Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 50 - Kembali Ke Wilayah Wilson


__ADS_3

Setelah Bernegosiasi dengan Raja Naga, Kami akhirnya kembali ke wilayah Kekaisaran demon. Dalam perjalanan kembali, Ada satu hal yang berbeda. Kami tidak diserang monster apapun.


Aku bingung bagaimana bisa tapi, bukankah ini sesuatu yang bagus? perjalanan kembali yang harusnya membutuhkan tiga hari bisa kami tempuh dalam waktu satu setengah hari.


"Akhirnya selesai!!!"


Aku melakukan peregangan karena sangat lelah dengan negosiasi ini.


"Paman, Bisakah aku merepotkanmu dengan satu hal lagi? "


"um? apa itu, Martin? "


"Bisakah Paman membuat Portal lagi yang menuju ke Mansion ibu kota dari wilayahku? "


"Yah itu bisa saja tapi aku perlu mengetahui lokasi akuratnya"


"aku mengerti paman, aku akan ke ibu kota terlebih dahulu lalu akan segera menghubungimu"


"Baiklah itu tidak masalah, tapi sekarang yang terpenting ayo kembali ke duniamu terlebih dahulu"


"Baik, Paman"


Setelah berbicara denganku, paman segera melihat ke arah Duke Augusto.


"Tuan Augusto, Segera informasikan kepada seluruh Duke untuk meneruskan kepada bawahannya bahwa kerjasama kita dengan Kerajaan Mazica bisa segera dilaksanakan. Lalu segeralah saring murid-murid terbaik di Akademi kita untuk bersiap dikirim ke Universitas baru yang akan didirikan di wilayah Wilson tempat Martin berada. Ah jangan lupa, buat juga seleksi penerimaan orang yang paling terampil dalam satu hal. mereka bisa persiapkan sebagai guru. Tidak, Haruskah aku sebut dosen? itu tidak penting entah itu dosen atau guru"


"Ha, Dimengerti, Yang Mulia"


Dengan begitu, paman sudah mulai bergerak lebih dahulu. Sepertinya Kerajaan Mazica tertinggal satu langkah. Namun itu bukan masalah, yang terpenting adalah semua berjalan dengan lancar dan aman.


Paman melanjutkan diskusi sebentar dengan Duke augusto dan paman membubarkan pasukan lalu pergi denganku menuju portal.


Melihat waktu sekarang seharusnya masih pagi di duniaku sebelumnya. kami segera memasuki portal dan tiba di portal bumi. kami mendengar suara cekikikan dari balik pintu dan saat paman membuka pintu, paman melihat bibi sedang memainkan suatu permainan dengan anak-anak gadis.


""""" Pamaaaaaan"""""


"Kalian sudah kembali? "


Saat melihat kami, Anak-anak dan bibi langsung menyambut kami.


Hanya Rain disana yang diam memainkan konsol game yang tampaknya adalah milikku.


Tu-Tunggu, apa Rain membongkar kamarku? apa dia melihat hartaku yang aku sembunyikan?


Karena panik aku segera bertanya pada Rain.


"Ra-Rain, darimana kamu mendapatkan benda itu? "


"Paman, Kakak Eva memberikan ini Padaku. Katanya ini adalah konsol game. ini sangat menyenangkan paman"


"Eva... "


Sial, anak ini pasti mengacak-acak kamarku. sepertinya aku harus berpura-pura tidak tahu karena aku yakin dia pasti telah menemukan Harta tersembunyi milikku.


"Ada apa, Martin? "


"Ti-tidak apa-apa paman. Bibi, Dimana para gadis? "


"Ah~ sepertinya mereka mengatakan akan belajar membawa mobil dan berbelanja"


"Ah begitu ya"


Sepertinya Riese dan yang lainnya sudah mulai menyesuaikan diri dengan logika dunia ini.

__ADS_1


"Lalu Bagaimana dengan Negosiasi kalian? "


Bibi menanyakan itu pada Paman dan Aku.


"Ah kami berhasil, Walaupun kita tidak bisa memasuki hutan Kematian, Tapi Raja Naga sepertinya akan menyiapkan portal"


"Syukurlah jika semua berjalan dengan lancar"


Bagi Bibi, keselamatan kami adalah yang nomor satu. Bibi tidak peduli dengan masalah kerjasama dan yang lainnya.


"Alice, Aira, Aurel, apa yang sedang kalian mainkan? "


"Paman, Bibi mengajari kami bermain sebagai model"


"Itu benar Paman, Apakah kami cantik? "


"Ini sangat menyenangkan, Paman"


"Ah, menjadi model ya? Kalian semua sangat cantik. Kalian adalah bintang yang bersinar dihati paman"


"Hahaha, sekarang Martin bisa berbicara manis rupanya"


"Hahaha, Bibi, jangan menggodaku"


Tapi, Sepertinya itu ada benarnya. Aku adalah orang yang cuek dulu. Aku bersyukur bisa berada di dunia lain karena ini seperti aku diberi jiwa kehidupan lagi.


