkan hubunganmu dengan Riese, Aku menyetujuinya"
"Eh~ Apa maksudmu? "
"Silahkan pikirkan sendiri. Kalau begitu, Aku pamit dulu, Sampai jumpa"
"Tu-Tunggu Nona Ela!!! "
Ela akhirnya meninggalkan aku dalam kebingungan sendiri.
__ADS_1
Sial, Ini benar-benar membuat aku pusing. Aku lalu kembali ke kamar dan langsung Tertidur.