Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 53


__ADS_3

"Ibu...." kata Mas Rangga tampak terkejut melihat kehadiran sang ibu disini


Kemudian sang ibu langsung memeluk anak semata wayangnya itu sembari menitikkan air mata, sang ibu benar-benar masih belum percaya bahwa anak semata wayangnya harus berada di balik jeruji besi.


Setelah saling menumpahkan kesedihan Rangga segera mencium punggung tangan sang ibu dengan takzim, di balas dengan sang ibu mencium kening Rangga karena sampai kapan pun Rangga tetap di anggap sang ibu anak kecil.


Lalu beralih ke arah putri Sisil dan Rangga, putri mereka juga menitikkan air mata sembari mencium punggung tangan sang papa begitu juga dengan Sisil setelah itu mereka semua duduk bersama-sama di kursi yang tersedia di ruang besuk itu.


"Ini ibu bawain bekal, ibu masakin makanan favoritmu udang saos padang. Ayo sekarang di makan pasti selama disini makanannya gak enakkan, makanya ibu sengaja siapin ini sebelum kesini tadi" kata Ibunya Rangga dengan suara parau karena habis menangis


"Terima kasih, bu. Maaf sudah buat kalian sedih dengan aku masih disini, besok aku sudah boleh keluar meski masih harus di pantau oleh pihak polisi selama seminggu. Setelah seminggu baru akan melakukan sidang karena polisi juga masih mencari siapa penyebar video syur itu, apapun keputusan sidang nanti kalian harus tetap sabar" kata Mas Rangga menggenggam jari jemari ketiga wanita yang sangat berarti dalam hidupnya


Dengan kompak Sisil dan putrinya serta ibu mertuanya langsung menganggukkan kepala mereka, lalu Rangga pun izin hendak menyantap makanan yang telah di bawakan oleh sang ibu barusan dengan lahap dan nikmat ia menghabiskan masakan sang ibu.


Selesai makan mereka berempat mulai berbincang ringan mengisi kekosongan yang ada disitu, saling tanya kabar dan tentang keseharian mereka masing-masing selama tak saling bertemu dua hari ini.


Rangga kemudian mendekati Sisil dan berjongkok di depan Sisil, lalu Rangga mengelus perut Sisil yang masih rata namun sudah terasa sedikit keras di bagian bawa menandakan bahwa Sisil memang benaran tengah mengandung.


"Anak papa sehat-sehat ya di dalam sana, jangan buat mama kesusahan. Doain papa semoga bisa segera berkumpul lagi dengan kalian semua, papa disini akan selalu merindukan kalian" kata Mas Rangga kemudian mencium perut Sisil itu


Sisil dan putrinya serta ibu mertuanya mendengar perkataan Rangga kembali menitikkan air mata, meski awalnya mereka bertiga sangat kecewa dengan Rangga saat melihat video syur itu namun mereka bertiga tak mungkin meninggalkan Rangga disaat ia butuh dukungan dari orang-orang di dekatnya.


Maka dari situ mereka bertiga berusaha melapangkan dada untuk memaafkan kelakuan Rangga, apalagi Sisil yang sudah pernah di selingkuhi Rangga tentu masih ingin memberi kesempatan kalau saja dengan berada di balik jeruji besi.

__ADS_1


Bisa membuat Rangga benar-benar berubah dan tak lagi mengulangi kesalahan-kesalahan apapun di masa yang akan datang, cukup lama mereka berbincang kini waktu ngebesuk pun habis dan mereka bertiga pun pamit dengan Rangga hendak pulang.


Sisil dan putrinya serta ibu mertuanya pun melangkahkan kaki beriringan meninggalkan kantor polisi setelah pamit dengan Rangga, kemudian mereka bertiga masuk ke dalam mobil milik Sisil setelah itu mobil pun segera di lajukan oleh Sisil.


Melesat bergabung dengan kendaraan lain yang berlalu lalang di jalan raya, hanya berapa belas menit mobil yang di lajukan Sisil sudah memasuki halaman rumahnya kemudian Sisil menghentikan mobilnya setelah itu putrinya dan ibu mertuanya keluar lalu Sisil pamit hendak ke perusahaannya.


