
Satu minggu kemudian
"Bagaimana, Mas. Kapan kita bisa bertemu bertiga?" tanya Sisil ketika mereka tengah sarapan pagi hanya berdua karena putri mereka masih tidur seperti biasa karena hari ini weekend
"Lisa sudah pergi jauh, jadi gak bisa" jawab Mas Rangga sembari menyeruput kopi hitam
Sisil menyeringai ia sangat yakin ini hanya settingan karena suaminya tak mau sampai mereka bertiga bertemu, ia tak menyangka ternyata suaminya masih juga melindungi Lisa dan ia pun memilih diam dan melanjutkan sarapan yang belum tersentuh olehnya sama sekali.
Selesai sarapan seperti biasa Sisil akan langsung membereskan meja makan serta mencuci piring kotor, setelah itu Sisil mengistirahatkan tubuhnya sejenak duduk di sofa ruang keluarga sembari melihat-lihat status teman-temannya di aplikasi pink berlogo camera.
Sisil melihat status Lisa yang seakan-akan memang sedang berada di bandara dan ingin naik pesawat, Sisil pun langsung menaikan sedikit bibirnya menyeringai melihat kelakuan Lisa sekarang yang berusaha membodohinya.
"Lihat saja apa yang akan aku lakukan setelah ini" kata Sisil dalam hati
Sisil segera beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki ke arah kamar ingin menemui suaminya, tiba di kamar Sisil tak melihat suaminya namun terdengar suara percikan air dari kamar mandi yang artinya suaminya sedang mandi.
Sisil pun memutuskan keluar lagi dan memilih melangkahkan kaki ke arah kamar tidur putrinya, di lihatnya putrinya belum bangun sepertinya putrinya sangat kelelahan karena kemarin ia dan suaminya mengajak putri mereka bermain di area permainan yang ada di MALL.
"Sayang, bangun yuk. Udah siang" ujar Sisil sembari mencium pucuk kepala putrinya itu
"Hemm...." gumam Raya sembari membuka kedua kelopak matanya dan di kuceknya
"Ayo, mandi udah itu baru sarapan" kata Sisil sembari membantu putrinya turun dari ranjang tidur
Hanya berapa belas menit putrinya pun telah selesai mandi, bahkan sekarang sudah terlihat cantik setelah memakai dress berwarna pink dress favorit putrinya lalu Sisil mengandeng tangan putrinya untuk keluar dari kamar dan menuju meja makan.
.
.
__ADS_1
Siang hari
Selesai menidurkan putrinya, Sisil segera keluar dari kamar tidur putrinya dan melangkahkan kaki mencari keberadaan suaminya yang ternyata sedang duduk di halaman belakang.
"Mas, coba kamu telepon selingkuhanmu di depan aku sekarang" kata Sisil sembari menyodorkan HP-nya kepada suaminya
"Sayang, jangan gini donk. Aku udah gak mau berhubungan dengan Lisa lagi" kata Mas Rangga terlihat gusar
"Kamu gak berhak kasih pilihan, yang berhak tu aku. Karena disini aku yang jadi korban perselingkuhan kalian" kata Sisil tetap menyodorkan HP-nya kepada suaminya
Rangga pun mau tak mau menuruti permintaan Sisil, Rangga segera menghubungi nomor Lisa namun tak aktif dan beberapa kali Rangga mencoba tetap saja tak aktif.
"Gak aktif, sepertinya Lisa sudah ganti nomor HP" kata Mas Rangga mengembalikan HP milik Sisil
"Ohh jadi mau main kucing-kucingan ni, padahal IG Lisa masih aktif" kata Sisil sembari menyeringai dan melipat kedua tangannya di depan dada
"Aku tu memang udah gak pernah menghubungi Lisa lagi, udah ya. Aku juga udah pilih kamu dan Raya" kata Mas Rangga berusaha menyakinkan Sisil
Kemudian Sisil meninggalkan suaminya begitu saja, ia segera melangkahkan kaki ke kamar mengambil tas dan kunci mobilnya ingin pergi ke suatu tempat yang bisa membuatnya membalas semua perbuatan suaminya dan Lisa.
