Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 33


__ADS_3

Dua jam setelah kepergian Rangga, Sisil akhirnya terbangun dari tidurnya yang telah kelelahan habis bercinta tadi dan ia pun segera menyingkap selimutnya hendak turun dari tempat tidur namun ia baru tersadar bahwa saat ini tubuhnya polos.


Tak memakai sehelai benang pun, Sisil pun kembali menutup tubuhnya dengan selimut lalu turun dari tempat tidur sembari memegang selimut yang menutupi tubuhnya yang polos itu lalu mengambil pakaiannya yang berceceran kemana-mana itu.


Setelah memakai pakaiannya baru Sisil melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar mandi hendak membersihkan tubuhnya, Sisil memilih berendam di dalam bathtub ingin merileks kan tubuhnya yang terasa pegal-pegal akibat percintaan panas tadi.


Selama berendam Sisil memejamkan kedua kelopak matanya sembari berpikir kok tumben suaminya meminta hak di siang hari, padahal selama mereka menikah Sisil dan Rangga biasa bercinta sore atau malam hari namun kali ini seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati Sisil.


Pikiran negatif mulai masuk ke dalam otak Sisil, namun segera mungkin ia tepis karena ia yang tengah hamil muda tak boleh banyak pikiran apalagi hal yang negatif bisa membahayakan perkembangan janin dalam kandungannya.


Selesai mandi Sisil dan telah memakai piyama tidur segera ia keluar dari kamar tidur hendak mencari keberadaan orang-orang di rumah, namun yang ia dapati hanya Bik Mirna di dapur sedang memasak untuk makan malam mereka nanti.


"Bik, mana yang lain?" tanya Sisil yang dari tadi tak melihat putrinya, ibu mertuanya maupun Azzam


"Mungkin masih tidur nyonya, tadi non Raya dan den Azzam habis bermain di halaman belakang jadi kelelahan akhirnya tidur siang" jawab Bik Mirna menghentikan sejenak aktifitasnya


"Ohh begitu. Oh ya bik, mana rujak yang di beli Mas Rangga siang tadi" kata Sisil baru teringat bahwa ia sama sekali belum memakan rujak belian suaminya siang tadi


"Ada nyonya di dalam kulkas, tunggu bibik ambilkan" kata Bik Mirna segera beranjak


"Gak usah bik, biar aku aja. Bibik lanjutin pekerjaan bibik saja" kata Sisil segera mendekati kulkas yang tak jauh dari tempat Sisil berdiri


Setelah mendapatkan rujak miliknya, segera Sisil mengambil piring untuk mewadahi aneka macam buah rujak itu sekalian memindahkan bumbu rujaknya yang terbuat dari kaca tanah dengan cabai serta kecap manis membuat siapa saja melihat itu tergiur.

__ADS_1


Selesai mewadahi itu semua Sisil segera membawa piring berisi rujak itu ke ruang keluarga, karena tak ada kegiatan lain ia memilih menikmati rujak sembari menonton TV apalagi di tambah dengan menonton acara favoritnya menjadi lebih nikmat.


Waktu terus berjalan begitu cepat putrinya dan Azzam akhirnya keluar dari kamar masing-masing dan sudah memakai piyama tidur, itu artinya mereka berdua sudah selesai mandi apalagi terlihat rambut mereka masih basah.


Tak berapa lama ibu mertuanya juga keluar dari kamar dan sama sudah memakai daster lengan panjang, kemudian semuanya ikut bergabung dengan Sisil di sofa ruang keluarga yang asyik menonton TV.


.


.


Kini waktu menunjukan pukul 05.30 sore, Rangga yang telah menyelesaikan semua pekerjaannya segera beranjak dari duduknya hendak kembali ke kediamannya apalagi saat ini sudah hampir menjelang magrib.


