Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 40


__ADS_3

Rangga yang tengah menikmati makan siangnya segera mendongakkan kepala saat mendengar suara wanita di depannya meminta bergabung duduk, saat pandangan kedua bola mata bertemu Rangga terdiam sesaat tanpa ekspresi.


"Dia lagi, seperti hantu yang selalu muncul" gumam Rangga dalam hati mulai risih dengan karyawannya yang menebar aurat di depannya


"Silahkan, saya juga sudah selesai" kata Mas Rangga sembari beranjak dari duduknya meninggalkan makanannya yang baru tersentuh sedikit


Rangga segera melangkahkan kaki menuju kasir kantin tersebut, kemudian membayar makanannya sekalian meminta kasir itu untuk mengantarkan makanan baru ke ruangannya karena sebenarnya Rangga masih sangat lapar.


Setelah kepergian Rangga, Sri dengan hati yang dongkol mau tak mau tetap harus duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi yang di duduki Rangga tadi membuat semua mata orang yang berada di kantin menatapnya dengan tatapan mengejek.


"Awas saja nanti kalau sudah bisa aku buat bertekuk lutut, akan aku manfaatkan sebaik mungkin" gumam Sri dalam hati sembari menyantap makanan yang ada di hadapannya


.


.


Tok...Tok


"Masuk" ujar Mas Rangga yang sudah lima menit kembali ke ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya


Seseorang yang berada di depan ruangan CEO itu segera membuka pintu ruangan, kemudian melangkahkan kaki masuk ke dalam sembari membawa satu kotak berisi sebuah makanan yang di pesan oleh Rangga tadi.


"Ini pak, makanan yang bapak pesan tadi" kata Pelayan kantin di perusahaan milik Sisil sembari meletakkan makanan tersebut di atas meja kerja Rangga


"Ohh iya, terima kasih ucap Mas Rangga setelah menerima satu kotak makanan itu


"Sama-sama, pak. Saya permisi" kata Pelayan kantin itu lagi pamit undur diri lalu melangkahkan kaki keluar dari ruangan CEO

__ADS_1


Tanpa menunda waktu Rangga segera mengambil makanan yang ada di atas meja kerjanya, kemudian ia mulai menyantap makanan tersebut dengan sangat lahap hanya berapa menit makanan itu sudah berpindah ke lambungnya.


Saking ia begitu kelaparan karena acara makan siangnya tadi telah di ganggu, selesai makan Rangga bisa berkonsentrasi memeriksa satu persatu berkas yang bertumpukan di atas meja kerjanya sekalian di bumbuhinya tanda tangan.


.


.


Waktu jam istirahat telah selesai, para karyawan sudah kembali ke ruangan mereka masing-masing begitu juga dengan Sri yang ingin segera mengerjakan pekerjaan yang lumayan memusingkan kepalanya karena harus teliti membalas satu persatu pesan dari para agen dan para reseller.


"Ehh Sri, kamu tadi kok berani sekali mendekati CEO kita si kulkas" kata Salah satu admin yang bekerja bersebelahan duduk di samping Sri


"Apa si kulkas? Memang CEO kita itu orangnya dingin ya?" tanya Sri yang baru tau julukan atasan mereka adalah si kulkas


"Iya, pak BOS itu sangat cuek dan dingin. Gak ada satu pun karyawan yang berani mendekatinya, kecuali mantan selingkuhannya. Ups, keceplosan deh" kata Admin itu lagi tak sengaja membuka kembali aib atasan mereka


"Apa selingkuhan, jadi pak BOS pernah selingkuh?" tanya Sri jadi semakin penasaran tentang atasan mereka


"Hem, ternyata pak Rangga pernah selingkuh juga. Itu artinya ada peluang untuk aku menaklukannya" gumam Sri sembari menaikan sudut bibirnya


"Kamu kenapa senyum-senyum?" tanya Admin itu lagi


"Gak ada, yuk kita mulai kerja. Masih banyak pesan yang harus kita balas" kata Sri mengalihkan pembicaraan mereka


Kini semuanya mulai di sibukkan dengan pekerjaan masing-masing, tak ada yang berani bersuara atau membuat kegaduhan di saat jam kerja berlangsung apalagi seluruh bagian kepala karyawan akan mengontrol bagian mereka masing-masing.


