Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 31


__ADS_3

Mobil yang di lajukan oleh Rangga sudah memasuki gedung tinggi pencakar langit yang bertulisan SR GLOW perusahaan milik Sisil, setelah mobil terparkir sempurna di tempat khusus parkiran CEO Rangga segera keluar dari mobilnya.


Kemudian Rangga melangkahkan kaki dengan tegap masuk ke dalam perusahaan yang sudah penuh oleh para karyawan yang berdatangan, seperti biasa ketika Rangga masuk ke dalam perusahaan para karyawan langsung membungkukkan tubuh mereka.


Untuk menyapa dan menghormati atasan mereka itu, sepanjang melangkahkan kaki Rangga menjadi pusat perhatian para calon karyawan yang saat ini kebetulan akan melakukan interview dengan kepala HRD.


"Wah, lihat-lihat pria itu. Aku yakin dia pasti CEO disini, terlihat dari penampilan sangat tampan dan cara berjalannya yang begitu gagah" celetuk Salah satu calon karyawan itu


Semua yang masih berada di luar ruangan HRD pun segera memperhatikan Rangga yang berjalan dengan sangat gagah, mereka semua begitu terpesona dan berbinar melihat Rangga yang tampak sangat tampan meski di wajahnya tak ada sedikitpun senyuman.


Setelah Rangga hilang di pembatas ruangan lain, semua para calon karyawan pun kembali fokus dengan tugas mereka yang saat ini akan di interview oleh kepala HRD dan ketika pintu ruang HRD terbuka ada satu calon karyawan keluar kemudian di lanjut dengan yang lain masuk ke ruangan itu.


"Kalian semua calon karyawan silahkan masuk ke dalam ruangan HRD" ujar Salah satu bagian HRD


Kemudian para calon karyawan yang sedang duduk di depan ruang HRD itu segera beranjak, lalu mereka semua masuk ke dalam ruang HRD dan mulai mendengarkan hal penting yang akan di sampaikan oleh kepala HRD.


"Terima kasih pada kalian para calon karyawan yang sudah datang untuk interview, selanjutnya kalian tinggal menunggu hasil interview kalian selama tiga hari dan nanti perusahaan kami akan menghubungi kalian melalui telepon" kata Kepala HRD panjang lebar menjelaskan pada para calon karyawan itu


"Baik pak" ucap Para calon karyawan itu serentak


"Baiklah interview kalian cukup sampai disini, saya harap nomor telepon kalian selama tiga hari ini aktif agar kami mudah menghubungi kalian" kata Kepala HRD itu lagi dengan ramah

__ADS_1


Para calon karyawan pun menganggukkan kepala kemudian setelah itu mereka semua keluar dari ruangan HRD itu, dan ingin kembali ke kediaman mereka masing-masing karena interview hari ini telah selesai dan hanya tinggal menunggu hasil.


Setelah keadaan di ruangan HRD tampak lenggang, kepala HRD itu segera membawa semua berkas para calon karyawan itu ingin di serahkannya dengan wakil CEO terlebih dahulu nanti baru di serahkannya dengan atasan mereka.


Kepala HRD itu melangkahkan kaki menuju ruangan wakil CEO sembari membawa beberapa lembar MAP yang berisi data para calon karyawan, tiba di depan ruangan wakil CEO kepala HRD segera mengetuk pintu itu dengan perlahan.


"Masuk" ujar Dewi dari dalam ruangannya


Kepala HRD pun segera membuka pintu ruangan wakil CEO itu, kemudian melangkahkan kaki mendekati meja wakil CEO yang saat ini terlihat wakil CEO sedang sibuk dengan laptop yang ada di hadapannya.


Karena ini awal bulan jadi Dewi memang tak terlalu banyak pekerjaan, sehingga tugasnya hanya sesekali melihat video live yang di buat oleh para bagian promosi produk skincare yang sedang berusaha ingin meningkatkan pemasaran.


"Ada apa?" tanya Dewi akhirnya mendongakkan kepala karena dari tadi kepala HRD di hadapannya hanya diam saja


"Tunggu saya lihat sebentar, nanti baru saya tanya siapa calon yang kamu pilih setelah melakukan interview tadi" kata Dewi mulai membuka satu persatu MAP itu sembari membaca data yang tertulis


Dewi begitu fokus membaca setiap MAP yang ada di hadapannya, sedangkan kepala HRD hanya bisa diam mematung menunggu wakil CEO menyelesaikan memeriksa semua data para calon karyawan itu.


"Hem, satu yang membuat saya suka dan saya rasa cocok mengisi bagian admin. Kalau menurut kamu yang mana yang lulus interview hari ini tadi?" kata Dewi setelah selesai membaca semua data para calon karyawan


"Ini bu, namanya Sri" kata Kepala HRD sembari membuka salah satu MAP itu

__ADS_1


"Baiklah, saya terima saran kamu. Saya akan bawa ini ke ruangan CEO, silahkan kamu kembali ke ruanganmu" kata Dewi kemudian kembali fokus dengan laptop yang tadi di tutupnya


Kepala HRD itu segera pamit undur diri dari ruangan wakil CEO itu, kemudian keluar dari ruangan tersebut dan melangkahkan kaki menuju ruangan yang tak terlalu jauh dari deretan ruangan disitu.


Sedangkan Dewi setelah selesai melihat video live yang di buat oleh para bagian promosi segera beranjak dari kursi duduknya, kemudian ia membawa salah satu MAP yang berisi data calon karyawan yang akan ia berikan pada atasannya.


Tok....Tok


Setelah tiba di depan ruangan CEO Dewi langsung mengetuk pintu ruangan itu, hanya selang berapa detik terdengar suara atasannya memerintah ia untuk masuk dan segera Dewi buka pintu ruangan itu perlahan.


"Pak, ini salah satu data calon karyawan yang lulus interview dan menurut saya yang cocok mengisi bagian admin" kata Dewi langsung to the poin saat sudah berada di dekat meja atasannya


Karena Dewi tau atasannya itu paling tak suka yang namanya basa basi, apalagi atasannya itu sangat sibuk terlihat ada beberapa tumpukan berkas di atas meja atasannya itu yang sepertinya belum semua di bumbuhinya tanda tangan.


"Sini saya lihat dulu" kata Mas Rangga sembari menerima MAP dari tangan Dewi


Rangga dengan teliti membaca isi data calon karyawan itu, setelah membaca isi data calon karyawan itu Rangga langsung menganggukkan kepala setuju dengan pilihan Dewi dan kepala HRD karena memang sangat cocok dengan bagian admin.


"Ya sudah, beri tahu kepala HRD untuk menerimanya" kata Mas Rangga segera menutup MAP itu kemudian kembali menyerahkan kepada Dewi


"Baik Pak, saya permisi" kata Dewi lamit undur diri sembari membungkukkan badannya kemudian melangkahkan kaki keluar dari ruangan atasannya itu

__ADS_1


Setelah berada diluar ruangan atasannya, Dewi langsung menyunggingkan senyuman karena ia sangat senang pendapatnya bisa di terima atasannya padahal sebelum masuk ke ruangan atasannya itu ia sempat takut atasannya tak menerima saran darinya.


Namun ternyata semuanya sesuai dengan harapannya, Dewi pun segera melangkahkan kaki menuju ruangannya yang memang hanya bersebelahan dengan ruangan atasannya itu lalu setelah berada di dalam ruangannya Dewi segera duduk di kursi kebesarannya dengan raut wajah bahagia.


__ADS_2