
Setelah mainan beres dan di masukan putri Sisil dan Rangga ke dalam box, putri Sisil dan Rangga itu segera beranjak dari duduknya kemudian mendekati ketiga orang dewasa yang saat ini asyik mengobrol.
"Nek, udah malam kita tidur yuk" kata Raya yang sudah sangat mengantuk karena waktu sudah menunjukan pukul 08.00 malam yang menjadi kebiasaan tidur pukul segitu
"Cucu nenek udah ngantuk, ayo kita ke kamar" kata Ibunya Rangga beranjak dari duduknya kemudian pamit dengan sang anak dan sang menantu ingin segera ke kamar
Azzam juga segera pamit dengan om dan tantenya itu hendak ke kamar juga, setelah mendapat anggukkan dari Sisil dan Rangga Azzam segera melangkahkan kaki meninggalkan ruang keluarga itu.
Kini di ruang keluarga tinggal Sisil dan Rangga yang sedang menonton TV, namun posisi sekarang Sisil yang berbaring dengan berbantalkan paha suaminya dan suaminya terus mengelus perut Sisil yang masih rata itu.
.
.
Matahari mulai terbit dari ufuk timur perlahan menampakkan diri untuk menyinari bumi di pagi hari, membuat semua makhluk di muka bumi sangat senang apalagi sinar matahari pagi ini terasa sangat sejuk.
Sisil dan Rangga yang merasakan sinar matahari menyelinap masuk ke dalam kamar tidur mereka, dan sedikit mengenai kedua kelopak mata Sisil dan Rangga sehingga membuat keduanya mengerjapkan mata lalu membuka kedua kelopak mata mereka.
Rangga lebih dulu beranjak dari tempat tidur dan masuk kamar mandi karena pagi ini ia harus berangkat kerja, selang berapa belas menit setelah Rangga selesai mandi kini giliran Sisil yang beranjak dan segera masuk kamar mandi karena dari tadi ia menahan mual.
Uwek....Uwek....Uwek
Rangga yang baru saja hendak memakai baju kerjanya menjadi urung saat mendengar Sisil muntah lagi, buru-buru ia masuk ke dalam kamar mandi dan membantu mengelus tengkuk Sisil agar Sisil merasa lebih baik.
__ADS_1
Hingga akhirnya semua isi perut Sisil keluar dan membuat Sisil merasa lebih baik meski tubuhnya kini terasa lemas, Rangga membantu memegang tubuh Sisil untuk keluar dari kamar mandi dan menuju tempat tidur.
Tiba di dekat tempat tidur Sisil segera duduk di atas ranjang sembari bersandaran di sandaran tempat tidur itu, Sisil yang merasa sangat lemas sesekali memejamkan kedua kelopak matanya agar tubuhnya kembali stabil.
"Sayang, kamu gak usah keluar kamar. Biar Bik Mirna yang mengantarkan sarapan kesini, dan aku akan minta bantu ibu buat jaga kamu" kata Mas Rangga yang begitu khawatir melihat Sisil seperti kemarin-kemarin tampak pucat setelah mengeluarkan semua isi perutnya
"Iya, Mas" jawab Sisil pelan namun bisa di dengar oleh Rangga
Rangga pun melanjutkan memakai pakaian kerjanya, setelah siap ia pamit dengan Sisil ingin sarapan bersama yang lain di meja makan dan ia akan meminta Bik Mirna membuatkan Sisil bubur agar perut Sisil kembali membaik.
Setelah keluar dari kamar tidur mereka, Rangga melangkahkan kaki menuju meja makan yang tampak semua orang sudah berada disitu menunggunya bahkan putrinya terlihat sudah rapi yang artinya putrinya sudah mandi.
