Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 37


__ADS_3

Selesai makan malam Sisil dan Rangga memilih menghabiskan waktu di ruang keluarga, sembari menemani putri mereka dan Azzam yang tak henti-henti bermain permainan balok-balok itu yang memang terlihat sangat menyenangkan.


"Azzam besok di jemput kakek pagi apa siang?" tanya Mas Rangga pada Azzam yang saat ini masih sibuk bermain di atas karpet di depan sofa yang di duduki Sisil dan Rangga


"Mungkin pagi menjelang siang, om" jawab Azzam yang tadi sudah bertanya dengan sang kakek melalui sambungan telepon


"Ohh begitu, kenapa Azzam gak minta pindah sekolah disini aja. Biar bisa menemani adik Raya" kata Mas Rangga lagi


"Gak om, kasian kakek sama nenek gak ada yang nemeni mereka" jawab Azzam yang memang tetap teguh dengan keputusannya


Rangga yang kehabisan kata-kata hanya menjawab dengan anggukkan kepala, kemudian kembali menatap layar TV yang tengah menyala menampilkan film sinetron yang penuh drama dengan air mata.


Sedangkan Sisil yang dari tadi mendengar pembicaraan suaminya dengan Azzam tak berkomentar, ia bahkan sudah lelah meminta Azzam untuk selamanya tinggal disini dan sekolah disini namun hasilnya tetap nihil Azzam tetap tak mau.


Waktu berjalan terasa begitu cepat, putri Sisil dan Rangga itu mulai merengek dengan Azzam ingin segera tidur karena sudah sangat mengantuk dan Azzam yang tau sekarang jadwal tidur sepupunya menjawab dengan anggukkan kepala.


Kemudian putri Sisil dan Rangga itu beranjak dari duduknya dan menghampiri sang papa yang tengah duduk bersama sang mama di sofa, lalu ia minta di temani ke kamar tidur sekalian minta bacakan dongeng sebelum tidur dan Rangga tak mungkin menolak permintaan putrinya itu.


Rangga pun segera mengendong putrinya dan melangkahkan kaki menuju kamar tidur milik putrinya, tiba di dalam kamar Rangga segera meletakkan tubuh putrinya perlahan setelah itu Rangga mengambil buku cerita yang ada di meja belajar putrinya itu.


"Sini zam" ujar Sisil sembari menepuk sofa di sampingnya meminta Azzam duduk di dekatnya setelah kepergian suaminya dan putrinya ia


Azzam yang sangat patuh segera menghampiri tantenya itu dan duduk di samping tantenya, kemudian Sisil merangkul Azzam dan mendaratkan ciuman dengan Azzam ia pasti akan merindukan Azzam saat Azzam kembali ke rumah kakek neneknya.


"Tante pasti kangen dengan Azzam nanti, ketemu lagi bakal lama pas Azzam libur semester" kata Sisil sembari menyunggingkan senyuman

__ADS_1


"Iya te, Azzam juga pasti bakal rindu dengan tante om dan Raya" kata Azzam yang teringat ia bisa menginap di rumah tantenya ketika libur semester


"Jaga diri Azzam baik-baik ya disana" kata Sisil lagi mengelus pundak Azzam


Azzam menganggukkan kepalanya setelah sekian lama mereka mengobrol, Rangga pun akhirnya muncul setelah menidurkan putrinya di kamar tidur milik putrinya tadi dan Azzam yang melihat sudah ada Rangga pamit ingin ke kamar juga.


Kini di ruang keluarga tinggal hanya Sisil dan Rangga mereka memilih melanjutkan acara menonton TV sinetron yang penuh dengan drama air mata itu, sebenarnya Rangga tak suka menonton TV acara seperti itu namun Sisil yang suka.


Sehingga Rangga yang tak bisa menolak keinginan Sisil menuruti saja apa yang di inginkan Sisil, toh tak merugikan ia juga hanya sekedar menemani dan sesekali melihat ke arah layar TV yang tengah menyala itu.


.


.


Pagi-pagi Sisil membantu memeriksa pakaian dan barang-barang milik Azzam karena takut ada yang ketinggalan, setelah di pastikannya semua lengkap dan tak ada yang tertinggal Sisil segera keluar dari kamar tamu yang di tempati Azzam itu.


Untung Sisil pagi ini tadi muntah hanya sedikit sehingga tak membuat tenaganya terkuras, Sisil segera mengambil pakaian kerja untuk suaminya di lemari pakaian dan di letakkannya di atas ranjang.


Kriek


Terdengar bunyi handle pintu di buka dan memunculkan suaminya yang baru selesai mandi terlihat rambut suaminya masih basah, dan suaminya keluar hanya memakai handuk di pinggangnya sedangkan dada bidang milik suaminya sengaja seperti di ekspos oleh suaminya.


Sisil tersenyum melihat suaminya tanpa sangat gagah dengan rambut yang basah itu, kemudian Rangga melangkahkan kaki mendekati ranjang tidur itu dan segera memakai pakaian yang telah di siapkan oleh Sisil.


"Sini Mas, duduk disini aku bantu keringatkan rambut kamu" kata Sisil pada suaminya yang telah memakai pakaian lengkap

__ADS_1


"Iya" jawab Mas Rangga dengan patuh mendaratkan bokongnya di kursi meja rias itu


Lalu Sisil mengambil handuk kecil dan mulai mengeringkan rambut milik suaminya itu, setelah kering Sisil juga membantu menyisir rambut milik suaminya yang terlihat sudah mulai memanjang.


"Kayaknya rambut Mas harus di potong lagi, lihat sudah kena daun telinga" kata Sisil setelah selesai membantu menyisir rambut milik suaminya


"Iya nanti, aku ke salon potong rambut kalau ada waktu" jawab Mas Rangga segera beranjak dari duduknya


"Harus di sempatkanlah, Mas" kata Sisil membantu memasang dasi di leher suaminya


"Iya sayang, kok sekarang cerewet banget" kata Mas Rangga kemudian menciuk bibir Sisil


Namun ternyata membuat Rangga ketagihan sehingga ia segera memegang tengkuk leher Sisil untuk memperdalam ciuman itu, perlahan ciuman itu berubah jadi lum*tan yang menuntun mereka untuk melakukan hal lebih.


Tok...Tok


"Papa mama, lama banget di kamar. Raya udah laper" kata Raya terus mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya itu


Sisil dan Rangga terpaksa melepaskan ciuman itu setelah mendengar keluhan putri mereka yang sudah lapar, Rangga melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 07.20 pantas saja putri mereka sudah kelaparan.


Kemudian Sisil dan Rangga segera melangkahkan kaki keluar dari kamar, Sisil dan Rangga yang melihat putri mereka masih berdiri di ambang pintu dengan bibir yang mengerucut segera Rangga mengendong putri mereka itu.


Lalu di bawanya sampai ke ruang makan dengan di ikuti Sisil yang ada di samping keduanya, Azzam yang sudah berada di ruang makan dan duduk di kursi memandangi interaksi sepupunya dan omnya membuat ia iri karena sudah lama sekali tak merasakan gendongan dari sosok ayah.


Azzam segera menundukkan kepalanya menyembunyikan kesedihannya, ia sangat-sangat merindukan kedua orang tuanya saat ini apalagi sebuah pelukan kedua orang tuanya yang sudah lama tak di rasakannya.

__ADS_1


"Ayo Azzam, makan yang banyak" kata Sisil setelah membantu mengambil makanan untuk putrinya dan Azzam


"Iya te, terima kasih" jawab Azzam begitu lesu namun tetap memakan makanan yang telah di ambilkan tantenya barusan


__ADS_2