
Ting...Tong
Bunyi bel di rumah Sisil, tak biasanya ada yang bertamu malam hari seperti ini namun karena tak ingin menunggu tamu di luar menunggu lama akhirnya Bik Mirna bergegas mendekati pintu utama di intipnya dari balik jendela.
Betapa terkejutnya Bik Mirna siapa yang datang, tapi Bik Mirna tak bisa berbuat apa-apa akhirnya mau tak mau membukakan pintu tersebut sembari menyapa tamu itu dengan ramah dan mengembangkan senyuman.
"Permisi, apa benar ini di kediaman pak Rangga Kusuma?" tanya Seorang pria yang memakai seragam coklat itu
"Iya pak, benar" jawab Bik Mirna
"Siapa, Bik?" tanya Sisil menghampiri Bik Mirna yang dari tadi berdiri di ambang pintu tak mempersilahkan tamu untuk masuk
"Selamat malam, kami dari pihak kepolisian ingin membawa pak Rangga Kusuma atas tindakan asusila di video syur berapa detik itu. Ingin meminta keterangan atasan video syur itu" jelas Pria yang berseragam warna coklat itu
Rangga yang penasaran akhirnya ikut menghampiri Sisil dan Bik Mirna, saat melihat di depan pintu luar ternyata pihak kepolisian Rangga langsung membolakan kedua matanya tak menyangka berita video syur itu akan berdampak seperti ini.
"Ini pak suami saya, Rangga Kusuma" kata Sisil terpaksa jujur karena jika memberontak justru akan menyusahkan mereka
Pihak polisi pun membawa Rangga dengan tenang karena Rangga tak memberontak sama sekali, saat hendak melangkahkan kaki mengikuti pihak polisi itu Rangga menoleh ke belakang menatap Sisil dengan mata yang berkaca-kaca.
Sama Sisil pun menatap Rangga dengan mata yang berkaca-kaca, namun Sisil tak bisa berbuat apa-apa ia hanya bisa mengigit bibir bawahnya agar tangisnya tak pecah ia sadar mungkin ini ujian rumah tangga mereka yang harus mereka hadapi.
Beruntung putri mereka sudah tidur tadi sehingga takkan ikut sedih melihat sang papa di bawa pihak polisi, Sisil masih diam mematung dari kejauhan menatap Rangga yang masuk ke dalam mobil pihak polisi itu.
__ADS_1
Bik Mirna yang berdiri di samping majikannya itu hanya bisa mengelus pundak majikannya memberi kekuatan agar majikannya sabar dengan ujian ini, setelah mobil pihak polisi melesat meninggalkan halaman rumah Sisil.
Tangis Sisil pun pecah, Bik Mirna membantu majikannya untuk masuk ke dalam rumah dan segera menutup serta mengunci pintu utama saat tiba di ruang keluarga Bik Mirna memeluk majikannya itu sembari mengelus punggung majikannya.
"Sabar, nya. Insyaallah ada jalan dari masalah ini" kata Bik Mirna terus mengelus punggung majikannya itu
"Kenapa Bik, kenapa harus rumah tangga kami yang selalu di uji" kata Sisil seakan-akan saat ini menyalahkan takdir yang tak mau berpihak pada rumah tangganya dengan suaminya
"Jangan begini nya, berdoa dengan ALLAH meminta kemudahan untuk masalah ini" kata Bik Mirna lagi yang masih berusaha menenangkan majikannya
Sisil segera menyeka air matanya yang sudah membanjiri kedua pipinya, bahkan kedua kelopak matanya mulai terlihat bengkak ia tak menyangka video syur suaminya akan berdampak dengan suaminya berurusan dengan pihak kepolisian.
Setelah agak mendingan Sisil pun memilih beranjak dari ruang keluarga dan melangkahkan kaki menuju kamar tidur utama yang di tempatinya dan suaminya, tiba di dalam kamar Sisil melihat bingkai foto pernikahannya dengan suaminya yang ada di dinding kamar mereka.
