Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 32


__ADS_3

Menjelang istirahat siang Rangga memilih untuk kembali ke kediamannya ingin makan siang di rumah bersama keluarganya, Rangga pun segera melangkahkan kaki keluar dari ruangannya dan menuju pintu keluar perusahaan ingin segera ke arah mobilnya.


"Selamat siang, Pak" sapa Para karyawan di perusahaan milik Sisil setiap bertemu dengan Rangga


Rangga hanya membalas dengan anggukkan kepala namun tak ada sedikitpun senyuman di wajahnya, tampak dingin namun semua karyawan disitu sudah tau kalau atasan mereka memang cuek dan dingin ketika berhadapan dengan mereka.


Rangga pun akhirnya tiba di pintu keluar masuk perusahaan, ia segera melangkahkan kaki mendekati mobilnya yang terparkir di tempat khusus parkiran CEO yang di sediakan khusus di perusahaan ini.


Namun sebelum masuk ke dalam mobil ia menyempatkan diri menghubungi Sisil, ingin bertanya kalau saja ada makanan di luar yang sedang di inginkan Sisil apalagi saat ini Sisil tengah hamil muda tentu sering merasakan namanya ngidam.


Setelah sambungan telepon terhubung dan Sisil di seberang telepon menjelaskan bahwa ia pengen rujak yang ada di dekat sekolahan putri mereka tentu Rangga dengan senang hati akan menuruti permintaan Sisil, setelah itu sambungan telepon pun berakhir.


"Bukankah itu CEO di perusahaan ini, wah ini kesempatan aku bisa mengait seorang CEO biar hidup aku bisa berubah" gumam Seorang wanita yang kebetulan berada di parkiran perusahaan


Wanita itu segera melepas dua kancing baju kemejanya bagian atas, kemudian bergegas melangkahkan kaki mendekati atasan perusahaan SR GLOW itu mumpung atasan perusahaan SR GLOW itu saat sibuk berteleponan.


Takk


Wanita itu pura-pura hampir terjatuh dan benar saja Rangga dengan sigap membantu wanita yang hampir jatuh itu, kini posisi wanita itu pinggangnya di rangkul oleh Rangga dan wanita itu berpegangan dengan tubuh kekar milik Rangga.


Glek


Rangga susah payah meneguk ludahnya ketika melihat gunung kembar yang terekspos di depan matanya itu, berapa detik wanita itu juga terdiam memandang wajah Rangga yang sangat tampan membuatnya begitu terpesona.


"Ahh, maaf" kata Mas Rangga segera membenahi posisi mereka

__ADS_1


"Terima kasih, Pak. Kalau gak Bapak bantu pasti saat ini saya sudah jatuh" kata Wanita itu berbicara dengan suara di buat-buat layaknya sedang mendes*h


"Iya sama-sama, saya permisi" kata Mas Rangga segera membuka pintu mobilnya dan hendak masuk ke dalam mobil namun di tahan oleh wanita itu


"Kalau boleh tau, Bapak mau kemana. Bisa gak saya menumpang soalnya saya selesai habis interview mau pulang tapi ternyata lupa bawa dompet tadi saja kesini saya menumpang dengan teman saya yang bekerja di seberang perusahaan ini" kata Wanita itu panjang lebar berharap mendapat tumpangan pada atasan perusahaan SR GLOW itu


"Maaf saya sedang buru-buru jadi gak bisa kasih tumpangan, ini ambil uang ini saya ikhlas" kata Mas Rangga menyodorkan dua lembar uang berwarna merah


Setelah wanita itu menerima uang darinya, segera Rangga menutup pintu mobilnya kemudian mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan wanita itu yang masih mematung di parkiran perusahaan dan Rangga ingin segera mencari rujak yang di inginkan Sisil tadi.


