Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 49


__ADS_3

Kini mobil yang di lajukan oleh Sisil sudah tiba di parkiran perusahaan miliknya, Sisil pun segera keluar dan melangkahkan kaki masuk ke dalam perusahaan yang tampak para karyawannya sudah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Ada yang menyapa Sisil ketika berpapasan, para karyawan di perusahaan Sisil sudah tau masalah atasan mereka yang terlibat di video syur berapa detik yang tengah viral di berita terkini serta di sosial media namun mereka belum tau kalau atasan mereka saat ini sedang mendekap di balik jeruji besi.


Sisil terus melangkahkan kaki hingga sampai ke ruangan suaminya, saat membuka pintu dan duduk di kursi kebesaran milik suaminya itu Sisil mencium bau parfum perempuan di dekat meja kerja suaminya sepertinya parfum ini terasa baru apalagi ruangan suaminya ini pake AC.


Jadi bau parfum itu cukup lama untuk hilang, Sisil menarik napas panjang tiba-tiba terbayang sesuatu di ruangan suaminya ini apalagi tadi suaminya menjelaskan di video syur itu terjadi di sebuah ruangan kerja dan bisa di pastikan Sisil bahkan kejadian itu terjadi disini.


Sisil bersandar di sandaran kursi lalu mengambil HP-nya ingin menghubungi ibu mertuanya karena ia telah berjanji akan menghubungi kembali ibu mertuanya, setelah membuka layar HP-nya dan menemukan nama kontak ibu mertuanya Sisil segera memilih ikon gagang berwarna hijau.


"Hallo, Assalamualaikum bu" ucap Sisil saat sambungan telepon terhubung


"Iya, Walaikumsalam Sil. Rangga mana, ibu mau ngomong dengan dia" kata Ibunya Rangga yang dari tadi sangat gelisah terpikir dengan anak semata wayangnya itu


Sisil menghembuskan napasnya secara kasar, ia tak tau harus menjelaskan dari mana apalagi jika terdengar dari pertanyaan ibu mertuanya di seberang telepon ibu mertuanya belum tau tentang berita video syur berapa detik yang sedang viral di TV dan sosial media.


"Bu, Mas Rangga gak bisa ngomong dengan ibu untuk saat ini. Mas Rangga sedang dapat musibah, sekarang dia ada di kantor polisi kena kasus video syur dengan seorang karyawan" jelas Sisil meski rasanya tak sanggup namun ia harus memberi tahu kejadian ini pada ibu mertuanya

__ADS_1


"Ya ALLAH, apa ini arti mimpi ibu semalam" kata Ibunya Rangga tercekat seperti tak percaya mendengar penjelasan dari sang menantu


"Ibu yang sabar, insyaallah Sisil dan Mas Rangga akan mengurus masalah ini. Meski Sisil tak bisa memastikan apa Mas Rangga bisa keluar dari balik jeruji besi karena di video itu jelas wajah Mas Rangga" kata Sisil lagi sembari mengigit bibir bawahnya berusaha menahan tangisannya yang ingin pecah


"Ibu akan ke kota A hari ini juga, ibu gak tega membiarkan kamu sendirian mengurus Raya belum lagi perusahaan. Apalagi kamu sedang hamil muda" kata Ibunya Rangga memutuskan untuk melakukan penerbangan siang ini ke kota A


Sisil yang hendak menjawab tak jadi setelah sambungan telepon di putuskan oleh ibu mertuanya secara sepihak, mungkin adanya ibu mertuanya disini setidaknya bisa mengurangi urusannya yang menjaga putrinya karena ia tentu akan bolak balik ke kantor polisi belum lagi urusan perusahaan.


Setelah itu Sisil mengirimi pesan dengan Fika minta tolong carikan seorang supir yang akan di pekerjakannya di kediamannya, karena Sisil tentu butuh seorang supir untuk antar jemput putrinya nanti saat ia sibuk dengan urusan suaminya serta perusahaannya.


