Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 25


__ADS_3

Karena sudah agak mendingan Sisil pun memutuskan keluar kamar ingin bergabung dengan yang lain makan siang bersama di meja makan, hanya hitungan menit Bik Mirna telah selesai menata semua masakannya di atas meja makan.


Di kursi makan mereka berempat telah duduk manis sesuai dengan tempat mereka seperti biasanya, Rangga berada di ujung meja makan bagian tengah-tengah Sisil di sebelah kanan Rangga dan di sebelah Sisil putri mereka.


Sedangkan sang ibu duduk di sebelah kiri Rangga, kemudian mereka berempat mulai mengisi piring mereka masing-masing dengan nasi serta lauk pauk yang tersedia di atas meja makan itu.


Dengan lahap dan nikmat mereka berempat menyantap masakan Bik Mirna, hanya setengah jam mereka berempat pun telah selesai makan dan kini memilih bersantai di ruang keluarga berbincang-bincang ringan mengisi kekosongan.


"Sepertinya lebih baik Mas ke perusahaan saja sekarang, kan sudah ada ibu dan Raya yang menemani aku" ujar Sisil setelah cukup lama mereka berempat berbincang


"Ya juga, takutnya ada berkas yang perlu aku tanda tangani" kata Mas Rangga akhirnya menerima saran dari Sisil


Rangga pun pamit sejenak ke kamar tidur mereka ingin mengambil jas yang tadi di letakkannya di dalam kamar, setelah mendapatkan jas miliknya ia kembali menghampiri tiga wanita yang berarti dalam hidupnya itu.


"Bu, Rangga berangkat kerja" kata Mas Rangga kepada sang ibu kemudian mencium punggung tangan sang ibu dengan takzim


Setelah itu Rangga beralih ke Sisil dengan mendaratkan ciuman di pucuk kepala Sisil, bergantian mencium pipi kanan pipi kiri putri mereka kemudian Rangga melangkahkan kaki keluar rumah menuju mobilnya.


Selepas kepergian Rangga, Sisil dan ibu mertuanya melanjutkan perbincangan ringan mereka sedangkan putri Sisil dan Rangga memilih sibuk sendiri bermain boneka barbie yang di belikan sang nenek ole-ole dari Surabaya.


"Ibu senang rumah tangga kalian tetap rukun dari dulu sampai sekarang, ibu harap kalian selalu harmonis dan jika ada masalah bisa menyelesaikan secara baik-baik" kata Ibunya Rangga sembari mengelus pundak sang menantu


"Iya bu" jawab Sisil singkat

__ADS_1


Ibu mertuanya memang tak mengetahui apapun masalah yang pernah terjadi di dalam rumah tangga Sisil dan Rangga setengah tahun yang lalu, karena Sisil tak mungkin juga membuka aib suaminya yang pernah selingkuh.


Apalagi sampai detik ini terlihat suaminya sungguh-sungguh berubah menjadi lebih baik, bahkan sering menghabiskan waktu dengannya dan putri mereka jika pun suatu saat suaminya mengulangi kesalahan yang sama.


Entahlah Sisil tak bisa membayangkannya apa kembali memaafkan atau akan lepas tangan, yang jelas sekarang ia berharap selamanya rumah tangga mereka rukun seperti ini karena ia pun tau setiap rumah tangga pasti ada ujian masing-masing.


"Ini nyonya potongan buah melon yang di minta tuan tadi" kata Bik Mirna meletakkan piring yang berisi potongan buah melon di atas meja yang ada di hadapan Sisil dan ibu mertuanya


"Ohh iya Bik, terima kasih" kata Sisil sembari tersenyum senang suaminya ternyata tadi sebelum pergi menyempatkan diri ke dapur meminta Bik Mirna menyiapkan potongan buah melon


"Sama-sama nyonya, saya permisi" kata Bik Mirna pamit undur diri kemudian kembali ke dapur


Sisil mulai mengambil potongan buah melon itu mengunakan garpu dan memasukan ke dalam mulutnya, Sisil juga menyuapkan potongan buah melon itu pada putrinya yang sibuk bermain dan ibu mertuanya juga di tawari Sisil namun ibu mertuanya lebih memilih mengambil sendiri.


.


.


Selesai makan malam sang ibu yang masih merasa lelah karena perjalanan tadi pagi, saat ini memilih segera ke kamar ingin istirahat apalagi siang tadi tak sempat soalnya menemani menantunya yang kurang sehat karena hamil muda.


Sisil dan Rangga tentu tak mempermasalahkan sang ibu ingin langsung ke kamar hendak istirahat, justru Sisil dan Rangga merasa tak enak hati karena ulah mereka berdua sang ibu jadi tak sempat istirahat siang tadi.


Namun sang ibu bilang ia malahan senang bisa menemani Sisil siang tadi, apalagi menemani calon cucu barunya yang sepertinya akan terlihat lebih manja dari cucunya sekarang karena masih dalam kandungan saja sudah membuat Sisil kesusahan.

__ADS_1


"Pa ma, Raya mau tidur bareng nenek boleh?" tanya Raya saat melihat sang nenek hendak masuk kamar tamu


"Boleh dong, tak perlu izin segala dengan papa mama. Ayo kita ke kamar" kata Ibunya Rangga mengandeng tangan sang cucu lalu melangkahkan kaki menuju kamar tamu


"Ingat jangan bandel, langsung tidur. Kasian nenek pasti ingin segera istirahat" kata Sisil memperingati putrinya itu


"OKE, mamaku sayang" kata Raya sebelum menghilang di balik dinding pembatas


Kini di ruang keluarga hanya tinggal Sisil dan Rangga, entah mengapa hamil sekarang Sisil lebih manja dan ingin selalu dekat dengan suaminya bahkan saat ini Sisil terus bergelendot dengan suaminya.


Posisi Sisil saat ini berbaring dengan paha suaminya menjadi alas kepalanya, kadang juga Sisil suka merengek seperti anak kecil dan tak henti-henti mencium suaminya namun semua itu membuat Rangga makin senang.


"Ohh ya sayang, mulai sekarang kamu gak perlu lagi ke perusahaan. Biar aku yang handle perusahaan, kamu harus banyak istirahat di rumah demi bayi dalam kandungan kamu" kata Mas Rangga sembari memainkan rambut Sisil yang tergerai itu


"Iya Mas, gimana kalau posisi wakil CEO biar Dewi saja. Aku sangat percaya dengan Dewi, apalagi Dewi satu-satunya karyawanku yang masih setia bekerja di perusahaanku dari awal aku merintis usaha dan posisi Dewi cari aja karyawan baru" kata Sisil yang memang sudah memikirkan hal tersebut mateng-mateng


"Terserah kamu, aku nurut saja apa keputusan kamu" kata Mas Rangga yang memang tak terlalu mau ikut campur atas keputusan Sisil.


Dulu Lisa juga Sisil yang menepatkan sebagai admin Rangga, namun karena memang Lisa nya yang gatel dan selalu menggoda Rangga hingga Rangga pun tergoda bujuk rayu Lisa yang sangat pandai merayu seluruh kamu adam.


Kini malam semakin larut Rangga mengajak Sisil untuk segera ke kamar tidur mereka, karena Sisil sedang hamil muda jadi tak boleh tidur terlalu malam takut berpengaruh dengan perkembangan janin dalam kandungannya.


Sisil dan Rangga sudah berada di dalam kamar tidur mereka, bahkan mereka berdua sudah berbaring di atas tempat tidur dengan selimut yang membalut tubuh mereka tanpa menunggu lama Sisil dan Rangga pun terlelap masuk ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2