
"Wah ternyata mama telat ya?" tanya Sisil baru keluar dari kamar sembari mendaratkan bokongnya di kursi makan
Putrinya dan ibu mertuanya hanya melempar senyuman pada Sisil, kemudian mereka bertiga mulai menyantap makanan yang telah terhidang sempurna di atas meja makan tersebut yang terlihat menggugah selera semua.
Hanya terdengar dentingan sendok yang menyentuh permukaan piring ketika mereka bertiga makan saking sangat menikmati makan malam kali ini, tak sampai setengah jam mereka bertiga telah selesai makan malam.
Dan seperti biasa Sisil akan membantu Bik Mirna membereskan meja makan jika ia tak memiliki pekerjaan, selesai membantu Bik Mirna Sisil segera bergabung dengan putrinya dan ibu mertuanya yang tampak sedang bercanda gurau.
Waktu berjalan terasa begitu cepat, putrinya pun tertidur pulas di atas karpet yang tak jauh dari sofa yang di duduki oleh Sisil dan ibu mertuanya yang saat ini masih sibuk berbincang-bincang kecil mengisi kekosongan malam ini.
"Terima kasih, Sil. Kamu tetap setia dengan Rangga meski Rangga telah banyak mengecewakan kamu" ucap Ibunya Rangga dengan tulus sembari memegang tangan Sisil dengan lembut
"Sisil tak masalah bu, selagi Mas Rangga menyadari kesalahannya dan yang terpenting bagi Sisil Mas Rangga gak pernah main tangan dengan Sisil karena kekerasan itu akan sering terjadi jika tak bisa di kontrol" kata Sisil berusaha meyakini ibu mertuanya
Ibu mertuanya pun langsung memeluk Sisil, ibu mertuanya benar-benar bersyukur dan merasa beruntung mendapatkan menantu sebaik Sisil padahal jika mau bisa saja Sisil saat ini meninggalkan anak semata wayangnya itu.
Apalagi yang memiliki segalanya adalah Sisil, namun karena Sisil memiliki hati yang baik dan memikirkan keadaan putrinya yang sangat dekat dengan sang papa jadi tak mau Sisil merusak kebahagian putrinya hanya karena keegoisannya ingin mementingkan kebahagian sendiri.
Jika Sisil berpisah dengan Rangga dan ia mendapatkan suami pengganti belum tentu pria itu bisa menjadi papa yang baik untuk putrinya serta calon anaknya saat ini dan yang di pikirkan Sisil takut seseorang menginginkannya karena ia memiliki segalanya.
"Udah malam, bu. Ibu istirahatlah, besok kita akan menjemput Mas Rangga di kantor polisi" kata Sisil pada ibu mertuanya itu
__ADS_1
"Baiklah, ibu akan istirahat sekarang. Raya biar ibu yang gendong dia ke kamarnya sekalian ibu ingin tidur di kamar Raya, kamu juga harus istirahat" kata Ibunya Rangga sembari beranjak dari duduknya dan mendekati sang cucu
Setelah kepergian ibu mertuanya yang mengendong putrinya ke arah kamar putrinya, Sisil memilih beranjak ke dapur ingin membuat susu hangat untuknya yang kini mulai jadi kebiasaannya sebelum ia beranjak untuk tidur.
Hanya berapa menit segelas susu varian vanila untuk ibu hamil sudah selesai Sisil seduh, kemudian Sisil membawa susu tersebut ke arah ruang makan lalu duduk di kursi makan dan mulai meminum susu tersebut sampai tandas.
Selesai minum susu langsung Sisil cuci gelas kotor yang di gunakannya barusan lalu di kembalikannya ke tempat semula, kini Sisil mulai beranjak meninggalkan dapur dan melangkahkan kaki menuju kamar utama dimana kamar yang di tempatinya.
Malam semakin larut, Sisil belum merasakan kantuk sama sekali dan ia justru masih bergeming di depan jendela kamar yang sengaja di bukakannya sedikit lebar menikmati angin malam yang terasa sangat dingin.
Sisil memandangi langit yang bersinar terang dengan cahaya dari rembulan yang berbentuk bulat sempurna, Sisil tak menyangka rumah tangganya kini mulai di ombang ambing oleh Tuhan agar ia bisa menjadi sabar dan kuat lagi untuk menghadapi setiap masalah yang terjadi.
Di bukanya sosi4l medi4 milik Sri itu, di perhatikannya setiap status yang di update oleh Sri namun tak ada yang aneh lalu Sisil beralih ke beberapa gambar yang di posting oleh Sri dan tengah menggeser-menggeser layar HP-nya Sisil menemukan fakta baru.
Nama sekolah dan foto semasa SMA Sri sama dengan nama sekolah Rangga, sepertinya Sri sangat mengenal suaminya karena tak mungkin juga Sri tiba-tiba datang berani menggoda suaminya jika tak ada tujuan dari awal pertama ketika melihat suaminya.
"Huh....." Sisil membuang kasar napasnya yang terasa sesak setelah mendapatkan fakta baru tentang Sri
Setelah itu Sisil memilih menyelesaikan acara melihat-lihat sosi4l medi4 milik Sri, karena memang belum mengantuk mungkin ini efek karena tidur siang tadi sampai sore jadi Sisil memutuskan keluar kamar ingin menonton TV.
Untuk menghilangkan rasa bosan dan sepi yang di rasakannya saat ini, tiba di ruang keluarga Sisil mulai menyalakan TV dengan suara yang agak kecil agar tak menganggu orang-orang yang ada di kediamannya yang tengah beristirahat.
__ADS_1
Di tempat lain ternyata Rangga juga tak bisa tidur memikirkan nasib kehidupannya kedepannya setelah ia akan mendapatkan keputusan sidang nanti, Rangga tak yakin ia bisa bebas begitu saja pasti pihak polisi akan tetap menahannya.
Apalagi dari bukti yang di kumpulkan pihak polisi itu nyata dan jelas bahwa yang ada di dalam video syur itu adalah dirinya, bahkan buat menyakal juga percuma jika semua bukti telah mengarah ke dirinya.
Namun ia bersyukur besok di beri sedikit kebebasan oleh pihak polisi meski hanya satu minggu berada di kediamannya untuk berkumpul dengan keluarga, Rangga akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan menciptakan kenangan yang indah.
Agar setelah ia kembali mendekap di balik jeruji besi, ia pernah meninggalkan kesan yang baik untuk tiga wanita yang sangat berarti dalam hidupnya yang saat ini mungkin tengah menunggu waktu berjalan agar segera pagi.
"Aku sangat merindukan kalian" gumam Rangga di tengah malam yang semakin larut ini
Salah satu teman Rangga yang berada di balik jeruji besi itu terganggu dengan gumaman Rangga, teman Rangga itu pun beranjak dari tidurnya dan menggoyangkan tubuh Rangga sehingga membuat Rangga menoleh.
"Tidur bro, udah malam juga. Bukankah besok kamu sudah bisa keluar dari sini" kata Teman Rangga itu sembari duduk bersandaran di dinding
"Iya, justru itu aku gak bisa tidur karena gak sabar buat menunggu besok" jawab Rangga ikut beranjak duduk berdampingan dengan temannya itu
"Kamu masih beruntung memiliki keluarga, lah aku sekarang benar-benar sendirian istri dan anak-anakku telah lama meninggal dunia waktu masa covid-19 dulu" jelas Teman Rangga sembari menepuk pundak Rangga
"Sabar, insyaallah mereka sudah bahagia di dunia mereka" kata Rangga memberi semangat temannya itu.
Temannya langsung mengangguk
__ADS_1