Kini Sisil sudah tiba di restoran milik Fika, bahkan ia telah duduk berhadapan dengan seseorang yang akan membantunya, orang itu adalah ahli hukum yang di kenalkan Fika kepadanya.
Kemudian Sisil menjelaskan secara rinci permasalahan yang sedang di alaminya saat ini, ahli hukum itu menganggukkan kepala akan berusaha membantu Sisil sebisa mungkin setelah mencatat semua permasalahan yang telah di jelaskan oleh Sisil.
Setelah itu ahli hukum pun pamit dengan Sisil, sebelum melangkahkan kaki ahli hukum menyodorkan tangannya menyalami Sisil dan di terima Sisil dengan baik bahkan Sisil mengucapkan terima kasih.
"Gimana?" tanya Fika menghampiri Sisil setelah ahli hukum pergi
"Beres, aku pamit ya. Masih ada yang perlu aku urus" kata Sisil sembari mencium pipi kanan pipi kiri milik Fika yang sudah mau membantunya
__ADS_1
"Iya, hati-hati. Semoga semua cepat selesai" kata Fika sembari tersenyum
Sisil membalas senyuman Fika, lalu melangkahkan kaki keluar dari restoran sembari terus melambaikan tangan kepada Fika sampai Sisil masuk ke dalam mobil miliknya.
Lalu Sisil melajukan mobil miliknya dengan kecepatan sedang meninggalkan restoran milik Fika dan menuju perkantoran developer perumahan Lisa yang telah ia buat janji, tiba di perkantoran developer tersebut Sisil langsung menemui marketing.
Marketing itu kembali menjelaskan kalau rumah yang di beli suaminya untuk Lisa masih dalam KPR, dan ternyata Sisil juga bisa mengajukan membatalkan unit perumahan itu tentu membuat Sisil senang mendengar semua penjelasan dari marketing itu.
"Baiklah, terima kasih ya mbak" kata Sisil sembari beranjak dan menyalami marketing itu
"Sama-sama" jawab Marketing itu sembari menerima tangan Sisil dan tersenyum ramah
Setelah puas mengumpulkan senjata untuk suaminya dan Lisa, Sisil memutuskan untuk pulang ke rumahnya apalagi hari sudah menjelang sore yang pasti putrinya sudah bangun dan akan mencari keberadaannya.
.
.
Kini Sisil sudah tiba di rumahnya dan tengah menemani putrinya yang sedang menonton TV acara favorit putrinya, namun meski berada di dekat putrinya mata Sisil fokus dengan layar HP-nya melihat status Lisa.
Lisa terus meng-update status menunjukan bahwa ia sedang jalan-jalan di luar kota, Sisil yang melihat itu hanya bisa tersenyum ia yang tau segalanya tak bisa di bodohi sangat jelas semua foto Lisa itu di edit.
Sisil pun menghubungi orang yang ahli melacak lokasi seseorang, tanpa menunggu lama Sisil sudah mendapatkan lokasi Lisa saat ini dan setelah tau lokasi Lisa dimana, ingin sekali Sisil tertawa saat ini juga namun ia tahan dahulu sebelum permainan Lisa dan suaminya selesai.
"Lagian mana ada orang hamil di luar nikah tapi tenang-tenang aja, kalau gak ada yang menjamin" kata Sisil dalam hati
"Sayang udah sore, mandi yuk" kata Sisil kepada putrinya
"Ayo ma, Raya mau pakai piyama gambar unicorn yang di beli kemarin" kata Raya sembari beranjak dan mengandeng tangan Sisil
__ADS_1
"OKE, sayang" jawab Sisil kemudian mencium pucuk kepala putrinya
Sisil dan putrinya segera melangkahkan kaki menuju kamar tidur putrinya, tiba di dalam kamar tidur putrinya langsung menuju kamar mandi dan segera membersihkan tubuh sendiri sedangkan Sisil membantu menyiapkan piyama tidur yang di maksud putrinya tadi.