
Keesokan harinya
Sisil dan ibu mertuanya serta Bik Mirna pagi-pagi habis sholat subuh sangat sibuk berkutik di dapur, mereka bertiga memasak menu yang sangat banyak pagi itu untuk menyambut kepulangan Rangga yang akan bebas sementara waktu.
Kebetulan hari ini weekend jadi putrinya libur sekolah dan bisa ikut menjemput sang papa di kantor polisi, selesai semua pekerjaan Sisil dan ibu mertuanya mereka pun mulai bersiap-siap hendak berangkat ke kantor polisi.
Setelah semuanya sudah siap, kini Sisil dan putrinya serta ibu mertuanya segera melangkahkan kaki menuju garasi mobil lalu masuk dan mobil pun mulai di lajukan oleh Sisil dengan kecepatan sedang menuju kantor polisi.
Jalanan pagi yang tak macet membuat Sisil sampai ke kantor polisi lebih cepat dari biasanya, Sisil dan putrinya serta ibu mertuanya pun segera keluar dari mobil setelah mobil berhenti di parkiran depan kantor polisi.
Lalu mereka bertiga berjalan beriringan masuk ke dalam kantor polisi, tak lama kemudian Rangga pun muncul dengan penampilan agak berbeda karena baru saja memotong rambut yang di bantu oleh teman semasanya berada di balik jeruji besi.
"Papa...." panggil Raya langsung berlari mendekati sang papa dan menghamburkan pelukan hangat karena sangat merindukan sang papa
Rangga tentu membalas pelukan itu bahkan sampai meneteskan air dan juga mendaratkan ciuman di pucuk kepala putrinya berapa kali, lalu Rangga memeluk sang ibu dan istrinya secara bergantian yang tak ketinggalan mendaratkan ciuman di pipi keduanya.
__ADS_1
Cukup lama mereka berempat melepas rindu, Rangga pun pamit dengan pihak polisi serta mengucapkan terima kasih atas kebebasannya saat ini meski hanya sementara waktu namun bagi Rangga sangat berharga karena ini kesempatannya.
Untuk meluangkan sisa waktunya bersama ketiga wanita yang berarti dalam hidupnya, kemudian mereka berempat berjalan beriringan keluar dari kantor polisi dan menuju mobil milik Sisil yang terparkir di halaman depan kantor polisi.
Kini mereka berempat telah berada di dalam mobil, mobil pun telah di lajukan Rangga meninggalkan kantor polisi menuju kediaman mereka yang memang tak terlalu jauh dari kantor polisi namun karena jalanan mulai macet karena hari ini weekend membuat perjalanan mereka jadi sedikit lama.
Dan akhirnya mobil yang di lajukan oleh Rangga memasuki halaman kediamannya, Bik Mirna yang memang sengaja menunggu majikannya di ruang tamu segera bergegas membuka pintu utama menyambut kepulangan majikannya.
"Selamat kembali tuan Rangga" ucap Bik Mirna dan Mang Ujang berdiri di teras depan sembari membungkukkan tubuh mereka
"Terima kasih, bik mang kalian sudah menjaga keluarga saya dengan baik selama saya tidak ada" kata Mas Rangga pada kedua pekerja di rumahnya itu
Kemudian mereka ramai-ramai masuk ke dalam rumah, karena mereka semua belum makan akhirnya mereka makan bersama-sama termasuk Bik Mirna dan Mang Ujang juga tak di bedakan sama sekali.
Bahkan Rangga merasa makan bersama kali ini terasa lebih nikmat, membuat ia ingin terus mengulang waktu kebersamaan ini apalagi ia berada diberi waktu hanya satu minggu setelah itu tak tau kapan bisa merasakan hal ini lagi.
__ADS_1
Selesai makan Bik Mirna langsung membereskan meja makan dengan di bantu oleh Sisil dan ibu mertuanya karena memang sangat berantakan, sedangkan Rangga memilih ke ruangan keluarga bersama putrinya ingin melepas rindu yang masih membendung dalam hati.
Setelah membantu membereskan meja makan, Sisil dan ibu mertuanya segera menghampiri Rangga dan putrinya yang saat ini tengah bermain tebak-tebak kata yang sepertinya terlihat sangat seru dan menyenangkan.
"Sore nanti kita ke MALL, ya. Jalan-jalan buat resflesing pikiran" kata Mas Rangga pada ketiga wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu
"Yee,, ke MALL main permainan" kata Raya bersorak bahagia karena sudah lama ia tak pergi jalan-jalan bersama kedua orang tuanya
Sisil dan ibu mertuanya hanya tersenyum melihat putrinya bersorak bahagia, begitu juga dengan Rangga bahkan ia sampai mencubit pipi chubby milik putrinya saking gemas dengan tingkah putrinya itu.
"Permisi nya, ini kue brownies coklat yang di bikin pagi tadi" kata Bik Mirna meletakkan piring yang berisi beberapa potong kue brownies coklat
"Ohh iya bik, terima kasih" kata Sisil sembari tersenyum pada Bik Mirna
Lalu Bik Mirna pamit undur diri dari situ dan kembali kebelakang, sedangkan Sisil dan yang lain mulai mencomot kue brownies coklat bikinan Bik Mirna itu apalagi Rangga ia sangat rindu dengan semua masakan Bik Mirna.
__ADS_1
Karena selama di kantor polisi Rangga makan seadanya, itu pun kebanyakan tak membuatnya berselera hanya karena ia lapar saja kadang di makannya sampai habis apalagi sang ibu mengajarinya untuk tidak membuang-buang makanan.
Kini putrinya memilih bermain sendiri, sedangkan Rangga dan Sisil serta sang ibu menghabiskan waktu saat ini dengan berbincang-bincang hangat mengisi kekosongan di ruang keluarga tersebut.