"Hemm, baiklah saat ini kamu masih jual mahal dengan aku. Besok-besok aku pastikan kamu akan bertekuk lutut dengan aku" gumam Wanita itu setelah melihat mobil milik Rangga hilang bergabung dengan kendaraan lain


Wanita itu pun segera menghentikan mobil taksi yang lewat, kemudian masuk ke dalam mobil taksi dan meminta mobil taksi mengantar ke alamat xx dimana tempat tinggalnya sementara tinggal di kota A ini.


.


.


"Walaikumsalam" jawab Semuanya dengan serentak


"Ini sayang, rujak yang kamu pengen" kata Mas Rangga sembari menyodorkan plastik yang berisi rujak kemudian mendaratkan ciuman di pucuk kepala Sisil


"Terima kasih" ucap Sisil sangat bahagia rujak yang sangat di inginkannya kini ada di depan matanya


Lalu Rangga segera mendaratkan bokongnya di kursi miliknya, dan mereka semua mulai menyantap makan siang setelah Rangga telah berada di meja makan dengan lahap mereka semua menghabiskan makanan di piring mereka masing-masing.

__ADS_1


Selesai makan putri mereka memilih mengajak Azzam bermain di halaman belakang yang di pantau oleh sang ibu, sedangkan Rangga mengajak Sisil untuk ke kamar tidur mereka.


Tiba di dalam kamar tidur mereka, Rangga langsung mencium bibir milik Sisil dengan menuntun dari menuntun mulai jadi lum*tan karena Rangga saat ini sedang di penuhi dengan hasrat yang sangat besar setelah kejadian di parkiran tadi.


Jadi Rangga menginginkan Sisil, dan syukurnya Sisil menerima sehingga membiarkan Rangga mencium semua daerah sensitif yang ada di tubuhnya sampai akhirnya mereka sama-sama menginginkan hal lebih.


"Ahh......"


Suara des*han lolos dari mulut mereka berdua setelah mereka dalam penyatuhan dan sama-sama menyampai puncak, namun karena hasrat Rangga masih tinggi ia mengulangi permainannya dengan Sisil hingga akhirnya mereka sama-sama terkulai lemas di atas ranjang.


"Terima kasih, sayang. I Love You" ucap Mas Rangga kemudian mendaratkan ciuman di kening Sisil


Sisil yang kelelahan ternyata setelah bercinta langsung tertidur, Rangga segera beranjak dari tempat tidur kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh Sisil yang tak mengunakan sehelai benang sama sekali.


Kemudian Rangga masuk ke dalam kamar mandi hendak membersihkan tubuhnya setelah bercinta barusan, hanya berapa belas menit Rangga telah selesai mandi lalu kembali memakai pakaian kerjanya karena ia harus kembali ke perusahaan.


"Sayang, aku berangkat kerja lagi ya" kata Mas Rangga pamit dengan Sisil meski Sisil saat ini sedang tidur lalu tak lupa Rangga mencium pucuk kepala Sisil sebelum keluar dari kamar


Rangga telah berada di luar kamar, saat bertemu Bik Mirna ia memesani Bik Mirna untuk memberi tahu kepada semua orang jangan masuk ke dalam kamar tidur mereka karena saat ini Sisil sedang istirahat.


Bik Mirna dengan patuh menganggukkan kepalanya, kemudian Rangga melanjutkan langkah kakinya keluar rumah dan menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah lalu ia segera masuk ke dalam mobil.


Mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan ke kediamannya dan menuju perusahaan milik Sisil, hanya setengah jam Rangga pun sudah tiba di perusahaan milik Sisil.


Kini Rangga sudah berada di dalam ruangannya kembali memeriksa setumpuk berkas yang ada di atas mejanya itu, dengan teliti Rangga membaca satu persatu berkas tersebut kemudian baru ia bumbuhi dengan tanda tangannya.

__ADS_1


Cukup lama berkutik dengan semua berkas yang tertumpuk di atas mejanya, akhirnya semuanya telah selesai di periksanya dan di bumbuhinya tanda tangan.


__ADS_2