Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 24


__ADS_3

Semenjak masuk ke dalam mobil sang ibu terus mengulum senyum, sang ibu jadi tak sabar ingin segera sampai ke kediaman anak dan menantunya yang sang ibu yakini bahwa saat ini menantunya sedang hamil muda.


Anak dan menantunya tak tau kalau itu gejala hamil muda, karena pas hamil anak pertama kemarin menantunya terlihat biasa saja dan banyak yang bilang ibarat hamil kebo jadi bawaan hanya mau makan dan tidur saja tak ada gejala lain.


Sang ibu tentu bahagia jika menantunya hamil lagi, apalagi sang ibu hanya memiliki anak semata wayang yaitu Rangga jadi kalau menantunya hamil lagi otomatis sang ibu akan dapat cucu lagi yang akan membuat masa tuanya ramai dengan cucu-cucunya.


"Kita mampir ke apotek sebentar" ujar Ibunya Rangga saat mobil mereka akan melewati apotek 24 jam


"Iya bu" jawab Mas Rangga singkat mungkin pikirnya sang ibu ingin membelikan Sisil obat


Kemudian mobil yang di kemudikan Rangga berhenti di depan apotek 24 jam, sang ibu pun segera membuka pintu hendak keluar namun sebelum keluar Rangga memberikan uang cash pada sang ibu dua lembar berwarna merah.


Tanpa pikir panjang sang ibu langsung mengambil uang tersebut dan segera keluar, sang ibu melangkahkan kaki menuju apotek yang tampak ramai dan sang ibu terpaksa harus mengantri.


"Mau cari apa bu?" tanya Karyawan apotek itu sembari tersenyum ramah


"Beli testpack d1gital satu, mbak" jawab Ibunya Rangga langsung menjelaskan tujuannya


"Ini bu, harga 85.000 ribu" kata Karyawan apotek itu menyodorkan testpack yang di maksud sang ibu


Sang ibu pun segera menyodorkan uang berwarna merah satu lembar yang sang ibu dapat dari anaknya tadi, selesai pembayaran dan mendapatkan testpack yang di inginkan sang ibu pun segera kembali ke mobil.


Kini mobil kembali di lajukan Rangga dengan kecepatan sedang meninggalkan apotek 24 jam itu, mobilnya bergabung lagi dengan kendaraan lain di jalan raya yang sedikit lenggang karena saat ini jam waktu bekerja.


Tanpa terasa mobil yang di lajukan oleh Rangga pun memasuki halaman rumahnya, kemudian mobil berhenti tepat di depan rumah lalu ia segera keluar dari mobil menuju bagasi mobil untuk mengambil koper milik sang ibu.

__ADS_1


Bik Mirna yang kebetulan sedang membersihkan ruang tamu saat mendengar suara mobil segera di bukakannya pintu utama, dan benar saja majikannya dan ibu majikannya yang baru saja tiba.


Sang ibu juga langsung keluar dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Rangga lagi, dan segera melangkahkan kaki menuju kamar utama dimana anak dan menantunya tempati.


Kreek.....


Bunyi handle pintu di buka, Sisil dan putrinya yang tengah bercanda langsung menoleh ke arah pintu yang hendak di buka di kira Sisil suaminya ternyata ibu mertuanya Sisil yang muncul dari balik pintu.


"Nenek....." kata Raya langsung beranjak turun dari tempat tidur dan menghamburkan pelukan dengan sang nenek


"Masyaallah cucu nenek udah besar makin cantik kayak mama" kata Ibunya Rangga membalas pelukan sang cucu kemudian mendaratkan ciuman di pipi kanan dan pipi kiri sang cucu lalu di gendongnya mendekati Sisil


"Bu....." panggil Sisil dengan wajah yang pucat menggapai tangan ibu mertuanya itu lalu di ciumnya punggung tangan yang tampak keriput itu dengan takzim


Ketiga wanita yang sangat berarti dalam hidupnya tampak selalu akur, sang ibu memang sangat menyayangi Sisil seperti anak kandung sendiri apalagi Sisil selama ini juga sering merawatnya dengan baik.


Sang ibu yang berada di dekat Sisil segera membisikkan sesuatu di telinga Sisil, membuat Sisil langsung tersenyum seperti tak percaya dengan perkataan sang ibu namun tetap menuruti saran sang ibu.


"Ibu ngomongin apa sih, pakai bisik-bisik segala dengan Sisil?" tanya Mas Rangga yang tentunya penasaran


"Iya nenek kok bisik-bisik gak ngajak Raya" kata Raya sembari mengerucutkan bibirnya hingga tampak mengemaskan


"Ini rahasia nenek dan mama" jawab Ibunya Rangga sembari mencubit pelan hidung sang cucu


Sisil dan ibu mertuanya pun segera beranjak dari tempat tidur, kemudian ibu mertuanya membantu Sisil untuk melangkahkan kaki menuju kamar mandi awalnya Rangga yang ingin membantu namun Sisil menolak dan ingin dengan ibu mertuanya.

__ADS_1


Sehingga mau tak mau Rangga pun mengalah dan membiarkan Sisil bersama sang ibu ke kamar mandi, tiba di kamar mandi Sisil segera menampung air kencingnya dan mulai memakai alat testpack yang di belikan oleh ibu mertuanya tadi.


Sepuluh menit kemudian Sisil melihat testpack itu, disitu terlihat dua garis merah membuat Sisil langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya ia sangat bahagia karena ia masih di percaya untuk hamil lagi.


"Bu, positif" kata Sisil memperlihatkan testpack itu pada ibu mertuanya


"Syukurlah, ayo kita kasih tau Rangga dan Raya. Mereka pasti bahagia mendengar kabar ini" kata Ibunya Rangga kembali membantu Sisil untuk melangkah karena Sisil memang sangat lemas


Sisil dan ibu mertuanya sudah tiba di dekat tempat tidur dimana masih ada Rangga dan putri mereka yang sedang bermain batu gunting kertas, kemudian Sisil kembali naik ke atas tempat tidur lalu duduk sembari bersandaran di sandaran tempat tidur.


"Mas, aku punya hadiah buat kamu dan Raya" kata Sisil sembari menatap Rangga dan putrinya secara bergantian


"Hadiah apa, ma?" tanya Raya yang lebih antusias ingin tau hadiah dari sang mama


Sisil pun mengambil alat testpack yang ada di saku piyama tidurnya, kemudian menyodorkan kepada Rangga dan putrinya itu lalu Rangga langsung mengambil alat testpack itu dan terlihat dua garis merah disitu.


"Sayang, kamu hamil?" tanya Mas Rangga ingin memastikan lagi sembari menatap Sisil dengan penuh cinta


Sisil menganggukkan kepala sembari menyunggingkan senyuman, Rangga pun langsung memeluk Sisil dan putri mereka yang mengerti bahwa ia akan mendapatkan adik ikut berpelukan dengan sang mama dan sang papa.


"Masak, nenek gak di ajak" kata Ibunya Rangga yang masih berdiri disitu menatap keluarga anaknya dengan raut wajah bahagia


"Hahaha, Raya lupa kalau ada nenek. Sini nek, kita peluk mama yang akan mengasih Raya adik" kata Raya melepaskan pelukan dari sang mama dan sang papa kemudian menarik tangan sang nenek


Kini mereka berempat pun berpelukan penuh haru, hari ini hari yang sangat bahagia karena Sisil akhirnya hamil anak kedua yang sudah lama di harapkan Rangga semenjak rumah tangga mereka kembali harmonis.

__ADS_1


__ADS_2