
Keesokan harinya, Sisil pagi-pagi sudah sibuk mengurus baby Rani bahkan mulut Sisil dari tadi mengoceh membangunkan suaminya, Raya dan Azzam yang belum bangun padahal hari sudah hampir siang, rencana ke MALL hari ini batal total.
Rangga yang sadar ia kesiangan segera bangun dan menutup telinganya dari ocehan Sisil yang sangat panjang seperti rel kereta api, Raya dan Azzam juga sudah bangun mereka berdua hanya bisa menundukkan kepala.
"Puaskan kalian bertiga, sekalian aja tidur sampai sore biar jatah makan siang tidak berkurang" kata Sisil yang benar-benar kesal dengan ketiga orang itu
Bik Mirna yang mendengar pun hanya bisa tersenyum, majikannya kini menjadi lebih cerewet semenjak ada baby Rani, mungkin ocehan itu sebagai pelampiasan karena majikannya masih sering begadang.
Sisil yang kesal memilih berlalu dari ruang makan dan menuju ruang keluarga, sepeninggalan Sisil ketiga orang yang kena oceh tadi langsung bergegas mengambil makanan untuk mengisi perut mereka yang sudah sangat lapar.
Pasalnya mereka bertiga telah melewatkan waktu sarapan pagi, dengan kecepatan seribu bayangan mereka bertiga telah selesai makan lalu Rangga lebih dahulu beranjak dan menghampiri Sisil hendak membujuk istrinya itu agar tak marah-marah lagi.
"Sini biar aku yang jaga baby Rani, kamu istirahat siang sana" kata Mas Rangga sembari mengambil alih baby Rani
Sisil hanya diam saja suaminya mengambil baby Rani namun matanya menatap suaminya itu dengan tajam, lalu detik berikutnya ia beranjak dari situ dan memilih masuk ke dalam kamar tidur.
Kini tinggallah Rangga yang tengah mengasuh baby Rani, awalnya baik-baik saja bahkan baby Rani terus tertawa ketika kedua kakaknya mendekat namun itu berlaku hanya setengah jam dan selanjutnya baby Rani menangis.
Raya dan Azzam langsung bingung, Rangga yang ada disitu langsung mengendong baby Rani berusaha menenangkan baby Rani namun ternyata tak semuda yang Rangga pikir bahkan baby Rani mulai mengamuk dan sesenggukkan.
Sisil yang baru saja hendak terlelap terganggu dengan tangisan baby Rani yang sangat kencang, mau tak mau ia harus keluar ingin melihat keadaan baby Rani mengapa bisa menangis seperti itu.
"Gimana, bisa gak ngurus baby Rani. Belum satu jam aja udah di bikin nangis" oceh Sisil lagi sembari mengambil alih baby Rani lalu di momongnya dengan penuh kasih sayang
__ADS_1
Hanya berapa menit baby Rani telah kembali tenang, bahkan baby Rani langsung tertidur di gendongan sang mama, Rangga melihat itu merasa bersalah karena setiap malam jarang membantu Sisil mengurus baby Rani.
Rangga sadar ia yang selalu mengeluh lelah dengan pekerjaan di perusahaan milik Sisil, ternyata Sisil lebih lelah mengurus baby Rani yang suka rewel setiap malam bahkan membuat Sisil kekurangan tidur.
"Maafin aku ya, sayang" kata Mas Rangga dengan tulus sembari memeluk Sisil dari belakang
Sisil diam, ia juga merasa salah karena seharian ini sudah memarahi semua orang di rumah ini hanya karena semalam ia kelelahan akibat begadang bersama baby Rani dan hanya tidur berapa jam itu pun mendekati waktu sholat subuh.
"Kita minta maaf juga ya, ma" kata Raya ikut minta maaf
"Iya gak apa-apa, sore nanti kita pergi ke MALL karena ada barang yang harus mama ambil di butik langganan mama" kata Sisil begitu mudah memaafkan sang putri namun untuk suaminya ia masih kesal
.
.
Setelah mengambil pesanannya di butik langganannya, kini Sisil memilih memutari MALL mencari sesuatu yang menarik untuk di jadikan kado pernikahan buat Dewi sedangkan Raya dan Azzam tengah bermain di area permainan yang di temani Bik Mirna dan Mang Ujang.
Sisil terus melangkahkan kaki sembari mendorong stoller yang berisi baby Rani, Rangga yang di samping hanya mengikuti Sisil saja meski sudah beberapa toko yang di masuki mereka namun seperti sesuatu yang di inginkan Sisil belum ketemu.
"Yang ini gimana, Mas. Bagus, gak?" tanya Sisil saat mendapatkan sesuatu yang menarik perhatiannya untuk kado pernikahan Dewi
"Bagus" jawab Mas Rangga karena sudah lelah mengikuti Sisil yang berjalan ke setiap toko
__ADS_1
"Ya udah mbak saya mau yang ini, di bungkus ya buat kado pernikahan" kata Sisil pada pelayan toko itu
"Baik, bu. Di tunggu ya" kata Pelayan toko itu dengan ramah sembari tersenyum
Hanya berapa menit pelayan toko itu telah selesai membungkus barang yang di beli Sisil tadi, lalu Sisil segera membayar barang tadi setelah itu ia meminta suaminya untuk membawa kado yang berukuran sangat besar itu.
Rangga hanya bisa menghela napas panjang mendapat perintah istrinya membawa kado berukuran sangat besar itu, kemudian Sisil kembali berjalan sembari mendorong stoller yang berisi baby Rani menuju area permainan dimana Raya dan Azzam berada.
Hari sudah makin sore, Sisil pun akhirnya memutuskan mengajak semuanya untuk segera pulang karena takut pulang kemalaman, lalu mereka semua sama-sama berjalan keluar dari MALL.
Rangga yang berada paling belakang meminta Mang Ujang membawa kado yang berukuran sangat besar itu, dengan patuh Mang Ujang menurut karena perintah majikannya namun baru berapa langkah Sisil langsung menoleh ke belakang.
"Mas, aku kan minta kamu yang bawa. Kenapa nyuruh Mang Ujang, kasian dia sudah tua di suruh bawa kado itu" kata Sisil sembari menatap suaminya dengan tatapan tajam
"Akhh, iya-iya" jawab Mas Rangga tak berani membantah kemudian mengambil kembali kado yang ada di tangan Mang Ujang
Mang Ujang dan Bik Mirna jadi tersenyum melihat Sisil yang sebenarnya saat ini tengah mengerjai Rangga, namun mereka tak berani juga untuk membantu Rangga karena takut Sisil memarahi mereka.
"Hah... Hah....."
Rangga terengah-engah saat sampai di mobil setelah meletakkan kado tadi di dalam bagasi mobil, bahkan Rangga langsung meminum air mineral botol saking lelahnya ia juga menghapus keringat yang membasahi keningnya.
Kemudian Rangga segera menuju kursi kemudi ingin segera kembali ke rumah agar ia bisa beristirahat, mobil pun mulai di lajukan Rangga dengan kecepatan sedang meninggalkan MALL menuju kediaman mereka.
__ADS_1
Di belakang mobil yang di lajukan Mang Ujang bersama Bik Mirna melaju perlahan mengikuti mobil yang di kemudi Rangga, tak terasa akhirnya mobil mereka tiba di kediaman Rangga dan Sisil lalu segera mereka masukkan ke dalam garasi.
Sisil terlebih dahulu turun sembari mengendong baby Rani, di susul dengan Raya dan Azzam, Mang Ujang dan Bik Mirna membawa barang belanja yang ada di mobil mereka bawa tadi.