^^^[Oke, sore ini aku pastikan sudah dapat supir yang kamu butuhkan. Kamu tetap sabar ya, dengan musibah yang terjadi saat ini]^^^


Kemudian Sisil mulai fokus dengan berkas-berkas yang sudah menumpuk di atas meja kerja milik suaminya itu yang telah di letakkan oleh Dewi sebelum ia datang ke perusahaan tadi, satu persatu setiap berkas di baca oleh Sisil dengan teliti baru di bumbuhinya tanda tangan.


Hampir dua jam Sisil berkutik dengan berkas-berkas itu hingga tak terasa semuanya telah di periksanya bahkan di bumbuhinya tanda tangan, karena tinggal sedikit lagi Sisil kembali teringat akan sesuatu yang terjadi disini.


Lalu Sisil membuka layar laptop yang ada di atas meja suaminya itu, ia mencari CCTV yang terhubung di ruangan suaminya ini yang memang di akses oleh Sisil bahkan bukan di ruangan suaminya saja setiap ruangan juga ada CCTV.

__ADS_1


Namun sebelum membuka CCTV yang ada di ruangan suaminya ini ia membuka kejadian dua minggu yang lalu, kalau saja ada yang mencurigakan dan mulai di lihatnya di CCTV itu ada beberapa calon karyawan yang menatap suaminya dengan penuh kekaguman.


Sore harinya ada salah satu calon karyawan yang sepertinya sengaja mendekati suaminya yang tengah sibuk dengan HP, segera di perbesar oleh Sisil kejadian yang ada di parkiran itu dan terlihat calon karyawan itu dengan sengaja membuka kancing kemeja bagian atas.


Lalu tiba-tiba calon karyawan itu pura-pura jatuh di dekat suaminya dengan reflek suaminya membantu, sampai suaminya dengan calon karyawan itu terpaku sejenak bahkan mereka seperti sama-sama terpesona.


Kembali Sisil menatap layar laptop itu dan calon karyawan itu berbicara dengan suaminya yang sudah berada di dalam mobilnya, namun suaminya tiba-tiba memberikan sebuah uang berapa lembar berwarna merah, Sisil tidak bisa memastikan apa yang terjadi.


Sehingga suaminya memberi calon karyawan itu uang, tapi setelah itu suaminya melajukan mobilnya lalu calon karyawan itu tampak kesal setelah kepergian suaminya dan Sisil bisa menyimpulkan bahwa calon karyawan itu ingin nebeng dengan suaminya.


"Ahh, sepertinya Mas Rangga benar-benar sudah berubah tak ada yang mencurigakan hari itu" gumam Sisil setelah puas melihat CCTV di kejadian dua minggu yang lalu


Kemudian Sisil beralih dengan kejadian seminggu yang lalu, disitu suaminya sedang meeting bersama seluruh kepala bagian dan di saat selesai suaminya hendak ke ruangannya lagi-lagi Sisil melihat calon karyawan kemarin yang sepertinya telah di terima jadi karyawan disini.


Terlihat disitu karyawan baru kembali dengan sengaja membuka kancing kemejanya bagian atas, lalu berjalan seperti sengaja menunggu suaminya agar bisa tabrakan dan benar saja terjadi tabrakan hingga MAP yang berisi berkas di pegang suaminya terjatuh hingga berceceran kemana-mana.


"Astagfirullah, kemarin aku sudah su'udzon dengan Mas Rangga ternyata kejadiannya seperti itu" gumam Sisil sembari menghela napas

__ADS_1


Bahkan Sisil langsung mengusap wajahnya saat melihat gunung kembar dan paha putih mulus karyawan baru itu terekspos di depan suaminya sampai suaminya meneguk ludah berapa kali, kini Sisil bisa menebak kalau karyawan baru itu sengaja menarik perhatian suaminya.


Karena kepala Sisil mulai terasa pusing, ia menghentikan sejenak untuk melihat semua rekaman CCTV dan Sisil memilih beranjak dari duduk ingin mencari wajah karyawan baru yang bagian admin itu, ia ingin melihat secara langsung wanita yang sudah berani mencoba menggoda suaminya.


__ADS_2