
Tak terasa kini sudah satu minggu Sisil dan Rangga serta putri mereka liburan di Bali, hari ini mereka bertiga memutuskan akan kembali ke kota tempat tinggal mereka apalagi sebentar lagi tahun baru tentu mereka lebih suka merayakan malam tahun baru di rumah.
Biasanya tiap tahun baru pihak anggota keluarga Sisil dan ibu mertuanya akan datang berkunjung, namun kali ini tak bisa apalagi ibunya Sisil mulai sakit-sakitan karena usia sudah tak muda lagi dan kemungkinan hanya ibu mertuanya yang berkunjung seorang diri.
Setelah merapikan semua pakaian miliknya dan milik suaminya serta milik putri mereka, kini Sisil segera menutup tiga koper itu kemudian melangkahkan kaki ke luar dari kamar hotel menyusul suaminya dan putrinya yang sudah menunggunya di lobi hotel.
Saat lift terbuka Sisil segera masuk sembari menyeret tiga koper itu secara bergantian, tanpa menunggu lama lift kembali terbuka dan memunculkan Sisil yang menyeret koper bersama pelayan di hotel yang ia minta bantu tadi sembari menyunggingkan senyuman kepada kedua orang yang sangat di cintainya itu.
Siapa lagi kalau bukan suaminya dan putrinya, kemudian Sisil menghampiri kedua orang yang sangat di cintainya itu yang saat ini tengah asyik bercanda sembari menikmati es krim membuat Sisil harus menghela napas panjang.
Sudah sering Sisil memperingati suaminya agar tak menuruti kemauan putri mereka jika minta es krim, tapi sepertinya peringatan dari Sisil lagi-lagi di abaikan suaminya namun mau bagaimana lagi semua telah terjadi.
"Ayo, setengah jam lagi pesawat yang akan kita tumpangi akan segera landas" kata Sisil pada suaminya dan putrinya itu
Rangga tak menjawab hanya ia terkejut mendapati Sisil sudah berdiri di dekat mereka, terlihat raut wajah Sisil sedikit kesal dan bisa di pastikan Rangga bahwa ia telah membuat kesalahan karena menuruti putri mereka untuk makan es krim.
Rangga segera mengandeng tangan putrinya keluar dari hotel tersebut dan menyeret satu koper, sedangkan Sisil menemui resepsionis dahulu mengembalikan kunci kamar hotel yang sempat di sewanya selama satu minggu kemarin.
Mobil taksi pesanan Sisil sudah terparkir di depan gedung hotel, kemudian Sisil dan Rangga serta putri mereka segera masuk ke dalam mobil taksi itu tanpa menunggu lagi supir taksi segera melajukan mobil taksi tersebut meninggalkan hotel tersebut dan menuju bandara.
Mobil taksi itu sudah bergabung dengan kendaraan lain yang berlalu lalang di jalan raya yang tampak sangat padat, meski masih pagi membuat semua orang sibuk ingin segera sampai ke tempat tujuan mereka masing-masing.
__ADS_1
Hingga akhirnya mobil taksi itu berhenti tepat di pintu keluar masuk bandara tersebut, Sisil dan Rangga serta putri mereka segera keluar setelah membayar ongkos dan mendapatkan koper mereka yang tadi berada di bagasi mobil taksi itu.
"Maafin aku sayang" kata Mas Rangga setelah mereka sudah masuk ke dalam bandara dan duduk di kursi tunggu
"Maaf buat apa?" tanya Sisil bingung dengan perkataan maaf yang keluar dari mulut suaminya sembari mengerutkan keningnya
"Kamu pasti kesal dengan aku, gara-gara aku lagi-lagi melanggar aturan kamu yang masih membelikan es krim buat Raya" kata Mas Rangga merasa benar-benar salah
"Ahh, sudahlah udah terlanjur juga" jawab Sisil tak mau memperdebatkan hal yang sudah terjadi
Putri mereka yang mendekat perdebatan kecil dari kedua orang tuanya hanya bisa diam, ini semua salahnya padahal sang mama tak mengizinkannya untuk makan es krim demi kebaikannya namun ia justru melanggar dan merengek tadi dengan sang papa minta beliin dengan sang papa.
Pesawat yang mereka tumpangi bersama para penumpang lain pun mulai landas, suasana pagi menjelang siang ini membuat putri Sisil dan Rangga merasakan kantuk yang sangat berat hingga akhirnya memutuskan untuk tidur.
Satu jam kemudian pesawat yang di tumpangi Sisil dan Rangga serta putri mereka bersama para penumpang lain telah mendarat sempurna di bandara, satu persatu dari para penumpang termasuk Sisil mulai melangkahkan kaki menuruni anak tangga.
Setelah mendapatkan koper mereka Sisil kembali melangkahkan kaki hendak keluar dari bandara, bersamaan Rangga yang saat ini tengah mengendong putri mereka yang masih tertidur dengan sangat lelap.
"Sini sayang kopernya" kata Mas Rangga setelah membaringkan putri mereka di kursi belakang dan sekarang menghampiri Sisil yang menyeret koper mengambil alih koper itu
"Terima kasih" ucap Sisil yang mendapat perlakuan tersebut dari suaminya
__ADS_1
"Sama-sama, ayo masuk. Biar kita bisa segera tiba di rumah dan istirahat" kata Mas Rangga membukakan pintu mobil yang di samping pengemudi
Sisil hanya mengulas senyuman kepada suaminya itu, kemudian segera masuk ke dalam mobil dan duduk anteng di kursi yang ada di samping pengemudi tak berapa lama Rangga menyusul.
Mobil pun mulai di lajukan oleh Rangga meninggalkan bandara tersebut, menuju ke kediaman mereka yang sudah satu minggu mereka tinggalkan namun sepertinya mereka agak terlambat sampai ke kediaman mereka.
Karena jalanan sangat macet apalagi saat ini akan berganti tahun baru pasti banyak sekali para pengendara kendaraan lain hendak pergi ke tempat tujuan mereka masing-masing, namun karena tak ada jalan lain mau tak mau Rangga harus menunggu sampai jalanan tak macet lagi.
Saat ini sudah waktunya makan siang akhirnya Rangga memilih menepikan mobilnya ke sebuah restoran, ingin mengajak Sisil dan putri mereka untuk makan siang dahulu sebelum melanjutkan perjalanan pulang mereka di tambah saat ini juga jalanan sangat macet.
Dan syukurnya selesai mereka makan akhirnya jalan raya yang tadi macet sekarang sudah lenggang, mobil yang di kemudi oleh Rangga pun sudah memasuki perumahan elit tempat tinggal ia bersama Sisil dan putri mereka.
"Perjalanan yang melelahkan" keluh Raya saat mobil mereka baru berhenti dikediaman mereka gara-gara terjebak macet
Bik Mirna yang mendengar mobil memasuki halaman rumah segera bergegas keluar dari rumah, menghampiri majikannya itu dan membantu membawakan barang-barang yang ada di bagasi mobil serta koper milik majikannya itu.
"Bik Mirna, tolong bantuin Raya buat bersihin tubuhnya sekalian siapkan pakaian untuknya. Saya mau langsung ke kamar, ingin istirahat" kata Sisil yang terlihat sangat lelah
"Baik, nyonya" jawab Bik Mirna setelah meletakkan koper milik majikannya dan barang-barang itu di ruang keluarga
Bik Mirna segera mengandeng tangan putri majikannya masuk ke dalam kamar tidur putri majikannya, dan sesuai yang diperintahkan majikannya Bik Mirna mengerjakan semuanya dengan sangat baik.
__ADS_1