Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 58


__ADS_3

Menjelang makan malam Rangga memilih ke kamar putrinya terlebih dahulu ingin menghampiri putrinya sekalian mengajak makan bersama di meja makan, saat tiba di dalam kamar putrinya ternyata sedang bermain boneka sendirian di atas tempat tidur.


"Ayo, kita makan" kata Mas Rangga mengajak putrinya sembari mengendong putrinya


Putrinya tentu sangat bahagia dapat perlakuan seperti itu dari sang papa, kemudian Rangga keluar kamar putrinya dan melangkahkan kaki menuju ruang makan yang ternyata disitu sudah ada sang ibu dan Sisil tengah menunggu.


Lalu Rangga membantu putrinya duduk di kursi yang ada di samping Sisil, setelah itu ia berjalan ke arah kursi tengah dimana biasa tempat yang ia duduki dan tak lama kemudian Bik Mirna mulai menata semua masakannya sore tadi di atas meja dengan rapi.


"Sekalian bik makan sama kita" ujar Mas Rangga setelah Bik Mirna telah selesai menata semua makanan di atas meja makan


"Baik tuan" jawab Bik Mirna akhirnya ikut bergabung di meja makan tersebut


Sedangkan Mang Ujang jika malam hari tak ada di kediaman Sisil karena hanya bekerja dari enam pagi ke enam sore, dan kini mereka berlima mulai menyantap makanan tersebut dengan lahap dan nikmat bahkan mereka semua tak segan-segan untuk menambah.


Selesai makan dan selesai membereskan meja makan, kini putri mereka yang masih merasakan sakit di telapak tangan dan lututnya memilih langsung masuk kamar ingin kembali istirahat dengan di temani oleh Rangga dan Sisil serta sang ibu.


Apalagi besok mulai kembali sekolah jadi putri mereka harus banyak istirahat agar luka yang ada di tubuhnya segera sembuh, setelah memastokan putri mereka tidur lagi yang di temani sang ibu Sisil dan Rangga pun pamit hendak ke kamar mereka juga.


Keluar dari kamar putri mereka Rangga langsung merangkul pinggang Sisil, dan sesekali mencuri cium di pipi atau di bibir ranum milik Sisil sampai akhirnya mereka tiba di dalam kamar mereka dan tak lupa Rangga mengunci pintu kamar mereka.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu" kata Mas Rangga tepat di daun telinga Sisil membuat tubuh Sisil meremang karena sudah lama sekali tak dapat sentuhan dari Rangga


"Aku juga rindu dengan kamu, Mas" jawab Sisil sembari menangkup wajah suaminya itu dengan tatapan rindu dan cinta


"I Love You" ucap Mas Rangga kemudian menuntun Sisil ke arah tempat tidur


Karena sudah sama-sama saling rindu, tanpa menunggu waktu lama Rangga dan Sisil pun menyatukan milik mereka dan kini mereka tengah menikmati surga dunia sampai membuat hawa dalam kamarereka jadi semakin panas meski sudah ada AC.


Peluh dan keringat membasahi tubuh Rangga dan Sisil, entah sudah yang ke berapa kali mereka menyatuhkan milik mereka sampai akhirnya mereka berdua terkulai lemas di atas tempat tidur dengan tubuh yang basah oleh keringat.


"Terima kasih, sayang" ucap Mas Rangga kemudian mendaratkan ciuman di kening Sisil


Kemudian Sisil membaringkan kepalanya di atas dada bidang milik suaminya, sedangkan Rangga langsung memeluk Sisil dan kedua bola mata mereka pun bertemu lalu Sisil menjelaskan bahwa ia sudah tau tentang kebenaran soal video syur itu.


Setelah itu Sisil kembali bercerita tentang wanita di dalam video syur bersama suaminya itu, meski sempat di edit ia sudah tau siapa wanita itu yang tak lain adalah karyawan baru di perusahaan miliknya di bagian admin.


"Jadi itu Sri?" tanya Mas Rangga tentu terkejut setelah mendengar fakta tersebut


"Iya, Mas. Bahkan yang membuat Mas pasti kaget adalah Sri itu teman satu sekolah dengan Mas waktu SMA" kata Sisil lagi sembari mengambil HP-nya yang ada di atas meja lalu membuka layar HP-nya itu dan menyodorkan dengan suaminya

__ADS_1


Rangga yang melihat tentu sangat tercengang, artinya Sri sudah merencanakan ini semua dari awal tapi mengapa Sri tegah menjebaknya jika mereka saling kenal dan seingat Rangga ia tak pernah menyakiti satu pun wanita semasa duduk di bangku SMA dulu.


Lalu Sisil membuka sebuah berita lama yang kemungkinan sekitar 15 tahun yang lalu, disitu di beritakan seorang gadis SMA hendak di lecehkan oleh empat teman sekolahnya ketika pulang sekolah dan untungnya ada laki-laki yang sepertinya teman satu sekolah juga dengan mereka menolong gadis tersebut.


Rangga pun teringat kejadian itu, dimana ia menolong seorang gadis yang hendak di lecehkan waktu pulang sekolah tapi seingatnya gadis itu sangat culun makanya sering jadi korban bullying seluruh teman sekolahnya.


Dan kini Rangga tau ternyata gadis yang di tolongnya itu adalah Sri, hingga semenjak kejadian itu Sri diam-diam mengganggumi Rangga sampai ketika kuliah Sri mengubah penampilan agar bisa mendapatkan hati Rangga.


Namun ternyata mereka kuliah di tempat berbeda dan Rangga justru menjalin kasih dengan Sisil, dan ketika Sri bertemu lagi dengan Rangga sepenuh hati ia harus bisa menaklukan Rangga karena Rangga cinta pertamanya.


Karena kejadian kemarin Sri di tolak Rangga mentah-mentah, akhirnya Sri dendam dan dalam hati berniat jika ia tak bisa memiliki Rangga maka wanita mana pun tak ada yang bisa memiliki Rangga juga termasuk istrinya yaitu Sisil.


"Besok kita temui Sri sama-sama, kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin" kata Mas Rangga yang tak mau menyimpan dendam dan ingin masalah ini kelar dengan baik


"Iya, Mas. Aku memang sudah punya rencana mau menemui Sri hanya saja belum punya waktu" kata Sisil yang berharap semua segera clear


Sisil yang hormon kehamilannya sedang meningkat kembali menggoda Rangga, sehingga membuat hasrat di tubuh Rangga kembali naik dan mereka pun melanjutkan lagi kegiatan panas mereka yang kesekian kalinya.


Suara des*ahan memenuhi kamar mereka bahkan terasa sangat nikmat, karena penyatuhan mereka kali ini di iringi dengan rasa rindu yang mengebu-gebu selama tak saling menghangatkan satu sama lain beberapa hari ini.

__ADS_1


"Aahhhh......."


Akhirnya Rangga dan Sisil kembali menyampai puncak kenikmatan itu, tubuh mereka berdua yang tadi basah kini kembali basah oleh keringat dan akhirnya mereka berdua tertidur dalam keadaan tubuh polos yang hanya di baluti selimut.


__ADS_2