
Cahaya matahari mulai masuk di celah-celah jendela kamar tidur Sisil dan Rangga yang gordennya sedikit terbuka, Sisil dan Rangga yang semalam menghabiskan waktu bercinta jadi pagi sebelum subuh tadi sudah mandi.
Bahkan saat ini mereka berdua sedang sibuk membenahi penampilan mereka masing-masing, seperti biasa pagi sebelum pukul 07.00 pagi mereka berdua sudah siap untuk berangkat kerja.
"Raya, bangun sayang bukannya hari ini Raya ujian" kata Sisil sembari mendaratkan ciuman di kening putrinya itu
"Hemm" gumam Raya sembari menggeliat dan segera beranjak duduk
Sisil tersenyum melihat putrinya yang masih belum sadar sepenuhnya, kemudian putrinya minta di gendong dengan Sisil dan setelah berada di dalam gendongan Sisil segera membawanya ke kamar mandi.
Hanya berapa belas menit putrinya telah selesai mandi bahkan kini sudah tampil cantik dengan seragam sekolahnya, setelah itu Sisil dan putrinya segera melangkahkan kaki keluar dari kamar menuju ruang makan.
Di ruang makan Rangga telah duduk menunggu Sisil dan putri mereka, Bik Mirna yang melihat majikannya telah lengkap duduk di kursi makan segera menyiapkan sarapan buat majikannya itu.
Dengan lahap Sisil dan Rangga serta putri mereka menikmati sarapan pagi, yang kali ini menu sarapan nasi goreng spesial yang di request oleh Sisil dan dalam nasi goreng itu ada tambahan yaitu udang kecil.
Tak butuh waktu lama mereka bertiga pun telah selesai sarapan, kini bersiap-siap hendak mengantar putri mereka ke sekolah sekalian Sisil dan Rangga akan berangkat ke perusahaan milik Sisil.
"Ma pa, kita jadikan liburan ke Bali pas Raya libur sekolah nanti" kata Raya memastikan lagi rencana mereka yang akan liburan ke Bali
"Jadi dong sayang, untuk saat ini Raya fokus dengan ujian dulu nanti kita pasti akan liburan ke Bali" kata Sisil sembari tersenyum kepada putrinya itu
"OKE, ma" jawab Raya
__ADS_1
Setelah panjang lebar menanggapi ocehan putri mereka, mobil yang di lajukan Rangga telah memasuki halaman sekolah putri mereka dan berhenti di parkiran sekolah kemudian mereka bertiga keluar dari mobil mengantar putri mereka menuju ke ruang kelas.
"Semangat ya, sayang. Buat ujiannya" kata Sisil dan Rangga berbarengan sembari berjongkok di hadapan putri mereka
"Iya ma pa, semoga Raya bisa jawab soal ujiannya" kata Raya sembari tersenyum
Sisil segera mendaratkan ciuman di pucuk kepala putrinya, begitu juga dengan Rangga kemudian putri mereka mencium punggung tangan sang papa dan sang mama dengan takzim secara bergantian.
"Dah, sayang" kata Sisil melambaikan tangan kepada putrinya yang hendak melangkahkan kaki masuk ke dalam kelas
Setelah memastikan putri mereka duduk dengan aman, Sisil dan Rangga pun segera meninggalkan ruang kelas tersebut melangkahkan kaki di koridor sekolah menuju parkiran dimana mobil mereka terparkir.
Tiba di parkiran Sisil dan Rangga segera masuk ke dalam mobil, kemudian mobil pun mulai di lajukan kembali oleh Rangga dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang mulai tampak ramai kendaraan lain berlalu lalang.
Tak terasa mobil yang di lajukan Rangga pun sudah ada di depan gedung pencakar langit yang bertulisan SR GLOW perusahaan milik Sisil, SR kepanjangan dari nama Sisil yaitu Sisil Rahmawati.
