Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 42


__ADS_3

Satu minggu kemudian


Setelah mengantar putri mereka sampai ke ruang kelas putri mereka, Sisil dan Rangga segera melangkahkan kaki kembali menuju mobil mereka yang terparkir di halaman sekolah lalu tiba di mobil mereka berdua pun langsung masuk ke dalam mobil.


Kemudian Rangga pun mulai melajukan lagi mobil tersebut dengan kecepatan sedang meninggalkan halaman sekolah putri mereka menuju rumah sakit pusat kota, mobil yang di lajukan Rangga telah meluncur bergabung dengan kendaraan lain di jalan raya.


Hanya berapa belas menit mobil yang di lajukan oleh Rangga telah memasuki parkiran rumah sakit, setelah di pastikan mobil mereka terparkir sempurna di antara mobil-mobil lain mereka berdua pun segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah sakit.


Saat masuk ke dalam rumah sakit Sisil dan Rangga menautkan jari jemari mereka berjalan di koridor rumah sakit yang tampak lumayan ramai, hingga mereka berdua pun tiba di depan ruangan Dokter obgyn yang terlihat sudah ada beberapa pasangan suami istri menunggu di depan ruangan tersebut.


"Kamu tunggu disini, biar aku yang daftar" ujar Mas Rangga setelah mereka berada di dekat kursi panjang tempat menunggu


"Iya, sekalian Mas beliin air mineral aku agak haus" kata Sisil merasa tenggorokannya kering


"Baiklah" jawab Mas Rangga kemudian melangkahkan kaki mendekati resepsionis dan mulai mendaftarkan nama Sisil


Selesai mendaftarkan nama Sisil, Rangga pun segera melangkahkan kaki menuju kantin rumah sakit yang ada di ujung ia hendak membelikan minum untuk Sisil dan tiba di kantin Rangga langsung menuju rak tempat air mineral kemasan botol.


Rangga pun mengambil dua botol air mineral itu lalu membawanya menuju kasir, karena kebetulan di depan kasir ada dua orang sedang mengantri ingin membayar juga Rangga terpaksa harus ikut mengantri meski itu adalah hal yang paling tak di sukainya.


"Mbak yang saya makan tadi, semuanya berapa?" kata Seorang wanita berdiri di depan Rangga


Deg


Rangga yang tak asing dengan suara wanita itu seketika diam mematung, belum sempat Rangga menghindar wanita di depan Rangga setelah membayar langsung membalikkan tubuhnya dan bola mata Rangga dengan wanita itu pun bertemu.

__ADS_1


"Mas Rangga...." ucap Wanita itu terkejut saat melihat siapa yang berdiri di belakangnya


"Ha...Haii, apa kabar?" tanya Mas Rangga kaku karena tak terpikir akan kembali bertemu dengan wanita itu setelah hampir berapa bulan tak bertemu


"Aku kurang baik" jawab Wanita itu langsung menundukkan kepalanya sedih karena kehidupannya sekarang tak seperti dulu lagi


"Maksud kamu?" tanya Mas Rangga bingung


"Pak, cepet donk kalau mau bayar. Yang lain juga mau bayar" protes Para pembeli yang sedang mengantri mau membayar


Wanita itu tak jadi menjawab pertanyaan Rangga dan memilih menjauh dari situ, begitu juga dengan Rangga ia pun segera membayar dua botol mineral yang hendak di belinya setelah selesai membayar ia mencari keberadaan wanita tadi.


Namun tak ditemukannya, wanita tadi seperti langsung menghilang bak di telan bumi, wanita yang bertemu dengan Rangga barusan adalah Lisa ia sedang di rumah sakit ini melakukan pengobatan penyakit yang sedang di deritanya berapa minggu ini.


