Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 19


__ADS_3

Sore hari


Saat ini Sisil dan Rangga serta putri mereka tengah menikmati berenang di kolam renang outdoor yang ada di hotel tempat penginapan mereka sekarang, begitu indah apalagi bisa melihat pemandangan secara langsung.


Bahkan putri mereka benar-benar suka dengan liburan kali ini, terlihat dari wajahnya yang tampak bahagia begitu juga Sisil serta Rangga mereka berdua tentu sangat menikmati liburan ini layaknya seperti sedang bulan madu.


Saat sedang berenang dan Sisil yang sudah meminta pelayanan kepada pihak hotel, jadi saat ini salah satu pelayan hotel pun membawakan pesanan minuman serta makanan yang di minta Sisil sebelum berenang tadi.


Setelah jus jeruk dan beberapa makanan ringan ada di dekat kolam renang tersebut, Sisil segera naik ke permukaan meminum sejenak jus jeruk itu karena ingin menghilang dahaganya yang sedikit terasa kering.


"Raya mau ma, jus jeruk" kata Raya berenang sembari menghampiri sang mama yang duduk di tepi kolam renang


"Sini sayang" ujar Sisil sembari menepuk sisi samping tempat ia duduk


Putrinya pun dengan patuh ikut naik ke permukaan, kemudian menerima jus jeruk yang di sodorkan oleh Sisil lalu segera di minum oleh putrinya hingga jus jeruk itu tinggal setengah gelas.


Setengah jam mereka bertiga habiskan waktu berenang di kolam renang outdoor yang ada di hotel penginapan mereka saat ini, setelah itu mereka bertiga memutuskan untuk segera kembali ke kamar tempat penginapan mereka.


Mereka bertiga ingin segera membilas tubuh mereka, apalagi ini sudah menjelang sore dan mereka bertiga berniat ke tepi pantai hendak menikmati sunset di sore hari bukankah sunset di pantai yang ada di Bali ini terkenal sangat indah.


Selesai sudah mereka bertiga membersihkan tubuh mereka masing-masing di kamar mandi yang ada di kamar hotel tempat penginapan mereka, kini mereka bertiga mulai keluar dari hotel dan hendak menuju pantai yang kebetulan sangat dekat dari tempat mereka saat ini.

__ADS_1


Dan disinilah mereka bertiga berada di tepi pantai menikmati angin sepoi-sepoi yang terus menerpa wajah mereka, mereka bertiga juga menikmati minum air kelapa muda yang langsung dari kelapa muda itu.


Perlahan matahari mulai turun menampakkan warna jingga yang artinya sebentar lagi matahari akan terbenam, yang biasa di sebut orang-orang sunset putri mereka yang melihat itu begitu bahagia.


Ketika matahari terbenam dengan sempurna dan berganti gelapnya malam, Rangga sempat-sempatnya mencium bibir Sisil yang memang selalu jadi candu baginya sekarang dan syukurnya putri mereka yang fokus dengan matahari terbenam jadi tak melihat adegan dewasa barusan.


"Ayo, sayang kita pulang udah gelap. Besok jalan-jalan lagi ke semua pantai yang ada disini" kata Sisil beranjak dari duduknya menghampiri putrinya yang masih berdiri menatap matahari yang kini telah di gantikan oleh rembulan


"Ayo, ma pa. Raya juga udah mulai lapar" kata Raya kemudian mengandeng tangan sang mama dan sang papa sehingga ia berada di tengah-tengah


Mereka bertiga pun melangkahkan kaki beriringan ingin ke restoran yang ada di tepi pantai itu, setelah mendapatkan restoran yang terkenal makanan lezat dan pelayanannya terbaik mereka pun memilih makan disitu.


Mereka bertiga segera masuk ke dalam restoran tersebut, kemudian duduk di salah satu kursi kosong dan mulai memesan makanan serta minuman kepada pelayan restoran itu.


"Terima kasih, ya" ucap Sisil kepada pelayan restoran itu sembari menyunggingkan senyuman


"Iya sama-sama, selamat menikmati" kata Pelayan restoran itu lalu pamit undur diri


Dengan lahap mereka bertiga sangat menikmati hidangan makanan yang ada di atas meja tempat mereka tempati saat ini, semua makanan itu memang benar-benar lezat ke timbang dengan beberapa restoran yang ada di tempat tinggal Sisil sekarang.


Hingga akhirnya semua makanan itu pun habis tak bersisa, selesai makan dan minum mereka bertiga segera beranjak dari restoran itu setelah melakukan pembayaran pada bill yang mereka makan barusan.

__ADS_1


Sisil dan Rangga serta putri mereka sekarang menghabiskan waktu berjalan-jalan di tengah rembulan yang bersinar di malam hari, meski suasana sudah malam tapi tak membuat daerah tempat tersebut menjadi sepi justru terlihat semakin ramai.


Apalagi banyak sekali sepasang suami istri atau sepasang kekasih menghabiskan waktu berdua di Bali, tempat wisata yang memang sangat cocok bagi semua orang yang datang kesini berpasangan.


Karena terlalu menikmati perjalanan mereka, putri mereka pun terlihat mulai kelelahan dan mengantuk Rangga dengan sigap mengendong putri mereka kemudian membawa kembali ke kamar hotel penginapan mereka.


Perlahan Rangga meletakkan tubuh putri mereka di atas ranjang, setelah memastikan putri mereka benar-benar tidur dengan nyenyak dan nyaman Rangga segera menghampiri Sisil yang berdiri di jendela memandangi pemandangan kota yang terlihat lampunya berkelap kelip secara bergantian.


Rangga memeluk Sisil dari belakang sembari mendaratkan dagunya di pundak Sisil, kemudian Rangga mulai mencium tengkuk leher milik Sisil sehingga membuat Sisil sedikit mendes*h karena kegelian.


"Sayang, malam ini kita habiskan waktu berdua anggap saja kita sedang bulan madu" kata Mas Rangga memutar tubuh Sisil secara perlahan hingga kini mereka saling berhadapan


Rangga mencium bibir Sisil perlahan, yang dari perlahan kini berubah jadi lum*tan dan Sisil juga membalas lum*tan tersebut hingga menjadi ciuman yang saling menuntun untuk melakukan lebih dari situ.


Rangga mengendong tubuh Sisil tanpa melepaskan tautan di bibir mereka, di bawanya tubuh Sisil ke sofa yang ada di dalam kamar hotel tempat penginapan mereka karena jika ke tempat tidur sudah ada putri mereka tengah tertidur.


Tanpa menunggu lama setelah saling menaikkan gairah masing-masing, kini Rangga dan Sisil sudah menyatukan milik mereka sehingga kamar hotel tempat penginapan mereka itu penuh dengan suara des*han.


Rangga dan Sisil benar-benar larutan dalam buaian surga dunia, bahkan peluh mulai membasahi tubuh mereka meski di kamar hotel itu ada AC tapi tak berpengaruh sama sekali karena mereka sangat menikmati permainan kali ini.


Entah berapa kali mereka menyatuhkan milik mereka, sampai pada akhirnya mereka tertidur diatas sofa dalam keadaan berpelukan dan tanpa sehelai benang di tubuh mereka hanya tertutup selimut.

__ADS_1


Dan tiba-tiba terdengar suara adzan berkumandang di masjid-masjid yang ada di sekitar hotel penginapan mereka, itu artinya sekarang sudah memasuki waktu subuh Sisil yang bangun terlebih dahulu segera membangunkan Rangga.


__ADS_2