
Tiga hari kemudian
Selesai mengantar putri mereka sampai ke ruang kelasnya, Sisil dan Rangga segera melangkahkan kaki di koridor sekolah menuju mobil mereka yang terparkir di halaman depan sekolah dan mereka berdua hari ini ada urusan yang sangat penting.
Sisil dan Rangga baru bisa menemui Sri hari ini karena selama berapa hari ini Sisil dan Rangga masih ada sedikit kesibukan, mobil yang di lajukan oleh Rangga akhirnya sampai di sebuah restoran dimana tempat janjian mereka bersama Sri.
"Maaf, apa kita terlambat?" tanya Sisil saat masuk restoran dan sudah melihat Sri duduk sendirian menunggu kedatangan mereka
"Tidak, hanya saja kalian sudah membuang waktu saya yang sangat berharga" jawab Sri dengan sedikit ketus
Mendengar jawaban dari Sri yang sedikit ketus, Sisil hanya bisa mengelus dada dan bersabar dalam hati jika saja disini ia tak memiliki keperluan dengan wanita di depannya itu sudah ia maki-maki karena jelas wanita tersebut yang sudah memfitnah suaminya.
"Ayo duduk, kita pesan minum dan makanan dulu" kata Mas Rangga menengahi Sisil dan Sri yang terlihat bersitegang
Lalu mereka bertiga pun segera duduk, dan Rangga melambaikan tangan pada pelayan restoran hendak memesan makanan, pelayan yang melihat lambaian tangan Rangga segera mendekat sembari memberikan buku menu dan bertanya.
"Aku mau yang ini, ini dan ini. Minumnya jus lemon" kata Sri menunjuk beberapa menu yang terlihat paling mahal dan tentu paling lezat
Sisil hanya diam melihat apa saja yang di pesan oleh Sri wanita yang tak tau malu itu, kemudian Sisil juga memesan beberapa makanan sekalian memesankan untuk Rangga dan pelayan itu sudah mencatat semua pesanan mereka bertiga.
__ADS_1
"Di tunggu ya, secepatnya akan di siapkan" kata Pelayan itu dengan ramah lalu pergi dari hadapan Sisil, Rangga dan Sri
Setelah kepergian pelayan itu, keadaan di antara Sisil dan Rangga beserta Sri terasa begitu hening tak ada satu pun yang mau memulai pembicaraan bahkan Sri lebih memilih fokus dengan HP-nya yang tengah berada di tangannya.
Dan syukurnya pesanan mereka bertiga pun akhirnya datang, sehingga tak membuat mereka bertiga canggung dan setelah semua pesanan mereka bertiga tertata rapi di atas meja tanpa menunggu lama mereka bertiga segera menikmati semua makanan yang di pesan mereka masing-masing.
Hanya berapa belas menit akhirnya mereka bertiga telah selesai makan, bahkan Sisil sudah meminta pelayan restoran untuk membereskan meja di hadapan mereka bertiga hanya tersisa tiga gelas minuman yang mereka pesan masing-masing.
"Sebelumnya saya sebagai pemilik perusahaan SR GLOW meminta maaf karena suami saya telah memecat anda tanpa gaji dan pesangon, ini gaji dan pesangon yang seharusnya kamu dapat dari perusahaan saya" kata Sisil kemudian memberikan sebuah amplop berwarna coklat yang pastinya isinya adalah uang
"OKE, saya terima ini karena memang seharusnya saya mendapatkan ini karena tenaga saya sudah terpakai berapa minggu di perusahaan anda" kata Sri dengan angkuh menerima amplop berwarna coklat itu lalu memasukan ke dalam tasnya
"Dan bisakah kamu membantu kita untuk klarifikasi soal video syur itu, agar masalah ini tak sampai ke ranah hukum karena pastinya kamu juga akan terseret nantinya karena saya sudah mendapatkan video aslinya" kata Sisil kepada Sri meminta baik-baik agar semua ini tak menjadi dendam ke depannya
Rangga hanya diam mendengar pembicaraan Sisil dan Sri, karena baginya cukup mendengar tak perlu ikut bicara apalagi ini pembicaraan sesama wanita jadi jika ia ikut bicara takut malah jadi emosi apalagi sebenarnya ia ingin sekali memarahi Sri.
Namun karena sebelum kesini Sisil sudah memperingatinya bahwa cukup Sisil saja yang nanti bicara jadi Rangga menuruti permintaan Sisil, cukup lama Sri terdiam akhirnya Sri menyetujui permintaan Sisil untuk klarifikasi.
Karena Sri tak mau juga ia masuk ke dalam penjara yang tentunya Sisil dan Rangga bisa melaporkannya tentang atas penyebaran nama baik, setelah lama mereka bertiga berbincang dan meluruskan masalah akhirnya Sri pamit undur diri karena masih memiliki pekerjaan.
__ADS_1
Dan kemungkinan besok mereka bertiga akan bertemu lagi di salah satu berita TV untuk mengklarifikasi soal video syur yang tengah viral satu minggu yang lalu, setelah itu Sisil dan Rangga juga beranjak dari restoran tersebut.
Sisil melangkahkan kaki ke arah kasir ingin membayar bill makanan yang telah mereka bertiga makan tadi, jumlah bill makanan itu sangat fantastis namun tak masalah bagi Sisil yang terpenting satu permasalahan mereka telah selesai.
Karena tak ada urusan lagi, Sisil dan Rangga memilih ke perusahaan milik Sisil yang memang sudah berapa hari ini tak di kunjungi Sisil karena ia menghabiskan waktu bersama Rangga dan yang lain apalagi waktu mereka hanya satu minggu.
Sebelum kelanjutan dari kasus Rangga, dan Sisil berharap setelah Sri klarifikasi nanti pihak polisi bisa meringankan hukuman Rangga atau membebaskan Rangga agar tak berada di balik jeruji besi lagi apalagi Sisil yang tengah hamil ingin sekali selalu berada di dekat Rangga.
Hanya berapa belas menit mobil yang di lajukan oleh Rangga telah berhenti tepat di gedung pencakar langit yang bertulisan SR GLOW, lalu Sisil dan Rangga segera keluar dari mobil dan melangkahkan kaki masuk ke dalam perusahaan.
"Siang Bu Pak" sapa Para karyawan Sisil saat berpapasan dengan atasan mereka
"Siang" jawab Sisil sembari tersenyum ramah
Berbeda dengan Rangga hanya menganggukkan kepala dan ekspresi yang sangat datar, Sisil dan Rangga pun akhirnya sampai di ruangan Rangga yang sudah lama sekali tak di injak oleh Rangga semenjak ia berada di balik jeruji besi.
"Kamu istirahat saja, biar aku yang memeriksa semua berkas ini" kata Mas Rangga pada Sisil karena tak ingin Sisil sampai kelelahan apalagi ada bayi mereka dalam kandungan Sisil yang harus di perhatikan
"Baiklah" jawab Sisil kemudian mencium sekilas bibir Rangga dan melangkahkan kaki ke arah sofa yang ada di ruangan tersebut
__ADS_1
Sisil pun segera membaringkan tubuhnya yang memang terasa sangat lelah, selain badannya terasa remuk akibat Rangga meminta hak-nya setiap malam, pikiran Sisil juga lelah karena memikirkan masalah suaminya dengan Sri.
Hanya berapa menit akhirnya Sisil tertidur, Rangga yang mendengar dengkuran halus yang keluar dari mulut Sisil hanya tersenyum dari kursi kebesarannya itu.