Namun saat pernikahan mereka berjalan empat tahun mulai kurangnya komunikasi antara mereka berdua sehingga suaminya bermain api di belakangnya, dan terbongkar hampir setengah tahun yang lalu kini justru kembali rumah tangga mereka di uji.
Bahkan kali ini lebih besar ujian membuat Sisil tak kuat, apalagi saat ini ia tengah berbadan dua tentu pikirannya dan tubuhnya tak boleh kelelahan karena akan berdampak dengan janin yang ada di dalam kandungannya.
Sisil pun segera membaringkan tubuhnya, ia tak ingin larut dalam kesedihan malam ini yang mengakibatkan ke janinnya dan ia memilih memejamkan kedua kelopak matanya karena besok ia terpaksa harus menggantikan posisi suaminya dahulu di perusahaan.
Belum lagi ia harus mencari pengacara hebat yang bisa membantu kasus suaminya meski ia tak tau di video syur itu benar suaminya atau hanya rekayasa, semua jawaban akan terjawab besok jika memang suaminya tak bersalah pasti pihak polisi membebaskan suaminya.
Namun jika ternyata benar di video syur itu adalah suaminya, itu artinya suaminya akan membekap di balik jeruji besi entah sampai kapan karena tentu harus melakukan persidangan dulu sebelum jatuh hukuman.
__ADS_1
Terlalu banyak yang di pikirkan dan kembali meneteskan air mata pada akhirnya Sisil pun terlelap memasuki alam mimpi yang membuat semua orang jadi tenang, alam mimpi seakan dunia dongeng yang bisa di masuki saat kita tertidur.
Di tempat lain tepatnya di sebuah ruangan yang sisi kanan kiri dinding terdapat kaca tembus pandang dari luar, pihak polisi terus mengintrogasi Rangga saat ini dan jawaban Rangga tak membuat pihak polisi puas karena Rangga berkali-kali menjawab dengan jawaban yang sama.
"Saya tidak merasa melakukan hal tersebut" ulang Mas Rangga kelima kalinya
"Tapi sudah kami pastikan bahwa itu benar wajah pas Rangga, hanya saja itu di edit karena aslinya bukan di sebuah kamar hotel melainkan seperti di sebuah ruangan mungkin ruangan kerja pak Rangga" kata Polisi yang mengintrogasi Rangga dari tadi sembari memperlihatkan video syur itu
Meski video syur itu tak ada suara des*han atau melakukan hubungan int1m, namun tetap saja video syur itu termasuk melanggar asusila apalagi sudah tersebar luas di berita TV dan media sosial yang bisa di lihat seluruh kalangan anak-anak sampai dewasa.
Karena tak mendapatkan jawaban yang memuaskan Rangga pun untuk sementara waktu di tahan, nanti akan di pulangkan tiga hari ke depan kalau terbukti tidak bersalah dan pihak polisi pun membawa Rangga ke jeruji besi.
Rangga tak memberontak dan tetap ikut melangkahkan kaki saat di giring oleh pihak polisi itu, hingga akhirnya masuk ke dalam salah satu jeruji besi yang disitu ada dua pria bertubuh besar bahkan tato memenuhi tubuhnya.
Membuat Rangga jadi bergidik ngeri, namun karena tak ada pilihan Rangga tetap masuk ke dalam jeruji besi sampai pihak polisi menutup kembali jeruji besi itu dan meninggalkan Rangga yang sudah sangat pasrah.
.
.
"Rangga......hhhhh......hhhh....." teriak Seorang wanita paru baya terbangun dari mimpinya sembari napas ngos-ngosan
"Ya allah, apa yang terjadi dengan anak hamba. Mengapa perasaan hamba jadi tak tenang, apalagi setelah mendapatkan mimpi barusan" kata Wanita paruh baya itu sembari menyandarkan tubuh yang sudah tua itu di sandaran tempat tidur
__ADS_1
Wanita paruh baya itu adalah ibunya Rangga