Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 65


__ADS_3

Hari pernikahan Dewi pun telah tiba, Sisil pagi-pagi telah bersiap-siap dengan pakaian couple keluarga yang di pesannya waktu itu bahkan baby Rani juga telah ia mandikan dan sudah memakai dress yang sama dengan Sisil.


Bukan hanya Sisil saja Raya Azzam dan Rangga juga telah bersiap dan sudah memakai baju couple keluarga, semuanya kini telah berkumpul di ruang makan untuk sarapan terlebih dahulu buat mengisi perut mereka sebelum pergi.


"Bik, titip rumah ya" kata Sisil setelah mereka selesai sarapan


"Iya nyonya" jawab Bik Mirna sembari menganggukkan kepala


Lalu Sisil dan yang lain mulai melangkahkan kaki keluar dari rumah menuju mobil, tiba di mobil mereka semua segera masuk kemudian Rangga melajukan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan kediaman mereka.


Pernikahan Dewi di adakan di gedung hotel bintang lima, karena kediaman Sisil kebetulan ada di pusat kota dan hotel bintang lima juga ada di pusat kota jadi hanya lima belas menit mobil yang di lajukan Rangga telah memasuki lobi hotel.


Setelah memarkirkan mobilnya di antara mobil-mobil mewah lainnya, Sisil dan yang lain segera keluar dari mobil lalu melangkahkan kaki masuk ke dalam hotel dan langsung menuju lantai paling atas dimana lokasi pernikahan di adakan.


Tiba lokasi Sisil berpisah dengan Rangga, Raya dan Azzam, ia memilih melangkahkan kakinya ke kamar dimana tempat Dewi di make-over bersama baby Rani ia pun masuk ke dalam kamar yang di tunjukkan oleh petugas hotel.


"Masyaallah, Dewi kamu cantik banget" puji Sisil saat melihat Dewi telah selesai di make-over


"Ahh, terima kasih Bu Sisil" kata Dewi tersipu malu dengan pujian Sisil


"Wah baby Rani juga cantik ni, bikin gemas terus" lanjut Dewi sembari menoel pipi chubby milik baby Rani


Cukup puas ngobrol dengan Dewi, Sisil memilih keluar dari ruangan tersebut karena sebentar lagi acara ijab kabul akan segera di lakukan. Kini Sisil duduk di antara tamu lain di sebelah kanan ada sang suami dan sebelah kiri ada sang putri dan sang keponakan.


Sah


Sah

__ADS_1


Setelah terdengar kata sah, semua yang di dalam gedung mengucap syukur pada Tuhan kemudian pengantin wanita datang bersama beberapa pengiring pengantin salah satu disana ada Sri yang kini menjadi sahabat Sisil dan Dewi bahkan Sri sudah menikah dua bulan yang lalu.


Pengantin wanita dan pengantin pria sudah duduk di kursi pelaminan, para rekan kantor yang bekerja di perusahaan Sisil semua datang hendak memberi selamat dan doa kepada Dewi wakil CEO mereka.


Satu persatu para tamu undangan naik ke panggung hendak memberi selamat dan doa pada sepasangan pengantin yang tengah berdiri di depan pelaminan, Sisil dan Rangga serta Raya bersama Azzam juga ikut naik memberi selamat dan doa.


"Selamat ya, semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warahmah" ucap Sisil pada Dewi lalu saling menempelkan pipi kanan pipi kiri


Setelah itu Sisil dan yang lain turun dari panggung menuju hidangan yang di sediakan pihak hotel, para tamu undangan menikmati hidangan yang sangat lezat dengan lahap begitu juga Sisil dan Rangga serta Raya bersama Azzam.


Selesai menyantap hidangan, Sisil dan Rangga kembali naik ke atas panggung ikut berfoto dengan sepasang pengantin baru bersamaan dengan seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan Sisil.


Momen tersebut ingin di abadikan Dewi, apalagi setelah menikah ia memutuskan keluar dari perusahaan Sisil dan akan ikut sang suami ke luar negeri yang memiliki bisnis di luar negeri.


"Aku gak menyangka, kita sudah pada menikah semua. Apalagi kamu dapat suami orang luar negeri" kata Sisil pada Dewi


"Sri juga udah ada tanda-tanda kayaknya" kata Sisil menggoda Sri


"Doain aja" jawab Sri


"Aaamiiin"


Sisil dan Dewi menjawab secara bersamaan, kini Sisil dan yang lain kembali turun dari panggung karena pihak pengantin laki-laki juga ingin berfoto dengan sepasang pengantin baru yang tengah bahagia itu.


Acara demi acara telah berlalu, kini sepasang pengantin baru itu hendak mengganti pakaian Sisil dan Sri membantu Dewi untuk kembali ke ruangan dimana tukang make-up berada dan hanya setengah jam Dewi telah berganti baju pengantin.


Tamu undangan di gedung bukannya semakin berkurang malahan semakin bertambah, sampai membuat gedung hotel tempat resepsi pernikahan terjadi penuh oleh para tamu undangan dari mana saja.

__ADS_1


Sisil yang tadi sudah menyantap hidangan kembali menyantap makanan manis yang menjadi makanan favoritnya, kue brownies dan puding mangga bahkan bukan hanya satu potong Sisil menyantap makanan manis itu.


Bahkan Rangga yang mengendong baby Rani hanya tersenyum sembari geleng-geleng kepala melihat sang istri makan dengan sangat lahap, tubuh Sisil juga sekarang terlihat berisi membuat Sisil tampak semakin s3xi.


"Kita sudah makan makanan penutup, jadi lebih baik kita pulang. Kamu pasti sudah kekenyangan dan sebentar lagi mengantuk" kata Rangga memilih mengajak Sisil pulang dari pada Sisil tertidur di acara tersebut


"Baiklah, hah....." jawab Sisil sembari menguap


Rangga segera mengandeng tangan Sisil untuk pamit dengan Dewi hendak pulang, di ikuti oleh Raya dan Azzam yang dari tadi mengekor di belakang. Setelah itu Rangga dan Sisil pun keluar dari gedung hotel menuju mobil mereka.


Hanya berapa belas menit mobil yang di kemudi Rangga telah tiba di kediaman mereka, lalu mereka turun dan melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah yang telah di bukakan oleh Bik Mirna.


Tiba di kamar Rangga ternyata bukannya menyuruh Sisil istirahat malahan meminta hak-nya sebagai suami, karena ketika Sisil makan tadi ia tampak sangat s3xi hingga membuat birahi Rangga naik.


Kini keduanya tengah melakukan hubungan suami istri, entah yang ke berapa kali mereka berdua terus melakukan pelepas bahkan terus menerus sampai akhirnya kedua sepasang suami istri yang sudah menikah itu terkulai lemah.


"Aku sangat mencintaimu, terima kasih sudah mau memberi aku kesempatan dulu. Jika tidak mungkin sampai saat ini aku akan menjadi laki-laki yang tak berguna karena tak ada arah" kata Rangga sembari terus mendaratkan ciuman di seluruh wajah Sisil


"Karena aku yakin kalau kamu bisa berubah, aku hanya mempertahankan milikku jika pun kamu tak mau berusaha bertahan juga. Mungkin aku juga akan melepaskanmu dulu, ini karena kita sama-sama mau berjuang" kata Sisil sembari memeluk sang suami dengan sangat erat


.


.


.


.

__ADS_1


__________________TAMAT_________________


__ADS_2