Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 46


__ADS_3

Kini Rangga telah berada di dalam mobilnya, ia akan kembali ke kediamannya setelah waktu semakin menjelang sore dan mobil pun mulai di lajukannya dengan kecepatan sedang meninggalkan perusahaan milik Sisil.


Untung jalanan sore ini tak terlalu banyak kendaraan berlalu lalang sehingga tak menimbulkan kemacetan, hanya berapa puluh menit mobil yang di lajukan oleh Rangga telah memasuki halaman kediamannya yang sudah hampir enam tahun di tempatinya.


Bik Mirna bahkan sudah standby membukakan pintu utama saat mendengar deru mobil majikannya memasuki halaman rumah, Rangga keluar dari mobil kemudian melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.


"Tak menyangka CEO SR GLOW ternyata memiliki selingkuhan, padahal semua orang tau bahwa istri CEO SR GLOW sangatlah cantik"


Suara TV yang terdengar sangat keras terdengar di seluruh rumah, yang membuat heboh bukan hanya berita tersebut namun sebuah video syur berapa detik itu yang membuat semua orang yang mengenal orang tersebut kaget.


Prang.....


Gelas berisi air minum yang hendak di minum oleh Sisil terlepas begitu saja saat ia melihat video di berita tersebut, Rangga yang baru masuk ke dalam rumah mendengar pecahan kaca segera bergegas mendekati arah bunyi pecahan kaca itu.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Mas Rangga panik melihat Sisil diam mematung dengan tatapan lurus ke depan


"Te....Tega Mas kamu selingkuh lagi" kata Sisil terbata-bata kemudian terduduk di sofa ruang keluarga dan mulai menitikkan air mata


"Maksud kamu apa?" tanya Mas Rangga bingung karena sampai rumah ia di tuduh selingkuh


"Tak menyangka CEO SR GLOW ternyata memiliki selingkuhan, padahal semua orang tau bahwa istri CEO SR GLOW sangatlah cantik"


Rangga yang mendengar berita itu segera membalikkan tubuhnya menatap layar TV yang tengah menyala itu, Rangga langsung membolakan kedua matanya saat melihat video syur berapa detik itu dan di dalam video terdapat di sebuah hotel.


"Sayang, aku gak pernah selingkuh lagi. Video itu sepertinya di rekayasa" kata Mas Rangga duduk di samping Sisil kemudian memegang kedua pundak Sisil

__ADS_1


Putri mereka yang baru selesai mandi di bantu Bik Mirna menjadi bingung melihat sang mama menangis sampai kesenggukan, ingin mendekat tapi sang papa menjelaskan bahwa sang mama baik-baik saja.


Rangga pun meminta Bik Mirna menemani putri mereka dahulu untuk bermain dan untuk sementara jangan menonton TV dahulu, Rangga mengajak Sisil masuk ke dalam kamar tidur mereka karena tak ingin perdebatan mereka di lihat oleh putri mereka.


Sisil menepis tangan Rangga dan memilih mempercepat langkah kakinya masuk ke dalam kamar, tiba di dalam kamar Sisil langsung duduk di tepi ranjang dengan masih menangis meski tak sesenggukkan seperti tadi.


"Sayang, aku bersumpah. Aku gak pernah berselingkuh lagi, bukankah kamu tau kalau kita sering menghabiskan waktu bersama setelah aku tak selingkuh lagi" kata Mas Rangga bersimpuh di kaki Sisil sembari menatap Sisil dengan wajah yang memelas


"Aku tau, Mas. Kamu selalu menghabiskan waktu bersama kami akhir-akhir ini tapi video itu jelas wajah kamu Mas bahkan sangat jelas" kata Sisil masih terus menitikkan air mata


"Sayang, jangan begini kasihan anak kita dalam kandungan. Dia pasti ikut sedih, aku akan cari bukti bahwa video itu di rekayasa" kata Mas Rangga berusaha terus meyakinkan Sisil


"Tinggalkan aku sendiri, Mas. Aku ingin menenangkan pikiranku saat ini" kata Sisil memilih meredam emosinya karena ia tak mau kalau kandungannya kenapa-napa


Rangga pun menganggukkan kepalanya kemudian beranjak lalu melangkahkan kaki mendekati lemari mengambil baju ganti untuknya, ia segera keluar dari kamar dan memilih membersihkan tubuh di kamar mandi yang ada di kamar tamu.