Setelah memarkiran mobil di parkiran khusus tempat CEO, Sisil dan Rangga segera keluar dari mobil lalu melangkahkan kaki masuk ke dalam perusahaan dengan tersenyum ramah saat para karyawan menyapa mereka.
"Aku ke ruangan dulu ya, Mas" kata Sisil pamit dengan suaminya kemudian sekilas mencium bibir suaminya
"Iya" jawab Mas Rangga sembari tersenyum
Saat ini semua orang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, begitu juga dengan Sisil yang sibuk dengan berkas-berkas yang bertumpukkan di atas meja kerjanya dan ia harus secepatnya memeriksa semua berkas itu.
__ADS_1
Karena Sisil akan mengadakan meeting setengah jam lagi bersama suaminya dan para karyawannya, syukurnya pekerjaannya pun akhirnya selesai dan Sisil segera menghubungi Dewi melalui telepon yang ada di ruangannya meminta semuanya segera ke ruang meeting.
Sisil keluar dari ruangannya bersamaan suaminya juga keluar, Sisil dan Rangga pun melangkahkan kaki beriringan menuju ruang meeting dan ternyata semuanya karyawannya telah berkumpul.
Acara meeting pun di buka oleh Dewi sebagai pembawa acara, panjang lebar Dewi berbicara setelah itu mempersilahkan Sisil untuk berbicara serta menjelaskan apa yang hendak di sampaikan kepada semua karyawan yang ada di ruang meeting itu.
"Terima kasih, Dewi. Assalamualaikum, baiklah kita akan mulai meeting kita kali ini yang membahas soal produk skincare kita yang kini sepertinya sudah banyak sekali saingan. Kita tak perlu khawatir karena rezeki telah di atur, namun kita juga tak boleh pasrah dan bagian promosi sudah sebaik mungkin mempromosikan produk skincare kita, namun sepertinya kita harus meningkatkan lagi setidaknya produk skincare yang terjual tetap bertahan di angka tersebut tapi kalau bisa di tingkatkan lagi lebih baik" kata Sisil panjang lebar sembari berdiri menjelaskan semua inti meeting mereka kali ini
"Apa ada saran dari kalian saat ini? Bagaimana cara mempertahankan penjualan atau meningkatkan lagi?" tanya Sisil sembari menatap satu persatu karyawannya yang sedang memikirkan sebuah ide
Hening
Hanya terdengar bunyi dentingan jam dinding yang terus berputar, kemudian salah satu di antara karyawan Sisil mengangkat tangan ingin memberi masukkan kepada BOS mereka itu dan Sisil pun langsung mempersilahkan.
Setelah di persilahkan oleh BOS mereka, karyawan itu pun segera berdiri dan mulai menjelaskan sarannya saat ini bagaimana cara bagian promosi untuk meningkatkan lagi kinerja mereka dan agar orang berminat untuk membeli produk skincare mereka.
Sisil dan Rangga yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala paham dengan penjelasan karyawan mereka itu, bahkan Sisil dan Rangga puas mendengar saran dari karyawan mereka.
"Baiklah terima kasih, Berlian. Saya sejutu dengan saran kamu, nanti kita akan coba" kata Sisil sembari tersenyum
"Terima kasih, Bu Sisil telah menerima saran dari saya" kata Berlian kemudian kembali duduk
"Baiklah meeting kali ini cukup sampai disini saja, silahkan kembali ke ruangan masing-masing" kata Sisil mengakhiri meeting mereka
__ADS_1
Semua karyawan yang ada di ruang meeting pun segera beranjak dari duduk mereka, kemudian melangkahkan kaki keluar dari ruangan meeting dan menuju ke ruangan mereka masing-masing.
Sisil dan Rangga juga segera keluar dari ruangan meeting dan hendak kembali ke ruangan masing-masing juga, mereka berdua seperti tadi melangkahkan kaki beriringan hingga berpisah ketika sudah tiba di depan ruangan masing-masing.