"Hati-hati di jalan, jangan terlalu lelah ingat kandunganmu" ujar Ibunya Rangga sebelum menutup pintu mobil


"Iya, bu. Titip Raya" kata Sisil kemudian kembali melajukan mobilnya


Hingga tak terasa mobil Sisil sudah tiba di perusahaan miliknya, Sisil pun segera keluar dari mobil lalu melangkahkan kaki masuk ke dalam perusahaan miliknya dan langsung menuju ruangan suaminya.


Sampai ke dalam ruangan suaminya ternyata belum ada berkas apapun yang di letakkan Dewi di atas meja itu, Sisil pun memilih untuk kembali memeriksa CCTV kejadian dua hari yang lalu selama menunggu Dewi mengantarkan berkas.


"Siapa yang melakukannya, apa Mas Rangga tapi buat apa dia menghapus rekaman CCTV di ruangan ini" gumam Sisil dalam hati sembari menopang dagunya memperhatikan rekaman CCTV itu


Sisil pun teringat dengan kenalannya yang bisa mengembalikan rekaman CCTV yang terhapus, segera Sisil mengambil HP-nya dari dalam tas miliknya yang berada tak jauh dari laptop itu lalu Sisil mulai menghubungi kenalannya itu.


"Iya, tolong ya. Aku juga gak tau kenapa bisa ke hapus"


"....."


"Baiklah, aku bakal transfer DP-nya setelah selesai aku bayar lunas"

__ADS_1


"....."


"Oke, terima kasih sebelumnya"


Tak lama kemudian sambungan telepon pun terputus, Sisil mulai membuka aplikasi m-B4nking di HP-nya dan mulai mengetik nominal harga yang di minta kenalannya itu dan segera mengirim transaksi tersebut.


Selesai sudah urusannya, Sisil pun memilih untuk berselancar di sosi4l medi4 ingin menghilangkan penat di kepalanya sejenak yang sudah tiga hari ini membuatnya hampir stres memikirkan urusan suaminya belum lagi putrinya.


Tok....Tok


"Masuk" ujar Sisil yang awalnya fokus dengan HP-nya kemudian mengalihkan pandangannya dengan Dewi yang masuk ke dalam ruangan


"Ini bu, berkas-berkas yang di perlu tanda tangan ibu" kata Dewi sembari meletakkan tumpukan kertas itu di atas meja


"Dew, kita duduk sebentar disitu. Aku mau tanya sesuatu" kata Sisil mengajak Dewi berbincang di sofa yang ada di ruangan tersebut


Dewi pun tak menolak segera melangkahkan kaki mendekati sofa di ruangan itu lalu duduk, kemudian Sisil menyusul dan duduk di samping Dewi sembari menghela napas panjang agar lebih rileks lagi.


Kemudian Sisil mulai sedikit demi sedikit bertanya dengan Dewi tentang karyawan baru bagian admin yang bernama Sri, Dewi menjawab seadanya yang ia ketahui saja dan soal alasan apa yang membuat Sri di pecat Rangga Dewi sama sekali tidak tau.


Namun Dewi teringat sebelum di pecat oleh Rangga, si Sri itu sempat terduduk di lantai ruangan tersebut dengan raut wajah seperti kesakitan dan Sri juga sempat memohon dengan Rangga tak mau di pecat tapi Rangga tetap memecat Sri tanpa gaji dan pesangon.


"Kemarin aku memeriksa semua rekaman CCTV di perusahaan ini, aku melihat tingkah Sri yang berusaha menggoda Mas Rangga. Apa jangan-jangan dia di pecat karena sudah lancang menggoda Mas Rangga lebih dari yang aku lihat di rekaman CCTV, aku sudah coba melihat rekaman CCTV di ruangan Mas Rangga namun sepertinya rekaman CCTV itu ada yang menghapusnya tapi aku tidak tau siapa yang menghapusnya" jelas Sisil panjang lebar

__ADS_1


__ADS_2