Setelah cukup lama mengobrol dengan Dewi melalui sambungan telepon dan tak mendapatkan jawaban yang memuaskan, akhirnya Sisil mengakhiri sambungan telepon itu dan hanya bisa menghela napas panjang.


Sisil pun memilih membaringkan tubuhnya, bukan hanya tubuhnya yang terasa lelah saat ini namun pikirannya juga mulai berkelana kemana-mana ia tak tau harus bagaimana menanggapi masalah ini.


Satu posisi ia ingin percaya dengan suaminya namun video itu sangat jelas terpampang wajah suaminya, Sisil memandangi langit-langit yang ada di kamarnya itu sembari terus berpikir.


Krek


Pintu kamar di buka oleh seseorang Sisil bisa menebak bahwa itu pasti suaminya, Sisil pun pura-pura memejamkan kedua kelopak matanya dan ia juga bisa mendengar langkah kaki mendekati ranjang tidur.

__ADS_1


Cup


Rangga mendaratkan ciuman di kening Sisil, ia juga memilih duduk di tepi ranjang sembari mengelus pucuk kepala Sisil dengan sangat lembut dan di tatapnya Sisil dengan penuh cinta.


"Aku akan buktikan bahwa video itu di rekayasa seseorang yang hendak menghancurkan rumah tangga kita" kata Mas Rangga kemudian mencium punggung tangan Sisil dengan lembut


Lalu Rangga beranjak dari situ meletakkan baju kerjanya yang kotor tadi di dalam keranjang pakaian kotor, setelah itu Rangga memilih keluar lagi dari kamar hendak menuju dapur ingin mengambil air minum karena tenggorakan terasa kering.


"Papa, mana mama?" tanya Raya saat melihat sang papa keluar sendirian dan hendak menuju dapur


"Mama tidur, mungkin kecapean" kata Mas Rangga menjawab dan tetap melanjutkan langkah kakinya


Tiba di dapur Rangga langsung mengambil gelas dan mengisi dengan air minum, setelah itu ia teguk air minum itu sampai tandas sehingga tenggorokannya akhirnya terasa basah juga setelah di siram dengan segelas air minum.


Kini Rangga memilih menemani putrinya bermain di karpet yang ada di dekat sofa ruang keluarga, namun hanya tubuh Rangga berada disitu sedangkan pikirannya saat ini kemana-mana berpikir siapa musuhnya sekarang.


Padahal selama ini ia tak memiliki musuh sama sekali, namun di lihat dari video tadi mengapa wajah wanita itu seperti wajah Lisa padahal ia dan Lisa sudah lama tak berhubungan lagi.


Atau itu video lama tapi kalau video lama tempat yang ada di video itu sangat asing, namun dari rentetan video itu seperti ia baru saja merasakan hal tersebut namun lupa kapan dan dimana karena pikirannya saat ini tak bisa berpikir jernih.


"Papa, papa kok melamun?" tanya Raya yang dari tadi memanggil sang papa namun tak dapat sahutan sama sekali


"Maaf sayang, papa lagi banyak pikiran soal pekerjaan" kata Mas Rangga sembari tersenyum pada putrinya itu


Putrinya hanya tersenyum kemudian melanjutkan menyusun puzzle-puzzle yang sedikit lagi selesai, sedangkan Rangga langsung memijit kepalanya yang sangat pusing ia merasa takdir saat ini sedang mempermainkannya.

__ADS_1


Padahal baru berapa bulan rumah tangganya dengan Sisil kembalo harmonis, namun ada lagi masalah yang timbul yang membuat hubungannya dengan Sisil harus kembali merenggang.


__ADS_2