Waktu berjalan terasa begitu cepat bahkan sekarang hari sudah menujukkan pukul 05.15 sore, sebagian karyawan yang telah menyelesaikan pekerjaan mereka mulai pulang ke kediaman mereka masing-masing.

__ADS_1


Rangga yang telah menyelesaikan pekerjaannya juga segera membereskan berkas-berkas yang sudah di tanda tanganinya itu, kemudian ia beranjak dari duduknya ingin pulang juga apalagi seharian tak bertemu dengan Sisil.


Membuat rindunya semakin menggebu, Rangga segera melangkahkan kaki keluar dari ruangannya di lihatnya beberapa ruangan karyawan sudah tampak sepi dan ada sebagian yang masih bekerja ingin menyelesaikan pekerjaan mereka.


"Sore pak Rangga" sapa Dewi yang berpapasan dengaj atasannya setelah ia dari kamar mandi hendak mengambil tasnya di ruangannya


Rangga hanya menjawab dengan anggukkan kemudian kembali melanjutkan langkah kakinya ingin segera keluar dan menuju parkiran dimana mobil miliknya terparkir, saat berada di pintu keluar masuk Rangga mengambil kunci mobilnya yang ada di saku celana.


"Hahaha"


Bruk


"Astagfirullah, maaf pak Rangga saya tak sengaja" ucap Sri yang lagi tertawa bersama teman sesama admin tak tau kalau di pintu keluar masuk ada atasan mereka hingga tertabrak lagi


Rangga menatap tajam ke arah Sri yang lagi-lagi begitu ceroboh menabraknya, padahal tubuhnya sebesar ini masak tak terlihat yang sedang berdiri di pintu keluar masuk perusahaan dan yang membuatnya semakin kesal hari ini sudah tiga kali Sri menampakkan batang hidungnya di depan Rangga.


Dewi yang kebetulan hendak pulang juga terheran melihat atasan mereka menatap tajam karyawan baru itu, bisa di pastikannya bahwa karyawan baru itu telah membuat kesalahan sehingga atasan mereka menjadi marah.


"Ada apa ini?" tanya Dewi sekedar basa basi agar atasan mereka segera pergi dan tak marah lagi


"Saya tak sengaja menabrak pak Rangga lagi, bu Dewi" kata Sri yang menundukkan kepala karena begitu takut dengan tatapan tajam yang di berikan oleh Rangga


Rangga yang sangat emosi dan malas berdebat dengan karyawannya memilih segera berlalu dari hadapan para karyawan itu, kemudian melangkahkan kaki mendekati mobil miliknya lalu segera masuk dan mulai di lajukannya mobilnya itu.


"Lain kali hati-hati, pak Rangga paling gak suka orang ceroboh. Aku takut posisi mu terancam, bagaimana kalau tiba-tiba pak Rangga memecat kamu, padahal kamu baru masuk kerja" nasehat Dewi panjang lebar sembari mengelus pundak Sri


"Iya bu Dewi, saya akan lebih hati-hati. Terima kasih nasehatnya" kata Sri yang sebenarnya kesal dengan atasan mereka tadi

__ADS_1


Dewi menganggukkan kepala meninggalkan kedua bagian admin itu dan menuju mobil yang di hadiahkan oleh Sisil karena kinerjanya selama ini telah memuaskan bagi Sisil dan Rangga, namun para karyawan tidak tau soal mobil itu hanya ia Sisil dan Rangga yang tau.


Sedangkan Sri dan temannya itu segera berdiri di depan perusahaan menunggu ojek online pesanan mereka, dalam hati Sri akan terus berusaha mendekati atasannya itu agar bisa membalas sakit hatinya dengan kejadian barusan tadi.


__ADS_2