"Anak-anak, kita akan segera kembali ke wilayah Wilson lalu kemudian pulang ke ibu kota"


"Eeehhh~"


"Paman...... "


"apakah kita sangat terburu-buru paman? "


Alice, Airel dan Aira berbicara begitu padaku. Ada apa ini? Apakah kalian sangat senang berada disini?


Aku menanyakan itu pada anak-anak.


"Paman, Bermain dengan bibi sangat menyenangkan"


"Itu benar paman"


"Paman, bisakah aku meminta sesuatu padamu? "


"Apa itu Aira? "


Sepertinya mereka sangat menyukai Bibi. Yah, Aku paham itu. Aku juga merasakannya.


"Bisakah kita mengajak bibi saat pulang? "


"Eeeh~"


Aira, sepertinya itu hal yang mustahil.


"itu benar paman, kami sangat menyukai Bibi"


"Itu benar"


Alice dan Airel juga ikut memohon. Ah, Kepalaku sakit. Anak-anak, ini adalah permintaan yang mustahil.


"Anak-anak, itu.... "


"Ehem... "

__ADS_1


Apa kalian dengar itu anak-anak? Paman sudah memberikan kode untuk kita.


"Anak-anak, Bibi minta maaf tidak bisa terus menemani kalian, tapi, bibi berjanji akan sering menengok kalian. Bagaimana? "


"""Bibi"""


Anak-anak sepertinya masih berat tapi setelah diyakinkan bibi, mereka akhirnya setuju.


Aku paham kenapa mereka seperti itu. mereka merindukan sosok ibu dihati mereka yang tidak akan pernah bisa aku isi dengan diriku.


"Martin, segeralah menikah, jangan membebani anak-anak seperti ini"


"Paman.... "


Paman menepuk bahuku dan mengatakan hal seperti itu. Paman, Kamu menambah beban dihatiku. Aku menangis didalam hatiku.


"Sebulan lagi, datanglah ke sini, Aku akan menikahkammu dengan Eva terlebih dahulu"


"Paman, Bisakah dia bulan lagi?"


"Ada apa? apa kamu tidak suka cepat, Martin? "


"Tidak Bukan itu paman, Akan ada turnamen Olimpiade di bulan pertama, Aku tidak bisa meninggalkannya"


"hmm, Baiklah, dua bulan lagi dari sekarang, jika diundur lagi, kamu tahu apa resikonya kan Martin? "


"A-Aku mengerti, Pamaaan!!! "


Kenapa disaat begini tekanan paman sangat kuat?


Kami kemudian berbincang sebentar lalu makan dan beristirahat.


****


Malam Hari


"""""" Kami Pulaaaaang """""


"Selamat datang"


Aku menyambut mereka yang pulang karena bibi sedang memasak dan paman sedang bermain dengan anak-anak.


Yah kalian akan merasa lucu juga jika melihat seorang demon lord menjaga anak-anak walaupun itu kami berdua yang bermain dengan anak-anak.


"Paman, Kapan Kamu pulang? "


Eva menanyakan itu padaku.


"Tadi Pagi, ini sangat melelahkan. Apa kalian menikmati waktu selama disini? "


Aku menanyakan itu pada mereka dan mereka mulai menceritakan banyak hal.


Ela dan Alicia sangat pandai mengendarai mobil. mereka bisa menguasainya dalam dua hari pelajaran sedangkan Riese dan Anna juga sudah bisa hanya saja masih kaku.


Mereka juga ternyata sempat diajak Eva ikut pembelajaran di kampus. kebanyakan dosen tidak terlalu peduli dengan siapa mahasiswa yang ikut jadi mereka bisa lolos.


Kata Ela, pengajaran disini sangat hebat dan ilmunya sangat mendalam dia bahkan mengatakan bahwa dia iri dengan kami yang memiliki pendidikan maju.


Alicia juga begitu, dia sangat menikmati seni di bumi. perkembangannya sangat maju dan banyak hal baru yang dia temui. dia menyukai terutama yang bernama komik, menurutnya ini adalah Revolusi karena membuat buku bergambar dengan isi cerita yang rumit.


Anna lebih tertarik dengan bermacam macam makanan disini dan ingin mempelajari lebih banyak. menurutnya makanan adalah seni yang dilupakan di Kerajaan Mazica.


Lalu Riese, Dia Mirip seperti Ela dan tertarik dengan banyak pembelajaran disini. menurutnya orang yang bisa bebas mengakses buku adalah orang-orang yang beruntung. Dia juga mengatakan sudah menulis List buku yang ingin dia minta padaku untuk dibelikan.

__ADS_1


Saat berdiskusi sebentar, kami segera mengakhiri pembicaraan dan semua orang menuju ke wilayah Wilson Termasuk Paman, Bibi dan Eva.


Namun, kami tidak tahu kalau kami sangat teledor dalam hal ini.


__ADS_2