"Kok kamu kesini, aku tadi kan bilang tunggu aja disana" kata Mas Rangga terlonjak kaget saat mendengar yang memanggilnya adalah Sisil


"Mas sih lama, makanya aku susul kesini" kata Sisil sedikit kesal suaminya tak kunjung kembali sembari mengerucutkan bibirnya


"Ya ampun, kamu ini bikin aku gemes aja. Udah mau punya anak dua masih juga manja, maaf tadi ngantri makanya lama beli air mineralnya" kata Mas Rangga sembari menoel hidung Sisil lalu merangkul pinggang Sisil dan mengajak Sisil kembali ke ruangan Dokter obgyn


Dari kejauhan ada sepasang mata melihat kemesraan Sisil dan Rangga siapa lagi kalau bukan Lisa, Lisa tersenyum kecut ternyata rumah tangga Sisil dan Rangga benar-benar kembali harmonis bahkan tadi ia mendengar bahwa Sisil akan mau punya anak dua.


Itu artinya saat ini Sisil tengah mengandung, Sisil dan Rangga terlihat sangat bahagia sedangkan ia sekatang menderita dengan penyakit yang mulai merogoti nyawanya entah ia bakal sembuh atau tidak sama sekali.


Tak mau terlalu lama larut dalam kesedihan Lisa pun meninggalkan kantin rumah sakit dan hendak kembali ke ruangan spesialis Dokter penyakit dalam, sedangkan Sisil dan Rangga saat ini sudah duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan Dokter obgyn.

__ADS_1


Sudah ada tiga pasangan suami istri yang keluar dari ruangan Dokter obgyn, namun nama Sisil belum juga di panggil membuat Sisil sedikit lelah menunggu terlalu lama apalagi dari tadi ia duduk terus ingin rasanya ia segera rebahan.


"Nyonya Sisil Rahmawati...." panggil Suster saat pintu ruangan Dokter obgyn terbuka dan sepasang suami istri yang selesai periksa keluar


Sisil dan Rangga segera beranjak setelah mendengar nama Sisil di panggil, kemudian Sisil dan Rangga sembari menautkan jari jemari mereka berdua segera melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan Dokter obgyn itu.


Dokter obgyn dengan ramah menyapa Sisil dan Rangga kemudian mempersilahkan sepasang suami istri itu segera duduk di kursi yang ada di hadapannya yang hanya terhalang oleh meja, lalu suster yang memanggil Sisil tadi segera memeriksa tensi darah Sisil.


Setelah di pastikan berat badan dan tensi darah Sisil normal, Dokter obgyn memerintah Sisil untuk berbaring di brankar yang tersedia di dalam ruangan tersebut dengan patuh Sisil menurut berbaring sembari tangannya terus menggenggam tangan Rangga.


"Ini masih kecil, usia kandungannya baru 10 minggu. Tolong di jaga baik-baik sangat rentang karena masih kecil, buat ibu hamil selalu bahagia agar kandungannya ikut bahagia" kata Dokter obgyn setelah memutar alat USG di perut Sisil yang masih rata itu


"Iya, Dok" jawab Mas Rangga


Kemudian Sisil turun dari brankar itu dengan di bantu oleh Rangga, lalu Sisil dan Rangga kembali duduk di hadapan Dokter obgyn itu ingin mendengar penjelas lebih detail dari Dokter obgyn itu lalu setelah itu Dokter obgyn memberikan resep obat untuk di konsumsi oleh Sisil.


"Terima kasih, Dok" ucap Sisil dan Rangga secara bersamaan lalu mereka berdua beranjak dan keluar dari ruangan tersebut


Kini Sisil dan Rangga ingin menebus resep obat yang telah di berikan oleh Dokter obgyn barusan di apotek rumah sakit ini, mereka berdua terus melangkahkan kaki sembari Sisil merangkulkan tangannya di lengan Rangga begitu posesif.


Bruk


"Maaf, saya tak sengaja" ucap Wanita yang begitu buru-buru setelah mendapatkan obatnya tak sengaja menabrak sepasang suami istri sehingga plastik obat di tangannya terjatuh lalu di ambilnya


"Gak apa-apa" jawab Sisil langsung melototkan kedua bola matanya saat melihat wanita yang bertabrakan dengannya barusan

__ADS_1


__ADS_2