"Mana Sisil?" tanya Ibunya Rangga saat melihat sang anak ke meja makan sendirian
"Muntah lagi, jadi Sisil aku suruh sarapan di kamar saja" jawab Mas Rangga sembari mendaratkan bokongnya di kursi tempat biasa ia duduki
Putrinya dan Azzam yang mendengar pembicaraan orang dewasa hanya diam tak berkomentar sama sekali, mereka berdua bahkan fokus dengan sarapan mereka yang sudah terhidang di dalam piring.
"Bik, tolong buatkan bubur ayam untuk nyonya dan sekalian antar ke kamar" ujar Mas Rangga saat melihat Bik Mirna muncul dari dapur
"Baik tuan" jawab Bik Mirna setelah meletakkan kopi untuk majikannya ia langsung kembali ke dapur
Dengan cekatan Bik Mirna membuatkan bubur ayam seperti yang di minta majikannya tadi, tak membutuhkan waktu lama bubur ayam pun telah jadi kemudian Bik Mirna segera mewadahi bubur ayam itu ke dalam sebuah mangkuk.
__ADS_1
Lalu di letakkannya di atas nampan bersamaan dengan segelas susu untuk ibu hamil dan segelas air putih, Bik Mirna pun membawa nampan yang berisi itu semua dengan hati-hati menuju kamar majikannya.
Dan saat hendak melewati ruang makan ternyata semua yang sarapan tadi telah selesai sarapan bahkan tak ada satu pun orang di meja makan, Bik Mirna terus melangkahkan kaki sampai tiba di ambang pintu kamar majikannya yang sedikit terbuka.
Tok...Tok
"Masuk, Bik" ujar Ibunya Rangga begitu yakin kalau yang mengetuk pintu itu Bik Mirna soalnya semua orang saat ini sedang berada di dalam kamar Sisil
Bik Mirna segera mendorong pintu itu perlahan mengunakan lengannya, setelah pintu terbuka lebar dan Bik Mirna sudah berada di dalam kamar ia segera meletakan nampan yang berisi bubur ayam dan segelas susu ibu hamil serta segelas air putih di atas meja yang ada di samping tempat tidur.
"Terima kasih, Bik" ucap Sisil pelan tetap terdengar
"Iya nyonya, saya permisi" kata Bik Mirna sembari membungkukkan badannya lalu keluar dari kamar
Selepas kepergian Bik Mirna, ibu mertuanya segera mengambil mangkuk berisi bubur ayam itu hendak menyuapi Sisil dan Rangga yang ada disitu juga segera pamit dengan semuanya karena harus segera berangkat ke perusahaan.
"Makan yang banyak, ya sayang. Nanti kalau pengen apa-apa telepon saja aku" kata Mas Rangga sebelum keluar menyempatkan diri mencium pucuk kepala Sisil
Sisil hanya menjawab dengan anggukkan kepala karena saat ini mulutnya sudah terisi bubur ayam yang di suapi ibu mertuanya barusan, putri mereka juga melambaikan tangan saat sang papa hendak melangkahkan kaki keluar kamar.
Kini di dalam kamar hanya tinggal Sisil bersama ibu mertuanya dan putrinya serta Azzam, ibu mertuanya fokus menyuapi Sisil bubur ayam sedangkan putrinya dan Azzam memilih memijit kaki kanan kaki kiri Sisil.
Sisil di perlakukan seperti itu hanya bisa menyunggingkan senyuman, apalagi melihat putrinya dan Azzam yang begitu antusias bilang ingin menjaganya padahal ia bukan sakit parah hanya karena bawaan hamil muda jadi muntah terus.
__ADS_1
Sehingga tenaganya selalu terkuras ketika ia selesai muntah, tak terasa akhirnya bubur ayam yang ada di dalam mangkuk itu habis juga kemudian ibu mertuanya mengambil air putih yang ada di atas meja itu untuk Sisil dan hanya di minum Sisil setengah.
Karena setelah itu Sisil ingin meminum susu ibu hamil yang sangat di butuhkannya agar ia tak mual muntah lagi, hanya berapa kali tegukan susu ibu hamil itu tandas tanpa tersisa sedikitpun.