Terlihat perusahaan juga mulai lenggang karena sebagian karyawannya telah pulang jika pekerjaan mereka telah selesai, Rangga terus melangkahkan kaki sampai akhirnya tiba di dekat mobilnya.


Sampai hampir satu jam mobil yang di lajukan Rangga baru akhirnya terlepas dari kemacetan jalan, ia sampai ke kediamannya sangat terlambat bahkan kemungkinan semua orang sudah menunggunya untuk makan malam.


Saat mobil yang di lajukan Rangga memasuki halaman rumah, Bik Mirna yang mendengar bunyi mobil segera bergegas mendekati pintu utama kemudian di bukakannya karena ternyata memang majikannya yang baru pulang.


Rangga sudah memasukkan mobilnya ke dalam garasi, kemudian keluar dari mobil dan melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah setelah pintu di bukakan oleh Bik Mirna lebih lebar.


"Assalamualaikum" ucap Mas Rangga tampak wajah lelah itu menghampiri semua anggota keluarganya yang telah berkumpul di ruang makan


"Walaikumsalam" jawab Semua orang serentak

__ADS_1


"Ibu dengan yang lain makanlah duluan, Mas Rangga harus membersihkan tubuh pasti makin lama kalau di tunggui" ujar Sisil sembari beranjak dari duduknya dan menghampiri suaminya itu


Sisil merangkul lengan Rangga mengajak ke kamar agar Rangga bisa segera membersihkan tubuhnya habis pulang kerja, sepanjang melangkahkan kaki menuju kamar mereka Rangga menjelaskan mengapa bisa terlambat pulang.


Sisil yang paham segera menganggukkan kepala, karena sudah jadi hal lumrah jalanan di pusat kota A macet setiap hari bahkan tak menentu dengan waktu jadi meski sudah lama tinggal di kota A sebagian orang tak tau waktu-waktu jalanan macet.


Tiba di kamar tidur mereka Sisil segera membantu suaminya melepas baju kemeja yang melekat di tubuh suaminya, setelah semuanya terlepas Rangga segera melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar mandi.


Sisil yang masih setia menunggu menyiapkan baju santai untuk suaminya baju kaos oblong dengan celana pendek berbahan jeans, dan tak berapa lama suaminya muncul dari kamar mandi dengan kimono serta rambut masih tampak basah.


"Gimana, Mas. Pekerjaanmu hari ini?" tanya Sisil sekedar basa basi sembari membantu mengeringkan rambut milik suaminya itu


"Alhamdulilah lancar, hari ini tadi interview calon karyawan dan sudah dapat calon yang seperti memang cocok mengisi bagian admin" jawab Mas Rangga yang telah memakai pakaian lengkap


"Ohh begitu, semoga calon karyawan yang menurut kalian cocok bisa bekerja dengan baik" kata Sisil kembali membantu suaminya menyisir rambut


"Aamiiin, ayo kita makan. Kasian dedeknya pasti udah laper" kata Mas Rangga kemudian mencium perut Sisil yang masih rata itu


Sisil pun menganggukkan kepalanya kemudian kembali merangkul lengan suaminya, Sisil dan Rangga sama-sama keluar dari kamar mereka melangkahkan kaki hendak menuju ruang makan.


Namun saat melewati ruang keluarga, mereka berdua melihat sang ibu putri mereka dan Azzam sudah duduk di sofa ruang keluarga sembari menonton TV itu artinya mereka telah selesai makan.


Tiba di meja makan Sisil dan Rangga segera mendaratkan bokong mereka di kursi makan, Bik Mirna yang tadi memanaskan masakannya lagi segera menata kembali semua masakannya itu setelah selesai memanaskan.

__ADS_1


Kemudian Bik Mirna juga membantu menuangkan air minum di gelas masing-maisng milik majikannya itu, selesai semua pekerjaannya Bik Mirna segera kembali ke dapur hendak melanjutkan pekerjaannya yang sedang mencuci piring.


__ADS_2